Indonesia
NovelToon NovelToon
Kara Ina

Kara Ina

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Selama hidupnya, tidak sekalipun Kara menjalin hubungan serius dengan lawan jenisnya. Pemikir dan kekhawatiran berlebih adalah penjara tak kasat mata. Itu yang menghalangi dirinya untuk bisa mengenal apa itu cinta. Hidupnya yang datar tiba-tiba berubah saat Luis, si tetangga baru menaruh perhatian pada Kara.

Sekeras apapun Kara menghindar, Luis punya seribu satu cara untuk mendekati Kara. Bagaimana kisah mereka? Apakah Kara bisa melanjutkan hidupnya yang damai tanpa kehadiran Luis, atau berhasilkah Luis menggenggam erat Kara?

Halaman pertama akan membawamu masuk dalam kehidupan membosankan seorang Kara Ina. Check this out!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Energy

Di apartemen, Luis mengantar Kara sampai kamarnya. Musik lo-fi yang diputar Luis terdengar lirih, menemani malam mereka yang masih terbilang canggung. Sebenarnya hal itu hanya Kara yang merasakannya. Sedangkan Luis bersikap biasa saja. Entah apa yang dipikirkan Luis, Kara bahkan sampai tidak habis pikir.

Apakah cowok tidak pernah merasa canggung atau malu? mereka tidak memperlihatkan ketegangan ataupun gugup di wajahnya. Tidak seperti Kara yang ekspresinya mudah sekali terbaca.

"Aku sudah menyiapkan semua keperluan mu," ucap Luis. Tangannya menarik pintu lemari yang tidak terkunci, memperlihatkan pada Kara isi lemari yang sudah penuh dengan pakaian Kara dan dirinya. "Bunda membantuku membeli ini semua. Semoga kamu suka dan nyaman menggunakannya."

Kara maju beberapa langkah menjejeri Luis. "Terimakasih Luis," ucapnya. Kara menunduk kecil, berusaha memberi penghormatan atas rasa terimakasihnya yang terdalam.

"Tidak perlu seperti itu, kan sudah tanggungjawab ku." Luis tersenyum, mengusap puncak kepala Kara sejenak. Membuat gadis itu gugup bukan main, bahkan sampai kulit wajahnya sedikit memerah.

Sepeninggal Luis, Kara kembali melihat-lihat isi lemari. Ada begitu banyak model baju mulai dari desain yang sederhana dan lucu. Warnanya semua hampir serupa. Tidak ada yang mencolok, benar-benar selera Kara semua.

Kara menarik baju dengan desain seperti pakaian douyin-douyin yang sering dilihatnya di sosial media. "Sepertinya aku tidak akan menggunakan baju ini. Memang lucu sih, tapi akan sangat memalukan jika Luis melihatku menggunakan yang seperti ini." Batin Kara, tangannya kembali meletakkan baju pada gantungan lemari.

Perhatian Kara beralih pada laci di bagian bawah yang ternyata berisi pakaian dalam dengan warna rata-rata hitam, broken white, dan cream. Kara kembali merasa malu, mulutnya meringis. "Apa Luis juga iku membeli pakaian dalam ku? atau hanya Tante Hapsari saja yang mengurusnya? Astagaaaaaa."

Kara menggelengkan kepala, tidak ingin memikirkan itu semua. Tampan membuang waktu lebih lama, Kara mengambil pakaian yang akan digunakannya nanti. Menaruhnya sejenak di atas ranjang begitu dirinya hendak melepas dress yang menempel di badan. Seakan lupa jika saat ini sedang berada dikamar Luis, Kara melakukan kebiasaanya saat hendak mandi. Yaitu melepas pakaian yang menurutnya ribet, dikamar. Jika menggunakan pakaian yang simpel, barulah gadis itu akan langsung melepasnya di kamar mandi.

Sembari duduk di tepi ranjang, Kara mulai menarik dress dan hanya menyisakan leging selutut berwarna hitam dan tang top senada dengan tali transparan. Gerakannya terlihat lemas.

"Malas mandi, ingin langsung tidur saja. Tapi malu dengan Luis." Kara menjatuhkan dress-nya di lantai pinggir ranjang. Sedangkan pandangannya menyapu kamar Luis yang rapi, dengan warna dominan abu muda dan putih.

"Aishh, semangat Karaaa."

Setelah mengumpulkan sedikit energi, Kara beranjak dari tempatnya. Netranya berbinar begitu langkahnya memasuki kamar mandi Luis, yang lebih luas daripada kamar mandi di rumahnya.

"Orang kaya," ucap Kara saat melihat bathtub. Padahal di rumahnya juga ada bathtub, walaupun hanya terdapat di kamar mandi bawah. Tapi tetap saja Kara merasa kagum. Desain kamar mandi Luis benar-benar impian bagi Kara.

Dengan semangat, Kara mulai mengisi bathtub dengan air panas dan dingin. Kemudian menambahkan bath foam secukupnya. Sembari menunggu air penuh, gadis itu mulai membersihkan diri. Menyikat gigi dan menghapus make up juga menggunakan sabun yang tersedia. Barulah setelah itu melakukan ritual terakhir, berendam.

