Indonesia
NovelToon NovelToon
Semua Karena Kamu

Semua Karena Kamu

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Percintaan Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Kutukan / Tamat
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: Veee S

Keduanya telah Melewati batas

Melisa dan Zein harusnya terlibat dalam hubungan pekerjaan, tapi rasa penasaran membuat Mereka berjalan lebih jauh hingga melibatkan perasaan.

Tak mudah untuk bertahan kala masalah terus datang menghadang.

Akankah keduanya bisa menepati janji cinta Mereka ????



Selamat datang di novel terbaruku, Selamat bersantai.... Bantu Like, Vote dan komennya iya semuanya .... Biar Author makin semangats lagi buat update updatean nya ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veee S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

" Kenapa? Lo malu ngenalin Melisa? " sungut Siti.

" Gak gitu. Tapi kamu gak tau sifat mama saya. Dia itu gak bisa dibantah keinginannya. Apalagi dibilang kalau ini permintaan terakhir papa saya sebelum beliau pergi. " ujar Zein.

" Sorry. " cicit Siti. " Terus kita harus gimana? "

Zein menyandarkan kepalanya di tembok tempat ia duduk. Dia pening sekali memikirkan masalah ini.

" Say juga gak tega lihat nyokap kamu tadi. " Zein memberi jeda. Dia menarik nafas.

" Gimana kalau kita terima dulu perjo--- "

" Gila lo, ya! Lo mikir gak kalau sampai kita terima ini akhirnya bakal gimana? Mereka gak akan lepasin kita, Ze! Kita bakal nikah. NIKAH! Gila apa lo. " protes Siti.

" Dengar saya dulu. Maksud saya adalah kita pura pura terima di depan ibu kamu dan saya. Selebihnya kita masing masing lagi. Jujur saya khawatir dengan kondisi ibu kamu tadi. Kalau keadaan sudah memungkinkan, Kita bisa selesaikan sandiwara ini. Kalau keadaan sudah lebih cair, gak tegang kayak tadi, mungkin aja lebih gampang memohon sama mereka. " Zein menatap Siti meminta persetujuan.

Siti terlihat gusar. Dia punya feeling tidak enak dari ide itu.

" Saya butuh waktu untuk menyakinkan Mama saya kalau kita gak bisa menikah. Dan juga .... tolong jangan kasih tahu Melisa tentang ini. " ujar pria itu lagi.

Siti mengangguk. " Tapi secepatnya kita harus cari cara gimana batalin ini semua. "

Zein mengangguk.

Dai baru saja merasakan masa emas bersama wanita yang dia cintai. Tetapi badai sudah datang lagi dan mencoba memisahkan mereka berdua.

*****

" Ingat papa kalau masih terus menolak perjodohan ini. Papa pasti kecewa sama kamu, Ze. " kata Dwita sebelum masuk ke kamarnya.

Dan itu berhasil membuat Zein runtuh. Papanya adalah kelemahannya. Namun sekarang ada Melisa yang menyanggahnya. Dia memang akan berpura pura dengan Siti, Tetapi jika Mamanya masih terus dingin seperti ini pastilah dia akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk menciptakan keadaan yang dia mau. Dimana dia bisa keluar dari badai itu.

Zein sadar dia belum punya ikatan resmi dengan Melisa. Jika dalam persandiwaraan nanti jarak berulah lagi, Mungkin saja Melisa bisa terlepas dari dirinya untuk kesekian kali. Maka dia putuskan untuk mengikat Melisa lebih dari sekedar teman tidur.

Dddrrttt .....

Zein meraih ponselnya di meja. Nama Melisa tertera di layar ponselnya dan segera ia tekan tombol hijau untuk mengangkat telepon itu.

" Ya, Mel? Kamu belum tidur? " sapa Zein setelah Melisa mengucapkan, Hai.

" Belum. Gak bisa tidur. Terus malah kepikiran kamu, ya sudah ku telepon. Ganggu ya? " kata Melisa.

Zein tersanjung. Wanita itu memang ahli membuat dirinya terbang.

