Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Tetap di sini," perintah Arka, suaranya mendadak berat dan mematikan. Hawa membunuh yang sedari tadi ia redam kini meledak keluar.

Ia mengenali pelat nomor mobil itu. Itu mobil operasional milik divisi 'Pembersih' keluarga Adiwangsa, orang-orang yang tugasnya membereskan kekacauan tanpa meninggalkan jejak.

Mengabaikan perintah Arka, insting teritorial Alea meronta.

"Enak aja! Itu depan pintu kontrakan gue, Bos! Jemuran gue masih di luar, kalau sampai kesenggol jas mahal mereka gimana?!"

Alea gegas melompat turun. Arka mengumpat pelan dalam hati dan segera menyusul, menempatkan tubuhnya di depan Alea saat mereka mendekati rumah petak tersebut.

Di teras kontrakan Alea yang sempit, Pak RT dan Bu Ratna yang mengenakan daster macan tutul yang biasanya sangat galak saat menagih uang sewa kontrakan, kini berdiri gemetar dengan wajah pucat pasi. Di hadapan mereka, duduk seorang pria paruh baya berkacamata tipis.

Pria itu adalah Darmawan Adiwangsa, pamannya Arka. Spesialis perang psikologis di keluarga mereka.

"Arka," sapa Darmawan lembut saat melihat keponakannya mendekat. Matanya lalu beralih menatap Alea dengan tatapan menilai.

"Oh jadi ini... nona kecil yang membuat pewaris utama kita rela menghabiskan dana akuisisi miliaran rupiah pagi tadi."

"Menjauh dari wilayah ini, Darmawan," desis Arka tanpa rasa hormat. Tangannya terkepal erat di sisi tubuhnya.

"Jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya, aku tidak akan segan memenggal kepalamu dan mengirimkannya ke ruang makan utama sebagai hidangan pembuka."

Darmawan terkekeh pelan, sama sekali tidak terintimidasi. "Tenang, Arka. Aku datang bukan untuk menumpahkan darah. Aku datang untuk berbisnis."

Pria tua itu menoleh pada Bu Ratna yang masih gemetar, lalu memberikan isyarat. Asisten di sebelahnya membuka sebuah koper yang penuh dengan tumpukan uang tunai pecahan seratus ribu yang sangat tebal, bersanding dengan tumpukan dokumen bermeterai.

"Nona Alea," ucap Darmawan, menatap langsung pada Alea yang masih berdiri di belakang punggung Arka.

"Papa-nya Arka, menyadari bahwa uang tidak bisa menyentuh wilayah yang dijaga oleh putranya. Jadi, alih-alih menggusur sekolahmu... kami memutuskan untuk membeli seluruh blok permukiman ini."

Mata Alea membelalak.

"Ibu Ratna baru saja menandatangani akta jual beli," lanjut Darmawan dengan nada kemenangan yang licik.

"Mulai detik ini, tanah yang kau injak, atap seng berkarat di atas kepalamu, semuanya adalah milik Adiwangsa Corporation. Dan sebagai pemilik baru yang sah, kami memberikan surat pengusiran. Kau punya waktu satu jam untuk mengemasi barang-barangmu dan angkat kaki dari sini. Jika kau menolak, kami akan menghancurkan bangunan ini beserta seluruh isinya."

Arka menggeram. Matanya menyorotkan amarah murni. Ia bisa membeli sepuluh perusahaan traktor, tapi jika sertifikat tanah ini sudah berpindah tangan secara legal dalam hitungan jam, birokrasi hukum akan sangat merepotkan untuk dilawan tanpa kekerasan.

Namun, sebelum Arka sempat melakukan sesuatu pada pamannya, tangan mungil Alea menahan lengannya.

Alea melangkah maju, melewati bahu Arka. Wajah gadis itu tidak menunjukkan ketakutan, kepanikan, atau kesedihan seperti yang diharapkan oleh Darmawan.

Sebaliknya, Alea memandangi tumpukan uang di dalam koper itu, lalu menatap Bu Ratna, dan terakhir menatap Darmawan dengan seringai kapitalis yang jauh lebih mengerikan.

"Jadi, Om Kacamata ini pamanmu bos? Dan dia baru aja beli tanah ini beserta hak bangunan dan sewanya, ya?" tanya Alea santai, menyilangkan tangan di dada.

"Tepat sekali, legal dan sah di mata hukum," jawab Darmawan angkuh.

"Wah, keren banget, Om!" Alea menepuk tangannya sekali dengan nada riang yang salah tempat.

"Berarti Om sekarang adalah pemilik baru seluruh kontrakan ini. Dan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pasal 4 serta Hukum Perjanjian Sewa-Menyewa KUHPerdata Pasal 1576..."

Alea menarik napas panjang, dan suaranya mendadak melengking menembus gendang telinga semua orang yang ada di sana.

"...JUAL BELI TIDAK MEMUTUSKAN SEWA-MENYEWA! Kontrak sewa gue di sini masih sisa tiga bulan, Om! Kalau Om mau ngusir gue sebelum masa sewa habis, Om harus bayar pinalti pemutusan sepihak sebesar tiga kali lipat dari sisa uang sewa, ditambah biaya relokasi, biaya asuransi pengangkutan barang, kompensasi kerugian immaterial, dan denda keterlambatan notifikasi harian!"

