Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Lembah Biru

Di Lembah Biru

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alfan

kawin lari karena tidak di Restu oleh orang tua pihak laki-laki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu sahabat lama

"mas...? besok pagi temani aku periksa kandungan yah? aku rasa perut ku udah seringkali mengeras, Beby kita sangat aktif bergerak akhir-akhir ini."

"baiklah akan aku usahain besok libur ngantor. nanti aku buat janji dulu sama dokter Indriani SpOG biar kita tidak lama ikut antri." Revan akan membuat janji dengan dokter kandungan, kebetulan ia mengenal dekat dokter Indriani.

kebetulan Revan masih menyimpan nomor telepon dokter Indriani, karena kehamilan pertama Alena dulu dokter Indriani lah yang membantu persalinan nya.

malam itu.

sebelum tidur Alena merasa kakinya begitu pegal. "mas...? tolong dong pijitin kaki ku, aku nggak bisa tidur di buatnya."

"mana bagian tubuh mu yang terasa pegal sini mas bantu pijitin." Alena mengulur kakinya pada Revan yang sedang duduk di sisi tempat tidur. "akhir-akhir ini aku sering merasa pegal di bagian betis mas, mungkin karena terlalu berat menahan perut ku yang sudah sangat besar sehingga kaki ini begitu sering terasa kebas."

hamil besar itu memang banyak capeknya. mana posisi tidur nggak ada yang terasa nyaman. perut juga nggak karu-karuan rasanya karena dedek bayi yang begitu aktif bergerak. makan juga nggak bisa banyak-banyak karena perut terasa penuh. pokoknya luar biasa rasa kalau kandungan sudah masuk delapan bulan. Bagus nya di bawa banyak bergerak tapi Bandan terasa malas untuk bergerak, hadeh serba salah.

paginya setelah selesai mandi dan berganti pakaian. Alena dan Revan menyantap sarapan pagi bersama kedua orang tua nya.

"ma, pa, hari ini Revan nggak masuk kerja karena mau menemani Alena untuk cek kandungan."

"nggak apa-apa, kalian berdua pergilah untuk menemui dokter kandungan, agar dokter bisa memprediksi kapan hari lahiran nanti." ucap mamaa mertua sambil melanjutkan makan nya.

beberapa saat kemudian Alena dan Revan sudah meluncur ke rumah sakit. sedangkan kedua orang tua Revan sudah siap berangkat ke kantor.

setelah sampai di rumah sakit Revan dan Alena langsung menuju ke ruangan dr.indriani

karena mereka sudah membuat janji, jadi dokter cantik itu sudah siap melayani Alena. "silahkan duduk pak, bu." asisten dr.indriani mempersilahkan agar Alena dan Revan duduk di bangku yg sudah di sediakan.

"gimana kabarnya Alena....?

"Alhamdulillah saya sehat dok...?

"Alhamdulillah, apa ada keluhan akhir-akhir ini..? "iya dok, sebenarnya banyak keluhan tapi yang paling sering saya alami saat ini perut sering mengeras dengan begitu kencang rasanya, juga tidur yang susah mencari posisi yang nyaman."

"kalau perut sudah sering mengeras rasa-rasanya begitu kuat itu artinya dedek bayi sudah mulai mengembangkan semua anggota tubuhnya dengan bersamaan, istilahnya itu seperti menggeliat. jadi semua itu normal bagi kehamilan yang sudah melewati tujuh bulan keatas.

dokter meminta agar Alena berbaring di tempat yang sudah di sediakan agar bisa di USG bayinya. dokter meletakkan alat USG di atas perut Alena untuk mendeteksi keberadaan si bayi. "tuh liat bayi kalian begitu aktif, semua organ tubuh lainnya sudah terbentuk sempurna."

Revan mendekati layar monitor sambil memegang tangan Alena. keduanya tersenyum bahagia memandang gambar bayi mereka yang bergerak-gerak di layar monitor.

