Lynelle Cheverly, Wanita tangguh. Yatim piatu saat umur 10 tahun. Sejak saat itu dia harus menghidupi dirinya. Tak sengaja dia bertemu dengan Evrard Kenneth orang paling berpengaruh di Prancis, Siapa yang tak kenal dengan pria tampan itu.
Kehidupan Lynelle pun berubah sejak Evrard membawa dirinya ke mansion milik Evrard, kemewahan dan perlakuan khusus mengelilingi dirinya, tetapi sejak kemunculan Dio, sahabat kecil Lynelle semuanya berubah. Pria itu membawa Lynelle pergi dari sangkar emas Evrard. Sejak saat itu kesialan mulai menimpa dirinya, perlahan masalalu Lynelle berdatangan menggoncang mentalnya. Serta penghianat dirasakan oleh Lynelle
Tetapi Evard dengan sigap kembali merengkuh Lynelle, menariknya dari lorong gelap. Menghapus semua luka yang dirasakan oleh wanita cantik itu. Hingga dimana mereka berdua benar-benar meyakini bahwa Cinta telah tumbuh dihati keduanya
Lynelle pun akhirnya dipersunting oleh Evrard, berhasil kah dirinya menghadapi semua masalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaTiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin kembali
Dering alarm di ponsel Lynelle, membuyarkan mimpi indahnya wanita itu mengerjap dan membuka mats indahnya perlahan. Melirik kesamping nampak pria tampan itu masih tertidur pulas sembari memeluk erat tubuhnya, perlahan tangan kecil itu terulur menggapai ponsel lalu mematikan alarm, wanita itu menyingkirkan tangan besar milik Evrard lalu dia terduduk di ranjang Lynelle terdiam guna mengumpulkan kesadarannya, matahari belum menampakkan sinar karena jam baru menunjukkan pukul enam pagi.
"Hempt, sudah bangun Cheri" sebuah suara mengagetkan dirinya.
"Eh, aku mengganggu tidurmu?" Lynelle bertanya balik.
"Ya, aku merasakan ranjang bergerak" Lynelle terdiam, hanya pergerakan diranjang membuat pria itu bangun.
"Maaf telah mengganggu" ucap Lynelle, Evrard menatap lekat Lynelle lalu tersenyum
"Tak apa Cheri" gumam Evrard sembari tersenyum lebar, perlahan pria itu menuruni ranjang, berjalan kearah jendela lalu membuka tirai.
"Masih sangat pagi" ucap Evrard
"Ya, hari ini aku ada kelas pagi kak"
"Begitu, yasudah sana mandi" titah Evrard
"Ya kak tunggu aku di meja makan saja"
"Ya"
Wanita itu menuruni ranjang berjalan menuju walk in closet lalu melepas semua pakaiannya, ia meraih bathrob lalu memakai pada tubuh mungil itu, berlalu ke kamar mandi.
Evrard terpaku melihat Lynelle melintas hanya menggunakan bathrobe, ia menalan saliva dengan susah paya ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotor terhadap wanitanya. Gegas Evrard keluar dari kamar dan menuju meja makan, disaat menuju meja makan ia menyempatkan diri untuk mencuci muka, tangan dan menggosok gigi.
Dua puluh menit kemudian, Lynelle telah selesai mandi dan berpakaian, dia tak perlu risau karena barangnya masih tertata rapih disini, dia memilih gaun putih bermitif bunga-bunga kecil kesukaannya, dipadukan dengan high heels berwarna senada rambut indahnya ia ikat rapih wanita itu memoles tipis wajahnya menggunakan make-up, lalu mengoles lip gloss untuk melembabkan bibir setelah siap, dia memilih tas. Wanita itu tertuju pada mini bag berwarna krem ia menjatuhkan pilihan pada tas itu, gegas memasukkan beberapa keperluan kuliahan dan juga ponsel, berlalu ke lantai satu menuju meja makan.
Ting
Lift terbuka, Lynelle segera keluar dan berjalan cepat keruang makan, disana nampak pria tampan sedang menyuap makanan ke mulutnya.
"Lama ya"
"Ya, kau selalu lama" ucap Evrard datar. Lynelle pun terkekeh lalu dia duduk di samping Evrard.
"Pagi nyonya muda" sapa Pierre sembari tersenyum ramah.
"Pagi, senang bisa melihatmu lagi" ucap Lynelle.
"Ah, ya nyonya" ucap Pierre gugup sembari melirik ke arah Tuannya. Sedangkan yang dilirik menatap dirinya dengan tajam.
Lynelle mengambil beberapa lembar roti lalu mengolesinya dengan selai strawberry dan menambah parutan keju, dia tumpuk roti menjadi satu dan meletakkan dipiring, Lynelle mulai memotong kecil roti itu dan memasukkan ke mulutnya.
"Ini makan, jangan hanya roti saja" ucap Evrard seraya menyodorkan steak daging yang dilapisi salad pada Lynelle.
"Ya, aku makan setelah rotinya habis" ucap Lynelle.
