Serena Stevia, seorang wanita dengan takdir kehidupan yang suram mengalami sebuah tragedi kecelakaan pesawat yang membuatnya terseret memasuki portal misterius yang terhubung dengan dunia pararel.
Singkat cerita...
Dua takdir kehidupan yang berbeda..
Terpisahkan oleh 2 dimensi dunia, akhirnya melebur menjadi satu.
Rasa putus asa yang berbanding terbalik dengan semangat mempertahankan setiap detik dari kehidupan, kini menyatu membuat sebuah takdir yang baru.
Petualangan Serena Stevia melintasi dunia baru sudah dimulai..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosinante_Akiyoshi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Invitation (2)
Alexander dan beberapa pelayan kediaman Archduke Leonhart nampak memandu Francessa dan Frederick masuk kedalam istana itu.
Bangunan yang begitu mewah, dengan arsitektur dominan marmer berwarna putih, seakan membuat Francessa tengah berada didalam surga.
......................
Mereka berdua dipandu menuju ke sebuah ruangan dimana Archduke Olivier Leonhart tengah menunggu.
Sesampainya disana, mereka langsung disuguhkan dengan jamuan makan siang yang begitu mewah.
Francessa nampak sekilas memandangi sosok Olivier yang duduk tepat didepannya.
Baru kali ini Francessa bertemu dengan sosok sang penguasa adidaya.
Olivier yang mempunyai wibawa dan kharisma yang terpancar dari sorot matanya, seketika membuat Francessa terkagum akan sosok laki-laki itu.
......................
......................
"Kau membesarkannya dengan baik Frederick, kini putri kecilmu telah tumbuh menjadi gadis yang amat cantik"
Puji Olivier sembari menatap Francessa.
"Terimakasih yang mulia, saya hanya menjalankan kewajiban saya sebagai seorang ayah"
Jawab Frederick sembari tersenyum.
Terlihat Nyonya Charlotte dan Caroline yang ikut makan siang bersama tidak begitu menyukai pujian Olivier yang ditujukan pada Francessa.
Terlebih Caroline,
Sebagai putri tunggal dari Archduke Leonhart, dia tidak pernah mendapatkan kehangatan kasih sayang dari sang Ayah maupun kakak tirinya.
Meskipun bukan putri kandung Olivier, Caroline merasa sangat berhak mendapatkan apa yang dia mau.
Sifat piciknya ini dia dapatkan dari sang ibu Charlotte, yang menghalalkan segala cara demi bisa menikahi Archduke Leonhart dan menjadi Ratu kedua di Kekaisaran Wisheland.
Saat acara makan siang itu, terlihat baik Caroline maupun Charlotte tak banyak berbicara.
Mereka hanya saling pandang dan sesekali menatap Francessa dengan pandangan mengintimidasi.
Dalam hati Charlotte bergumam
"Berani sekali seorang anak angkat Baron menginjakkan kakinya dikediaman Leonhart"
......................
......................
Seusai makan siang, nampak Olivier dan Frederick bersiap untuk membahas urusan politik di ruang kerja Olivier.
"Caroline, tolong temani Nona Francessa berjalan-jalan dikediaman saat aku tengah membicarakan urusan kerajaan dengan Tuan Frederick"
Kata Olivier pada putri tirinya.
Mendengar perkataan sang Ayah, Caroline yang pada dasarnya membenci Francessa sontak berkilah.
Dia beralasan sedang tidak enak badan dan ingin kembali ke kamarnya.
......................
Melihat kedatangannya seperti tak diharapkan oleh Caroline dan Charlotte, membuat Francessa seketika merasa sedih.
Akan tetapi, kesedihan yang dirasakan gadis itu seakan lenyap, ketika Alexander Leonhart menawarkan dirinya untuk menemani Francessa berjalan-jalan disekitar kediamannya.
"Saya akan menemani anda Nona Francessa , Mohon Nona tunggu sebentar untuk saya berganti pakaian yang lebih santai"
Kata Alexander sembari tersenyum.
......................
......................
......................
Setelah menunggu beberapa saat, Alexander lantas menggandeng tangan Francessa dan berjalan bersama menuju ke sebuah taman yang ada dikediaman Leonhart.
Sementara itu, Caroline dan Charlotte yang kembali ke kamar nampak sangat kesal dengan tingkah Francessa yang dianggap tidak sadar diri.
Mereka berfikir, bahkan Caroline sekalipun tidak pernah mendapatkan perlakuan hangat dari Alexander kakak tirinya.
"Tunggu saja ketika aku melahirkan seorang anak laki-laki. Pasti aku akan menyingkirkan Alexander selamanya dari daftar pewaris tahta"
Kata Charlotte sambil menggebrak meja.
......................
Kedudukan Alexander sebagai pewaris tunggal Leonhart memang tak terbantahkan.
Selain sebagai putra tunggal dari sang Archduke, Alexander juga digadang-gadang menjadi seorang Putra Mahkota Kekaisaran Wisheland.
