Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta

Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elaine

karya ini di buat ulang dengan judul "Last Love from CEO"
silahkan di baca di karya sebelah yaa teman-teman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elaine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Sebelum Martin memasuki kamarnya, dia sempat terdengar suara dari kamarku.

Martin mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Ethan.

“Periksa lelaki itu” perintah Martin dan langsung mematikan panggilannya.

Ethan langsung memeriksa tentang Tomy sesuai dengan perintah Martin dan hanya butuh waktu 15 menit Ethan sudah mengumpulkan semua tentang Tomy.

Dia mengetuk pintu kamar Martin dan memberikan laptop kepada Martin.

“Presdir, ini data yang anda mau.” Ujar Ethan

Martin menerima laptop tersebut dan langsung melihat hasil yang Ethan berikan kepadanya.

“Dia putra tunggal keluarga Pratama?”

“Benar Presdir dan dia baru saja putus dengan Riana karena Riana mengetahui kejadian yang berada di Dubai itu.”

“Apa perlu saya periksa tentang Riana?” tanya Ethan lagi.

“Tidak usah, biarkan saja.”

“Sebenarnya siapa kamu dan wanita seperti apa kamu?” tanya Martin dalam hati.

Ethan berdeham pelan saat menyadari Martin sedang memikirkan sesuatu.

“Presdir, Tadi Tuan Nathan menghubungiku dan membuat janji untuk bertemu di Café yang ada di samping hotel ini.”

“Baiklah, kita pergi sekarang.”

Martin berdiri dan memakai jas yang sudah di lepasnya sejak masuk ke dalam kamar ini.

*CAFÉ*

"Presdir Martin, saya harap anda dapat berpikir kembali sebelum menghentikan kerja sama kita yang sudah lama ini.”

“Tuan Nathan, saya tidak akan berinvestasi pada perusahaan yang tidak menguntungkan Dragon Empire.”

“Saya mohon Presdir mempertimbangkannya kembali.”

“Tidak perlu di pertimbangkan lagi sudah saya putuskan untuk menarik kembali investasi saya.” Ujar Martin dengan tegas.

“Tapi perusahaan saya akan bangkrut Presdir!” ujar Om Nathan dengan depresi

“Anda harusnya tau bahwa.”

“Bagaimana jika saya memberimu 20% saham milik istriku?” tanya Om Nathan

Martin menatap Om Nathan sekilas kemudian dia langsung pergi dan meninggalkan Om Nathan sendirian.

Melihat kepergian Martin, Ethan juga beranjak kemudian berbicara dengan hormat.

“Kamu tenang saja Tuan Nathan, Presdir akan memikirkannya dan jika aku sudah mendapatkan jawaban darinya aku akan segera menghubungi anda.” ujar Ethan kemudian memberi hormat dengan membungkuk badannya.

Ethan berlari kecil mengejar Martin yang sudah berada di depan pintu hotel.

Martin dengan acuh kembali ke kamarnya dan memulai rapat dengan para petinggi Group Dragon.

Martin dan Ethan bekerja jarak jauh dengan mengadakan rapat secara online dan mengurusi beberapa pekerjaan yang berada di Kota A sampai mereka tidak menyadari bahwa langit sudah gelap.

“Presdir, sudah waktunya makan malam anda mau makan apa?”

“Tidak usah, aku tidak lapar. Kamu pergilah makan dan kembalilah ke kamarmu.”

“Baik Presdir, kalo begitu saya permisi dulu.”

Ethan tau sifat atasannya yang satu ini ketika dia sudah bekerja, dia tidak akan berhenti.

Martin bekerja hingga tengah malam sampai perutnya mulai berbunyi dan merasakan lapar.

Martin melepaskan pekerjaannya dan berbicara sendiri sambil melihat kearah jam yang terletak di samping nakas itu.

“Sudah tengah malam begini apa ada sesuatu untuk di makan?”

Martin menghela napas ringan sebelum memutuskan untuk keluar mencari makan. Saat berada di depan lift, Riana kaget dengan munculnya Martin yang tidak bersuara sama sekali.

