Indonesia
NovelToon NovelToon
PENYESALAN SUAMI EGOIS

PENYESALAN SUAMI EGOIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Spiritual / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Debby81

Kisah ini bermula dari perkenalan Jesy dan Frederick di depan asrama wanita yang ada di kota itu. Karena pertemuan itu lama kelamaan mereka pun saling jatuh cinta.
Namun Jesy tidak mengetahui secara pasti bagaimana sifat dan sikap Frederick, karena yang dia tau, Frederick adalah sosok pria yang baik dan selalu mengerti apa yang dia ingin kan.
Suatu hari Frederick mengajak Jesy berkunjung ke rumah nya dan menemui ibunya.
Dalam hati Jesy sangat gugup sehingga dia banyak diam ketika diajak bicara oleh ibunya Frederick. Dia merasa sangat malu di depan ibunya Frederick yang mencecarnya dengan banyak pertanyaan yang sedikit bisa membuat dirinya tersinggung sebagai gadis biasa yang berasal dari sebuah kota kecil di daerah kalimantan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Debby81, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Suami Egois Bab. 23. Bertemu Orang Baru

Siang itu, Jesy telah selesai memasak dan tengah bersantai di teras atas sambil membuka akun sosial medianya. Dia mengecek beberapa akun sosial media yang dia punya mulai dari Facebook, Instagram dan terakhir Jesy mengecek akun Tik tok nya. di sana dia banyak mendapatkan inbox dari beberapa orang yang berasal dari luar negara dan kebanyakan mereka berasal dari negara Nigeria dan Amerika.

Jesy sangat senang berteman dengan banyak orang dari mana saja termasuk dari luar negara, dan ada satu yang menarik perhatian Jesy saat itu. Akun itu terus saja meminta Jesy untuk bicara dan meminta nomor WhatsApp Jesy hingga akhirnya Jesy pun memberikan nomor whatsapp nya pada pria tersebut. Dan tak lama terdengar notifikasi pesan masuk dari whatsapp Jesy. dan ternyata itu adalah pria yang baru saja meminta nomor whatsapp Jesy. "Hi.. i'm your friend from Tik Tok", sapa si pengirim pesan. " Hi... " sapa Jesy juga pada si pengirim pesan. "How are you" sapa si pengirim pesan lagi. "I'm fine" jawab Jesy lagi menjawab pertanyaan si pengirim pesan. "How was your day babe", kata si pengirim pesan itu lagi dan di jawab Jesy " everything is goes well". "Have a nice day ya", lanjut Jesy lagi pada si pengirim pesan yang dia tahu bahwa pria itu tinggal di daerah Jakarta Barat. " Okay you too babe" balas nya pada Jesy.

Setelah berbicara beberapa saat dengan bahasa Inggris yang bisa di bilang terbatas, Jesy pun menyudahi obrolan nya karena ia juga akan mengerjakan sesuatu saat itu. "Hmm what should i call your name"? tanya Jesy pada pria di seberang sana". " Okay babe, you can call me Eze" jawab si pria yang ada di seberang sana. "Okay Eze nice to meet you, i'm sorry i should to go now because i want to do something here" ucap Jesy pada si pengirim pesan yang akhirnya dia ketahui bernama Eze. "Okay babe take care ya" sahut si pria yang bernama Eze itu. "Okay thank you Eze" jawab Jesy. Setelah selesai bicara Jesy berencana membuat cake yang akan dia bagikan pada tetangga di sebelah rumah adiknya dan dia juga berharap itu nanti nya akan bisa menghasilkan uang.

Jesy pun mulai sibuk dengan menyiapkan bahan hingga siap membuat dua cake dan selesai saat menjelang sore. Sebagian cake dia bagikan kepada para tetangga untuk mencobanya dan sebagian lagi coba dia titipkan di toko kelontong yang ada di depan gang mereka.

"Ya ampun si kakak bisa rajin banget, bisa buat kue juga ternyata" kata si ibu dengan tersenyum dan memuji Jesy. "Iya bu, bosan nggak ngapa-ngapain jadi iseng aja buat kuenya siapa tau ada yang suka dan pesan lagi" ucap Jesy menimpali ucapan si ibu. "Iya ni kak, enak ni bolu nya" kata si ibu yang bernama Eka itu. "Makasih ya bunda Eka" jawab Jesy. "Sama-sama" jawab bunda Eka.