"tuh kelaminnya sudah terlihat jelas bayi laki-laki lagi ya Van." ucap si dokter sambil menunjuk layar monitor di hadapannya.

"selesai ya buk, ibu boleh duduk kembali." saran asisten dokter pada Alena.

"ini perkiraan lahir dua puluh sembilan hari lagi. ibu Alena harus rajin bergerak terutama di pagi hari, ingat jangan suka bermalas-malasan agar mudah untuk lahiran normal nanti."

" baiklah dok, terimakasih banyak." setelah semua nya selesai Alena dan Revan keluar dari ruangan dan berpamitan pada dokter Indriani.

saat berjalan di lorong-lorong rumah sakit tiba-tiba Alena berpapasan dengan dokter muda yang cantik tapi wajahnya tidak asing di mata Alena.

"Soraya......?

"Alena.......?

"ya ampun ini benaran kamu Al....?

mereka berdua berpelukan untuk waktu yang cukup lama. setelah bertahun-tahun lamanya mereka berdua tidak pernah tatap muka atau kontak hari ini mereka bertemu di sebuah lorong rumah sakit, Soraya yang tampak masih langsing dan cantik dengan memakai pakaian dokter. sedangkan Alena juga tidak kalah cantik cuma saja ia sedang hamil besar jadi agak tampak begitu berisi.

"gimana kabar mu Soraya...? "Alhamdulillah seperti yang kamu lihat." jawab Soraya. "aku nggak nyangka kamu jadi dokter di rumah sakit ini." sambung Alena.

"iya nih Al, aku kerja di sini setelah lulus kuliah di Australi dua tahun lalu. kalian masih bersama rupanya. aku nggak nyangka Revan masih bersamamu Al." Revan tersenyum memandang kedua wanita yang sedang bercengkrama di hadapannya.

"ayo kita cari tempat duduk untuk ngobrol." Soraya membawa Alena dan Revan menuju sebuah ruangan. "ini ruangan ku Al kalian berdua silahkan duduk." Soraya mempersilahkan Alena dan Revan duduk di ruangan itu lalu mereka mengobrol dengan santai di sana. mereka bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing.

"kalian berdua habis dari USG? kapan tafsiran kelahirannya Al? "kata dokter sekitar dua puluh sembilan hari lagi." jawab Alena. "lahir normal apa sesar? sambung Soraya. "aku pilih lahiran normal aja. kamu kan tahu aku pobia jarum suntik, lagian anak pertama ku dulu juga lahiran normal." jelas Alena. "jadi ini hamil anak kedua? "iya..! anak pertama kami meninggal dunia setelah berumur dua mingguan." jawab Alena bernada sedih.

"ya Allah kasian nya, aku minta maaf Al, Tampa sengaja aku telah mengorek luka lama di hati mu. aku benar-benar tidak tahu kalau anak pertama kalian meningal."

begitulah wanita kalau sudah lama tidak berjumpa dengan teman akrab mereka akan bercerita tentang kehidupan masing-masing sepanjang jalan kenangan.

"apa kamu sudah menikah, maaf kalau pertanyaan ku terlalu jauh mengusik ruang pribadi mu." celoteh Alena yang keceplosan karena terlalu lama mengobrol hingga soal apapun di tanya.

"belum Al, aku masih nyaman melajang dan masih betah berlama-lama hidup sendiri. kalian berdua tenang saja nanti kalau aku nikah kalian berdua pasti aku undang."

setelah mereka bertiga puas mengobrol Alena dan Revan berpamitan pada dokter Soraya. "kami pulang dulu ya, nanti kapan-kapan kita atur pertemuannya agar bisa mengobrol lebih lama." ucap Alena sambil tersenyum meninggalkan Soraya sendiri di ruangan itu.

