Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Roman-Angst Mafia
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul hafiz

dia bernama Robert Van Harden dari keluarga konglomerat kaya, walau begitu dia tidak seperti kebanyakan orang yang suka menghamburkan uang atau bahkan sombong atas kekayaan, Robert malah memilih menjadi anak sederhana dan pendiam tapi diam nya dia adalah diam nya seorang sang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 20. keakraban

setelah sampai di massion nya Robert segera mengambil laporan dari Jiang, "bagaimana Jiang apakah semuanya lancar." tanya Robert pada Jiang.

"tidak terlalu lancar bos"

"mobil yang di kendarai Kris dan Steve mengalami pembegalan, untung saja mereka waspada dan sigap." ucap nya pada Robert.

"bagus lah kalau begitu, satu lagi kirim pengawas ke lokasi tambang emas segera." perintah Robert lalu pergi ke kamarnya.

setelah masuk ke kamarnya dan mengunci pintu nya, Robert membaringkan tubuhnya di kasur.

"huh hari yang melelahkan" ucap nya lalu membuka hp nya untuk menginformasikan pada karyawannya, bahwa mereka bekerja di rumah selama 1minggu.

[ semuanya besok perusahaan kita akan di rombak, tolong semua bekerja di rumah selama satu Minggu ] ketik nya lalu di kirimkan pada grup wa khusus karyawan.

di pagi hari yang tidak cerah karena awan mendung menutupi wilayah kota Robert, hujan rintik-rintik dan di temani dengan secangkir kopi dan rokok.

duh syahdu nya pagi ini, "pagi bos" sapa Jiang dan vector lalu duduk bersama Robert di teras belakang.

"pagi juga, tumben sekali kalian bangun pagi" ucap nya lalu menyeruput kopi nya.

"kalau bukan karena dingin aku juga gak akan bangun jam segini bos, dan sekalian aku juga ingin memberikan hasil bersih kita." balas Jiang lalu memberikan satu koper berwarna hitam.

"apa kau sudah membagi secara merata ?"

"seperti biasa untuk Graham, Steve dan Kris di tambahkan sisanya di ratakan." ucap nya lalu menyulut rokok nya.

"good kerja bagus, o ya vector bagaimana apakah ada sniper yang cocok untuk mu ?" tanya nya pada vector.

"tidak ada sama sekali bos, jujur saja walau sniper nya mahal dan bagus-bagus tapi kualitas nya jauh beda dengan sniper lama ku."

"benarkah, kalau begitu nanti akan aku carikan sniper yang cocok untuk mu."

"terimakasih bos, kalau begitu aku permisi dulu lanjut tidur lagi." ucap nya lalu pergi.

"hadeh vector - vector, julukan nya sih mata elang tapi kalah dengan rasa nyaman kasur saat hujan melanda." ucap nya dengan menggelengkan kepalanya.

"biarlah Jiang, dia seorang sniper mungkin dia kekurangan waktu tidurnya dulu." balas Robert dengan menyulut rokok nya dan berdiri di samping Jiang.

"dia masih muda, biarlah dia menikmati hidup nya lagi pula dia sudah tidak lagi menerima misi lepas."

"kau benar bos, sekarang vector sudah menjadi bagian dari klan black Tiger." balas Jiang dengan memandangi langit mendung.

"baiklah Jiang kalau begitu aku kembali ke ruang kerja ku dulu, jika ada sesuatu segera lapor oke."ucap Robert lalu menepuk pundak Jiang dan berlalu pergi.

di tempat yang tidak jauh beda,Tasya dan ibu nya sedang menyiapkan makan pagi, "nak bagaimana pekerjaan mu ?" tanya ibu Tasya yang sedang mengulek cabai, 5siung bawang merah, 5siung bawang putih.

"pekerjaan ku sangat lancar sekali Bu" balas nya dengan tersenyum, walau sebenarnya ada masalah kecil di kantor tapi dia masih bisa mengatasi nya sendiri.

"apa kau betah di tempat kerja mu" tanya ibu nya lagi lalu menuangkan bumbu yang telah di haluskan ke dalam wajan.

"tentu saja aku betah Bu, apalagi bos ku sangat baik sekali, apa kau tau Bu makanan yang kita makan kemarin adalah pemberian bos."

