Indonesia
NovelToon NovelToon
Doa Yang Sama Di Altar Yang Berbeda

Doa Yang Sama Di Altar Yang Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:480
Nilai: 5
Nama Author: canny***

Menumpahkan es kopi ke baju Kenzo—si cowok genius anak pemilik yayasan—di hari pertama sekolah adalah awal dari bencana bagi Callista. Apalagi setelah mereka dipaksa jadi ketua dan sekretaris kelas. Perang dingin pun pecah, namun percikan benci perlahan berubah jadi cinta.
Sayangnya, realitas menghantam keras. Kenzo adalah seorang Kristen taat, sementara Callista beragama Buddha. Mereka sadar, sekuat apa pun perasaan itu, ada tembok keyakinan yang mustahil diseberangi.
Di saat hubungan itu mulai retak, ada Sean. Sahabat masa kecil Callista yang diam-diam memendam rasa, yang selalu menemaninya ke Vihara, dan memegang kunci dari doa yang sama di altar yang sama.
Ketika melangkah maju hanya menabrak dinding, akankah Callista tetap bertahan pada Kenzo, atau berbalik arah pada sahabat yang selama ini selalu berjalan seiringan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon canny***, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Gala dan Puncak Penghargaan

Malam puncak Young Asian Leaders Exchange Program diselenggarakan di Ballroom Utama Grand Hyatt Singapore. Ruangan bernuansa emas dan kristal itu dipenuhi oleh puluhan delegasi dari berbagai negara, para mentor, serta perwakilan diplomatik. Busana daerah dan gaun malam berpadu indah dengan jas resmi, menciptakan atmosfer internasional yang sangat anggun dan hangat.

Callista berdiri di dekat area koridor kaca yang menghadap ke arah kolam renang terbuka. Ia mengenakan gaun serba putih gading simpel namun elegan dengan aksen selendang batik kecil yang tersampir anggun di bahunya. Rambut hitamnya tertata rapi, dan di lengannya tergenggam tas tangan kecil yang berisi kantong kain merah pemberian Mama Sean.

"Cantik banget lo malam ini, Callista."

Sebuah suara tenang membuat Callista menoleh. Kenzo melangkah mendekat dalam balutan setelan jas hitam yang sangat pas di badannya, dipadu dengan kemeja putih bersih dan dasi bernuansa gelap. Penampilannya malam itu begitu karismatik dan matang.

Callista menyunggingkan senyum tulusnya. "Makasih, Kenzo. Lo juga kelihatan beda banget malam ini. Lebih mirip calon diplomat muda."

Kenzo terkekeh tipis—sebuah tawa langka yang terdengar sangat rileks. "Bisa aja lo. Gimana rasa lega setelah seluruh rangkaian presentasi dan evaluasi selesai?"

"Rasanya kayak terbang," jawab Callista jujur seraya menatap kerlap-kerlip lampu kota di luar jendela kaca. "Tiga minggu di sini kerasa cepat banget ya, Nzo. Padahal pas awal datang, gue sempat cemas gak bisa ikutan ritme belajarnya."

"Lo bukan cuma bisa ikutan, Cal," tegas Kenzo pelan, menatap Callista dengan rasa hormat yang mendalam. "Lo salah satu pembawa warna paling kuat di program ini. Penguji dan delegasi lain selalu apresiasi pemikiran empati lo."

Dentang lonceng kecil menandai dimulainya sesi pengumuman penghargaan utama. Seluruh peserta berkumpul di sekitar meja bundar utama. Pembawa acara melangkah ke atas podium, didampingi oleh Dr. Eleanor Vance dan jajaran direktur yayasan.

"Malam ini, kita merayakan bukan hanya keberhasilan kalian menyelesaikan program, tetapi juga lahirnya kolaborasi baru untuk masa depan Asia," buka pembawa acara dalam bahasa Inggris. "Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan berdasarkan integrasi riset, kepemimpinan, dan dampak sosial."

Tepuk tangan riuh bergema di seluruh ruangan.

Kategori demi kategori dibacakan, mulai dari Best Technical Architecture hingga Most Innovative Concept. Hingga akhirnya, saat tiba di kategori puncak—Best Overall Social Impact Project—suasana ruangan mendadak hening dan tegang.

Dr. Eleanor Vance mengambil alih mikrofon. Senyuman hangat terbit di wajah sang profesor.

"Penghargaan utama untuk kategori proyek sosial dengan dampak paling holistik, integrasi data terbaik, serta pendekatan kemanusiaan paling menyentuh..." Dr. Vance membuka amplop berwarna emas. "...diberikan kepada Tim 'Bridge of Generations' dari Indonesia, Singapura, dan Jepang!"

Tepuk tangan paling meriah membahana memecahkan keheningan!

