Qaireen selalu merasa sendiri, tidak ada yang menyukainya dengan tulus. Semua orang yang dekat dengannya akan memutus hubungan begitu Qaireen hilang dari pandangan mata mereka.
Sampai akhirnya ada satu orang yang datang tiba-tiba dan menyatakan akan membantunya. Qaireen yang tidak percaya dengan orang lagi memutuskan untuk menolak awalnya. Dia masih terus datang tapi Qaireen memperkirakan itu hanya sebentar, paling lama selama satu bulan.
Tapi dia datang lagi, dan lagi. Haruskah Qaireen percaya padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfian Syera Nasution, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau Berarti Untukku
Adha menggendong tubuh Qaireen, mereka seperti terbang di udara. Hal seperti itu adalah biasa bagi orang setengah siluman seperti.
Dia sangat khawatir karena Qaireen belum juga membuka matanya. Adnan memutuskan untuk membawanya pada Adnan dan berharap adnan bisa melakukan sesuatu untuk menolong.
Adha mengetuk pintu cukup keras dan gak sabar. Bahkan ketukannya lebih terdengar seperti penggedoran. Adnan membuka pintu dengan kondisi yang belum stabil.
drek
Pintu terbuka, betapa terkejutnya dia melihat tubuh Qaireen penuh darah dan hilang kesadaran di pangkuan Adha.
"Lakukan apa pun untuk menyelamatkan Qaireen" teriak Adha prustasi.
"Apa yang ter-
Adnan menghentikan ucapannya begitu melihat luka di sekitar jantung Qaireen. Dia mengerti seorang siluman mencoba mengambil mutiara kehidupan dari tubuh Qaireen.
Adnan langsung meraih tubuh Qaireen dari pangkuan Adha dan membawa serta meletakkannya di kamarnya. Adnan meletakkan tangannya pada luka Qaireen.
Dia heran, Kenapa tubuh Qaireen tidak menyembuhkan dirinya sendiri, padahal mutiara kehidupan masih ada di tempatnya.
Adnan mengeluarkan segala kekuatan dan menyalurkannya pada luka Qaireen walaupun kekuatannya belum pulih sepenuhnya.
"Mutiara kehidupan akan kehilangan kekuatan untuk sementara karena pengambilan paksa dari tubuh manusia. Aku pernah baca itu di buku kakekku" ucap Adha sambil meraih tangan Qaireen yang terasa dingin.
"Dia bisa mati kehilangan darah jika terus begini. Aku akan bawa dia ke dokter" tambah Adha.
Adnan tidak menjawab, dia fokus pada apa yang dilakukannya. Bagaimana pun caranya Qaireen harus hidup sekalipun dia kehabisan energi dan mati.
Akhirnya Qaireen menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Nadinya kembali berdenyut normal. Saat Qaireen membuka matanya Adnan ambruk ke lantai setelah kehilangan cukup banyak energi.
Adnan berbaring di samping Qaireen. Adha sengaja menaruh mereka bersama untuk mempermudah dia merawat ke duanya. Qaireen berusaha bangkit dari tempat tidur saat merasa tubuhnya sudah mulai pulih.
"Apa yang terjadi pada Adnan? Apa dia baik-baik saja" ucapnya khawatir.
"Dia membantu mu pulih dan dia berakhir begitu" jawab Adha sengaja gak ingin cerita mengenai Adnan yang rela kehilangan nyawa demi menyembuhkan Qaireen.
"Harusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, kau lupa apa yang terjadi" tambah Adha lagi.
"Aku diikuti seseorang dan dia menghempaskan ku ke jalan dan setelah itu semua gelap"
"Sebaiknya jangan berjalan-jalan sendiri saat malam, banyak siluman mengincarmu" jawab Adha khawatir.
"istirahatlah di kamarmu" perintah adha.
"Aku disini saja, menjaga Adnan. Sebaiknya kau pulang"
"Aku hampir gila melihatmu di lukai oleh siluman, sebelum Adnan sembuh dan bisa menjaga mu. Aku tetap disini" jawab Adha tampak serius.
"aku terluka" tanya Qaireen belum sadar, karena dia tidak merasakan sakit sama sekali.
Adha menatap bekas darah di baju putih Qaireen. Walaupun semua luka di tubuhnya hilang tanpa bekas tapi bekas darah itu bisa menjelaskan semuanya. Qaireen terkejut dan gemetar melihat banyak bekas darah di bajunya.
"Kau harus mendengarkan Adnan, setidaknya aku. Aku sangat tahu betapa brutalnya siluman" terang Adha.
"Aku harus harus hidup normal, kau tahu sendiri semua yang terjadi padaku sekarang hanya sementara. Saat waktunya tiba aku akan kembali seperti sedia kala"
"Qaireen yang tidak dianggap dan dikucilkan, aku merasa hidup karena mutiara ini. Jadi saat waktunya sudah tiba aku ingin tetap seperti ini" tambah Qaireen sambil menangis.
