Indonesia
NovelToon NovelToon
Ya Allah, Ana Fi Al-Hubb

Ya Allah, Ana Fi Al-Hubb

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peony_8298

♡ Ya Allah ... Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu♡



"Disinilah takdir mempertemukan kita. Berada didekatmu adalah sebuah anugrah terindah. Bisa berada disisimu membuatku merasa nyaman walaupun jalan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Kau adalah kekuatanku. Kau adalah karunia dibalik derita yang terjadi didalam hidupku. Kau tau mengapa aku bisa melakukan hal itu, karena aku yakin saat seperti ini adalah saat-saat terindah dalam hidupku. Aku berharap saat seperti ini tidak akan hilang dari hidupku dan aku berharap semoga saat ini tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Jika saja iringan waktu dapat dihentikan, maka aku lah orang pertama yang akan melakukannya. Kehidupan telah berlalu dengan begitu indah. Ikatan diantara kita adalah sesuatu yang tak biasa karena harapanmu kini telah menjadi doaku sebab jiwamu dan jiwaku telah menyatu."

♡ Muhammad Fadil ♡



"Sejak kapan ini berawal! Apakah sejak takdir mempertemukan kita? Sungguh awal semuanya tulus dari hati yang paling dalam. Kau berikan semuanya dengan senyuman indah yang tak akan pernah bisa kulupakan. Aku telah menyimpan banyak mimpi sehingga ini seperti lembaran cerita yang tersusun rapi. Hari demi hari disetiap pagi jika mataku terbuka, aku ingin selalu melihatmu berada didekatku. Akan tetapi, apakah aku bisa mewujudkannya? Hingga waktu terus berlalu dengan begitu indah. Aku pun merasa seolah-olah waktu telah memberikan aku kesempatan agar dapat mewujudkannya. Ku berharap engkau mau menemaniku. Menemani hari-hari yang akan kita lalui bersama dan kita akan menunjukkan pada dunia bahwa kesedihan yang parah sekalipun tidak akan pernah bisa menghentikan cinta kita yang tulus ini."

♡ Anisya Qumairah ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peony_8298, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Berlibur

Bertepatan hari ini adalah hari sabtu. Jadinya untuk menikmati akhir pekan Fadil dan Nisya mengajak serta keluarga untuk pergi berlibur ke pantai.

Mereka semua pun membereskan barang yang mau dibawa untuk keperluan hingga esok sore nanti. Soal tempat bermalam, mereka akan menginap di resort teman Fadil yang berada di pantai yang akan mereka kunjungi.

Selesai berkemas, mereka semua pun siap-siap akan pergi tetapi, Mama Dahlia menyuruh untuk tunggu sebentar lagi karena Mama Dahlia tengah menunggu seseorang yang mau ikut berakhir pekan dengan mereka.

"Assalamualaikum maaf Tan, maaf semua. Karin telat," ucap Karin yang baru datang dan ternyata dialah yang ditunggu-tunggu oleh Mama Dahlia.

"Tidak apa nak. Kami juga baru akan berangkat. Ayo masuk duduk didekat Rian saja," ucap Mama Dahlia.

"Iya Tan," ucap Karin.

Karin pun mengambil tempat duduk disebelah kanan Rian dan Nisya di sebelah kiri Rian. Sedangkan Mama Dahlia dan Carissa duduk di belakang. Fadil menyetir mobil, Ayah Aris duduk disamping Fadil.

Selama perjalanan, Rian tidak henti-hentinya berceloteh riang pada Nisya. Terkadang celotehan Rian membuat semua orang yang berada didalam mobil ikut tertawa.

Rian bagaikan pencair suasana yang sempat tegang diantara Nisya, Mama Dahlia dan Karin. setelah lama berkendara, mereka pun telah sampai di tujuan. Fadil dan Nisya menuju resepsionis untuk menanyakan kamar yang telah dipesannya sebelum berangkat kesini.

"Ini card room Anda," ucap sang resepsionis.

"Terima kasih," ucap Fadil.

"Ya sama-sama tuan. Selamat menikmati liburan Anda serta keluarga Anda," ucap sang resepsionis.

"Iya. Ayo kita pergi," ucap Fadil pada Nisya

Fadil dan Nisya pun kembali menghampiri mereka untuk memberikan kartu kamar masing-masing

"Yes, untung Tante Dahlia mau mengajakku keisni syukur deh," batin Karin yang tambah senang karena liburannya kali ini gratis dan kamar yang ia tempati bersebelahan dengan kamar Fadil dan Nisya.

