Cerita ini menceritakan seorang gadis yang sedang menjalani tiga tahun terakhir sekolahnya di sma dengan belajar yang giat.
Walaupun dirumahnya dia bahkan tidak dianggap seorang anak oleh ayahnya sendiri setelah Ibunya meninggal.
Satu hal yang dia ingin lakukan saat sedih akibat keluarganya adalah pergi dari rumah itu ke tempat yang amat teramat jauh. Dan suatu ketika dia mendapatkan kesempatan itu dan bisa belajar bisnis dengan orang terkemuka tapi di saat bersamaan ada rasa cinta yang melekat didirinya.
Akankah dia harus memilih bisnis yang dia idam idamkan atau cinta yang tak pernah dia dapatkan dikeluargaa??
Maaf yaa kalau ceritanya berbelit belit melingkar lingkar, kalau suka bisa dilanjutkan kalau tidak bisa stop di sana hehe.
Tolong mampir yaaa!!!😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Januariliving, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 27
Setelah itu ifani menjelaskan perkalian terlebih dahulu , saat dia membuat sebuah soal dan menanyakan jawabannya pada salah satu murid disana dan memastikan semunya sudah mengerti dia melanjutkannya dengan pembagian.
"Baik adik adik karna semuaya sudah mengerti jadi apa kalian siap untuk quisnya??" tanya Ifani.
"Siappppp!!!!" semuanya antusias.
"Tadi kamu bilang akan memberi mereka hadiah , hadiah apa??" tanya Dadang.
"Ooh iya , apa ya?? " Ifani melihat tasnya dan membukanya lalu melihat uang uang pecahan kecil yang dia kumpulkan waktu masih SD.
"Wah uangnya masih ada , aku akan menggunakan ini saja aku harap 2 ribu nggak terlalu sedikit" ujar Ifani.
"Saya rasa mereka akan sangat senang bahkan dengan uang seribu" ujar Dadang.
"Baiklah adik adik siapa yang mau hadiahnya uang ??" tanya Ifani.
"Mauuuu !!! "Riuh semua murid.
"Baiklah kita mulai dari yang paling mudah , siapa yang bisa jawab bisa dapat uang seribu mau?? Eeh nggak 2 ribu saja deh" ujar Ifani.
"Mauuuu !!!" ujar semuanya.
"Baiklah siapa yang bisa jawab" Ifani pun menuliskan soal pertama di papan hijau disana.
"Aku aku akuu !! " ujar semuanya.
"baiklah kak dadang silahkan dipilih" ujar Ifani kepada Dadang.
"Aku??" tanya Dadang.
"Iya"Ifani~
Dadangpun memilih satu diantara semua murid disana.
Murid itu bisa menjawabnya dan Ifanipun memberikannya uang.
Walau hanya 2 ribu dia sangat sangat bahagia sampai melompat lompat.
Ifani melanjutkanya dan semakin lama soalnya semakin sulit dan uangnya semakin banyak.
Setelah uangnya tinggal satu lembar dan nilainya 50 ribu dia membuat soal yang rumit.
"Baik ini terkhir yaa , siapa yang bisa jawab dia akan dapat 50 ribu" ujar Ifani.
Semua murid disana sangat senang , mereka seperti menghitung apa saja yang bisa mereka beli dengan uang 50 ribu itu.
"Baik tolong dijawab ini yaa" Ifani menuliskan soalnya di papan.
Karna soalnya ada perkalian , tambahan ,dan pembagian jadi semuanya diam , ada juga yang mencobanya tapi salah.
"Neehh semuanya nggak ada yang bisa jawab ini?? Soalnya mudah loh" ujar Ifani.
"Jawabannya 5 kan??" tanya Dadang.
"Iya "jawab Ifani.
Lalu ada satu anak yang maju dan mengerjakannya , Ifani sangat senang karna dia pikir anak itu nggak menyukainya karna anak itu hanya terdiam saat dia menjelaskannya.
"Jawabannya 5" ujar anak itu.
"Betulll !! Jawabannya lima" Ifani pun menjelaskan cara mencarinya.
"Ini , gunakan dengan baik yaa " ujar Ifani.
"Baiklah , siapa yang nggak bisa jawab jangan berkecil hati yaa , belajar terus kalian pasti bisa " ujar Ifani menyemangati murid itu.
"Nah karna sudah selesai jadi boleh nggak kakak mengambil foto bersama kalian??" tanya Ifani.
"Boleh " jawab mereka.
Ifani mengeluarkan kameranya dan memfoto mereka dari depan lalu mengajak mereka berfoto bersama.
"Ayo ayo semuanya kedepan kita akan mengambil foto bersama" ujar Ifani lalu meletakkan kamera yang sudah disetel dengan waktu di meja murid dan mereka berfoto di depan papan.
Saat Ifani sedang mengecek hasil fotonya semua anak mengerumuninya sambil kagum melihat kamera itu.
"Ayoo kita foto lagi" ujar Ifani lalu mengajak semuanya satu persatu berselfi dengannya.
Mereka semua sangat bahagia karna mendapatkan uang dan bisa berfoto.
"Aku akan mencetak foto ini untuk kalian semua yaa !! Jadi tunggu aku datang lagi yaa . kalau begitu kakak pamit dulu yaa semangat sekolah " ujar Ifani lalu mereka pulang karna sudah jamnya murid murid pulang.
"Waah aku merasa sangat berguna , aku bahagia banget melihat mereka ikut bahagia . kalau di kota bahkan anak TK pun nggak mau dikasih uang 2 ribu"
"Makasih ya udah ajak aku kesini , nanti kalau cetakan fotonya sudah jadi ayo kita kesini lagi " ujar Ifani.
Dia sangat bahagia seperti semua rasa sakit yang telah dia lewati selama ini terbang menghilang melihat senyuman semua anak anak itu.
"Aku lihat bahkan mereka sekolah dengan memakai sandal tapi semangatnya tetap kuat walau temannya sudah punya sepatu" ujar Ifani lagi.
Lanjut ke episode selanjutnya...............
Jangan pernah menyerah yaa teman teman apapun keadaan kita sekarang👍✊👋