Novel Pertama
Please buat para reader tercinta harap berikan kritik dan saran nya serta like di novel ini.
Untuk hadiah maupun vote itu terserah kalian.
Cerita kehidupan seorang gadis muda yang terlahir dari keluarga yang sederhana, Ia bernama Starla.
Memiliki krisis kepercayaan diri atau minder dalam menjalin hubungan. Merasa tidak ada yang bisa ia banggakan dalam hidupnya.
Berawal dari dirinya yang mendapat ungkapan perasaan dari teman satu kelas nya yang bernama Kristo, namun kenyataannya lelaki itu mendapat penolakan dari Starla karena rasa minder nya kemudian diangkat sebagai adik oleh seorang Agra yang sangat menginginkan adik perempuan.
Memiliki mimpi dan rencana-rencana sederhana dalam hidup nya. Hingga kisah cinta Starla yang jatuh bangun dan akhirnya kandas lalu bertemu kembali dengan seseorang yang pernah ada di masa lalu nya beberapa tahun silam.
Bagaimana akhir kisah cinta dan perjalanan hidup Starla ?
___ Rancangan mu akan kalah dengan Rancangan Nya ___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christina De'audea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Kelulusan
Pukul 19.00 Agra dan Angel sudah bersiap hendak keluar untuk makan malam. Agra tampak tampan dan Angel pun tampak cantik dan anggun. Mereka sampai di sebuah restoran tempat mereka makan malam.
"Permisi tuan dan nyonya, ini buku menu nya, mau pesan apa ?" Tanya seorang pelayan restoran.
"Tunggu sebentar ya mbak, kami lihat dulu menu nya." Ucap Angel tersenyum ramah.
"Baik nyonya." Sang pelayanan masih berdiri menunggu Agra dan Angel yang memilih makanan di buku menu.
"Kami pesan Beef steak black pepper sauce dan Ayam lada hitam."
"Baik nyonya lalu untuk minum nya ?
"Minum nya Orange juice saja 2."
"Tidak, aku air mineral saja." Agra menolak untuk dipesankan Orange juice.
"Ah iya itu saja mbak." Ucap Angel.
"Baik mohon ditunggu sebentar tuan dan nyonya."
Makanan yang mereka pesanan sudah datang. Mereka berdua menyantap makanan mereka dengan sesekali mengobrol kecil. Hingga mereka menyelesaikan nya. Saat mereka tengah mengobrol santai, tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.
"Nona Angel." Suara bariton terdengar dari samping meja mereka.
Sepasang suami-istri itu menoleh ke sumber suara. Lelaki yang menyapa Angel tadi tersenyum. Angel sempat kaget melihat pria itu namun seketika ia tersenyum tipis.
"Ah tuan Riko, anda disini ?" Tanya Angel yang menunjukkan senyum manis dibibir nya.
'Pria itu... kalian sungguh sangat... Ah baiklah.' Gumam Agra dalam hati bersikap biasa saja.
Agra diam mendengarkan sang istri dan pria itu saling menyapa.
"Ya aku akan makan malam disini, Tuan Agra." Riko menyapa.
Agra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku permisi. Nona Angel jangan lupa untuk besok."
"Ah iya. Terimakasih sudah mengingat kan."
Riko melihat Angel dan mengedipkan sebelah matanya memberi kode pada Angel, Angel membalasnya dengan senyum.
Kode itu tentu saja Agra menangkap nya. Riko meninggalkan mereka berdua.
"Apa kalian sedang bekerjasama sama ?" Tanya Agra membuyarkan senyuman Angel.
Angel gugup dengan pertanyaan suaminya.
"Em i..iya aku kantor ku sedang bekerjasama dengan nya, menangani kasus perceraian nya dengan istrinya." Angel tersenyum mencoba menghilangkan rasa gugup nya.
"Hem ya, dan kamu tentu saja harus membantu nya bukan ?"
"Ah iya sebagai seorang pengacara tentu saja ketika kami diminta untuk membantu klien, maka kami akan membantu mereka."
"Ya itu benar sekali." Ucap Agra dengan senyum nya yang terpaksa.