"Ayo kita pergi, Mama udah lelah sekali," ucap Mama Dahlia.

"Iya Omah. Rian juga udah capek, Rian ingin istirahat agar sebentar sore bisa bermain air di pantai," ucap Rian riang.

"Uhhh jangan Rian, nanti kamu tenggelam," saran Carissa memperingati Rian.

"Tidak akan, Aunty. Rian anaknya yang kuat kok," ujar Rian dengan bangganya.

Mama Dahlia, Ayah Aris dan Rian pun menuju kamar mereka. Begitu pula dengan Fadil dan Nisya.

Sesampainya di kamar, Fadil langsung masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. Sedangkan Nisya, ia tengah berdiri di balkon kamar sedang melihat-lihat pemandangan alam dari atas hotel.

Fadil yang sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian heran karena tidak melihat Nisya di dalam kamar mereka. Fadil pun lantas mencari-cari keberadaan Nisya. Setelah melihatnya, Fadil lantas menghampirinya.

"Bagaimana indah bukan?" tanya Fadil yang kini sudah berdiri disamping Nisya.

"Hem, ini indah sekali," ucap Nisya

Lama mereka melihat-lihat, Fadil dan Nisya pun masuk kembali ke dalam kamar dan mulai beristirahat.

Sore harinya, Rian dengan bersemangatnya menuju ke kamar Fadil dan Nisya untuk mengajak mereka pergi ke pantai seperti katanya tadi siang. Ia ingin secepatnya bermain air di pantai.

"Uncle Fadil, Auntie Nisya. Ayo cepat Auntie Carissa sudah menunggu dari tadi," ucap Rian yang duduk menunggu mereka berganti baju yang lebih santai.

"Iya iya. Ayo pegang tangan Uncle. Ayo sayang," ucap Fadil pada Rian dan Nisya.

Mereka pun menuju pantai. Di perjalanan, tiba-tiba Rian kepingin pergi ke toilet. Jadinya Nisya pun mengantar Rian ke toilet dulu.

Disana seorang anak perempuan hampir seumuran dengan Rian sedang berusaha mencuci tangan tapi tak sampai di wastafel. Nisya yang melihat hal itu pun membantu anak perempuan itu dengan cara menggendongnya. Selesai mencuci tangannya, anak itu pun berterima kasih atas bantuan yang nisya berikan

"Sama-sama nak. Oh ya, kalau boleh Auntie tau siapa nama kamu?" tanya Nisya seraya memegang kepala anak itu yang berbalut kerudung berwarna pink.

"Fatthia, Auntie. Thia duluan Auntie," ucap anak perempuan itu yang bernama Fathia.

"Iya nak," ucap Nisya.

Tak lama kemudian Rian pun telah selesai. Nisya dan Rian berlalh keluar dari toilet. Di luar Nisya dapat melihat Ibu dari Fathia yang sudah sangat cemas mencari-cari Fathia.

"Eayang, kamu dari mana saja. Bunda sangat cemas. Lain kali bilang sama bunda ya," ucap sang Ibu yang bernama Fatima.

"Maafin Fathia, bunda," ucap Fathia yang tengah menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

"Bunda maafin. Ayo sekarang kita pergi ke Ayah dan kakak sudah menunggu," ucap Fatima.

"Iya bunda," ucap Fathia.

Nisya pun melanjutkan perjalanan mereka. Sesampainya di resto pinggiran pantai, Nisya dan Rian menuju tempat duduk yang telah disediakan oleh Fadil.

"Rian mau main air sekarang boleh?" tanya Rian.

"Boleh sayang, asal mainnya di pinggir saja. Risa temani Rian main gih," ucap Mama Dahlia

"Biar aku saja Ma yang menemani Rian," ucap Nisya menawarkan diri.

"Baiklah hati-hati, jaga Rian baik-baik," ucap Mama Dahlia

Bella pun lari menuju bibir pantai. Ia pun mulai bermain air dengan riangnya.

Sedang disisi lain, dua orang anak kembar sepasang tengah berusaha membuat menara dari pasir. Rian yang melihat kedua anak itu pun pergi menghampirinya bersama Nisya.

"Auntie Nisya," ucap anak perempuan itu.

"Fathia, main disini?" ucap Nisya.

"Iya Aunty. Oh iya, ini saudara ku namanya Fathur. Nama dia siapa Aunty?" tanya Fathia yang bermaksud pada Rian.

"Dia namanya Rian," ucap Nisya.

