Indonesia
NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Mesin Waktu Kopi Luwak

"Jangan-jangan lo sekarang lagi mengalami gejala geger otak ringan, makanya level halusinasi harian lo udah melompat jauh sampai ke level Korea-Koreaan gini."

Adit benar-benar sudah tidak habis pikir lagi dengan jalan pikiran sahabatnya. Bagi logika berpikir orang korporat seperti dirinya, melihat seorang Reno Alvarez bisa sukses didebutkan menjadi seorang idol K-Pop terkenal itu tingkat kemustahilannya setara dengan melihat seekor kucing garong jualan cilok keliling di depan gang komplek.

Reno hanya bisa mengembuskan napas panjang penuh rasa frustrasi, kedua bahu jangkungnya seketika merosot lesu karena penjelasan jujur apa adanya yang ia berikan barusan hanya dianggap sebagai dongeng pengantar tidur sebelum tidur oleh sahabatnya.

Tanpa perlu memakai acara meminta izin permisi lagi, ia langsung melangkah gontai berjalan ke arah ranjang tempat tidur empuk milik Adit, lalu menjatuhkan tubuh lelahnya di sana dengan pantulan suara “Gubrak!” yang cukup keras.

Pasokan tenaganya beneran sudah terkuras habis tak tersisa setelah dipaksa melakukan gerakan koreografi tari yang sangat intens, sejenis olahraga berat yang seharusnya hanya layak dilakukan oleh para remaja aktif berusia awal 20-an.

"Terserah lo deh mau percaya sama cerita gue atau nggak. Yang jelas gue sekarang capeknya udah tingkat dewa, Dit. Gue mau numpang istirahat tidur dulu di sini, dan fiks... kayaknya malam ini gue bakal memutuskan buat nginep tidur di apartemen lo," gumam Reno dengan suara serak sambil membenamkan wajah tampannya ke atas bantal tidur Adit yang aromanya sangat wangi parfum mahal.

"Heeh! Main asal mutusin nginep aja lo ya!" protes Adit kesal sambil jari telunjuknya menunjuk lurus ke arah sebuah sofa panjang di sudut kamar.

"Gue boleh kasih lo izin nginep di sini, tapi dengan satu syarat lo wajib tidur di atas sofa itu! Area ranjang tidur mewah gue ini harus tetap steril dan bersih dari kontaminasi noda keringat milik seorang idol palsu kayak lo!"

Sambil mulutnya terus mengomel kecil tidak keruan, Adit melangkah santai masuk ke dalam walk-in closet untuk menyambar selembar kain handuk, bersiap-siap penuh untuk pergi mandi membersihkan tubuh sekaligus membersihkan sisa-sisa trauma psikis akibat melihat Reno muncul tiba-tiba dari balik lemari pakaiannya.

Reno sendiri sama sekali tidak berniat membalas omelan tersebut. Tangan kanannya merogoh ke dalam saku jaket mengambil ponsel, lalu jemarinya mengetik sebaris pesan singkat ke nomor WhatsApp ibunya, memberikan informasi kalau dirinya malam ini akan menginap tidur di apartemen milik Adit.

Setelah pesan sukses terkirim, ia mengubah posisi tidurnya dari yang tadinya terlentang menjadi posisi menyamping. Nah, tepat pada saat itulah, arah pandangan matanya tidak sengaja tertuju pada sebuah bingkai foto kaca yang terletak di atas meja nakas tepat di samping ranjang tidur.

"Kok perasaan gue mendadak jadi kangen banget ya sama dia..." bisik Reno sangat pelan dengan nada suara yang bergetar.

"Gue jadi otomatis langsung inget lagi sama momen kenangan pertama kali kita ketemu Rayi dulu."

Di dalam bingkai foto kaca tersebut, terlihat potret lima orang remaja laki-laki sedang tertawa lebar bersama dengan kondisi seragam sekolah SMA yang tampak berantakan khas anak muda.

Di dalam foto itu ada sosok Reno, Adit, Rahsya, Rakha, dan ada satu sosok pemuda yang gurat senyuman di wajahnya terlihat paling tulus di antara semuanya: Rayi.

Area dada Reno mendadak terasa sangat sesak menahan haru. Rayi, sahabat baik mereka, kini telah tiada meninggalkan dunia sejak mereka masih duduk di bangku kelas 3 SMA dulu.

