Indonesia
NovelToon NovelToon
Senandung Rindu Dalam Doa

Senandung Rindu Dalam Doa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: fachruna

Ana Altafunnisa, gadis ceria yang menjadi pendiam setelah pernikahannya dengan saudagar kaya Adrian Saputra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fachruna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

            Berulang kali Martin menghembuskan nafas dengan kasar, ingin dia berteriak dan mengatakan bosan, namun ini juga bagian dari rencana nya agar adiknya tidak di ganggu oleh Vanessa.

           " tau begini, biar aku aja yang menyamar, sungguh ke enakan ini Adrian, malah gak mau udahan lagi menyamar jadi Udin". gerutu Martin sambil memeriksa berkas yang perlu dia tanda tangani.

       tanpa diketahui Martin , Adrian sedang berjalan ke ruangan nya, di tangan nya ada sebuah kantong plastik yang dibawanya.

         " ehmmm....." Adrian berdehem saat dirinya sudah berdiri dipintu yang dibukanya.

Martin mendongak, senyum ceria di wajahnya langsung bersinar.

        " Alhamdulillah, akhirnya penyelamat ku datang". ucap Martin yang langsung bangun dan memeluk Adrian dengan girang.

        " apaan sih?" balas Adrian mendorong Martin yang memeluk nya.

        " aku bahagia sekali, akhirnya kamu kembali". ucap Martin tersenyum penuh arti.

       " minggir ah" ucap Adrian mendorong marting yang berlagak akan menciumnya, tolak menolak diantara mereka tak terelakkan, namun yang pasti Martin bisa merasakan sedikit lega.

       " cieeee cieeeee yang mulai perhatian sama guueeeee". Ujar Martin sambil melirik kantong plastik di tangan Adrian.

        Adrian melihat ke arah lirikan Martin, dia ingin tertawa namun dia tahan. Adrian masuk dan duduk di kursi kebesarannya dengan penuh wibawa.

        " aku akui kamu memang cocok duduk disitu, aku mengaku kalah" ucap Martin yang mengangkat kedua tangannya ke atas.

      " akhirnya kamu sadar". Balas Adrian tersenyum penuh arti.

       " kamu bawa apa sih?" tanya Martin, matanya masih melihat kantong plastik di tangan Adrian.

         " owwh ini, sebuah barang bukti untuk meringkus Vanessa". Ucap Adrian dengan tenang. Sementara Martin yang semula tersenyum, kini senyum itu pudar perlahan.

        " gak ada terimakasih smaa sekali, bawain aku apa kek, mumet tau gak?" ucap Martin dengan nada sedikit kesal, dia sudah berharap kalau sesuatu di dalam kantong plastik itu bisa mengenyangkan perutnya.

        " yaaa mana aku tahu kamu itu lapar". Balas Adrian cuek, dia melihat berkas yang sudah menumpuk, lalu memperhatikan berkas-berkas tersebut dan mengabaikan Martin yang melongo.

       Tidak di herankan, jika Adrian sudah melihat berkas yang harus dia periksa maka dia akan lupa dengan dunia disekitar nya. dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit, Adrian sudah menyelesaikan semua berkas diperiksa, Martin melongo dua kali lipat, dirinya harus memperhatikan dengan detail, berkas yang di tandatangani oleh Adrian selama kurang lebih tiga puluh menit, di tangan Martin harus melewati waktu sehari penuh untuk diperiksa dengan teliti.

         " kamu baca gak sih? Makn tanda tangan aja, kalau ada apa-apa, jangan salahin aku". Ujar Martin yang melipat tangan di dada.

        Adrian tidak terpengaruh, dia bangun dari kursinya, tidak lupa, kantong plastik tadi tetap di bawa, lalu mengajak Martin keluar untuk makan.

        " berhubung hari ini aku baik hati, aku traktir kamu makan siang, yuuk berangkat". Ujar Adrian yang berjalan ke pintu. Sementara Martin mengekori nya dari belakang dengan wajah cemberutnya.

         " lihatlah ini". ucap Adrian menyodorkan kantong plastik di tangan nya ke arah Martin saat mereka sudah duduk di rumah makan ala Padang.

         " apaan sih ini? pake di bawa-bawa kemana-mana segala". balas Martin, namun tangan nya tetap meraih pemberian Adrian.

        Martin menatap heran ke arah Adrian.

dan mulai membuka dengan lebar.

        " handphone siapa ini?" tanya Martin menatap Adrian dengan serius.

        " milik Vanessa". Balas Adrian santai.

        " kok bisa sama kamu? Kamu nyopet?" tanya Martin seolah merasa kasihan.

        " aku tidak semiskin itu hingga harus mencopet bukan?" balas Adrian yang mendapat tertawa kerasa dari Martin.

        " yaaaa siapa tau kamu mau menjalani propessi Barru kan"? Ujar Martin sengaja mempelesetkan lidahnya

        " di dalamnya ada ancaman untuk adikmu, apa selama ini dia dalam masalah?". Tanya Adrian menatap Martin dalam-dalam.

       " huuuuf akhir nya kamu tahu juga". ucap Martin membuang nafas kasarnya dan menatap Adrian seolah beban nya kini berkurang.

       " apa yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Adrian menatap Martin seolah ingin menguliti dirinya.

      " Vanessa menjebak adikku saat itu dengan hal serupa yang dilakukan pada ana istri mu, namun ini dia membuat ini khusus untuk mengancamku". Ucap Martin mengepalkan tangan nya

      Adrian yang mendengar perkataan Martin juga seolah terbakar amarahnya, Martin adalah sahabat sekaligus asisten nya, banyak Maslaah dan juga kejadian yang mereka lewati bersama, jika Martin bermasalah maka Adrian juga akan ikut andil dalam membantu nya. Namun kali ini dirinya seolah kecolongan.

