Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. Sandiwara Dua Wanita Licik

Jenderal Ling Guojin masih saja duduk terdiam bagai termenung di kursi kebesarannya dengan raut wajah yang berubah-rubah.

Sepasang matanya sedikit menyipit, masih memikirkan semua yang diucapkan oleh putrinya, seolah semua ucapan itu baru saja terdengar di telinganya.

Bukan saja ucapan Ling Qingxue yang membuatnya tidak berhenti memikirkannya, sikap gadis itu terhadapnya begitu berbeda.

Padahal waktu sudah berlalu beberapa saat lamanya semenjak kepergian Ling Qingxue. Dan saat itu juga kesunyian dan kebisuan langsung memenjara aula utama.

Namun kesunyian dan kebisuan itu seketika hancur berantakan mana kala terdengar suara Ling Yaofei yang begitu lembut penuh rasa sedih.

"Die....."

Suara gadis yang memang berwajah amat cantik itu terdengar sedikit bergetar, sepasang mata indahnya sudah berkaca-kaca seolah menahan kesedihan yang mengharukan.

Tapi itu cuma drama!

Namun ulahnya itu sukses membuat semua orang menoleh kepadanya.

Ling Yaofei makin menunduk dalam, seolah menanggung penyesalan yang mendalam. Lalu kembali terdengar suaranya yang sedih, berkata.

"Aku tahu... Xue jie masih marah padaku..."

Su Yinfei yang masih duduk di samping sang putri, segera memeluk putrinya, seolah menunjukkan kasih sayangnya dan turut merasakan kesedihan sang putri.

Padahal itu cuma sandiwara ibu anak itu!

"Kamu jangan berkata begitu, Yao'er," kata Su Yinfei bernada lembut, berlagak membujuk. "Jie jie-mu cuma lagi bingung sesaat, dia tidak bersalah sepenuhnya. Tapi kamu juga jangan terlalu menyalahkan dirimu...."

Dua ibu anak itu benar-benar melakoni sandiwara busuk mereka dengan begitu baik di depan Ling Guojin yang masih saja diam.

"Tapi sungguh, Niang..., aku tidak tahu, aku benar-benar tidak mengira jika kedua pelayanku itu melakukannya," kata Ling Yaofei semakin bersedih seolah sudah hendak menangis. "Aku tidak pernah menyuruh mereka berbuat hal yang buruk...."

"Jika saja aku tahu mereka akan berbuat begitu, aku pasti mencegatnya," lanjut Ling Yaofei yang sudah setengah menangis, benar-benar menjiwai perannya sebagai anak yang perlu dikasihani.

"Tapi... kenapa Xue jie seperti masih menyalahkan aku? Waktu kejadian di danau tempo hari, sungguh, Niang, aku tidak sengaja mendorong Xue jie. Tapi malah Xue jie menuduhku dan menyalahkan aku...."

"Aku harus bagaimana agar Xue jie mau memaafkan aku, Niang?"

Suasana di aula utama itu kembali dibungkam kebisuan. Hanya suara isak tangis Ling Yaofei yang terdengar, seolah begitu memilukan hatinya.

Benar-benar wanita ular itu melakoni sandiwaranya dengan baik.

Ling Yujian dan Ling Yuchen saling melempar pandangan sejenak. Raut wajah mereka begitu kentara jika keduanya ikut merasakan kesedihan sang adik tercinta.

Benar-benar kedua kakak yang baik, tapi bodoh!

"Yao'er, kamu tidak usah merasa bersedih begitu," bujuk Ling Yujian akhirnya penuh kasih, menatap lembut sang adik. "Ini bukan salahmu, ini salah Ling Qingxue. Dia memang selalu berbuat licik seperti itu...."

Berbuat licik?! Siapa yang kau tuduh berbuat licik kakak yang bodoh?

"Yao mei, kamu adalah putri keluarga Ling yang paling baik dan berhati mulia," sambung Ling Yuchen juga ikut membujuk. "Kamu tidak perlu khawatir dan merasa bersalah begitu. Kami tidak akan menyalahkanmu."

Ling Yaofei segera mengangkat kepalanya, menatap kedua kakaknya dengan mata berbinar di sela genangan air matanya.

"Jian Gege, Chen Gege, terima kasih kalian masih mempercayaiku," ucapnya penuh rasa gembira, seakan kesedihannya telah pergi.

