"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi penyelamatan
Suasana Rumah Nayshi begitu mencekam. Mama yang terus menangis memikirkan nasib Putri semata wayangnya, dan Papah terus menenangkan Mamah dengan terus menggenggam tangannya sambil terus memantau live location dari Nadia.
Tok! Tok!
"Itu Nayshi Pah, " ucap Mamah langsung membuka pintu dan sangat berharap itu Putrinya.
Cekieek!
"Nay-" wajah yang tadi ada kebahagiaan langsung hilang, saat yang Ia lihat bukan Putrinya.
Bunda langsung memeluk Mamah Nayshi. "Ibu Saya Bundanya Keenan. Nayshi pasti ketemu, Keenan dan Arvin sudah dalam perjalanan menyusul mobil yang nyulik Nayshi, "
Air mata Mamah semakin mengalir deras dalam pelukan Bunda. "Saya sangat Khawatir, Saya takut Nayshi kenapa-napa."
"Kalian Orang tua Keenan? " tanya Papah dengan bersalaman bersama Ayah.
"Iya, Pak. Saya Orang tua Keenan, dan Saya membawa anak buah Saya untuk mengecek pergerakan mereka lewat CCTV jalanan," ucap Papah dengan memperkenalkan anak buahnya dan bersalaman.
"Ayok,semuanya silahkan masuk dan terimakasih sudah mau membantu. "ucap Papah mempersilahkan masuk.
Kini anak buah Ayah sudah membuka laptop untuk membobol CCTV jalanan dengan menghubungkan live location. Satu headset dipasangkan ke Ayah dan Papah, dan menghubungkan ke Nadia, Arvin, dan Keenan.
Papah menyalakan tombol mic, dan mengatur nafas untuk terdengar tegar. "Semua saluran terhubung. Keenan, Nadia, Pak Arvin bisa dengar suara Saya? "tanya Papah sebagai komando.
"Terhubung, Om! " Sahut mereka bersamaan dari mobil masing-masing.
"Pak, maaf Saya kehilangan jejak. " ucap Nadia yang tak bisa mengejar.
"Anak buah Ayah berhasil meretas CCTV jalan raya. Minibus itu melawati tall deket pesisir dua menit lalu. " ucap Ayah sebagai pemberi informasi dari CCTV yang berhasil diretas.
Keenan mendengar itu terus menaikan gasnya hingga spidometer menembus 140KM/Jam.
"Nayshi Kamu harus bertahan. Sebentar lagi Aku akan menyelamatkan Kamu, dan menghabisi mereka semua! " ucap Keenan dengan wajah serius dan fokus ikut komando.
"Arvin, Nadia potong jalur lewat jalan tikus, dan Keenan, Kamu eksekusi di jalur utama. " ucap Papah sebagai komando dalam misi ini.
"Siap, Om! Saya eksekusi jalur utama. " sahut Keenan.
"Siap, Om! " sahut Arvin dan Nadia.
Mobil mereka melewati jalan sesuai komando dari Papah dengan kecepatan jauh dari rata-rata.
Beberapa menit kemudian, mereka mendapatkan informasi terbaru dari Ayah. "Keenan, tepat 500 meter di depan Kamu ada Gudang tua. Mobil mereka berhenti disana. "
"Pak Arvin, anda masuk lebih dulu untuk mengalihkan perhatian mereka, Keenan kamu nyusul dari belakang setelah Pak Arvin masuk dan Nadia Kamu tunggu aja di mobil karena di dalam sangat bahaya. " Komando Papah yang tetap memikirkan Nadia walaupun Ia sangat khawatir sama putrinya.
"Om, Saya juga akan masuk kedalam. Saya akan bantu Pak Arvin mengalihkan penjaga disana, hal kayak gini adalah hal yang paling Saya sukai. " Bantah Nadia memilih ikut masuk kedalam.
"Biarin Nadia masuk, Om. Dia jago beladiri kok. " timpal Arvin yang tahu kalo karyawannya yang satu ini beda.
Papah menghela nafas pasrah"Baik kalo begitu, tapi kamu harus hati-hati. Jangan sampai Kamu nolongin Nayshi tapi Kamu yang susah."
"Santai aja Om, I can do it! " ucap Nadia dengan menancap gas full power.
"Saya sudah sampai didepan gerbang Gudang. " ucap Keenan yang sudah tiba di Gudang yang sangat tua.
Arvin dan Nadia tak lama juga sampai, mereka saling bertatapan satu sama lain sebelum mereka memanjat pagar. Mereka mengangguk mantap, Nadia memanjat lincah mendahului Arvin dan Keenan.
"Serbu!!! " Seru Papah dan Ayah menggelegar serentak memecah keheningan dibalik headset.
Keenan turun dari pagar paling Akhir, Nadia menepuk bahu Keenan seraya menunjukkan arah tangga.
"Pak Keenan! Anda lewat kanan menuju tangga, Saya sangat yakin Nayshi berada diatas. Saya sama Pak Arvin yang akan menghabisi para kurcaci ini. "
Arvin bersiap mendampingi Nadia, merenggangkan jemarinya dan tersenyum miring pada anak buah Irsyad dan Keysa.