" Gak lah, Mel. Jadi kamu mau cerita apa? Mau ngomong apa? " tanya Zein. Dia merebahkan tubuhnya ke sofa.

" Gak tau. Cuma pengen telepon aja. "

" Oh. Kamu seharian ngapain aja? " tanya Zein. Dia tidak rela sambungan teleponnya harus terputus karena kehilangan topik.

" Hhmm, Bersihin kamar terus bantuin Om Irwan menghitung kalkulasi buat biaya konsumsi buat reunian SMA nya. Habis itu, Aku ke kafe Glenn yang dekat kantor kamu. " kaya Melisa dengan sesekali memberi jeda karena dia tidak ingat detailnya.

" Ngapain kesana? "

" Main aja sih. Tadinya mau ngajak Siti, tapi dia malah gak bisa. Katanya ada urusan keluar gitu. Kami seharian ngapain? "

Zein terdiam. Dosa kah jika dia berdusta demi menjaga perasaan wanita yang dia cintai? Siti tak bisa main bersama Melisa dan Glenn karena jelas tadi siang mereka bertemu. Dan ngapain saja dia seharian? Ya, bertemu Siti. Tetapi mana mungkin dia mengatakan itu sama Siti.

" Aku kebanyakan tidur. Paling ngecek berkas klien terus nonton TV. Begitulah. Membosankan sebetulnya. " dusta, Zein.

" Gak main sama teman? " tanya Melisa diseberang sana.

" Gak. Temanku pada sibuk sama pasangannya. Sedangkan aku kan, jomblo. "

Melisa tertawa. " Kasihan kamu. "

" Makanya kamu jadi pacarku. " Zein mengatakannya begitu saja.

Tawa Melisa berhenti. " Gimana? "

Zein menegakkan tubuhnya. " Kamu jadi pacar aku. Kita pacaran. Ngerti? "

Melisa diam.

" Mel? "

" Kamu nembak aku? "

" Gak, kok. "

" Lalu? "

" Kalau nembak itu kan butuh jawaban antara iya dan tidak. Tapi tadi aku gak butuh jawaban. Aku pengen kita pacaran dan tanpa penolakan dari kamu. " kata Zein.

" Kalau aku gak mau, gimana?? "

" Ya harus mau. Kan gak boleh nolak. "

Melisa diam lagi.

Lalu dia menjawab. " Iya sudah deh, kalau kamu maksa. "

Zein terkejut. " Jadi kita beneran jadian nih? "

" Kan kamu yang bilang tadi. " kata Melisa.

Rasanya Zein ingin mencium wanita itu karena gemas.

" Mel, aku ke rumah kamu sekarang, ya. "

" Eh, ngapain? Sudah larut malam tau! " omel Melisa.

" Ngapelin kamu lah. Aku otw, Kamu jangan tidur dulu. "

Zein mematikan sambungan telepon sebelum wanita itu menjawab. Dia mengambil jacket dan dompetnya kemudian menengok kamar mamanya. Dia menghela nafas lega karena mamanya sudah tidur. Lalu dia keluar apartemen dan mengendarai mobil secepat mungkin untuk bertemu pacarnya.

Sementara di rumah, Melisa risau setengah mati. Dia benar benar tak menyangka jiwa nekat Zein akan setinggi ini. Kini dia sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, menanti sebuah fortuner hitam datang.

Dia gelisah karena sudah menunjuk pukul 22.20 malam. Dia takut terjadi apa apa pada pria itu sebelum akhirnya pesan dari Zein masuk ke layar notifikasi ponselnya.

" Aku di depan. "

Buru buru Melisa turun dan membuka pagar rumahnya. Dia tersenyum lega mendapati pria yang sekarang hanya mengenakan kaos hitam polos dengan celana selutut berwarna abu abu tiba dihadapannya sedang bersandar di mobil.

" Kamu itu ada ada aja. " kata Melisa.

" Wajar dong kalau aku mau ketemu sama pacarku kalau kangen. " ucap Zein, disertai senyuman yang tak tertahan.