Mereka mengakhiri percakapan mereka dan memutuskan untuk pulang. Didalam mobil tidak ada pembicaraan diantara mereka, Agra fokus menyetir mobil nya sedangan Angel sibuk dengan ponsel nya. Agra tidak peduli dengan kesibukan istri nya.
Mereka sampai di rumah langsung masuk menuju kamar mereka.
"Sayang..." Panggil Angel dengan manja.
"Hem." Jawab Agra sekenanya.
"Sayang, aku merindukan mu."
Tangan Angel bergelayut manja pada lengan sang suami, mulai memeluk Agra. Agra memang membalas pelukan wanitanya itu.
"Sayang apa kamu tidak merindukan ku ?"
Angel mulai melonggarkan pelukannya dan tangan nya mulai aktif membuat pola abstrak di dada hingga perut Agra yang masih terlapisi oleh pakaian nya.
"Aku menginginkanmu sayang." Dengan nada manja dan berbisik yang ia buat terdengar sensual. Menghirup dan mencium dada sang suami.
Agra hanya terdiam tak merespon. Ia tahu sang istri ingin menghabiskan malam ini bersama, sejak ia melihat isi chatting sang istri tadi siang ia menolak tidak menginginkan hal yang sama dengan sang istri.
"Sayang, aku sangat lelah besok aku harus mempersiapkan beberapa hal untuk rapat perpisahan di sekolah." Agra mencari alasan untuk menghindari keinginan sang istri.
"Sayang..."
"Kamu ganti baju mu, aku akan ke kamar mandi membersihkan diri."
Angel cemberut keinginan untuk menghabiskan malam bersama sang suami tidak bisa ia lakukan. Ia menuju lemari mencari pakaian tidurnya yang sangat seksi dan memakainya dengan tujuan untuk menggoda sang suami. Agra keluar dari kamar mandi, setelah selesai mencuci muka dan menggosok giginya, ia melihat Angel mengenakan lingerie seksi nya. Agra berjalan mendekati sang istri.
"Aku sudah selesai, pergilah bersih kan dirimu sebelum tidur."
Angel bukan nya menuruti saran sang suami, ia justru memeluk nya.
"Angel..."
Sang istri tidak menghiraukan panggilan itu, ia justru semakin mengeratkan pelukannya dan mendorong Agra keranjang, Ia mencium bibir Agra tangan nya membelai dada suaminya. Sebagai seorang laki-laki tentu saja jiwa lelaki nya terangsang, yang memperlakukan nya seperti itu adalah istrinya sendiri sah dan halal baginya, bagian bawahnya sudah mulai sesak, namun, ia teringat kejadian yang ia lihat tadi siang, ia pun mendorong sang istri pelan.
"Angel aku mau mengganti pakaian ku." Agra bangun dari posisi berbaring nya di atas ranjang.
"Sayang.." Angel menarik lengan Agra memohon.
"Mengerti lah aku lelah." Agra beranjak meninggalkan istri nya.
Angel kecewa dengan penolakan sang suami. Ia masuk ke dalam kamar mandi, Agra mengganti pakaian nya. Mereka akhirnya tidur dengan Agra yang membelakangi sang istri.
-
-
Di rumah Starla
Keluarga kecil nan sederhana itu sedang melakukan kegiatan makan malam mereka. Dengan lauk dan sayur seadanya mereka menikmati makan malam mereka dengan penuh syukur.
"Nak, kapan pengumuman kelulusan mu ?"
"Besok 2 minggu lagi Ayah."
"Apa ada acara kelulusan di sekolah ?"
"Sepertinya ada Ayah."
"Apa akan ada pembayaran lagi untuk acara itu ?"
"Biasanya ada Yah. Ikut ataupun tidak ikut acara kelulusan tetap seluruh siswa harus membayar nya."
"Baiklah nanti akan Ayah usahakan."
"Iya Ayah terimakasih."
"Sudah nanti lagi bicara nya, kalian habiskan. dulu makan malam nya." Mama mengingat kan anak dan Ayah itu agar menghabiskan makanan mereka dahulu, menghindari akan ada nya kecelakaan kecil saat makan seperti tersedak ketika makan sambil berbicara.
Mereka menghabiskan makan malam mereka, setelah selesai biasanya keluarga kecil itu berkumpul di ruang keluarga untuk menonton televisi kecuali Mama Strala dan Starla akan merapikan dan membersihkan sisa makanan mereka, mencuci piring sebelum berkumpul setelah itu baru mereka berkumpul bersama.