"Aku boleh ikut?" tanya Rian yang tertarik ingin ikut membuat menara pasir dengan mereka berdua.

"Tentu boleh. Ini skop plastiknya dan ember," ucap Fathur seraya memberikan kedua barang itu pada Rian.

Rian serta Fathur dan Fathia berhasil membuat menara pasir mereka tentunya berkat bantuan Nisya. Nisya juga tak mempermasalahkannya malah ia sangat senang melihat keceriaan dimata anak-anak.

"Fathur, Fathia. Kalian kesini sama siapa?" tanya Rian.

"Kami sama aayah, Bunda dan adik kami Fania. Kalau kamu?" ucap Fathia.

"Aku kesini sama Aunty, Uncle sama Opah dan Omah. Oh tunggu kita kekurangan air. Aku pergi mengambilnya dulu," ucap Rian.

Tak lama kemudian Fathia berkata tentang keluarganya, Bunda Fathur dan Fathia datang menghampiri mereka.

"Assalamualaikum," ucap Fatima.

" Waalaikumsalam warrahamatullahi wabarakatuh," jawab mereka kompak.

"Bunda! Bunda sebentar lagi kami masih mau main pasir, ya kan kak," ucap Fathia.

"Udah dulu nanti di lanjut lagi ya. Ayah sama adik sudah menunggu kalian dari tadi," ucap Fatima memberi pengertian.

"Baiklah Bunda. Maaf Aunty, kami pergi dulu. Sampai ketemu nanti," ucap Fathia.

"Mba, kami pergi dulu. Assalamualaikum," ucap Fatima seraya menggandeng tangan anak-anaknya.

" Waalaikumsalam warrahamatullahi wabarakatuh," jawab Nisya.

Seperginya Fatima, Nisya baru teringat kalau Rian belum juga kembali dari mengambil air.

"Rian!?, Astagfirullah Rian! Kak Fadil tolong!" teriak Nisya yang melihat Rian minta tolong karena tenggelam.

Fadil beserta yang lain pun langsung berlari menuju ke Rian. Sementara Fadil berusaha menyelamatkan Rian Mama Dahlia malah memarahi dan menyalahkan Njsya atas kelalaian menjaga Rian. Nisya diam karena dirinya memang sudah lalai.

"Mama sudah bilang kan jagain Rian! Kalau ada apa-apa dengan Rian, Mama tak akan memaafkanmu!" tegas Mama Dahlia.

Nisya pun terkejut akan ucapan Mama Dahlia. Ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini.

"Ma ...," ucap Nisya berniat menjelaskan apa yang terjadi.

"Sudah jangan bicara lagi. Mama sudah muak dengan alasanmu," ucap Mama Dahlia.

"Wah, belum juga rencana yang ku susun aku jalankan, Nisya sudah mendapat marah duluan dari Tante Dahlia," batin Karin senang. Ia tertawa lepas dalam hatinya.

"Mama jangan salahkan kak Nisya. Ini salah Carissa juga," bela Carissa.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Mama Dahlia pergi meninggalkan Nisya yang masih tetap mematung di tempatnya.

"Ayo kak, kita pergi dari sini. Rian juga sudah selamat. Kak Fadil pasti membawa Rian kembali ke kamar," ucap Carissa

Nisya pun mengikuti Carissa kembali ke resort.

...To be continued. ...

Jangan lupa like, vote & comennya

...By Peony_8298...

1
Linda Erma
Manggilnya jadi "Kakak"
Samsuna
sedih 😭😭😭😭
Samsuna
kok double
Samsuna
mewek aku, bengkak mataku😭😭😭😭😭
Tika
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Tika
kok Siska kak
Tika
salah ketik nama yaa kak, Fatimah kan di novel kakak yang Laen🤭🙏🏻
Tika
iya🤭
Tika
tidak akan pernah bosan, karna karya2 kakak sangat bagus
Tika
q like dan koment
Tika
kakak....
ceritanya bagus banget...
Tika
hai kak, q disini
Farida Azizah
Like ka'...🌸

Jangan lupa mampir di karyaku ya ka'😊
Farida Azizah
Semangattt berkarya ka'
sore
halo kak .. aku mampir membawa like + rate (5). Kutunggu feedbcaknya di 'Aishiteru' ya kak. Arigatou Gozaimazu
Nur Hikmah Pudorih
lanjut thor jgn sdikit
xing'er
mampir thor
Ezrahi
semangat Thor ☺☺☺mampir ya
Vi_Lian
Semangat
IG : anissah_31
sudah like tuntas 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!