indah persahabatan mereka ya besti. walaupun sudah bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertemu rasanya tidak ada yang berubah. tidak seperti yang Mimin alami. dulu Mimin juga punya sahabat dekat yang akrab nya melebihi sodara kandung. susah senang bersama-sama. tapi setelah kami terpisah karena sudah sama-sama berkeluarga. teman ku tinggal di kota yang berlainan hanya ketemu setahun sekali. pas ketemu kami seperti orang asing yang tidak saling mengenal. kira-kira ada nggak ngalamin hal yang sama seperti yang mimin cerita barusan jangan lupa balas di komen ya pliiis.

bersambung

1
Uisie
Baca sampai sini dulu Kakak, nanti lanjutin lagi. Untuk nambah semangat up, aku kasih bunga😁
Alfan: Masaya Allah 😍💙
terimakasih banyak dukungan kakak. semoga Rizki kakak sekeluarga bertambah lancar 🤲🤗
total 1 replies
Fitriah
Baru mulai baca, langsung suka, jalan ceritanya pasti seru
Alfan: terimakasih banyak kakak telah Sudi mampir, semoga Rizki kakak sekeluarga bertambah lancar 🤲
total 1 replies
rintaanastasia41
kawin lari, terus larinya berapa kilometer,ya? 😄
Alfan: hitung saja kak kira-kira berapa kilo meter dari Jakarta ke Semarang wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
rintaanastasia41
semangat, kak.
Alfan: terimakasih hadirnya kak, semoga Allah SWT memudahkan semua urusan kakak
total 1 replies
Uisie
Ceritanya sangat menarik, alur dan penokohannya juga. Paling suka relate sama kehidupan sehari-hari dan penggunaan bahasa mudah dipahami😊
Semangat selalu Kak dalam berkarya, ditunggu karya-karua berikutnya.
Alfan: terimakasih banyak dukungan nya kak. semoga Allah SWT melancarkan Rizki kakak sekeluarga.
mari kita sama-sama semangat untuk tetap berjuang 💪💪✍️✍️🤲
love sebakul untuk kakak 💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚🤗🤗
total 1 replies
dyn_rynse
pacaran itu memang ribet yaa🙃
Alfan: betul kakak, sebaiknya tidak usah pacaran 😉
total 1 replies
Alifia Hanum
Semngat berkarya ya kak, lanjutkan terus😁❤
Alfan: masya Allah 😍💙
terimakasih banyak dukungan nya kak, semoga Rizki kakak Thor mengalir deras
total 1 replies
Mawar Hitam
Ceritanya menarik..
Semangat menulis Bunda cantikkk.. ☺️
Alfan: Masya Allah 😍
terimakasih banyak kakak 🙏🙏
dukungan kakak adalah motivasi terbesar bagi saya. semangat juga untuk kakak ✍️✍️✍️
total 1 replies
Fafa Dafi
bahaya juga ni si anggun sama enjel
Fafa Dafi
aduh sayang cantik-cantik ko culas,
Fafa Dafi
ayo van penuhi setiap kemauan alena kasian nanti anak nya ileran kalau ngidam nya tidak terpenuhi. itu kata orang tua jaman dulu
Fafa Dafi
gitu dong bu. bahagia dengan pilihan anaknya
Fafa Dafi
sehat-sehat ya len. nggk usah banyak berprasangka buruk. tidak baik🤫
Fafa Dafi
abas jangan macing-macing emosi sirevan. ntar ketahuan habis lo
Fafa Dafi
semangat alena
Fafa Dafi
segitu nya si revan gara-gara cemburu😅
Fafa Dafi
uring-uringan si revan,🤣🤣🤣🤣
Fafa Dafi
aduh bu jangan nanya hal-hal yang sensitif gitu, kan jadi malu
Fafa Dafi
kita sama len, sama-sama sudah tidka punya ayah😭😭
alfatihah untuk semua ayah semo tenang di sana
Fafa Dafi
hadiah yang sangat istimewa selamat ya untuk alena dan revan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!