"Ndug, lalu teman-teman mu itu mereka meneruskan kuliah dimana ?"
"Oh mereka meneruskan kuliah di universitas S dan Y kalau Desi dia sama seperti ku tidak melanjutkan pendidikan."
"Oh berarti Desi akan bekerja kan setelah lulus nanti ?"
"Iya dia akan bekerja ikut dengan mbak nya di kota J."
"Mama kira Desi akan melanjutkan pendidikan nya, anak itu kan pintar, jadi bisa mengikuti jalur beasiswa kan."
"Dia sama seperti ku Ma, meskipun bisa masuk dengan jalur beasiswa tapi tetap saja tidak seluruhnya bisa tercover dengan uang dari beasiswa itu kan, ia takut jika nanti akan merepotkan kedua orangtuanya jadi lebih baik ia bekerja saja."
"Maafya Ndug, kamu tidak bisa melanjutkan pendidikan saat ini, Ayah dan Mama belum memiliki biaya untuk itu." Mama Starla mengusap kepala Starla.
"Tidak apa-apa Ma, Lala juga tidak memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan, niat Lala setelah lulus nanti akan bekerja saja, bisa membantu Mama dan Ayah. Bantu buat biaya sekolah Johan."
Itulah keinginan Starla sejak dirinya masuk SMA, ia tidak memiliki keinginan sama sekali untuk kuliah. Ia tidak mau memberatkan kedua orang tua nya, ia ingin meringankan beban orang tua nya dan membantu orang tua nya.
-
-
Saat ini hari yang ditunggu-tunggu pun datang, hari ini adalah hari pengumuman kelulusan untuk SMA seluruh Indonesia.
Starla dan teman-teman nya masuk sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan. Dan pengumuman kelulusan itu tidak di tempel pada dinding informasi melainkan satu persatu siswa siswi diberikan sebuah amplop putih yang dari luar amplop sudah tertulis nama masing-masing para siswa siswi kelas XII dan bagian dalam nya terdapat surat pengumuman kelulusan.
Mereka diarahkan untuk memasuki kelas mereka masing-masing, duduk tenang di bangku masing-masing yang selama ini mereka tempati.
"Selamat pagi anak-anak " Sapa guru wali kelas mereka untuk mengawali pertemuan mereka setelah sekian lama tak bertemu.
"Pagiii Buu..!!" Jawab para siswa siswi yang ada di kelas Starla.
"Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan kalian. Ibu tidak menyangka jika kebersamaan kita begitu cepat berlalu, ibu merasa baru kemarin ibu menjadi wali kelas kalian." Ucap wali kelas Starla dengan haru.
"Ibu harap kedepannya kalian bisa menjadi anak-anak yang sukses, bisa meraih cita-cita kalian. Bersungguh-sungguh lah dalam meraih masa depan kalian, kalian masih muda jadi masih banyak waktu yang bisa kalian gunakan jangan sia-siakan waktu dan kesempatan kalian."
"Dan untuk bocoran saja, sekolah sedikit kecewa karena ada beberapa siswa siswi di kelas ini yang terpaksa tidak bisa lulus tahun ini."
Ucapan sang wali kelas membuat siswa siswi sontak terkejut. Merasa deg degan, mereka harap-harap cemas, takut jika salah satu dari mereka yang dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional.
"Ibu akan membagikan surat kelulusan kalian, kalian, silahkan untuk siswa-siswi yang duduk paling depan bisa membantu ibu untuk membagikan surat ini pada teman-teman kalian yang berada satu deret dibelakang kalian."
Empat siswa siswi maju ke depan untuk membawa amplop putih yang masih tersegel rapat itu. Mereka menunggu antrian untuk membawa amplop dengan nama masing-masing siswa siswi yang satu deret dengan mereka. Satu siswa membawa 8 amplop. Setelah mendapatkan nya, mereka kembali secara bersamaan untuk membagi nya.
"Aduh aku deg degan nih. Nasib kita hanya ditentukan selama empat hari kemarin loh." Ucap Maria.
"Aku kok jadi takut ya, kemarin aku enggak yakin sama jawaban aku." Ucap Lucia.
