Reza Pahlevi, pria berumur 35 tahun yang menawarkan pernikahan kontrak kepada seorang wanita bernama Nagita
hal tersebut karena darah yang terus mendapatkan tekanan dari sang kakek yang memintanya untuk segera menikah.
Dia pun akhirnya menerima tawaran dari sekretarisnya untuk menikah kontrak dengan seorang wanita bernama Nagita yang terpojok karena terlilit hutang di bank.
bagaimanakah kisah percintaan mereka akankah hubungan mereka diwarnai dengan perasaan ataukah berakhir sesuai kontrak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.27
"Tuan?" ucapan Nagita pelan. "Kenapa kesini, saya sudah bilang sebentar lagi pulang." Nagita kembali melirik kearah sang Ibu dan Kakek yang terlihat senang melihat kedatangan Reza.
"Aku ingin menjemput kamu." Reza tersenyum lalu melanjutkan langkahnya melewati Nagita. Dia berhambur memeluk Ibu mertua, karena mereka sudah lama tidak bertemu.
"Maaf ya, Bu. Aku jarang kesini karena terlalu sibuk. Minggu ini aku dan Nagita akan datang untuk menginap," ucap Reza saat melepaskan pelukannya.
"Iya Ibu paham. Sepertinya kamu bahagia sekali, Ibu lega. Tadinya Ibu khawatir Nagita akan membuat kamu susah," ujar Ibu. Seperti biasa dia malah khawatir jika Nagita tidak bisa melakukan yang terbaik untuk suaminya.
"Kalau begitu Kakek pulang sendiri, kamu pulang sama Gita ya. Kalau kalian tidak mau pulang juga tidak apa-apa," ujar Kakek lalu bergegas masuk kedalam mobil.
Reza hanya bisa tertawa mendengar ucapan kakeknya. Setelah kepergian sang Kakek dia mengalihkan pandangan kearah Nagita yang masih berdiri di posisi yang sama.
"Bu kalau begitu aku pulang dulu. Aku akan datang lagi hari Minggu."
"Iya kamu hati-hati, lihat wajah Gita sudah merenggut, kamu harus pandai merayu disaat dia seperti itu."
"Iya, Bu." Reza kembali mecium rangan Ibu lalu berbalik pergi menghampiri Nagita.
Nagita mengerutkan keningnya melihat Reza yang sejak tadi terus tersenyum saat melihatnya. "Tuan, apa anda sakit? Kenapa senyum terus dari tadi."
Bukannya menjawab pertanyaan dari sang istri dia malah tergagah sendiri. "Sudahlah, ayo masuk. aku mau mengajak kamu kesuatu tempat. Senja sore ini pasti sangat indah disana."
Nagita tidak bisa bertanya apapun lagi kecuali menuruti permintaan Reza, dia masuk ke dalam mobil duduk santai, meski pikirannya dipenuhi dengan banyak pertanyaan Kenapa semakin hari suami terlihat berbeda.
***
Sekitar dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan meski Nagita masih nampak bingung. dia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling tempat yang nampak seperti taman.
"Tuan ini sudah jam lima sore Untuk apa kita jalan-jalan ke taman?"
"Aku ingin melihat matahari terbenam ... bersamamu," ucap Reza sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tiba-tiba dia merasa sangat grogi di hadapan Nagita. "Ayo, kita duduk disana."
Reza melangkah terlebih dahulu lalu diikuti Nagita setelahnya. Di sebuah batang pohon besar yang telah tumbang di tepi danau, mereka duduk berdampingan menatap ke arah langit sore yang menjingga.
"Anda sering kesini?" tanya Nagita tiba-tiba.
Reza menoleh melihat sang istri yang sedang duduk disampingnya. "Ya sering dulu bersama seseorang yang sangat penting bagiku."
Nagita menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis. "Oh dulu sering kesini sama mantan? Pantas saja tempat ini memang sangat indah untuk didatangi dengan seseorang yang--"
"Mama." Potong Reza. "Dulu aku sering datang kesini bersama Mamaku. Setelah kepergiannya aku tidak pernah kesini lagi, hari ini entah kenapa aku ingin mengajak kamu kesini." Dia kembali melihat Nagita yang juga sedang menatapnya. "Ck, lucu ya. Kenapa harus kamu, kenapa aku tiba-tiba ingin pergi bersamamu kesini?"
Nagita terdiam sebentar, dia menatap Reza dengan lekat seraya terus tipis. "Tuan bertanya kenapa harus aku? Sekarang aku balik bertanya, siapa lagi jika bukan aku?"
Nagita mengalihkan pandangannya kearah langit sore. "Walau bagaimanapun, saya ini adalah istri anda, Tuan. Anda bisa membagi kesedihan anda kepada saya." Dia kembali melihat kearah Reza. "Setidaknya sampai batas perjanjian yang anda buat, benarkan?"
Melihat senyum tulus yang terpancar dari wajah Nagita, membuat Reza bungkam seribu bahasa. Dia tidak bisa membenarkan ataupun membantah ucapan Nagita. Ya, sepertinya dia mulai dilanda kebimbangan.
Kenapa aku mulai bimbang dengan perasaanku sendiri. Kenapa aku menjadi seperti ini hanya karena dia, siapa dia? Bagaimana bisa dia membuat aku seperti ini, batin Reza.
Bersambung 💕
like
komen
give
star
iklan
tersemat
semangat y a k chayo
di tunggu extra part nya thor tetep semangat 💪💪💪