Darmawan ternganga. Senyum liciknya lenyap seketika.

"A-Apa?! Omong kosong macam apa ini?!"

"Omong kosong?!" Alea merogoh saku roknya, mengeluarkan sebuah kertas kuitansi lecek yang sudah dilaminating, lalu menodongkannya tepat ke depan wajah Darmawan.

"Ini kuitansi bermeterai sepuluh ribu! Sah! Mengikat secara hukum! Total pinalti yang harus Om bayar ke gue sekarang adalah seratus dua puluh juta rupiah, dibayar cash atau transfer real-time! Berani Om bawa ekskavator ke sini sebelum lunasin utang pinalti, gue viralkan kelakuan perusahaan Adiwangsa di grup KONTEN KREATOR PEMULA dan gue tuntut Om ke Pengadilan Negeri atas tuduhan perampasan hak sipil!"

Keheningan yang canggung dan sangat absurd menyergap teras sempit itu. Darmawan Adiwangsa, kini berdiri kaku, otaknya yang biasa menyusun strategi rapi mendadak mengalami korsleting parah menghadapi serangan pasal hukum perdata dari seorang anak SMA.

Di belakangnya, Arka menunduk, berusaha sekuat tenaga menahan tawa yang hampir meledak. Taktik intimidasi pamannya yang legendaris hancur berantakan — dihantam logika bisnis dan pengetahuan hukum Alea.

Bersambung...

1
neny
wkwkwk,,dmn ada gaun butik makan nambah jd sobek🤣🤣,,ada2 ajh Alea mah,,lucu banget sih km😍
neny
yes,,aq dukung rencana mu arka,,biar papa mu malu udh merencanakan lamaran itu buat mempermalukan alea,dan biar Clarissa jg gk kepedean sm km,,biar di lawan sm si bar bar alea🤣🤣
neny
is apa sih hartawan ini,,Alea kan GK tau siapa arka sebenarnya,,GK perduli dia mah,,yg tertarik kan arka,,Alea mah nganggap nya bos besar,,yg sayang klau di lepas,,lagian ngapain nyuci otak arka,,mending nyuci baju🤣🤣
neny: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
Umi Zein
kenapa Al?! jantung nya msh aman kaan dibaperin bos' Arka 🤣🤣🤣
Umi Zein
dasar Alea pikirane, gak uang ya makanan. dah lah Al sekarep mu 😂😂
riniandara: /Grievance//Grin/
total 1 replies
Umi Zein
Alea di lawan soal harga jasa dirinya. ooh no 🤣🤣🤣
Umi Zein
ya ampun Al yaa kalii sekelas Arka nyuruh jaga katering hajatan 🤦🏻‍♀️🤣🤣
riniandara: otak Alea gak nyampe mikir panjang kak/CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Umi Zein
yakin pak tua Alea bakalan pergi?!😏 yakin banget Loe! belum tau aja Alea bar2 mah bukan pacarnya Arka jdi kyanya dia gak akan perduli tuh sma stts hubungan Arka 🤣🤣🤣
riniandara: yupz ketebak banget ya wataknya alea hehe
total 2 replies
Umi Zein
wkwk Kaka othor bisa aja ngasih nama2 turunan pemaran tokohnya. Hartawan punya Suryanegara 🤣🤣🤣
riniandara: biar beda dari yang lain kak /Shhh/
total 1 replies
neny
itu 2 sales suruhan nya hartawan,atau cecunguk nya Kevin,,lemah banget,,GK ada gerakan taktis untuk menangkal serangan Alea,,secara kan anak buah nya hartawan dr kelompok elite
Dewi kunti
memalukan🙈
Dewi kunti
Alexa sp lagi ini thooor
riniandara: Alea kak salah ketik maaf ya
total 1 replies
Umi Zein
dasar sodara tiri gak tau diri. pake fasilitas tuan muda tp seolah2 dia yg punya kuasa... ngaca woiii Klevon🙄😠 hrsnya elu tuh sungkem sm Arka 😏😏
Umi Zein
Waduuh Alea mau dia pain tuh?!😳🤭
udh lah jngan suka mancing2 Alea yg bar2 ini, bisa kena bogem loh buru**nya nnt 😂😂😂
Umi Zein
udh Al mengalah aja, pokoknya yg bukan donatur, dilarang mengatur 😂😂😂
Umi Zein: betul kan kak othor sudah prosedur nya Kya gtu 😀😀
total 2 replies
neny
wkwkwk,,licik ya Alea,,klau menang ajh dia minta traktiran batagor sebulan penuh,,eh pas ditanya klau kalah,,gk mau jawab dia🤣🤣🤣,,dasar Alea,,GK mau rugi fia🤣🤣🤣
neny: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 2 replies
neny
Alea,,km itu target,,tau target gak sih,,gemes aq tuh baca nya,,pinter2 gmn ya Alea ini,,nyawa terancam ajh masih bs buat lelucon🤣🤣,,malah nego pake qris lg, haduuhh,,emng bener sih pake cek mah lama cair nya,,lebih cepat pake qris🤭
neny
wkwkwk,,dasar Alea mata duitan,,apa2 duit,,apa2 duit,,🤦,,gk tau apa arka sengaja berbuat demikian buat ngelindungi Alea dr hartawan,,🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣😅
Dewi kunti
typo Alexa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!