Indonesia
NovelToon NovelToon
Tetes Air MataKu

Tetes Air MataKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Rydha

Episode 1 sampai 34 ( kisah awal romansa)
Episode 35~ (Konflik hingga penyelesaian)
Yang gak suka romansa bisa di skip episode 1 sampai 34!

Tasya Angelica, gadis berusia enam belas tahun yang jenius. Kejeniusan nya begitu tersembunyi dan hanya orang tua nya yang tahu. Di usianya yang masih muda ia sudah memimpin salah satu perusahaan besar yang begitu terkenal di balik layar.

Namun, karena hidupnya yang terlalu fokus pada karir membawa nya pada pernikahan yang tak ia harapkan. Di balik semua itu, ada sebuah rahasianya besar yang dapat mengguncang kehidupan nya. Akankah rahasia itu terungkap?

Bagaimana Tasya menjalani hidup kedepan nya?
Yukk baca dan simak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rydha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 : Es Krim

Episode 28 : Es Krim

Selepas Erwin pergi, di bangku nya Tasya kebingungan. Mencari pena yang sendari tadi di pegang nya tiba-tiba menghilang begitu saja dari genggaman dan pandangan nya.

"Cari apa, Sya?"

"Pulpen Gue, Lan. Ada liat gak?"

Wulan menggeleng, menandakan bahwa ia tidak melihat benda itu. "Oh iya, Erwin. Mana tu anak?"

" 'Kan di ruang guru."

"Haish.... "

Tak berselang lama, Tasya melihat Erwin menuruni tangga. Namun, entah apa yang di lihat pria itu dan tiba-tiba berhenti. Tasya langsung memanggil nya, menanyakan dimana kah pena nya itu.

"Erwin!"

Pria muda itu langsung berjalan menghampiri nya, dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.

"Apa? Kangen?" Ia bertanya dengan PD-nya. "Idih! Mana pulpen Gue?"

"Pulpen yang mana?" Ia mengerutkan kening bingung.

"Yang tadi Lu mainin pas di meja Gue."

Erwin meraba saku celana nya. "Gak ada juga." Ia mengingat-ingat dimana kah keberadaan benda itu. " Apa ketinggalan di ruang guru ya, bentar Gue cari dulu. " Kemudian ia berlalu begitu saja untuk kembali ke ruang guru.

Di tangga Erwin terhenti ketika menyadari masih ada Helisa yang terdiam. "Oh iya, tadi mau bilang apa Hel?"

"Gak jadi, lupa lagi."

"Oh yaudah." pria muda itu kembali berlalu. Helisa tersenyum kecut, menyadari bahwa diri nya bukanlah apa-apa di mata pria itu.

Ia melanjutkan langkah kembali memasuki kelas. Melihat Tasya yang sedang tertawa bersama Wulan dan dua teman nya, tangan Helisa terkepal.

Tatapan nya begitu nyalang terarah pada Tasya. Cih, cewek munafik! Dalam batin nya ia benar-benar mengutuk Tasya. Kemudian berlalu untuk duduk di bangku nya.

Tasya menyadari Tatapan yang Helisa tunjukan pada nya. Ia sedikit heran, apakah ia membuat kesalahan pada gadis itu?

"C Helisa kenapa?" Ia mengutarakan isi hati nya.

"Yaaa gara-gara tadi Lu panggil Erwin waktu lagi ngomong sama C Helisa." Devi menyahuti.

"Hah, emang dia ada di mana tadi?"

"Di tangga. Emang Lu gak liat?" Wulan menimpali dan hanya di balas gelengan kepala oleh Tasya.

Beberapa saat kemudian Erwin kembali. "Nih, ketinggalan di ruang guru." memberikan kembali benda yang di cari Tasya.

Waktu terus berlalu. Hingga saat pulang tiba, semua murid membubarkan diri mereka masing-masing. Berhamburan keluar dari kelas mereka.

Di depan ruang guru, Erwin menghentikan langkah Tasya. Gadis itu menoleh dengan bingung.

"Pulang nya tungguin ya, mau rapat OSIS dulu."

"Ogah ah, pasti lama."

"Gak lama kok, tungguin yaa. Kalo jalan lebih lama, capek lagi. Nanti Lu kecapean."