        " kenapa kamu rahasia kan dariku?" ucap Adrian menahan kesal, namun masih bersabar.

       " Vanessa itu gila, adikku bahkan tidak mengenal nya secara dekat, tapi dia bisa membuatnya jatuh dalam perangkap nya, dan kamu, kamu orang nya hanya mudah luluh dengan suara mendayu Vanessa, dia merayu mu sedemikian rupa, jika aku jelaskan tentang hal ini percuma saja, toh kamu juga gak akan percaya". Ucap Martin.

       " dia mengancam mu agar kamu diam soal ana?" tanya Adrian tepat sasaran.

       " iya, tapi nyatanya aku tidak diam bukan? Aku berusaha dengan cara yang tidak mudah dia deteksi" ucap Martin menatap Adrian yang mulai melembut pandangannya.

       " dia sudah sangat keterlaluan, kapan aku tergoda dengan suara mendayu-dayu?". Desis Andrian dengan kesal.

       " dia terobsesi padamu, aku bahkan kehabisan ide untuk memberitahu padamu gimana sikapnya, karena kamu selalu membelanya, dunia kamu seolah hanya dirinya". ucap Martin kemudian.

        " aku tidak pandai melihat tingkah wanita, kamu tau itu, dia selalu bersikap seolah tertindas di hadapan ku". balas Adrian yang tidak terima kalau Martin menyalahkan dirinya.

       " iyaaa kamu juga tidak pandai menganalisa perempuan, aku tau itu, bahkan istrimu harus menangis berhadapan dengan kanebo kering seperti mu, bersifat kasar dan tegas tak tau aturan, jika aku yang menjelaskan bahwa ana tidak bersalah, maka kamu pasti berfikir kalau aku menyukai istri mu, jadi satu-satunya cara mengubah pandangan mu yaitu dengan turun langsung ke lapangan alias kuliah". Balas Martin asal.

        " kamu orang kedua yang mengatai ku kanebo kering, dan terimakasih ide kamu, aku jadi tau banyak hal, sepupu ku sendiri kini menjadi saingan ku juga". ucap Adrian kesal sambil mengeluarkan pen layar monitor milik Jonathan dan melihat nya berulang kali, ternyata ada nama ana terukir indah di dekat infra red saat menyala.

        " aku hampir kehabisan akal untuk memberitahu padamu sikap Vanessa yang sebenarnya. benarkah? Lalu yang pertama siapa?" tanya Martin dengan antusias.

       " Farah, teman nya ana, dia bahkan mengatakan aku es kutub Utara, keterlaluan sekali mulutnya". balas Adrian seolah mengeluarkan kekesalan nya.

       " terus-terus dia bilang apa lagi?" tanya Martin seolah menjadi pendengar yang baik.

       " dia bilang, cinta itu butuh perhatian, butuh kasih sayang, bukan hanya butuh tender perusahaan, berani-beraninya dia mengatai ku seperti itu". Balas Adrian lagi, namun malah membuat Martin tertawa sampai mengeluarkan air mata.

" kamu ketawa segitunya, apanya yang lucu?" tanya Adrian menatap Martin dengan kesal.

" gak lucu, tapi bikin sakit perut lihat ekspresi manyun kamu, bagus juga ekspresi kamu jadi bertambah, jika dulu taunya tersenyum pura-pura dan wajah datar begitu saja, kini Tambah satu lagi wajah manyun begitu menggoda, hahaha". Tawa Martin kini semakin menjadi.

" dasar sahabat gak punya akhlak kamu". Cibir Adrian yang langsung menyeruput jus alpukat miliknya.

" ngomong-ngomong tentang Jonathan, dia kan tau kalau ana istrimu?" ucap Martin kemudian.

" iya, dia pernah melihat ku memarahi ana, dan meninggal kan ana di tengan jalan saat hujan, saat itulah respect nya padaku hilang, dia bahkan mengirim sebuah foto bahwa dirinya yang menolong ana di gelapnya malam dan ana kehujanan". Ucap Adrian mengenang hari itu.

Saat itu ana tidak mengakui perselingkuhannya dengan Bram si lelaki sewaan Vanessa. Karena merasa cemburu dan juga tidak mendapatkan kejujuran ana, akhirnya Adrian menyuruhnya turun dari mobil saat cuaca sedang hujan.

1
Yuni Ngsih
Thooooooooor aku benci kamu klw lg asyik ko dipotong.....lanjuuuuuuuuut Thor ih gemes klw ceritra di potong .....😡😡😡😠😠😠
Yuni Ngsih
wooooow kereeeeen ceritramu Thor ku suka ceritra ini sangat banyak ygjadi contoh nyata bg kehidupan se- hari ,apalagi pada masa" seperti itu akan menjadi cermin buat pembaca yg membutuhkannya...ok Thor lanjut tetap semangat smg contoh orang yg ky si Vanessa ngga ada yg nyata ya....ngeri soalnya menghalalkan segala cara.....🙈🙈🙈💪💪💪
Yuni Ngsih
Thooooor nih ceritramu baru nongol dah bikin ku ngenes ke si Adrian lk" bodoh blm punya bukti nyata dah percaya sm orang lain dasar CEO PA.....kamu lg Thor yg bikin ceritra bgs banget .....lanjut Thor ,& tetap semangat....👍👍👍🙏🏻🙏🏻🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!