"apalagi bos ku tidak memandang rendah siapapun, ibu tenang saja." lanjut Tasya yang sedang menumis bumbu yang telah di tuangkan oleh ibunya.

"syukurlah Tasya jika bos mu baik" setelah itu percakapan mereka selesai yang di barengi matang nya sambal balado telur yang di buat ibu dan Tasya.

"sekarang ayo kita makan, Tasya ayo jemput adik mu di kamar." ucap ibu nya lalu mengangkat telur balado ke mangkuk.

bahan telur balado

- telur rebus lalu goreng sebentar

- 1/2 sdt

- 1/4 sdt merica

- 2sdm gula pasir (sesuai selera aja)

- minya goreng secukupnya

bumbu halus:

- 100gram cabai keriting mereah

- 1buah tomat

- 5siung bawang merah

- 5siung bawah putih

Cara memasak:

Tumis bumbu halus sampai harum.

Masukkan garam, gula, dan merica. Aduk sampai berubah warna.

Masukkan telur goreng, aduk rata.

...↑↑↑↑↑↑↑↑...

...(author sudah pernah bikin)...

"oh begitu ya Bu, jika lili udah sembuh lili mau belajar masak sama ibu. suatu saat jika lili udah nikah lili mau memanjakan suami lili dengan masakan lili sendiri." ucap nya senang.

"dengar tuh Tasya, adik kamu sendiri saja sudah memikirkan masa depannya. kamu kapan ?" tanya ibu nya tiba-tiba, yang membuat Tasya tersedak.

"pelan-pelan nak, ini-ini minum lah." ucap ibu nya lalu memberikan segelas air putih padanya.

"sudah ku bilang ibu, aku ingin fokus ke karir dulu belum kepikiran untuk mencari suami, jika sudah saat nya Tasya pasti akan menikah ibu tenang saja." ucap nya lalu lanjut memakan nasi nya hingga habis.

"ibu aku ke kamar dulu, bos ku tadi menyuruh ku untuk memeriksa dokumen yang telah di kirim nya." ucap nya lalu pergi ke dalam kamar nya.

****

di ruang kerjanya, Robert masih fokus pada laptopnya untuk memeriksa dokumen penting, dan beberapa surat kerjasama.

"walaupun di rumah tetap saja banyak dokumen yang harus aku cek satu persatu."

"lebih baik aku main GTA saja untuk healing sebentar" belum juga Robert membuka aplikasi nya pintunya sudah di ketuk oleh adik nya.

"kak ayo makan bi Minah sudah menyiapkan makanan untuk kita" ucap nya yang masih mengetuk pintu ruang kerjanya.

"iya sebentar dek kakak kesana"

setelah selesai makan Robert memanggil vector ke ruangan nya, "ada apa bos" tanya vector saat sampai di ruangan kerja Robert.

"ayo ikut aku, sesuai janji ku aku akan membelikan sniper berkualitas untuk mu" sebenarnya Robert sudah me wa kak sky untuk memberikan salah satu sniper berkualitas tinggi untuk salah satu pasukan nya.

...***†*************...

1jam kemudian mereka sampai di sebuah massion mewah milik sky, "langit kegelapan mendatangkan kecerahan" ucap Robert lalu di persilahkan masuk.

tap tap

"hallo bos" sapa Robert yang di balas dengan pelukan oleh sky.

'kak aku harus menyembunyikan ini dari anak buah ku untuk sementara' bisik Robert lalu sky melepaskan pelukannya.

"baik Robert apa yang kau butuhkan"

"hanya sebuah sniper untuk sang mata elang ini" balas Robert lalu menepuk pundak vector.

"aih sang mata elang dari negara K ?, tidak aku sangka aku bisa bertemu dengannya di sini hahaha. aku sudah banyak dengar tentang prestasi mu, hanya saja belum tau nama asli mu." ucap sky dengan menepuk pundak vector.

"sudah ku bilang kan bos hihi....nama asli ku vector, terimakasih untuk sanjungan nya." ucap nya dengan memberi hormat.

"katanya kau mencari sniper ?, ayo ikut aku." ucap nya lalu mereka berjan mengikuti sky.

tap tap

jret

"ini semua adalah sniper kualitas terbaik, kau pilih lah satu dari mereka." lalu mempersilahkan vector untuk melihat-lihat.