Evrard pun menuangkan susu putih pada gelas besar lalu menyerahkan pada Lynelle, wanita itu tersenyum kecil atas perhatian Evrard, sedangkan Pierre hanya mengamati interaksi Tuannya itu.
"Sudah kak, jangan ditambah lagi kamu kira aku gentong apa?" Pekik Lynelle saat Evrard terus menambahkan steak kedalam piringnya.
"Biar kau tambah imut" ucap Evrard enteng, Lynelle pun menepuk jidatnya pelan ia tak habis pikir dengan tingkat Evrard. Alhasil ia menghabiskan semua makanan di piring sampai perutnya terasa begah.
"Meyya" pekik Evrard. Meyya pun terpogoh-pogoh mendatangi tuannya.
"Ya, ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Siapkan bekal untuk wanitaku!"
"Baik Tuan" ucap Meyya, sedangkan Lynelle hanya mendelik mendengar ucapan Evrard.
"Aku mau cheese cake saja bi, dan roti selai strawberry" ucap Lynelle, Meyya pun melirik ke arah Evrard meminta persetujuan. Evrard pun mengangguk setelah mendapat persetujuan Meyya dengan gesit menyiapkan bekal untuk sang nyonya muda.
**
Diperjalanan Lynelle memasang wajah sebal, dia kesal gara-gara Evrard menyuruh dirinya makan banyak alhasil perutnya jadi sakit. Wanita itu terus membuang muka kearah jendela, dari pada harus menatap Evrard.
Mobil berhenti tepat didepan kampus Lynelle, tetapi wanita itu tak kunjung turun Evrard pun bingung.
"Kenapa, bukannya kau ada kelas pagi?", Evrard bersuara. Lynelle pun mendesah.
"Ssh, boleh tidak kakak jemput aku lagi?" Evrard pun menyerhit bingung.
"Aku tak mau kembali lagi ke rumah Dio" Evrard pun tersenyum lalu mengusap puncak kepala Lynelle.
"Jangan begitu, dia sudah baik kan padamu bukankah ini keinginan kamu?"
"Kenapa, apa kakak keberatan aku tinggal denganmu lagi?" Evrard dengan cepat menggeleng.
"Bukan begitu, tak sopan saja setelah dia berbuat banyak padamu kau malah pergi begitu saja tanpa sebab" ucap Evrard lembut
belum saatnya kamu tinggal bersamaku lagi. Batin Evrard
"Huh, menyebalkan. Baiklah tapi aku boleh menginap lagi kan?" Evrardpun mengangguk.
"Oke!" Lynelle pun membuka pintu mobil lalu turun diikuti oleh Evrard.
"Mau aku antar sampai kelas?" Tanya Evrard, Lynelle pun berpikir.
"Boleh, aku malas diganggu oleh mahasiswa disini" ucap Lynelle.
"Yasudah ayo" Evrard mengulurkan tangannya dan Lynelle pun menyambut tangan besar itu, mereka berjalan beriringan menuju kedalam kampus.
Sepanjang jalan mata tak henti menatap lekat kearah mereka, ada yang menatap iri, kagum, dan cemburu. Terutama pria yang mendekati Lynelle ia merasa tak pantas jika dibandingkan dengan Evrard.
"Hah, kita sudah gada harapan lagi" ucap seorang pria
"Ya, saingannya berat bro!" Timpal temannya
Sedangkan perempuan berbisik-bisik, ada yang mengatakan cocok dan ada juga yang iri. Tak lama mereka sampai dikelas Lynelle mereka terhenti didepan pintu, semua yang ada didalam kelas pandangannya tertuju pada Lynelle dan Evrard.
"Sudah sampai, belajar yang rajin" ucap Evrard sambil mencolek hidung mancung itu.
"Ya, hati-hati kak jemput aku ya pingin main dulu" ucap Lynelle, pria itu pun mengangguk dan berbalik lalu mengambil langkah lebar menjauhi dirinya, Lynelle memperhatikan punggung tegap itu menjauh dan menghilang dari pandangan mata, wanitu itu melanjutkan jalannya kekelas.
"Ly, siapa tuh ganteng banget" tanya Amora
"Evrard Kenneth" ucap Lynelle
"Wow, CEO nomor 1 di Prancis?" Lynelle pun mengangguk
"Gila, seleranya CEO dong!" Amora memekik, sedangkan Lynelle hanya terkekeh.
"Heh, berisik tahu!" Tegur Ketty
"Yeh, apaan sih Kett" cibik Amora lalu ia pergi begitu saja, Lynelle hanya menggelengkan kepala.
"Kau diantara dia?" Tanya Ketty
"Ya, semalam aku—" Lynelle pun segera mangatupkan bibirnya ia hampir keceplosan.
"Semalam kenapa?" Tanya Ketty curiga
"Gak kok" ucap Lynelle
"Ada yang kamu sembunyikan dariku?" Ketty pun menaikkan sebelah alisnya, Lynelle pun menghembuskan nafas panjang.
"Ya, ada yang belum aku ceritakan padamu" lirihnya.