Tasya tampak berfikir. "Yaudah Gue tunggu." pada akhir nya ia menunggu Erwin untuk pulang bersama. Senyum mengembang di wajah tampan Erwin.

Kedua nya berpisah, dengan Erwin yang memasuki ruang rapat dan Tasya yang berlalu menuju warung bakso untuk menunggu pria itu.

Di Ruang Rapat.

Semua anggota dan pengurus OSIS sudah terkumpul. Di depan berdiri Rizky sebagai Ketua dari organisasi tersebut dan ada Kesiswaan serta Bendahara Bos yang mengikuti Rapat tersebut.

"Selamat sore, semua anggota OSIS."

"Sore." Mereka menjawab serentak.

Rizky membuka pembicaraan di Ruang Rapat tersebut sebagai ketua organisasi. Ia mulai menyampaikan apa saja isi dari pertemuan tersebut.

Hingga diri nya sampai pada pesan penting yang akan di sampaikan. "Berhubung 1 minggu lagi acara tahunan yang sering kita lakukan akan segera tiba. Yaitu acara ulang tahun sekolah, maka akan di adakan nya acara Teater sebagai acara inti.

"Nah, untuk Teater ini menurut rekan-rekan sekalian, akan bergenre apa? Dan ingin bagaimana?"

Pesan Rizky sampai kan dan ia akhiri dengan pertanyaan. "Gimana kalo gendre nya romance aja, Ky!" Salah satu anggota mengangkat tangan dan menyampaikan Opini nya.

Berlanjut dengan anggota lain yang menyampaikan pendapat mereka masing-masing yang tentu saja berbeda-beda.

"Kalo menurut ibu sih lebih baik yang pertama, Ky." Sang Kesiswaan memberi kan saran.

"Nah, iya. Sekalian buat perpisahan sama MPK kita, Ky." Sang Bendahara Bos ikut menimpali.

"Lahhh, kok gitu Miss!" Wakil MPK menyuarakan ketidaksukaan nya.

Rapat tersebut terus berlanjut, mereka mendiskusikan apa yang akan dilakukan pada saat hari H. Mendiskusikan ini dan itu agar acara berjalan sesuai yang di harap kan.

Di sisi lain. Di warung bakso, Tasya duduk dengan kesal yang sudah mencapai ubun-ubun. Tangan nya terlipat di depan dada, wajah nya ia tekuk. Oh, sungguh diri nya benar-benar begitu kesal.

"Erwin sialan! Lama banget! Kata nya tadi cuma sebentar, tau gini Gue balik duluan."

Ia terus menggerutu. Kesal menunggu Erwin yang tak kunjung menunjukkan batang hidung nya. Tiga puluh menit sudah berlalu dan masih saja pria itu belum datang juga.

Menit-menit berlalu Tasya lewati dengan kesal dan bosan.

"Eh liat-liat, tuh cewek jam segini masih pake seragam sekolah. Mana sendirian lagi."

"Kayak nya dia anak baru deh? Soal nya Gue baru liat."

"Gak baru juga kok, tempo hari Gue liat dia berangkat bareng Erwin."

"Kok Gue baru tau yak?"

"Lu nya aja yang jarang keluar rumah, jadi nya gak tau kalo ada siswi baru yang bening."

Dua pria itu berjalan melewati Tasya dengan saling berbisik dan tetapi masih bisa terdengar jelas oleh Tasya. Semakin membuat mood gadis itu turun.

Akhirnya setelah satu jam Tasya lewati dengan kebosanan yang menemani, pria yang di tunggu nya itu menunjukkan batang hidung nya.

Dengan senyuman yang lebar ia menghentikan laju motor nya itu. "Tau bakal lama tadi Gue jalan kaki aja!" Dengan kesal ia menghentakkan kaki nya dan naik tanpa membalas ucapan Erwin.

"Ya sorry, Sya. "

"Nyenyenye!"

Bagaimana tidak kesal, ia duduk di tempat itu tanpa melakukan hal lain. Hanya duduk, duduk dan duduk selama satu jam. Bahkan bokong nya terasa kebas karena terlalu lama duduk.

Erwin melajukan motor nya, tak ada percakapan di perjalanan itu. Hingga kedua nya telah sampai di depan rumah dan Tasya langsung masuk tanpa menoleh ke arah Erwin.