"Ada atau gak ada mutiara itu, Qaireen tetaplah Qaireen untukku. Saat hari yang kau takutkan itu datang, aku akan ada di sampingmu" jawab Adha tulus.
...****************...
Qaireen menyiapkan makanan pagi sekali. Dia menata makanan di meja untuk porsi tiga orang. Adha datang mendekati meja makan seorang diri.
"Adnan masih belum bangun" Qaireen tampak khawatir.
"Dia belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan"
"aku akan kesana melihat kondisinya, kakak silahkan makan dulu" ucap Qaireen sambil berlalu.
Qaireen duduk di dekat Adnan begitu dia sampai di kamar. Dia meraih tangan Adnan sambil mengusapnya pelan.
"A-ku aku mohon kembali seperti semula. Aku janji akan membantumu. Kau bilang mutiara kehidupan yang ada di sini harus selalu dekat dengan mu" ucap Qaireen sambil menunjuk jantung hatinya sambil menangis.
"Aku akan menepati janji itu, kumohon buka matamu" tambah Qaireen lagi.
"Pantas saja aku kehilangan hawa siluman darinya selama beberapa waktu" ucap Amira yang tiba-tiba ada di antara mereka.
"Apa yang terjadi padanya, kau pasti tahu" tebak Qaireen tanpa basa-basi.
"Dia kehilangan separuh energi silumannya, satu-satunya cara agar dia kembali adalah mengembalikan mutiara kehidupan padanya"
"Kalau dia bisa kembali tanpa itu, Waktunya entah kapan dan kalau terlalu lama dia akan mati"
"mutiara kehidupan adalah penghasil energi untuk siluman. Saat mutiara kehidupan diambil dari tubuh siluman secara berlahan energi siluman akan habis tanpa ada penggantinya. Karena itu hanya bertahan selama 1000 hari" Amira menjelaskan panjang lebar agar Qaireen mengerti.
"Jadi maksud mu. Gak ada jaminan saat 1000 hari nanti Adnan akan kembali seperti sedia kala bahkan taruhannya adalah nyawa" tebak Qaireen.
"Gadis pintar, itu benar sekali"
"Adnan tahu"
"Dia tahu semuanya" balas Amira jelas.
Qaireen hampir jatuh kalau tidak berpegang pada pinggir tempat tidur. Dia gak menyangka dampaknya akan sebesar ini pada Adnan. Qaireen meraih tangan Adnan lagi dan menepuk pipi Adnan pelan tapi sering.
"Kau harus bangun, setelah kau bangun. Kau bisa ambil kembali mutiara kehidupan ini dariku. Kau harus hidup seperti sedia kala" ucap Qaireen penuh harap.
"Kau bisa mengembalikan mutiara itu walaupun belum waktunya. Tapi taruhannya adalah nyawamu. aku bisa membantumu" tawar Amira sebelum pergi.
"Jangan coba lakukan apa pun pada Qaireen" ancam adha pada Amira. Dia gak sengaja menguping membicaraan antar dua orang itu.
"Jangan lakukan apapun yang mengancam nyawanya" tambahnya lagi.
"Aku gak memaksa, aku hanya memberi saran" jawab Amira sambil tersenyum penuh arti.
...****************...
Adha menarik Qaireen keluar ruangan. Adha melepaskan tangan Qaireen begitu sampai di taman depan rumah.
"Jangan nekat Qaireen. Adnan memberi mutiara itu padamu dengan tulus. Dia pasti gah ingin kau melakukan hal yang membahayakan nyawamu" ucap Adha sambil memegang tangan Qaireen.
"Sejak awal aku bukan siapa-siapa kak. Sekalipun aku pergi gak akan ada yang tahu. Tapi Adnan pantas untuk hidup"
"Aku peduli, aku gak bisa kalau kau mati" teriak Adha hilang akal.
"Jangan lakukan apapun, sekalipun dia gak kembali. Dia hanya seorang siluman yang gak sengaja datang ke dunia ini"
"Siluman yang satu itu sangat berarti untukku. Tolong jangan hina dia seperti itu. Dia adalah orang pertama yang mengakui keberadaan ku" balas Qaireen sambil bercucuran air mata.
"Aku akan mengembalikan mutiara ini padanya, apa pun yang terjadi" ucap Qaireen mantap walau hatinya sangat takut dengan apa yang akan terjadi.
"Apa aku gak ada artinya sama sekali untukmu? Kau juga sangat berarti untukku" jawab Adha dengan penuh kesedihan.
Bersambung ....
blm mudeng aqu....
tlg dong, thor....