Mei-Ling dan Hiroto seketika bersorak gembira, sementara Callista dan Kenzo saling menatap dengan binar mata yang meluap oleh rasa haru dan bangga. Keempatnya melangkah bersama naik ke atas panggung utama, menerima piala kristal bergengsi dan piagam penghargaan bersertifikat internasional.

Saat lampu sorot kamera membias di atas panggung, Callista memegang piala itu bersama rekan-rekannya. Di dalam dadanya, rasa syukur membuncah begitu hebat. Seluruh usaha keras, malam-malam tanpa tidur di ruang multi-media Wijaya, serta perjuangan bimbingan di Singapura terbayar tuntas.

Seusai acara gala dinner, menjelang tengah malam, Callista melangkah ke area taman luar hotel untuk mencari udara segar. Angin malam Singapura yang sejuk membelai lembut kulitnya.

Callista merogoh tas tangannya, mengeluarkan ponselnya yang terus bergetar sejak setengah jam lalu.

Sebuah panggilan video dari Sean tertera di layar. Callista menekan tombol hijau, dan seketika layar ponsel menampilkan wajah Sean yang sedang berada di teras rumahnya di Jakarta. Di sampingnya, berdiri Mama Callista dan Tante Yuli yang wajahnya dipenuhi rasa penasaran.

"Gimana, Cal?! Kena penghargaan gak?!" cecar Sean antusias begitu sambungan terhubung.

Callista mengarahkan kamera ponselnya ke arah piala kristal dan piagam sertifikat emas yang ia pegang di tangan kirinya. "Kita dapet Best Overall Social Impact Project, Sean! Kategori penghargaan utama!"

"Aaaaa! Selamat, sayang!" pekik Mama Callista haru di belakang Sean, air mata bahagia menetes di pipinya.

Tante Yuli bertepuk tangan kegirangan. "Puji Tuhan! Selamat ya, Callista anak pinter!"

Di depan layar, Sean menatap Callista dengan senyuman paling lebar dan paling tulus yang pernah ia miliki. Matanya berbinar-binar dipenuhi rasa bangga yang tak tergerus oleh apa pun.

"Gue kan udah bilang, Bu Perwakilan..." suara Sean terdengar sangat lembut dan bergetar penuh kehangatan. "...lo itu hebat. Di mana pun lo berdiri, panggung itu bakal jadi milik lo. Selamat ya, Callista."

Callista menyunggingkan senyum paling bahagianya, menggenggam erat kantong kain merah di tangannya. "Makasih banyak ya, Sean... makasih buat doa dan selalu ada buat gue dari jauh."

"Besok jam berapa pesawat lo sampai di Jakarta?" tanya Sean pelan.

"Jadwal mendarat jam tiga sore di Soekarno-Hatta," jawab Callista.

"Sip. Gue sama Mama lo yang bakal jemput ke bandara. Jangan sampai telat naik pesawat ya!" seru Sean jenaka, membuat Mama Callista dan Tante Yuli tertawa kecil di belakangnya.

Setelah sambungan telepon berakhir, Callista menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi taman, menatap piala kristal di pangkuannya.

Langkah kaki halus mendekat. Kenzo berjalan menghampirinya, membawa dua cangkir teh chamomile hangat.

"Teh hangat buat pemenang utama," ujar Kenzo menyerahkan salah satu cangkir pada Callista.

"Makasih, Kenzo," balas Callista tulus seraya menerima cangkir tersebut.

Kenzo duduk di sebelah Callista, menatap dedaunan taman yang bergoyang pelan. "Besok kita udah harus pulang ke Indonesia. Kembali ke rutinitas SMA Wijaya, persiapan ujian, dan tugas-tugas OSIS."

Callista menoleh, menyunggingkan senyum tipisnya. "Tapi kita pulang sebagai pribadi yang beda, Kenzo. Perjalanan ini bikin kita belajar banyak hal."

Kenzo mengangguk pelan. Ia menatap Callista dengan tatapan teduh dan penuh kedewasaan. "Terima kasih buat tiga minggu ini, Callista. Lo bukan cuma rekan tim yang hebat, tapi juga kawan yang ngajarin gue arti keikhlasan dan kejujuran pada diri sendiri."

"Sama-sama, Kenzo. Gue juga banyak belajar dari ketenangan dan kepemimpinan lo," jawab Callista tulus.

Kedua remaja itu menyesap teh hangat mereka di bawah langit malam Singapura yang jernih. Tidak ada lagi keraguan, rasa cemburu, atau kecanggungan. Di atas pijakan prestasi, iman, dan kedewasaan, mereka bertiga—Callista, Sean, dan Kenzo—siap menyambut babak baru persahabatan dan masa depan di tanah air.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!