"Sabar, cewek selalu bener." Pria muda itu mengelus dada nya dan tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.

🍉🍉🍉

Tangan nya sibuk memainkan hp dengan terlentang, tak peduli dengan suara seseorang masuk ke kamar itu. Diri nya sedang merajuk pada suami nya yang begitu menjengkelkan.

"Nih..."

Sedikit tertarik. Alis nya terangkat dan menggeser hp itu dari wajah nya. "Apa nih?"

"Es krim buat, Lu. Yaaa sebagai permintaan maaf Gue."

Tiba-tiba suasana hati Tasya sedikit membaik. Ia meraih Es krim dengan corn itu dari tangan Erwin. "Thank's."

Membuka pembungkus kertas yang di gunakan sebagai kemasan. Es krim lembut rasa vanila dengan rasa asam Strobery Tasya rasakan.

Pria muda di depan nya terlihat memperhatikan. "Kenapa ngeliatin Gue?"

"Pengen."

"Ya beli. "

"Itu juga gue yang beliin. "

"Gak nyuruh!"

Huh, Erwin menghembuskan nafas kesal. Kini giliran pria itu yang kesal, Tasya acuh dan kembali memakan Es krim itu.

Akan tetapi, dengan jahil nya. Ketika Tasya sedang menjilat Es krim itu. Erwin ikut memakan makanan dingin itu pula! Tatapan kedua nya beradu, hidung mereka saling menempel.

Aih, andai saja tidak ada es krim itu mungkin benda kenyal nan ranum itu sudah saling beradu. Sepersekian detik kemudian Tasya sadar, menjauhkan diri nya dan es krim itu dari Erwin.

Erwin memakan es krim yang menempel di bibir nya, tersenyum devil pada Tasya yang terlihat salah tingkah.

Deg... Deg... Deg...

Tasya merasakan sebuah ledakan dalam hati nya yang tak bisa ia gambarkan. Ia seperti merasa ada beberapa kupu-kupu yang berterbangan. Wajah nya memerah, memanas entahlah sungguh tak bisa ia deskripsi kan.

Erwin terus tersenyum memperhatikan Tasya. "Tuh pipi nya kenapa merah?" dengan jahil nya ia melontarkan pertanyaan tak berarti pada gadis di depan nya.

"Gak juga ah." Hais, dan dengan bodoh nya Tasya memegangi wajah nya yang memang terasa panas. Ia membuang muka, malu untuk menatap Erwin.

Lekas ia pergi keluar meninggalkan pria itu di kamar. Setelah kepergian Tasya, Erwin senyum-senyum sendiri. Ada gejolak lain di dada nya, ia seperti mendapatkan Euforia nya.

Haaahh, Benar-benar perasaan yang aneh.

1
Penyair Kegelapan
anak Moge neh,senggol dong/CoolGuy/
Adrio Adrio
lanjut author semangat 💪💪
Nur Rydha: sippp, makasih kk
total 1 replies
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
Author favorit pertama ku...
Nur Rydha: wdihhh, makasih kk
total 1 replies
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
pertemuan pertama nich...
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
waahh, referensi yang bagus. thank's thorr!
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
😍😍😍😍
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
Anjayyyy, Aldo slebeww
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
ya, begitulah kehidupan
Nur Rydha: berbeda
total 1 replies
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
cocok nih sugar dady
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
Aaaa! style kesukaan ku
Nur Rydha: mazaaa zeh
total 1 replies
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
huh aku terhura, beda dari yang lain
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
eh iya baru nyadar dari deskripsi
Nur Rydha: di baca ya deskripsi nya kk
total 1 replies
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
Nikah di usia muda kah?
MeiiiiiiiiiiiUhuyyyyy💐💐
Huuu, megah banget? hihi, mampir kk
Nur Rydha: sipppp...
total 1 replies
Adrio Adrio
next... lanjut author semangat 💪💪
Adrio Adrio
lanjutkan author... semangat 💪💪💪
Nur Rydha: sippp, siaapp
total 1 replies
IU Ji-eun
mampir ya kak
Nur Rydha: sippp
total 1 replies
Adrio Adrio
👍👍👍
Liliana_Lily
lanjut
semangat up nya kak...
Nur Rydha: oke siyaapp
total 1 replies
Liliana_Lily
mampir kak....
Nur Rydha: siippp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!