Keesokan harinya tepatnya hari selasa, pagi itu adalah jadwal cuci darah mamanya Jesy dan saat itu Jesy lah yang akan mengantarkan mamanya ke rumah sakit IMC Bintaro. Pagi itu seperti biasa Jesy bangun Jam 05.45 untuk bersiap-siap mengantarkan mamanya untuk cuci darah. "Ma... mama..."kata Jesy mencoba membangunkan mamanya agar tidak pergi terlalu siang. " Hmm... iya tunggu sebentar mama bangun" kata mamanya Jesy dengan sedikit lemas. Karena Jesy sudah lebih dulu bersiap, maka dia hanya menunggu mamanya untuk bersiap-siap menuju ke rumah sakit IMC Bintaro. Setelah selesai, mereka pun berangkat menggunakan mobil milik adiknya Jesy. Walaupun terbilang baru di Daerah Bintaro ini, namun Jesy sudah hafal mengenai jalan yang akan dia lalui jika akan pergi ke rumah sakit IMC Bintaro.

Pagi itu jalanan sangat padat karena bersamaan dengan berangkat nya anak-anak ke sekolah dan orang-orang yang akan pergi bekerja. Sambil mengemudi dengan santai dan mendengarkan lagu, Jesy mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan sedang karena sedang terjadi kemacetan yang sangat parah setiap pagi. Ya itu pemandangan yang biasa terlihat saat pagi hari. Setelah sampai di rumah sakit Jesy langsung menuju ke tempat pendaftaran untuk mendaftarkan mamanya cuci darah seperti biasa dan setelah pendaftaran selesai maka Jesy dan mamanya pun pergi ke bagian hemodialisis di bagian dalam rumah sakit itu. "Selamat pagi" sapa mama Jesy dengan ramah kepada para suster yang bertugas di sana pagi itu. "iya bu selamat pagi juga", gimana kabarnya hari ini semoga sehat selalu ya bu" ucap sang perawat pada mama. "Iya saya baik-baik saja suster" jawab mama. "Oke bu, kita timbang berat badan dulu ya seperti biasa" kata suster tersebut. Mama Jesy pun langsung menuju ke arah timbangan badan yang tersedia di pojok ruangan itu. "Berapa bu berat badannya hari ini", ucap sang perawat bertanya pada mamanya Jesy. " Hmm ini berapa ya", kata nama Jesy bertanya pada Jesy yang saat itu sedang berdiri di samping nya. "Oh... ini 47 mama" ucap Jesy pada mamanya. "Suster, ini timbangannya 47 ya kata mama Jesy lagi pada si perawat yang bertugas saat itu. " Iya bu", ucap si perawat lagi. Setelah menimbang berat badannya mama Jesy pun berjalan menuju bed yang telah tersedia di ruangan itu. Sebelum pergi meninggalkan mamanya untuk cuci darah hari itu, Jesy bertanya pada mamanya "ma... ntar mama mau makan apa aku pesankan" katanya bertanya pada mamanya. "Mama mau soto saja seperti biasa ya, sama gorengan 2, nggak perlu minum karena mama sudah membawa nya dari rumah tadi" ucap mama Jesy menimpali pertanyaan dari putri sulungnya itu. Setelah bertanya pada mamanya Jesy pun berlalu meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju pintu utama untuk pergi memesan makanan untuk mamanya nanti. Jesy pergi ke arah jalan raya karena di sana dia berlangganan makanan untuk mamanya. Saat dia sampai di kantin itu, Jesy pun segera memesan apa yang tadi di pesan oleh mamanya yaitu soto, nasi dan gorengan. "Mba... pesan nasi, soto, dan gorengan 2 ya punya mama" kata Jesy pada si mba penjual soto itu. Karena merasa penasaran Jesy pun memesan satu porsi soto, nasi dan kopi hitam tanpa gula. "Oh iya mba, tunggu sebentar ya saya buatkan dulu" kata si mba sambil berlalu menuju ke belakang untuk membuat pesanan Jesy. Sambil menanti pesanannya selesai di buat, Jesy melanjutkan menulis novel di sebuah aplikasi dan itu membuat hari nya berlalu tanpa terasa.

1
Rasinus
baguss
Rasinus
good
Deborah_mark81
Terima kasih banyak 😊🙏
tolong terus berikan dukungan untuk novel pertama saya ini agar bisa lebih baik lagi 🙏
Yunita
ceritanya semakin bagus
Sukliang
dak be tele2 ceritanya
Deborah_mark81: terima kasih dukungan nya🙏🙏🙏
total 1 replies
Deborah_mark81
Maaf ya para pembaca tercinta, sepertinya cerita di bagian akhir salah ketik karena saya memang sedang dalam masalah. 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!