" Mau ngapain coba kesini malam malam? " omel Melisa lagi. Dia hanya bisa bersikap pura pura marah demi menutupi rasa khawatir dan tersipu nya.

" Mau lihat pipi kamu yang sekarang lagi merah merona. " kata Zein. Dia maju selangkah untuk mendekati wajah wanita itu.

Melisa susah payah menelan salivanya. Dia malu. Sangat.

" Gak lucu. "

" Tapi kamu lucu, jadi pengen kucium. " seloroh Zein.

Jantung Melisa sudah berdegup tak karuan. Jutaan kupu kupu di perutnya sudah bergerak bebas.

" Gak tau ah! " Melisa melipat tangannya di depan dada.

Zein tergelak. " Lucu bangat pacarku kalau lagi ngambek. I love you, Melisa. "

" Apa sih, Ze? " Wanita itu memukul pelan bahu Zein.

" Datang datang buat ngomong begitu doang."

" Mel, perasaan itu wajib diungkapkan supaya orang lain bisa tahu. Supaya orang lain gak menerka nerka. " sahut Zein, Dia menurunkan kepalanya untuk melihat wajah Melisa dari dekat.

" Supaya pacarku gak penasaran. "

Melisa terdiam. Dia sungguh tersipu dan malu. Setelah sekian lama berstatus single, Zein adalah pria pertama yang menjadi pasangannya lagi.

" I love you too. " balas Melisa, pelan sekali.

" Kedengaran kok. " Zein menarik Melisa ke dalam pelukan dan menikmati dekapan pertama mereka sebagai pasangan.

1
Sri Sepriyanti
baru mau gabung
Vie: terima kasih kk
total 1 replies
Nurjia Mubin
mantap..
semangat.. smg sukses 👍👍💪💪
Vie: mksh kk
total 1 replies
Whatea Sala
Lanjjut thor
Whatea Sala
Bapak melisa,..pake nikah lagi susah sendiri kan,harusnya sudah tua cukup menikmati hidup bersama anak tercinta.kasihan mburu seneng taunya dihianati.
Vie: Dasar aki aki iya wkwk 🤭
total 1 replies
Whatea Sala
Mampir juga ah..😁
Vie: makasih kk
total 1 replies
Vie
mkasih kk
mampir di novelku yg lain iya kk🙏
Mentari
kesel sm Tante Desi bisanya nekan Melisa demi kepentingan sendiri
Mentari
padahal ceritanya bagus deh tapi kok komennya sepi,,semangat selalu Thor💪🥰
Mentari
mudah mudahan mama Zein bisa bijak sama ga seperti mama nya Siti yg egois
Mentari
next thor
Mentari
aku ikut ngesek bagaimana rasanya berada posisin Melisa 😭😭😭😭
Mentari
kok aku ngerasa mama nya Siti egois ya kasian Melisa harus menghorbankan perasaan nya demi sahabatnya Thor jangan pisah kan Melisa sama Zein mereka saling mencintai biarkan mereka bahagia bisa bersatu selamanya
Mentari
lanjut thor
Mentari
bener Zein yg di katakan Siti km harus jujur sama mama kamu kl km udah punya pujaan hati kasihan Melisa kl tau km di jodohkan sm Siti pasti pertemanan nya sm Siti pasti hancur Siti jg ga mau nyakitin hati Melisa
Mentari
Bagas ganggu aja deh,ga tau apa mereka mau PDKT
Mentari
bener Mel yg di katakan Zein boleh sedih tapi ga boleh berlalut larut km harus segera bangkit dan berjuang
Vie: betul sekali kk, hari hari masih panjang...
total 1 replies
Mentari
ya Allah ikut nyesek kasihan meli aku pernah di posisinya semoga Zein bisa jadi pengganti ayahnya yg selalu lindungi meli,,semangat terus kak sukses selalu
Vie: Sending love untuk kamu kak 😘
total 1 replies
Mentari
aku mampir kak
Vie: mksih kk
total 1 replies
Indah Batam
next up
Indah Batam
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!