Indonesia
NovelToon NovelToon
Love One Another

Love One Another

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: kayinkayinn

Tidak ada cinta yang abadi. Cinta abadi dan cinta sejati itu hanya ada terhadap cinta orang tua kepada anaknya dan cinta kita kepada Tuhannya. Tanpa pamrih, tulus dan ikhlas.

Almeera gadis berusia 25 tahun ini tumbuh di antara 2 ayah dan juga 2 ibu dengan perbedaan keyakinan diantara ke dua orang tuanya. Setelah perceraian kedua orang tuanya, Meera ikut bersama ibunya dan memeluk keyakinan yang sama dengan ibunya yaitu Nasrani.

Perceraian yang dialami kedua orang tuanya membuat Almeera dan ke empat kakaknya mengalami dampak yang cukup besar.

Akankah perbedaan keyakinan dan perceraian yang di alami kedua orang tuanya membuat silahturahmi keluarganya merenggang? Akankah Almeera menemukan cinta sejati yang selama ini ia cari?

Lantas, dengan kehadirannya Adrian yang berbeda keyakinan dengannya akankah menggoyahkan keyakinannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kayinkayinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Indah

Sore hari ini, Jonathan terlihat kembali datang ke sekolah nya di mana masa putih abu-abu nya yang indah bersama dengan Meera pernah terjalin begitu indah saat dulu. Setelah memparkirkan mobilnya, Jonathan masuk melewati gerbang sekolahnya dengan perlahan.

Setiap sudut di sekolahnya tersebut, banyak sekali menyimpan kenangan indahnya bersama Meera. Walau sekolah mulai sepi, namun beberapa siswa masih berada di sekolah seperti anak Osis dan anak ekstrakurikuler lainnya.

Jonathan menatap lama ke arah lapangan sekolahnya. Di sana, ia pernah memberikan topi miliknya kepada Meera setiap kali ada upacara bendera karena Meera sering kali lupa untuk membawa topi miliknya.

"*Kebiasaan banget sih lo!"

"Beneran, deh. Gue sendiri aja bingung, kenapa gue sering banget lupa bawa topi yah kalau hari senin ada upacara bendera."

"Elo udah tua!!" ujar Jonathan sinis sambil memberikan topi miliknya kepada Meera dan memakaikan topinya itu ke arah kepala Meera dengan sedikit kasar.

"Elo emang penyelamat gue, Jo. Thanks, yah," ucapnya sambil tersenyum lebar.

"Jadi, gue ini siapanya elo?"

"Guardian angelnya Rayahu Almeera Roomesa. Terimakasih guardian Angelku, Sayang."

Meera memegang kedua pipi Jonathan dengan lembut dan menatapnya dengan tatapan yang sangat cerah juga berbinar-binar*.

Jonathan kembali tersenyum mengenang kenangan saat itu. Ia juga teringat kenangan manisnya saat bersama Meera ketika berada di kantin sekolahnya. Saat memasuki daerah kantin sekolah, bayangan manis itu muncul kembali di dalam ingatannya.

"*Elo laper?" tanya Jonathan yang terkejut melihat Meera begitu lahap memakan nasi goreng miliknya.

"Banget. Gilaa gak sih, rapat osis tadi bener-bener menyita waktu gue selama 2 jam penuh."

"Lagian, rapat apaan sih tadi? Sibuk banget kayanya."

"Persiapan buat masa orientasi nanti."

"Kan, masih lama juga. Kita aja ujian minggu depan, belum di mulai juga."

"Ya, harus dipersiapkan dari sekaranglah. Biar gak ribet nantinya."

Jonathan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengelap mulut Meera yang dipenuhi dengan minyak dan remahan nasi.

"Kaya anak kecil deh makannya. Belepotan gitu!!"

Meera hanya nyengir dan kembali melahap makanannya yang belum habis.

"Pulang sekolah nanti nonton, yuk? Sebelum ujian, kta refreshing dulu."

"Jangan lupa makan sushi kesukaan gue yah pulangnya?"

"Iya anak bawel!" Jonathan tertawa lebar hingga membuat Meera yang duduk di hadapannya ikut tertawa bersamanya*.

Saat memasuki lapangan basket, Jonathan menatap ke arah sekelilingnya di setiap sudut yang berada di lapangan basket tersebut. Jonathan juga teringat saat dulu, di mana Meera sering kali memberikan semangat kepada team basket setiap kali mereka ada pertandingan atau pun latihan.

"Jonathan!!! Semangat!!" teriak Meera saat pertandingan sekolahnya di mana saat itu, Jonathan sebagai kapten basket sekolahnya.

"Cieee . . . !!"

Seluruh siswa yang menonton pertandingan basket langsung menyoraki Meera begitu ia memberikan semangat kepada Jonathan. Jonathan yang diberi semangat seperti itu hanya tersenyum lebar dan memberikan kedua jempolnya kepada Meera.

Saat Jonathan berhasil memasukkan bolanya ke dalam ring hingga sekolahnya memenangkan pertandingan hari ini, Jonathan langsung berteriak ke arah Meera.

"Buat lo, Meera!!" teriaknya sambil tersenyum ke arah Meera dan membuat teman-teman yang lainnya kembali menyoraki mereka berdua.

Meera yang disoraki seperti itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tanganya karena malu. Satu sekolah beranggapan kalau Meera dengan Jonathan memiliki hubungan yang sangat spesial.