“Presdir!”

Riana memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang membengkak akibat tangisannya tadi.

"Kamu mau kemana dengan memakai kacamata hitam itu?”

“Hmm, aku sedikit lapar dan i…ini karena mataku sakit jadi aku memakainya.”

Martin terdiam saat mendengar alasanku yang konyol itu karena Martin dapat menebak kalau di balik kacamata itu ada sepasang mata yang membengkak karena menangis terlalu lama.

“Bagaimana dengan Presdir kenapa anda keluar tengah malam begini?” tanya Riana.

“Aku lapar karena tadi sibuk bekerja jadi melewatkan jam makan malam.”

“Kalo begitu bagaimana kalau kita makan bersama? Jam segini restoran di hotel ini sudah tutup dan aku tau di sekitar sini masih ada satu restoran yang buka dan makanan mereka sangatlah lezat.”

“Baiklah.”

Kami berdua berjalan kaki ke restoran yang aku maksud itu karena jaraknya yang tidak terlalu jauh.

Saat memasuki restoran itu, Martin tampak ragu karena bangunan restoran ini sudah sangat tua.

“Percayalah Presdir, kamu akan kembali lagi ke sini ketika kamu sudah mencicipinya.”

Aku memilih tempat duduk yang berada di ujung dan sudut supaya Martin bisa makan dengan tenang karena hanya sudutlah yang tidak di padati oleh pelanggan.

“Kamu mau makan apa Presdir?” tanyaku.

“Samakan dengan punyamu!” Ujarnya dengan datar dan menatap sekeliling toko.

Setelah memesan makanan dan minuman, aku duduk dengan canggung di hadapan Martin.

“Aku tidak menggigitmu untuk apa kamu bersikap seperti itu.” ujar Martin saat menyadari aku sedikit tidak nyaman.

“Ah, tidak bukan itu maksudku. Aku hanya merasa sedikit canggung.” jelasku

“Anggap saja aku tidak berada di sini!” ujar Martin

“Bagaimana tidak menganggapmu secara kamu duduk di hadapanku.” Ujarku dalam hati.

Makanan sudah tiba.

Aku memesan Beef Noodle Soup untuk Martin.

“Kenapa punyamu berbeda?” tanya Martin saat melihat punyaku berbeda dengannya.

“Maaf, aku sengaja memesan berbeda karena tadi Presdir berkata sibuk bekerja hingga melewati jam makan malam jadi aku menduga bahwa anda terakhir makan adalah saat jamuan tadi siang itu.”

“Bagaimana denganmu?”

“Lambungku tidak masalah jadi tidak apa-apa ketika aku memakan pedas.”

“Jadi maksudmu lambungku bermasalah?”

“Ti..Tidak ma..Maksudku bukan begitu.”

“Makanlah.”

Selesai menghabiskan makanan, kami berdua pun kembali ke hotel dan beristrirahat.

1
Seng Christine
Dear Reader, aku akan ulang upload cerita "Cinta dari sang CEO iblis" karena kemarin sempat ada kejadian yang tidak diinginkan, jadi secara terpaksa saya harus nulis ulang dan pastinya ada beberapa revisi dari cerita sebelumnya.
maaf atas ketidaknyamanannya.
sekali lagi so sorry T.T
Frisca
lanjut thor. semangat.

Ada salam dari " Ku hanya ingin di cintai " di lapakku.
Frisca
Doble like thor semangat trus....

ada salam dari " Salsa & Raihan + Ku Hanya Ingin Dicintai".

Sehat selalu...
Sania Nabilla
hai kak, aku mampir nih. Tentunya aku bawa like,fav,rate 5.🥰

Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"

Semangat🥰
Frisca
doble like buat thor.

semangat trus up nya.

di tunggu flasback nya thor
Frisca
doble like untukmu semangat.

jangan lupa flesback na ya kk.

semanagt.😘😘😘
Squidd
Semangat author
Mutik Atul Khuznach
jngan lama lama dong up nya
Seng Christine: aku usahakan yaa :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!