Tapi, ketahuilah, di dalam hatinya tersenyum puas atas kebodohan kakaknya yang masih saja percaya akan tipu dayanya.

Ling Qingxue, kamu lihat, kedua kakak masih percaya akan sandiwaraku. Dengan aku menangis sedikit, mereka berlomba-lomba mengasihani aku!

★☆★☆

"Lao ye, ini salahku sebagai ibu," ucap Su Yinfei seketika kepada Ling Guojin bernada pilu berusaha menyentuh hati dan perasaan Ling Guojin. "Aku sebagai Ji mu bagi Ling Qingxue telah gagal mendidiknya menjadi anak baik...."

"Aku selalu berusaha mendekati Xue'er, tapi sepertinya dia belum bisa menerima kehadiranku. Aku... sungguh minta maaf, Lao ye...."

Su Yinfei benar-benar memerankan sandiwaranya juga dengan amat bagus, tidak kalah dengan putrinya.

Lihatlah! Dia menghela napas sedikit berat, benar-benar menunjukkan rasa sedihnya akan keadaan ini, namun rasa sedih yang palsu.

"Aku bisa merasakan betapa sulitnya Xue'er menjalani hidup tanpa sosok seorang ibu kandung," Su Yinfei kembali berkata penuh rasa sedih –yang palsu–, "tapi aku tetap berusaha mengisi kekosongan itu untuk Xue'er. Namun... aku selalu gagal dan gagal. Xue'er tetap tumbuh menjadi putri yang berperangai buruk dan penuh dendam...."

Jenderal Ling Guojin yang sedari tadi masih diam, kini bergeming, menoleh ke istrinya, terus menatapnya dengan penuh arti yang mendalam.

Terus terang, dia tidak pernah terlalu memperhatikan hubungan Su Yinfei dengan putri kandungnya itu sebelumnya.

Akan tetapi, melihat betapa Su Yinfei bersungguh-sungguh menyesali perbuatannya, hatinya jadi melembut.

"Sudahlah! Kamu juga tidak usah merasa bersalah segala," kata Ling Guojin penuh kelembutan seraya mengelus punggung belakang sang istri dengan lembut. "Kamu sudah berusaha semampu kamu, aku amat menghargainya."

"Memang dasarnya Ling Qingxue adalah anak yang keras kepala yang sulit di atur."

Ling Yujian maupun Ling Yuchen tampak mengangguk, setuju dengan ucapan sang ayah.

"Benar, Ji mu, kamu tidak usah merasa bersalah begitu," kata Ling Yujian. "Kamu sudah berusaha yang terbaik, tapi Ling Qingxue tidak pernah menghargai kebaikanmu."

"Sejak dulu anak itu selalu bertingkah bodoh agar menarik perhatian kita," ujar Ling Yuchen menambahkan. "Dia memang selalu iri kepada Yao mei."

"Aku tidak tahu, trik apalagi yang dia gunakan sekarang demi untuk menarik perhatian kita."

Ling Guojin kembali menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya sambil menghela napas cukup berat dan panjang.

Dia masih menganggap Ling Qingxue adalah putri kandungnya meski masih terselip rasa benci terhadap anak itu. Akan tetapi gadis itu selalu bertingkah seperti bocah yang membuatnya muak, demi menarik perhatiannya.

Mungkin ini salah satu cara Ling Qingxue untuk menarik simpati dan perhatiannya, tapi itu amat kekanak-kanakan.

"Aku akan bicara khusus dengan gadis itu nanti," ujar Ling Guojin akhirnya dengan ekspresi sedikit mengeras. "Dia harus tahu kedudukannya!"

Mendengar akan hal itu, Ling Yaofei maupun Su Yinfei saling lempar lirik penuh kepuasan dan kemenangan. Sedangkan Ling Yujian maupun Ling Yuchen juga tersenyum senang.

Semetara itu, tanpa disadari oleh siapa pun, tampak di sudut ruangan seorang pelayan yang hanya berdiri diam di situ sambil menatap kejadian yang berlangsung di tengah aula dengan menahan amarah dan emosi.

Dalam hatinya selalu berdoa semoga Ling Qingxue baik-baik saja, selalu dalam perlindungan Yang Maha Esa.

Pelayan itu tidak lain adalah Liu Xui.

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!