Padahal, sebenarnya tidak sama sekali. Mereka hanya teman dekat yang mungkin terlihat seperti sepasang kekasih yang kompak. Hanya saja, mereka membiarkan berita itu tersebar begitu saja karena mereka berdua juga sangat menikmati gossip yang beredar tentang mereka itu.

Meera juga sering kali menemani Jonathan setiap kali ada latihan. Karena sering menemaninya, Jonathan pun beberapa kali pernah mengajari Meera cara bermain basket yang benar.

"Pegang seperti ini, kemudian shoot!!" Jonathan berdiri di belakang Meera sambil melingkarkan tangannya ke arah tubuh gadis yang disukainya itu.

Jonathan memegang tangan Meera yang sedang memegang bola kemudian membantunya memasukkan bola basket tersebut ke dalam ring dengan sedikit meloncat.

Meera yang diajari Jonathan seperti itu begitu gugup. Karena pada saat itu, mereka berdua belum mengetahui perasaan mereka masing-masing.

"Masuk, Jo!!" seru Meera tampak riang sambil menatap ke arah wajah Jonathan yang begitu dekat dengan wajahnya.

Wajah mereka berdua terlihat begitu dekat sekali hingga membuat keduanya saling beradu pandang cukup lama.

"Jonathan!!" teriak seseorang di tepi lapangan hingga membuat keduanya yang tersadar langsung gugup dan salah tingkah dan menyebabkan kepala mereka berdua saling beradu.

"Duh!!" seru mereka berdua bersamaan.

"Elo nggak apa-apa?" tanya Jonathan yang langsung mengusap-ngusap kepalanya dengan kepala Meera.

"Gue nggak apa-apa."

Setelah mengunjungi lapangan basket, Jonathan masuk ke dalam ruang UKS. Di ruangan UKS tersebut, Jonathan pernah menemani Meera yang jatuh pingsan saat upacara bendera.

Saat itu, Jonathan langsung membawa Meera dari lapangan tempat upacara bendera berlangsung ke arah UKS dengan berlari begitu cepat.

"Jonathan?" ujar Meera terdengar lemah begitu sudah siuman.

"Meera, elo nggak apa-apa? Kenapa elo bisa pingsan, sih? Elo sakit? Elo demam, Meer." Jonathan terdengar begitu khawatir.

"Elo yang bawa gue ke sini, Jo?"

"Apa itu penting?"

"Makasih banyak yah, Jo."

Jonathan tersenyum dan memegang kepala Meera dengan lembut seraya menatapnya.

"Jangan sakit, Meera. Kalau lo sakit, gue nanti repot nemenin elo nya."

"Rese!!" teriak Meera kesal sambil memukul lengan Jonathan yang kemudian membuat Jonathan tertawa.

Kenangan lainnya adalah saat Jonathan cedera saat latihan basket kala itu. Lututnya terluka hingga membuat Meera begitu cemas dan membawanya ke UKS dan mengobati luka lutut Jonathan yang mengeluarkan darah segar.

"Sakit?" tanya Meera yang tengah mengobati luka lutut Jonathan dengan menggunakan betadine.

"Lumayan," katanya mencoba menahan rasa sakitnya.

Meera meniup-niup lutut Jonathan yang terluka. Melihat hal itu, Jonathan tersenyum dan memegang kepala Meera dengan lembut hingga membuat Meera menatap wajah Jonathan dan tersenyum kepadanya.

Yang terakhir, Jonathan kembali memasuki ruangan kelasnya di mana, dirinya dan juga Meera satu kelas dan menghabiskan hari-harinya di kelas bersama Meera.

Di ruangan kelas itu, tempat Meera dan Jonathan sering belajar bersama. Saat ujian, Jonathan sering kali menyontek kepada Meera yang pintar. Tempat di mana Meera dan Jonathan sering mengerjakan PR, tempat di mana Jonathan dan Meera sering kali bertengkar karena hal-hal sepele.

Dan, yang terakhir tempat di mana Jonathan melihat Meera dengan pria lain yang dianggapnya sudah menjadi kekasih Meera. Dan, saat itu Jonathan menyerah atas perasaannya. Ia lebih memilih untuk mundur dan melupakan Meera.

Jonathan pun memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke New York tanpa berpamitan kepada Meera. Karena sejak itu, hubungan mereka berdua pun merenggang dan tak pernah saling berkomunikasi hingga bertemu kembali di acara reunia tempo lalu.

"Gue merindukan lo, Almeera."

1
Adel
mampir di karyaku juga ya thor...

salam dari
RINDUKU DI UJUNG SURGA

😄😄
theseafiles
thor cepat lanjut lagi donk, udah gk sabar pengen liat lanjutannya
love hunter
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
rowiethelabel
Gausah minder sama karya lain ya thor. Tiap karya dibuat dengan ciri khas penulisnya masing2 kok! Mangatseee~
TwilightQueenbee
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Girl Moon Maker
Ah seneng banget liat author update! Mangat thor!
margo and me
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
ptr_25
Ijin promo ya kak. 🥰

yuk mampir di karya aku yang berjudul " My Teacher Is Mine" menceritakan kisah cinta murid dan gurunya.

tinggalkan jejak ya kk🥰🥰💙💙💙
pasti aku feedback 😇😇😇
ptr_25
semangattt up
ptr_25
bomlike dan rate 5 dariku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!