30 menit kemudian, "sebelum saya minta maaf bos dan juga minta maaf....jujur saja sniper di sini tidak memiliki kriteria yang sesuai dengan ku." ucap vector yang telah selesai melihat-lihat sniper di gudang bawah tanah milih sky.

"tunggu dulu vector, masih ada satu lagi sniper di sini." balas nya lalu menyuruh vector dan Robert ikut dengan nya.

setelah sampai di sebuah rak penuh sniper, sky menekan salah satu sniper di sana.

drt,drt

ruang rahasia terbuka dan menampilkan beberapa sniper tuan berkualitas tinggi, "wow a-apa itu sniper yang melegenda" tunjuk vector pada sniper tuan yang masih bagus.

"Yap itu sniper milik kakek ku yang di pakai untuk meratakan seluruh pasukan mafia yang berasal dari negara I, jika kau mau kau boleh ambil dengan keahlian mu itu sniper ini bisa sedikit membantu untuk mu di pertempuran kelak." balas sky lalu menyuruh nya menyentuh sniper itu.

"hoho dari tampilan saja sudah elegan dan sederhana tidak terlalu berat dan ringan, pegangan nya juga nyaman, hanya perlu mengganti beberapa bagian saja." ucap vector yang sekaligus mengkritik beberapa bagian yang harus perlu di ganti.

"terimakasih bos, apa aku boleh mencoba nya." ucap vector lagi pada sky.

"tentu kalau begitu ayo ikut aku di arena pelatihan tembak." balasannya lalu mereka keluar dari gudang bawah tanah dan menuju arena tembak atau lapangan tembak.

"nah vector silahkan kau coba sniper mu" ucap sky yang sampai di tempat lapangan tembak.

"okey" balas nya lalu mulai mengatur scope sniper nya.

Dar

lesatan peluru sniper dari vector tepat pada dahi sasaran nya, "bagus-bagus tidak sia-sia aku memberikan nya pada mu." ucap sky dengan bertepuk tangan.

"sekali lagi aku berterimakasih" balas vector dengan memberikan hormat nya.

setelah berbincang dengan sky beberapa waktu Robert dan vector pamit pulang, "bos aku kembali dulu, terimakasih atas hadiah yang telah kau berikan untuk vector." ucap Robert dengan memberi hormat pada sky.

"tidak masalah, kalau begitu hati-hati di jalan. dan juga ingat pesan ku jaga baik-baik sniper peninggalan kakek ku oke vector."

"aman bos, pesan ini akan selalu aku catat di benak ku." balas vector dengan sangat mantap.

"bagus-bagus"

1 Minggu sudah berlalu, kantor Robert juga sudah selesai di rombak dan karyawan sudah mulai bersemangat kerja kembali.

"selamat pagi tuan Robert, bagaimana kabar anda seminggu ini?." tanya Tasya saat sampai di ruang kerja Robert.

"ah Tasya, 1minggu tidak melihat mu rasanya kau tambah cantik saja."kekeh Robert pada Tasya.

"tuan bisa saja, tuan juga sama tambah tampan." balas Tasya dengan terkekeh.

"bagaimana dengan kondisi adik mu ?, aku dengar operasi nya sudah di mulai." ucap Robert yang tengah mengecek beberapa dokumen.

"operasi nya berjalan dengan lancar tuan, sekarang lili sedang tahap pemulihan." balas nya dengan tertunduk yang tak terasa air matanya menetes.

"terimakasih tuan, jika tidak ada tuan entah bagaimana kondisi adik ku." ucap nya yang masih terisak.

"hei sudah lah jangan menangis, ini semua mungkin sudah di rencanakan oleh tuan tapi dengan perantara makhluk nya." ucap Robert lalu menenangkan Tasya di pelukannya.

"terimakasih tuan"

"ngomong-ngomong apa yang kau bawa itu ?" tanya Robert pada Tasya saat melihat rantang yang di bawa Tasya.

"ini telur balado yang aku buat" balas Tasya sambil mengelap air matanya.

"benarkah kalau begitu sisakan satu untuk ku ya."

"eh ? tuan serius, maksud ku tuan kan biasa makan makanan mewah." ucap nya terkejut sebenarnya dia ingin memberikan ini untuk Robert tapi dia tidak yakin, bos nya akan menerimanya.

