Indonesia
NovelToon NovelToon
Ustadz Jadi Pengantin Pengganti?

Ustadz Jadi Pengantin Pengganti?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Wanita Karir / Romansa / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wdy_Ags

DALAM MASA REVISI!

SINOPSIS:

Abdurrahman Hasbi Batsya, seorang ustadz muda dan tampan yang di paksa jadi pengantin pengganti oleh wanita bernama Saraslaytus Marxis.

Padahal Hasbi sudah mempunyai wanita idaman yang ingin ia ikat dalam sebuah pernikahan.

Namun takdir berkata lain.

"Saya tidak mau, pernikahan bukan untuk mainan!" Hasbi.

"Itu bagimu, tapi bagiku tidak." Rasla.

Awalnya Hasbi hampir tak dapat menerima pernikahannya karena cintanya masih milik Isti Zaifuamara anak dari KH, Amar dan Nyai Faridah.

Namun, seiring berjalannya waktu Hasbi mulai bisa menerimanya hingga membuat awal pernikahannya bersama Rasla tampak hangat. Tapi apakah pernikahannya akan tetap mulus tanpa adanya masalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wdy_Ags, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UJPP 20 - Memanas-Manasi

Pantai Kuta.

Rasla, berjalan di atas pasir pantai yang lembut. Angin juga berhembusan, menerbangkan jilbab panjang serta rok warna army yang ia kenakan. Rasla tersenyum senang, haaah. Suasana seperti ini membuatnya tenang.

Puas berjalan-jalan seperti ini, Rasla memilih untuk duduk di atas pasir. Hari ini cuaca cerah dan matahari tampak menyengat, beruntung. Dirinya menggunakan topi pantai yang lebar, setidaknya bisa melindungi wajah dari paparan sinar matahari.

Jari lentiknya tampak mencoret-coret pasir dengan menggunakan ranting yang tadi dirinya temukan, di saat-saat seperti ini. Ingatan-nya tertuju pada sang suami, andaikan saja ia kesini bersama Hasbi. Pasti sangat seru, tapi apalah daya. Suaminya itu harus mengajar di pesantren sebagai guru bahasa Arab, kalau libur mungkin bisa.

Ehm, membicarakan Hasbi. Dia sekarang sedang apa ya disana? sudah makan atau belum? Dan apakah dia juga memikirkan-nya? hal itu, membuatnya tak tahan dengan rasa penasaran-nya. Akhirnya, Rasla merogoh ponsel di dalam tas. Jari jempolnya tampak menggulir layar, mencari kontak Habibi-nya. Sesudah ketemu, tanpa menunggu lama lagi. Dirinya langsung saja menelponnya.

"Assalamu'alaikum," Rasla mengucapkan salam sembari tersenyum lebar karena senang.

"Wa'alaikumussalam, halo Mbak. Apa kabar," Bukan Hasbi yang menjawab, namun Isti yang kini sudah berdiri di samping sang suami.

Senyuman Rasla seketika luntur, menatap sinis Isti di sebrang sana yang menatap-nya ramah. Padahal itu hanya pura-pura, tapi. Sekian detik kemudian. Senyum Rasla kembali merekah, mengabaikan Isti disana.

"Bagaimana kabar Habibi? sudah makan?" Tanya Rasla antusias.

Hasbi disana sudah membuka mulutnya, tinggal menjawab saja. Tapi, Isti lagi-lagi menyela.

"Kabarnya Kang Hasbi alhamdulillah baik, dan sudah makan juga tadi bareng aku di gazebo." Tutur Isti.

Mendengar-nya, Rasla tersenyum sok ramah. "Jangan suka bohong ya manis, gak baik. Dan juga, jangan suka memotong pembicaraan Habibi-ku ya. Aku sebagai istrinya cemburu, jangan sampai aku khilaf dan memotong usiamu." Ujarnya dark.

"Habibati~" Tegur Hasbi pelan, disana dirinya juga tampak menyingkir menjaga jarak. Tapi Isti malah mendekatinya tanpa tahu malu.