Semua siswa telah mendapatkan amplop mereka masing-masing. Ada yang tak sabar untuk membuka nya, ada yang penasaran dengan isi di dalam nya. Jantung mereka berdegup kencang dan merasa tegang.
"Baiklah kalian bisa membuka nya sekarang." Ucap sang wali kelas.
Mereka akhirnya membuka amplop masing-masing dengan perasaan tak menentu, harap-harap cemas. Mereka membaca hasil dari ujian mereka selama 4 hari kemarin.
"Aaaaaa.... Aku lulus !!" Teriak Riana.
"Aku juga hahaha..." Sahut Susan senang.
"Lulus Des hahaha kita lulus..." Ucap Starla.
"Iya La haha duh senang banget kita bisa lulus." Ucap Desi.
Seketika suasana kelas menjadi riuh dengan suara para siswa siswi, tawa dan teriakan bahagia menggema di ruang kelas itu bahkan tak hanya di ruang kelas Starla, di ruang kelas yang lain pun sama terdengar suara riuh setelah melihat dan membaca surat yang bertuliskan kata "LULUS" yang tercetak dengan huruf besar dan tebal. Mereka mengekspresikan dengan teriakan, saling peluk, bertos ria bahkan ada yang meloncat-loncat. Tawa tersungging dibibir mereka masing-masing. Tidak ada ekspresi kesedihan diantara mereka, semua siswa siswi dinyatakan lulus.
"Kita lulus semua Bu." Ucap salah satu siswa di kelas itu.
"Iya kalian lulus semua, siswa-siswi SMA HL dinyatakan lulus 100% tahun ini sama seperti tahun-tahun kemarin."
"Tapi ibu tadi bilang kalau angkatan kita ada yang tidak lulus." Kali ini Starla yang berucap.
"Ibu sengaja mengerjai kalian haha supaya kalian harap-harap cemas dulu sebelum melihatnya sendiri hahaha." Ucap wali kelas Starla.
"Selamat ya buat kalian, kalian lulus 100%. Tidak ada yang tertinggal di sekolah ini."
"Ada Bu yang tertinggal." Willy tiba-tiba menjawabnya ucapan wali kelas nya.
"Hem ? apa yang tertinggal Willy ?"
"Yang tertinggal kenangan-kenangan selama disini Bu." Buka Willy yang menjawab melainkan Kristo.
Wali kelas hanya tersenyum, siswa siswi uang lain pun tertawa menanggapi ucapan Kristo.
Pertemuan mereka akhirnya mereka akhiri. Mereka dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing dengan membawa surat hasil kelulusan mereka yang akan mereka tunjukkan ke orang tua mereka saat di rumah nanti. Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk berfoto bersama teman-teman mereka dan para guru.
Demikian pula Starla, ia berfoto bersama teman-teman nya. Berfoto bersama Kristo pun ia lakukan karena Kristo meminta untuk berfoto bersama dengan nya hanya berdua saja. Sebelum Kristo pergi dari kota itu.
Tidak hanya dengan Kristo, Starla juga sempat berfoto dengan Agra sang Kakak angkat nya. Saat ia bertemu dengan Agra di taman sekolah.
"Selamat dek, kamu lulus sekarang. Kita harus merayakan hari kelulusan mu nanti." Ucap Agra tersenyum, ia tidak mengelus kepala Starla mengingat ini di lingkungan sekolah dan masih ada beberapa siswa siswi SMA HL, ia hanya menjabat tangan Starla.
"Iya terimakasih Pak." Strala memang pasti akan memanggil Agra dengan formal ketika berada dilingkungan sekolah.
Tidak ada acara konvoi kelulusan karena pihak sekolah sudah mengultimatum para siswa-siswi nya yang akan menjadi mantan siswa-siswi SMA HL itu.
Beberapa siswa hanya kumpul bersama untuk makan-makan dibeberapa tempat makan. Seperti hal nya Starla dan kawan-kawan mereka memilih makan di warung makan Padang untuk merayakan kelulusan mereka.Sebelum akhirnya benar-benar pulang ke rumah masing-masing.
penasaran ih
Salam dari"Malaikat putih"🤗🤗
kasihan starlanya
Salam dari"Malaikat putih"🤗🤗