Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahun terakhir di academy
Waktu kini terasa cepat berlalu ,kini Mira dan kawan kawan nya telah naik tingkat dari pemula ke senior.
Mereka merayakan nya dengan perayaan kecil sederhana, karena mereka tau ini bukan sesuatu yang wajib dirayakan secara mewah karena ini adalah tingkat akhir dimana para siswa akan benar benar diuji .
mereka merayakan nya liburan dengan membakar barbeque diasrama,maklum saja liburan kali ini cukup lama yaitu 2 Minggu untuk mempersiapkan ujian akhir.
Mereka harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian terakhir sebagai calon ratu.
mereka menggelar perayaan sederhana dengan berkemah ditepi pantai yang tidak jauh dari sekolah mereka.
"yuhuuu bakar ,bakar....".
",ujar kiko yang sangat bersemangat".
"tak terasa sudah hampir 3 tahun kita bersama".
"ujar rinka".
"iya kau benar ".
"jawab Mira".
"ya sebentar lagi kita lulus dan kuharap jangan saling melupakan walaupun kalian nanti naik tahta".
"ujar yoru ".
"ah tenang,aku tidak akan melupakan teman teman ku".
"ujar kiko".
"eummmm ngomong ngomong kira kira apa ujian terakhir kita nanti ,apa ada kisi kisi atau bocoran ".
"tanya Momo".
"kalau soal kisi kisi seperti nya tidak,tapi kudengar sih katanya ujiannya adalah menjawab seputar kehidupan sosial".
"jawab yoru".
"ah tenang, untuk apa susah susah kalau ada master kita disini".
"ujar Kaze yang langsung menatap langsung ke arah Mira".
Mereka semua langsung menatap Mira.
"eh? Kenapa kalian menatap ke arahku?".
"tanya Mira".
"ah Mira jangan pura pura tidak tau,ayolah kasih tau sedikit bocoran ".
"ujar Momo".
"iya Mira,jika kau memberiku contekkan jika suatu saat kau berkunjung ke negeri akan ku suruh rakyat ku untuk menggratiskan makanan untuk mu".
"ujar yoru".
"ahh Mira, jangan dengarkan dia... Kalau aku memberikan ku minimal 1% contekkan ujian akhir, akan ku abadikan kau dalam lukisan ".
"ujar Kaze".
"ahhh sudah, tapi kalau kalian mau contekkan... boleh tapi ada syaratnya ".
"ujar Mira".
"apa syaratnya ".
"tanya mereka sambil mendekat".
"syarat nya kalian harus belajar bersama ku secara langsung ya karena aku tidak ingin saat menjadi ratu kalian tidak tau apa apa".
"jawab Mira".
"owh begitu baiklah setuju ".
"mereka menjawab secara serentak ".
"owh okey. Humm liburan kita masih lama kan? Bagaimana kalau besok kalian ikut aku untuk menelusuri pasar secara langsung karena semua jawaban dari soal yang akan keluar ada disana".
"ujar Mira".
"hah? Ke pasar tradisional?".
"tanya kiko".
"ya bau dan banyak sampah itu? Ieuhhh menjijikan,aku tidak ikut ".
"ujar yoru ".
"kalau tidak mau ikut tidak apa apa,tapi tidak ada contekkan ".
"jawab Mira".
"ehhh oke oke ".
"mereka menjawab serentak".
"baiklah ".
"jawab Mira".
Singkat cerita mereka pun,pergi ke pasar diseberang pulau.
dengan menggunakan sampan.
Singkat cerita mereka pun sampai diseberang pulau,suasana disana sangat ramai ,padat dan kotor.
Kaze: iuhhh ... Mira kau betah sekali ditempat seperti ini
Mira: jangan mengeluh,kalau kalian mau lulus dengan hasil terbaik ,maka lakukan saja.
tugas kalian sederhana kok kalian cukup mengetahui harga bahan pangan disini dan bagaimana cara masyarakat melakukan transaksi jual beli.
Yoru: yasudah sekarang apa yang harus kita lakukan.
Mira: mau tau apa? Heh dasar lihat ini.
Mira lalu menunjukkan cara berinteraksi dengan para pedagang disana dan bertanya mengenai harga pangan saat ini.
Momo: wah dia tau segalanya.
rinka :wajar saja ,ia itu dulu anak berjualan dipasar.
kiko: wah keren.
Mira : yasudah sekarang giliran kalian.
Kaze: ahh iya iya, ayo.
mereka kemudian melakukan interaksi dengan para pedagang disana, meskipun awalnya canggung namun mereka perlahan bisa berinteraksi dengan mereka.
Mira:yoshhhh, sudah selesai bukan... Sekarang saat nya kita pergi ke tempat selanjutnya.
Mereka kemudian berjalan ke bagian dalam pasar tempat penjualan daging dan disanalah aroma amis dan busuk langsung tercium.
Kaze: huekkkk , menjijikan.
Namun mau atau tidak mau mereka harus bisa mencatat seperti apa kehidupan masyarakat disana secara detail untuk dipelajari sebelum ujian.
Setelah itu mereka kembali ke academy, namun sesampainya diacademy Kaze yang masih merasa mual langsung berlari ke kamar mandi.
Mira: ya ampun... Semoga ini ada hasilnya.
> * to continued...