Sebuah rahasia besar tentang kondisi kesehatan tubuhnya yang sengaja dibawa Rayi sampai ke liang lahat—sebuah penyakit jantung parah yang tidak pernah mau ia ceritakan kepada siapa pun.

Bahkan seorang Rakha, yang berstatus sebagai saudara kembarnya sendiri, sama sekali tidak pernah tahu betapa rapuhnya kondisi organ jantung milik saudara sedarahnya itu selama hidup.

Reno menatap lekat-lekat wajah Rayi di dalam foto, merindukan masa-masa indah sekolah dulu di saat formasi persahabatan mereka masih lengkap. Namun nahas, di tengah-tengah suasana melankolis dan haru tersebut, kedua kelopak mata Reno mendadak terasa berubah menjadi sangat berat, seberat karung beras bulog.

Pandangan matanya mulai kabur bergoyang, dan bagian kepalanya terasa seperti sedang ditekan paksa ke arah bawah oleh sebuah kekuatan gaib.

"Nah... nah... mulai lagi deh ini gejala anehnya. Kedua mata gue kenapa tiba-tiba bisa mendadak ngantuk parah begini sih, nggak masuk akal beneran!" gerutu Reno sambil sekuat tenaga berusaha menahan kelopak matanya agar tetap terbuka lebar.

"Pasti ini beneran ulah kelakuan dari si kakek Golok Botak itu lagi! Awas aja ya lo... kalau sampai suatu hari nanti gue berhasil ketemu sama perwujudan sosok asli lo, gue bakal cukur habis sampai bersih itu jenggot sama kumis putih panjang lo sampai licin kayak pantat bayi! Bila perlu ntar gue bakar sekalian itu jenggotnya biar nggak bakal bisa tumbuh lagi seumur hidup!"

Kondisi kesadaran Reno saat itu sudah benar-benar berada di ambang batas wajar. Kelopak matanya terasa seperti sedang digantungi oleh beban hidup yang beratnya mencapai 10 ton.

Ia berusaha mati-matian untuk tetap melek, bahkan sempat mencoba mengganjal kelopak matanya menggunakan kedua jari tangannya, namun tetap saja usahanya berakhir gagal total.

"Duh... ini kalau mata gue nggak segera dicekoki sama biji kopi luwak segar yang didapat langsung dari sumber aslinya—maksud gue, ditelan bulat-bulat bersama dengan tumpukan kotoran luwaknya sekalian—kayaknya ini mata gue nggak bakal bisa kembali genjreng cerah," igau Reno dalam kondisi kantuknya yang sudah masuk fase akut.

Di dalam pikirannya yang mulai melayang, ia membayangkan kalau khasiat dahsyat dari kotoran luwak itu mungkin bisa bikin sepasang matanya mendadak menyala terang benderang seperti lampu sorot stadion sepak bola, bukan malah melempem kayak penampakan lampu bohlam 5 watt yang sudah mau putus.

Belum sempat bibirnya berbicara mengeluarkan untaian kata-kata aneh lagi, tubuh jangkung Reno sudah terlelap tidur pulas. Jiwanya resmi masuk kembali ke dalam pusaran kegelapan hampa yang sengaja dibawa oleh kekuatan magis supranatural milik sang golok warisan kakeknya.

Ctak!

Bunyi petikan jari tangan gaib itu kembali terdengar menggema keras, disusul kemudian dengan munculnya sebuah sensasi aneh di mana sekujur tubuh Reno seolah-olah sedang disedot masuk ke dalam sebuah ruang hampa udara yang gelap gulita.

Brukk!!

"Aman bener! Bagian pantat mewah gue kali ini selamat dari benturan!" Seru Reno tertahan di tenggorokan.

Sebuah keajaiban mistis terjadi, kali ini posisi mendarat tubuhnya tidak berakhir dengan posisi tengkurap menderita atau aksi mencium permukaan lantai.

Ia mendarat dengan posisi duduk manis yang sangat rapi di atas sebuah permukaan bangku kayu panjang yang bertekstur keras dan agak mengeluarkan bunyi berderit usang.

Begitu ia memberanikan diri membuka kedua kelopak matanya lebar-lebar, Reno seketika langsung melongo cengo menatap lingkungan sekitarnya .

"Lah? Gue sekarang kenapa bisa mendadak pindah lokasi ke set syuting film sinetron jadul zaman purba apa gimana nih?"

1
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!