"Darah.. aku sangat haus akan darah dan daging manusia"
wanita kuyang dengan hasrat monster ganas tidak henti melepas dahaga
---
Diana seorang gadis paruh baya tergopoh-gopoh menelusuri gelapnya malam. Di hari itu dia benar-benar berputus asa. Hidupnya sebatang kara sepeninggal kedua orang tuanya. Diana menangis ketakutan mencari-cari kemana kakinya harus melangkah. Diana telah di tipu oleh sahabat yang paling dia percaya dihidupnya. Nyaris saja dia di jual oleh feni sahabatnya kepada para lelaki hidung belang. Dengan kehidupan yang sulit penuh penderitaan, Diana kini hidupnya semakin tersesat untuk mencapai kebahagiaan duniawi yang semu belaka.
Dia bertemu sosok wanita tua yang merubah hidupnya menjadi semakin gelap gulita. Berubah menjadi sosok Kuyang adalah hal yang tidak pernah dia bayangkan seumur hidupnya.
Ikuti kisah yang penuh mencekam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelam merenggut nyawa
Penyematan label kepala putung telah tergaris pada asal manusia murni yang telah di kuasai sempurna sosok lain menjadi jiwa ganas pemangsa. Candu darah segar dan gumpalan darah suci tanpa mengenal jati diri. Setelah dua kali penguburan diri sendiri, kini dia seutuhnya mendapatkan kekuatan keabadian dari ajaran nenek tua di hutan. Diana yang asli bukanlah yang sedang berada di atas bumi. Sayup-sayup manik netra membelalak terbuka di dalam gelap tanah, kuku tajam meronta-rontah berusaha keluar dengan berlumur lumpur kotor.
Cahaya purnama telah tertutup kabut pekat hampir melewati garis pembatas menuju sang fajar. Suara kicauan burung di hutan dan berbagai jenis suara Makhluk lain seolah memberi tanda adanya kehidupan baru dengan kekuatan lebih besar berwujud kuyang. Dia menuju sungai dekat hutan untuk membersihkan diri kemudian menuju perbatasan mencari mangsa mencari seteguk pelepas dahaga semalaman.
"Arghh.." teriak dua orang pengendara sepeda motor yang melintas perbatasan antara hutan menuju kota.
Kala itu kabut putih menutup jalan berliku, sedang kan angin kencang melambai menerbangkan serpihan ranting dan daun-daun kering. Dia dengan sigap menarik wanita yang sedang di bonceng seorang pria di tengah lintas jalan. Keseimbangan sang pria menjadi buyar saat terkejut melihat sesosok makhluk yang menarik paksa wanitanya. Pandangan saat berkendara berputar ke belakang sehingga membuat dia masuk ke dalam jurang.
"Argh, argh.."
Telah kembali dunia gelap menghujam kelam melanda cerita hitam membawa guruh merampas jiwa-jiwa yang setiap di hadapan.
Diana menuju ke rumah sakit mencari Andi. Dia mengambil jalan pintas melompati Gedung pencakar langit dengan merayap dan mengendap-endap, mengendus merasakan bau darah Andi yang pernah hampir dia mangsa. Setelah membuka jendela lebih lebar dia berhasil memasuki kamar Andi. Terlihat Andi yang sedang berbaring tidak berdaya.
"Andi bangunlah" serak suara Diana menatap pandangan kosong melihat wajah pucat lelaki yang sedang tidak berdaya.
"Kenapa kau tidak bangun? haruskah aku menjadikan mu kuyang?" bisik nya menarik selimut Andi.
...----------------...
Sudah satu Minggu Andi koma sedangkan setiap malam Diana melompat keluar jendela mencari mangsa. Dia menyembunyikan badannya di sebuah rumah kosong saat melepas kepala ketika matahari telah terbenam. Rintik gerimis menyapu wajah hitam membasahi rambut yang dapat di hitung oleh jari. Dia mencari sumber suara bayi yang suka menangis pada malam hari. Kepala Diana terbang melewati lintas jalan. Akan tetapi pada malam tersebut dia sedang di kejar oleh dukun kakek tua berjanggut putih yang telah di sewa oleh pak Rakuta. Kepala Putung itu telah tertangkap jaring yang berisi bawang putih. Dia di tarik paksa menuju lintas jalan.
"Ahahah, akhirnya aku mendapat mu! kau akan binasa selamanya!" pekik suara sang dukun menyebar kemenyan melingkari kepala Putung.
Diana tidak melakukan perlawanan apapun. Dia hanya menyorot tajam mata dukun tua berjanggut putih dengan tatapan memangsa. Beberapa langkah dari jarak Diana berada, dia menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi sang dukun. Ilmu Keabadian telah sempurna bagaimana dia bisa di kalahkan? Kepala putung membuka rahang lebar melayang menancapkan gigi taring tepat di urat nadi sang dukun.
"Arghh, aggh.." suara retakan cabikan isi organ tubuh sang dukun terburai di tengah kalan. Batok kepala nya pecah mengeluarkan darah begitu deras, bagian kepala di lepas paksa dan di seret melayang menuju rumah pak Rakuta.
Dubraggh
Denis bergegas mencari sumber suara berisik dari luar dan menemukan penampakan mayat Kepala Putung yang mengenaskan. Seisi rumah di kejutkan oleh kepala si dukun berjanggut putih yang terlempar di depan rumah.
"Siapa yang melakukan semua ini? arghh"
...-To be continued-...
...----------------...
Pojok barisan: Di cerita ini akan menemukan banyak pergantian nama-nama pemeran para tokoh-tokoh pendukung. Jujur author juga jadi bingung karena setiap kali author memberikan nama, akan ada pemberitahuan konfirmasi nama tokoh yang sama dunia nyata. Perlu memperluas hati dan berlapang dada. Author tidak bermaksud menyinggung atau melibatkan nama orang di dunia nyata.
Cerita ini hanya sebatas penglihatan yang bisa menembus melihat dunia lain. Apakah kalian juga indigo?
jangan lupa infus kebahagiaan nya 😄 semoga para reader tetap sehat dan selalu di lindungi Allah SWT 🙏