Sensasi hangat langsung meresap ke kulit, menenangkan syaraf dan otot. Membuat tubuhnya rileks. Kenyamanan itu sampai membuat Kara lupa waktu, sampai-sampai kelopak matanya makin lama makin terasa berat dan akhirnya tertidur.

......................

Luis selesai masak tepat pukul 6 magrib. Cowok itu membuat nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya.

"Perfect!" serunya bangga saat mencicipi rasa nasi goreng tersebut. Luis kemudian langsung memindahkan nasi goreng, membaginya untuk 2 piring dan dibawa ke ruang tengah. Di letakkan di atas meja depan televisi.

Merasa tubuhnya gerah dan sedikit lengket, Luis membuka bajunya dan hanya menyisakan celana bahan yang sejak pagi belum sempat ganti. Luis melampirkan baju di pundak, lantas pergi ke kamarnya untuk memanggil Kara.

Suara bell membuat langkah Luis terhenti, cowok itu segera membukakan pintu. Rasa penasarannya menghilang saat ternyata seorang kurir yang mengunjunginya. Memberikan paket yang hanya dibungkus paper bag dan sebuah kotak kado di dalamnya.

Paket yang tertuju atas namanya dan Kara, ternyata di kirim oleh istri abangnya Kara. Luis ikut membawa paper bag tersebut ke kamar.

"Karaa, aku masuk."

Tidak ada respon, Luis membuka pintu dan tidak melihat sosok Kara. Padahal Luis pikir dirinya sudah meninggalkan Kara cukup lama, tapi istrinya itu masih belum selesai membersihkan diri.

Luis meletakkan paper bag di atas ranjang sembari memperhatikan pakaikan Kara yang masih terlipat rapi. Cowok itu memutari ranjang, dan lagi menemukan dress yang tadi di kenakan Kara tergeletak di lantai.

Luis lantas mengambil pakaian yang tergeletak di atas ranjang, membawanya menuju kamar mandi.

"Karaaaa?" Luis mengetuk pintu beberapa kali dan tidak mendapat respon. Tangannya iseng membuka gagang pintu yang ternyata tidak dikunci.

Luis terkejut. "Gadisku benar-benar luar biasa," lirihnya. Pikiran langsung kalut antara masuk saja atau tetap menunggu Kara di luar. Akhirnya Luis memilih masuk, toh mereka sudah sah, tidak ada yang perlu di takutkan.

Pintu terbuka perlahan. Saat masuk, netra Luis langsung disuguhi pemandangan menarik. Bibir Luis tersenyum, melihat Kara sedang berendam dan hanya menampakkan leher dan kepalanya saja. Luis meletakkan pakaian yang dibawanya pada rak dekat wastafel sebelum mendekati Kara.

Cowok itu terus melangkah dan berhenti tepat di samping bathup. Buih-buih yang dihasilkan bath foam mulai menghilang, menyisakan air keruh keputih-putihan. Karena pencahayaan area bathtub yang di buat remang, ditambah air yang sudah keruh, Luis hanya bisa melihat tubuh Kara sama-samar. Tangan Kara yang melipat di atas perut membuat dad*nya menonjol, keluar sedikit dari permukaan air.

"MasyaAllah ... Astagfirullah." Ekspresi kekaguman Luis berubah seketika menjadi panik. Cowok itu mengusap wajahnya kasar. "Di kamar mandi gak boleh nyebut-nyebut heh!!" serunya dengan suara rendah.

Luis menetralkan degup jantungnya sesaat. Cowok itu kemudian merendahkan diri dengan lutut sebelah lututnya menyentuh lantai, dan sebelahnya lagi bertumpu pada bathtub.

Pemandangan di depan matanya benar-benar indah, tidak membosankan. Bahagia itu jelas adanya, menyelusup ke dalam hati Luis dan membuatnya meleleh.

Rasa panas semakin menjalar, memberi refleks Luis untuk menyentuh Kara. "Tidurmu lelap sekali, sampai tidak sadar jika ada penyusup di sini. Untung bukan orang lain."

Luis mencelupkan tangannya ke dalam air yang mulai dingin, kemudian menyentuh dahi Kara. "Karaaa, bangun." Suara Luis begitu lembut, seperti tidak niat ingin membangunkan Kara.

Mungkin memang sebenarnya cowok itu tidak mau Kara cepat bangun karena masih ingin menikmati pemandangan indah.

1
Rini Anggraini
Luar biasa
✨Susanti✨
sukaaaaa
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
next...
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
😩🤣🤣
✨Susanti✨
nextt..
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
bagussss
aku suka bgt karyamu ini kak
alurnya ringan ga belibet sama konflik
sukses ya kak
bintang: terimakasih sangat, jadi seneng ☺😊
total 1 replies
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
semangat terus kakak
semoga segala hal berjalan lancar
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
next...
✨Susanti✨
bener bgt
✨Susanti✨
nextt
✨Susanti✨
next..
✨Susanti✨
next....
✨Susanti✨
nextttt
✨Susanti✨
next
✨Susanti✨
sukaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!