Keenan menatap kedua rekannya."Oke, Kalian hati-hati! "
Mereka melewati jalur yang berbeda. Nadia melihat mangsa dihadapannya langsung tersenyum sinis, dan langsung menerjang para penjaga dengan kombinasi serangan kilat yang mampu meratakan para Kurcaci.
Di dalam Gudang tua.
Cahaya remang-remang Gudang menyambut kesadaran penuh Nayshi. Kedua tangannya terikat dibelakang kursi, dihadapannya sosok Irsyad tengah memainkan pisau di tangannya dan Keysa berdiri bersedekap dada di sampingnya dengan sorotan mata kebencian.
"Sudah bangun, Sayang? " bisik Irsyad dengan pisau menyentuh leher Nayshi.
Nayshi menahan napas sejenak saat pisau itu melintas, setelah pisau itu sudah cukup jauh. "KALIAN SUDAH GILA!"
"YA! SEMUA ITU KARENA LU NAYSHI! " bentak Keysa lalu menampar Nayshi.
Plak!
"Kenapa Keenan milih Lu? SEHARUSNYA GUA! " lanjut Keysa dengan memegang pipi Nayshi kasar.
"CUKUP KEYSA! " bentak Irsyad melepaskan tangan Keysa.
Irsyad seakan peduli, Ia mengusap pipi Nayshi yang baru ditampar oleh Keysa, dan Nayshi berusaha menghindar. "Ga sakit kan? "
"Ga usah sok peduli Irsyad. " gumam Nayshi pelan dengan air mata yang terus mengalir, serta rasa takut hingga tangan yang di ikat itu gemetar.
"Aku selalu peduli. TAPI KAMU YANG GA PERNAH PEDULI, NAYSHI! " bentak Irsyad dengan nada pelan diawal.
Dengan amarah, Irsyad membuka baju dan ingin melecehkan Nayshi hingga Ia mencoba untuk mencium bibir Nayshi.
Nayshi terus menghindar dan sangat berharap ada yang menolongnya, Ia terus berdoa dalam hati.
BUGH!
Keenan dari jendela langsung loncat dan menendang Irsyad hingga Ia terjatuh.
"Ke-Keenan? kok Kamu disini? " tanya Keysa dengan tatapan panik.
Keenan mengabaikan Keysa, Ia langsung mendekati Nayshi dan mencoba membuka ikatan tersebut.
"Akhirnya Kamu datang. " bisik Nayshi dengan senyum lega, serta air mata yang masih menetes.
"PAK KEENAN! BELAKANG LU BOTI! " teriak Nadia yang baru menerobos masuk bersama Arvin setelah menghabisi para penjaga diluar.
"Serang !!!!! " Komando Papah dan Ayah bersamaan.
Keenan langsung berbalik badan dan memberikan Irsyad bogem mentah.
DUAK!
"PAK, SEKALIAN LUBANG T*INYA BIAR DIA GA NGEBOTI!" ucap Nadia dengan tangan yang seakan Dia yang nonjok langsung.
Nadia melihat kearah Keysa, amarahnya membabi buta. "CEWE ANJ*NG! " bentak Nadia dengan berlari lalu Ia memberikan bogem mentah ke wajah Keysa.
DUAK!
Arvin langsung membantu melepaskan tali Nayshi yang belum selesai Keenan buka. "Nay, sebentar lagi polisi datang. "
"Iya Pak, terimakasih" sahut Nayshi dengan khawatir melihat Keenan.
DUAK!
"ini pukulan karena Lu berani melecehkan Wanita Gue! " ucap Keenan dengan emosi membabi buta terus memukuli Irsyad.
"Dia wanita Gue. " sahut Irsyad dengan tenaga yang lemah, berhasil membuat amarah Keenan semakin memuncak.
DUAK!
"Ini pukulan karena Lu berani ucap hal itu! " emosi Keenan bener-bener diatas puncak. "Dan ini-"
Pukulan Keenan kali ini tertahan karena pelukan seseorang dari belakang. "Stop, prince Daisy, "
"Aku gapapa, Polisi juga sudah tiba. " lanjut Nayshi dengan suara gemetar serta air mata yang masih membasahi pipinya.
Keenan mendengar suara lembut Nayshi, Ia langsung memutar badan dan memeluk Nayshi dengan sangat erat serta air mata yang tak terbendung. "Maaf, Saya telat Nona, "
Irsyad dengan tenaga terbatas mencoba mencuri kesempatan untuk memukul bahu Keenan dengan Kayu.
Bugh!
Arvin melihat pegerakan Irsyad langsung melayangkan tendangan maut hingga Ia terlempar sampai pojok.
"Semua angkat tangan! " ucap beberapa Polisi dengan pistol ditangannya.
"Nih, Pak otak dari semua ini! " ucap Nadia mendorong Keysa ke tangan Polisi.
"Sama boti yang tergeletak diujung Pak. " lanjutnya dengan menunjuk ke arah Irsyad yang sudah tak berdaya.
Setelah mereka tertangkap, Keenan memberikan Jasnya pada Nayshi dan terus merangkulnya keluar dari Gudang tersebut.
Arvin, Nadia, Keenan dan Nayshi berjalan bersama keluar dari Gudang tua tersebut dengan rasa lega.