Hal ini dikarenakan Putra Mahkota kerajaan, yaitu anak dari Raja Xavier dianggap tidak mampu melaksanakan kewajiban menjadi seorang putra mahkota.
Semua itu karena kondisi dari Pangeran Gabriel yang merupakan putra mahkota Wisheland, menderita keterbelakangan mental.
......................
......................
Kembali pada Alexander dan Francessa
......................
......................
Sementara itu, Francessa dan Alexander telah sampai di sebuah taman yang berada di tengah kediaman Leonhart.
"Selamat datang di memorial garden kediaman kami Nona. Taman ini adalah 1 diantara 10 taman yang ada dikediaman kami"
Kata Alexander menjelaskan tentang detail taman itu.
Tak lupa, laki-laki itu juga menjelaskan mengapa taman ini disebut sebagai "memorial garden".
"Coba Nona lihat monumen yang ada disebelah sana"
Kata Alexander sembari menunjukan sebuah monumen besar yang berada ditengah taman
Sembari menghela nafas panjang, Alexander lantas menjelaskan, bahwa monumen itu dibangun untuk mengenang mendiang ibunya, Duchess Elizabeth Leonhart yang meninggal akibat pemberontakan 15 tahun silam.
......................
Suasana sejenak menjadi sunyi sebelum Alexander mengalihkan senyumnya pada Francessa seraya berkata
"Apa anda suka berkuda Nona? "
Kata Alexander tiba-tiba.
"Ha? Berkuda? Saya tidak pernah melakukan kegiatan itu Yang Mulia"
Kata Francessa terkejut.
Alexander lantas menarik tangan Francessa dan mengajaknya menuju sebuah pekarangan luas yang berada tak jauh dari taman keluarga Leonhart.
Di pekarangan itu terdapat kandang-kandang kuda yang sangat besar, ditambah dengan prajurit dari Archduke Leonhart yang sedang berbaris maupun berlatih.
Disana juga terlihat sebuah lintasan pacuan kuda yang sangat luas dengan dilengkapi berbagai fasilitasnya.
Alexander lantas memanggil asisten pribadi sekaligus penasehatnya bernama Jester untuk menyiapkan kuda favoritnya.
......................
Tak berselang lama, putra dari Viscount Maxwell itupun membawa seekor kuda putih yang sangat gagah bernama Crowne.
Francessa lantas mendekati kuda itu, dan mengelus kepalanya .
"Dia sangat baik dan penurut Yang Mulia"
Kata Francessa
"Saya ikut senang jika Nona Francessa menyukai Crowne"
Jawab Alexander.
Sesaat kemudian, Alexander meminta izin pada Francessa untuk mengangkatnya dan membantu menaikkan gadis itu keatas kuda.
Francessa lantas mengangguk dan melingkarkan tangannya dipundak Alexander.
Sedetik kemudian dia sudah berada diatas kuda putih itu.
......................
...----------------...
Beberapa saat kemudian, Alexander ikut naik dan kini sudah berada di belakang Francessa sembari memegang tali kekang kuda itu.
"Apa anda takut Nona? "
Kata Alexander setelah melihat Francessa yang menutup wajah dengan tangannya
"Ti.. tidak yang mulia, saya hanya gugup karena ini adalah pertama kalinya saya berkuda"
Jawab Francessa
"Jika Nona takut, bersandarlah pada dada saya dan pejamkan mata Nona"
Kata Alexander lembut seraya menghentak tali kekang kuda itu.
......................
Sesaat kemudian, kuda itu berlari melewati hamparan rumput yang luas.
Angin berhembus menyibakkan rambut pirang Francessa.
"Buka mata Anda Nona "
Kata Alexander sembari menatap Francessa yang masih menutup wajahnya dengan ketakutan.
Mendengar ucapan lembut dari Alexander, membuat Francessa memberanikan dirinya untuk menatap pemandangan yang sudah tersaji indah didepannya.
......................
......................
Hamparan rumput yang begitu luas, ditumbuhi dengan beraneka warna bunga dan pohon cemara yang rindang.
Francessa merasakan hembusan angin yang membelai lembut rambutnya dan membuat gaunnya berkibar indah seiring dengan derap langkah kuda itu.
Francessa yang duduk dengan posisi miring didepan Alexander, seketika mendongak keatas seraya tersenyum menatap laki-laki itu.
"Sungguh bahagia Nona Caroline mendapatkan seorang kakak seperti anda Yang Mulia "
......................
......................
To Be Continued...
Novel ini sepertinya tidak akan dilanjutkan karena saya (Author) Lupa kata sandi akun Noveltoon yang lama
Saya ganti akun baru (akun ini)
dan terus berkarya untuk para pembaca sekalian
bucin banget
Author bakal bagi-bagi pulsa kecil2an buat kalian para pemenang giveaway.. ❤
Caranya gampang..
1. Follow IG author di Rosinante_Akiyoshi
2. Komen di Novel ini tentang harapan kalian kedepannya buat author dan tentu saja Novel kesayangan kita "Sky Is Limitless"
3. Like dan Komen setiap chapter ya jangan lupa.
Semoga beruntung ❤