"Tasya makanan favorit ku dari kecil ya telur balado buatan ibu ku, hanya saja aku sudah lama tidak memakannya, setiap kali aku melihat telur balado di warung-warung aku selalu teringat dengan wajah ibu ku." balas nya yang berusaha tetap tegar walaupun hati nya sedang bergemuruh rindu dengan mendiang ibu nya.

"maaf tuan telah membuka lagi masa lalu tuan"

"sudahlah, bagaimana jika kita makan bersama-sama saat istirahat kerja tiba ?." tawar nya pada Tasya lalu hanya di jawab dengan anggukan malu-malu.

"Dil ! setelah jam istirahat kantor tiba kita makan bersama telur balado."

jam 12:00 semua karyawan menghentikan pekerjaannya dan menuju ke kantin untuk mengisi perut yang kosong.

begitu juga dengan Tasya dan Robert, "em, rasanya lezat sekali apa ini buatan mu sendiri Tasya ?." tanya Robert saat merasakan telur balado itu sama persis dengan buatan ibu nya dulu.

"iya tuan hanya saja aku tambah kan bumbu sedikit." balas nya dengan tersenyum.

"tapi ini sudah pas sekali, sama seperti buatan ibu ku dulu." ucap nya sambil makan dengan lahap.

melihat itu Tasya sangat senang sekali walau entah berasal dari mana tapi di hati nya terjadi gejolak.

darah mendesir dengan sangat cepat, "pelan-pelan tuan nanti tersedak." ucap nya pada Robert.

"uhuk-uhuk"

"sudah di bilang pelan-pelan masih ngeyel aja." balas Tasya lalu mengambilkan segelas minum yang ada di meja Robert.

"ini minumlah"

"terimakasih Tasya, kapan-kapan jika kamu masak telur balado lagi bungkus kan untuk ku ya." balas Robert yang masih melahap nasi nya.

"tentu, tapi sekarang kita habiskan dulu yang ini." ucap nya dengan tersenyum pada Robert.

setelah selesai makan Robert dan Tasya bekerja lagi hingga sore hari dan semua karyawan nya telah pulang.

"Tasya sekarang sudah sore, sulit untuk mu mencari kendaraan lebih baik aku antar kamu pulang." tawar Robert lalu Tasya hanya mengangguk saja.

"baiklah ayo kita turun" balas nya lalu menggandeng tangan Tasya dan membawa nya ke parkiran kantor.

"ayo masuk Tasya" ucap nya lalu membukakan pintu mobil untuk Tasya.

"tuan, Tasya bisa sendiri."

"tidak apa-apa perasaan ku hari ini sangat bahagia sekali." balasnya lalu masuk ke mobil dan menyalakan mesin nya.

30 menit kemudian Robert sampai di gang rumah Tasya, "Tasya kenapa kau tidak pindah rumah saja, aku kasian melihat mu dan ibumu. lagi pula kau sudah mendapatkan perkerjaan yang layak, sudah selayaknya kamu membahagiakan ibumu dan adikmu, cukup dirimu sendiri yang merasakan nya jangan adikmu yang masa depannya masih bisa lebih baik lagi." nasehat Robert pada Tasya.

1
FitrianiYuriKwon
Lanjutkan bang....
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ibu tiri hanya cinta kepada ayahku sajah 😢
༄༅⃟𝐐ahNyaak moon.༐༐༅⃟𝓮𝓵
dah nemuu
Ncill BunDava
knp ga update sih apa crtanya ga lanjut ga jls banget
Ncill BunDava
knp lm benr klnjutanny😠😠😠
Anita
balas aja vector! biar tahu si jiang itu sakitnya gimana
Anita
berasa banget ya, kesel nya
Anita
Mata elang, temasuk golongan bentuk mata yang indah.
Anita
Sedangkan takdir itu sudah ada yang ngatur
Anita
Mempiting itu... menyentil atau ... apa ya thor..?
Anita
Berlalu
Anita
"Ada, Dok! ini golongan darah Saya O."
Anita
pertanyaan pakai tanda?
Anita
hebat jiang!
Anita
Awal percakapan pakai huruf kapital ya,
al-del
baik hati pula...
al-del
Sukur lah...!
al-del
Alexa udah kayak paranormal aja serba tahu dan bisa menebak" 😅
al-del
ya benar by sekali... peka dong Tasya...!
al-del
jujurlah pada Tasya Alexa gak usah bohong...!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!