"Aku gak bohong kok Mbak, serius tadi aku makan bareng sama Kang Hasbi. Yaaa, habisnya aku kasihan. Istrinya lagi asik di luar kota, pasti Kang Hasbi gak keurus. Jadi, aku ajak aja makan bareng." Jelas Isti.

Seketika, Rasla memasang wajah pura-pura sedih. "Saya juga sebenarnya gak tega ninggalin suami, apalagi 'kan kita pengantin baru ya. Masih pengen manja-manjaan, mesra-mesraan. Tapi~ saya sebagai Ceo Marxis Company. Kamu tau 'kan? perusahaan gede itu yang penghasilan-nya triliunan seminggu sampe mungkin aja bisa beli harga diri kamu Is, harus rutin ke luar kota, luar pulau. Luar negeri, bahkan mungkin sampe luar planet buat ketemu orang-orang penting yang bahkan lebih penting dari pada kamu. Jadi ya gitu deh," Jelas Rasla panjang lebar menatap reaksi Isti yang kesal.

"Kalau boleh nih ya Mbak, I'is mau kasih Mbak nasihat. Jangan terlalu sombong dan lebih mentingin kerjaan, nanti suaminya bisa terlantar dan yang paling parah di ambil sama perempuan lain yang lebih baik dari Mbak." Ujar Isti sok bijak.

"Bukan-nya saya sombong, saya cuman mau cerita aja kalau saya bukan beban keluarga yang apa-apa minta sama orang tua sampe banting pintu. Saya itu wanita karir, uangnya banyak sampe mansion saya yang ada di Prancis gak bisa lagi nampung uang milik saya karena sangking banyaknya. Padahal saya udah donasi'in ke yang membutuhkan, sebenarnya saya mau stop aja biar bisa ngurus suami dan anak-anak kelak. Tapi gimana nanti nasib para jutaan karyawan saya, ribuan bodyguard yang jagain saya? Bisa makin membludak nanti jumlah pengangguran. Saya juga sebenarnya khawatir banget kalo sampe nanti soulmate saya, diambil sama anjing rabies yang jauh gak lebih baik dari saya. Tapi~ akh. Pusing saya jadinya," Jelas Rasla lebih panjang dari pada tadi, ia juga memasang wajah frustasi sampai matanya tertutup tapi masih terbuka sangat sedikit untuk mengintip raut wajah Isti yang dapat di lihat. Wajahnya masam bahkan sangat.

Dring!~

Atensi Rasla teralihkan seketika saat ponsel yang satunya lagi berdering, dengan cepat. Dirinya membuka tasnya, lalu mengambil ponsel yang menampilkan nama Daddy-nya. Seketika, senyumannya terbentuk sempurna. Ia mendapatkan ide baru untuk memanas-manasi perempuan masa lalu suaminya itu.

Dengan cepat, Rasla segera mengangkat telpon dari sang Daddy. Sengaja dirinya menoleh ke lain arah pura-pura sibuk agar ponsel keluaran terbaru dengan harga mahalnya dapat di lihat oleh Isti.

"Assalamu'alaikum Daddy-ku tersayang, ada apa menelpon?." Tanya Rasla, Batarix. Di seberang sana mengernyit heran, tumben anaknya bicara ramah dan manis begini.

"Daddy mau bicara, ini penting." Jawab Batarix di sebrang sana.

Rasla, hendak menjawab. Tapi, ujung matanya tanpa sengaja melihat layar ponsel yang di gunakannya untuk video call di matikan. Itu pasti ulah Isti, Rasla sudah dapat menebaknya.

"Ya, ada apa Dad?" Kembali ke stelan biasa, Rasla menjawab santai tanpa nada manja maupun ramah seperti tadi. Matanya fokus mengetik pesan kepada bodyguard kepercayaan-nya, ia memberi perintah untuk dia mengawasi dan tak membiarkan Isti berada di dekat suaminya. Jujur saja, dirinya tak suka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!