Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:316
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Ya kamu sangat benar banget Teh!! apalagi kamu yang baru saja menjadi Istrinya, ini Mamanya saja yang mengandung dan melahirkannya juga tak pernah tau perjuangannya hanya tau keberhasilannya saja, memang dari dulu si Kakak seperti itu." ucap Mama Shinta.

"Ya sekarang Papa juga akhirnya merasakan apa yang dulu Ayah rasakan, karena kelakuan kamu dulu itu Ma juga begitu sama persis dengan kelakuan Ardan sekarang." sambung Papa Samuel.

"Eh!! kenapa selalu jadi Mama lagi yang kena sih Pa?" tanya Mama Shinta.

"Ya kan memang benar si Kakak tuh Mama banget dari segi wataknya." jawab Papa Samuel.

"Sudah Ma, Pa ngapain sih jadi berdebat seperti ini, Teh harus banyak-banyakin stok sabar saja yah kalau sudah masuk ke dalam Keluarga ini, karena pasti akan sering sekali melihat Papa dan Mama seperti ini." tegur Alena.

"Adekkkkk!!!!" teriak Mama Shinta dan Papa Samuel serempak.

"Haha!! ampun Ma Pa." tawa Alena sambil melangkah menuju serta memeluk Asyifa.

"Adek jangan tidak sopan seperti itu ke Mama dan Papa, oh iya apa masih juga di sebut perebut Tunangan orang Dek." tegur Asyifa sambil berbisik.

"Ish Teteh mah!! jangan membahas tentang itu sih, Adek jadi kesal tau kalau mengingat tentang itu." kesal Alena balas berbisik.

"Hey!! kalian berdua sedang ngomongin Mama yah, sampai berbisik-bisik seperti itu." ucap Mama Shinta.

"Ck.Mama!! jangan mulai lagi yah dengan kenarsisan Mama itu, siapa juga yang sedang ngomongin Mama." kesal Alena.

"Halah!! terus ngomongin apa dong, kalau bukan ngomongin Mama." ucap Mama Shinta.

"Haish!! sekarang Mama malah ke..." sahut Alena terpotong.

"Sudah yah Dek! jangan berdebat lagi, oh iya Ma Pa kalau ingin istirahat lebih dulu, Kamarnya di sebelah sana yah, Kamar itu khusus untuk Mama dan Papa." potong Ardan sambil menunjuk Kamar.

"Baiklah Kak! hayoo Ma kita istirahat." sahut Papa Samuel sambil mengajak Istrinya.

Kedua Orangtua Ardan pun melangkah menuju ke Kamar yang di tunjukan oleh Ardan karena memang Ardan mengkhususkan itu kalau kedua Orangtuanya berada di Rumah ini serta ingin menginap.

"Bu Marni, Rik, Dim, kalian nginep saja yah, itu masih ada Kamar tamu." pinta Ardan.

"Tidak usah deh Bang!! aku dan Riki pulang saja, oh iya kalau Bu Marni mau pulang juga biar aku yang mengantarnya sekalian." tolak Dimas seraya memberi saran.

"Apa nanti Ibu tidak akan merepotkan Nak Dimas?" tanya Bu Marni.

"Tidak kok Bu, lagian searah juga kan." jawab Dimas.

"Baiklah!! terimakasih sebelumnya Nak Dimas." sahut Bu Marni.

Bu Marni, Dimas beserta Riki keluar dari Rumah Ardan, ketiganya pun langsung pulang karena sudah larut malam, tak lama Alena pun masuk Kamar di salah satu Kamar tamu.

Kini hanya tinggal Pasangan Suami Istri yang masih duduk berdua dan belum bergerak dari tempat berkumpul tadi.

"Hubby!! aku tidak tahu harus senang atau harus bagaimana, setelah tahu ternyata Suamiku ini bukan orang biasa yang selama ini aku pikirkan, bahkan kamu itu pendiri dari Perusahaan Ar Grup." ucap Asyifa.

"Sudahlah Ay! jangan terlalu kamu pikirkan dan besar-besarkan tentang hal ini lagi yah, aku tetap masih sama seperti aku yang dulu, oh iya Ay! rencana kamu mau bagaimana tentang Perusahaan kamu itu?" tegur Ardan seraya bertanya.

"Hmm aku juga tidak tahu harus bagaimana, lagipula aku juga tidak mengerti sama sekali tentang Perusahaan, maaf yah Hubby, semua yang kamu perjuangkan jadi sia-sia seperti ini, karena aku merasa tidak akan pernah bisa untuk memimpin Perusahaan tersebut." jawab Asyifa.

"Hush!!! jangan pernah bilang kalau usaha atau perjuangan itu di anggap sia-sia Ay, hmm nanti saja kita pikirkan lagi bagaimana baiknya, karena sekarang sudah larut malam, lebih baik kita masuk ke Kamar saja yuk untuk istirahat." tegur Ardan seraya mengajak.

"Ya udah yuk Hubby, kebetulan mataku juga sudah sangat ngantuk banget nih." sahut Asyifa.

Keduanya pun melangkah menuju Kamar barunya di Rumah tersebut dengan Ardan menggandeng pinggang Istrinya, sedangkan Asyifa menyenderkan kepalanya ke bahu Suaminya, karena memutuskan untuk langsung mengistirahatkan tubuh keduanya.

.

.

Keesokan Hari

Saat Asyifa membuka mata sudah tidak ada Suami di sampingnya, ketika melihat jam begitu sangat kagetnya dia, karena jam sudah menunjukkan jam sepuluh siang, Asyifa pun langsung bergegas ke Kamar Mandi.

Setelah beberapa menit Mandi pun selesai, tapi saat ingin keluar dari Kamar Mandi Asyifa kebingungan, karena dia tidak membawa Pakaian ganti, akhirnya dengan begitu sangat terpaksa dia pun memakai kembali Pakaian yang semalam di pakai nya.

Tanpa Asyifa sadari kalau Pakaiannya masih berada di dalam Koper di samping ranjang tidurnya, Asyifa pun keluar dari Kamar untuk mencari keberadaan Suaminya.

Ketika sudah berada di luar Kamar melihat ke bawah, ternyata Suaminya sedang duduk di Sofa yang sambil sibuk dengan Laptopnya, Asyifa pun langsung melangkah menuruni tangga untuk menghampiri Suaminya, ya karena Kamar keduanya ada di lantai dua.

"Hubby kenapa tidak membangunkan aku sih, kan jadi kesiangan seperti ini bangunnya?" tanya Asyifa.

"Tadinya aku juga ingin membangunkan kamu Ay, tapi aku kasihan saat melihat kamu yang begitu nyenyak dengan tidurmu, rupanya sudah merasakan nyaman nih di Kamar barunya." jawab Ardan.

"Harusnya Hubby bangunkan aku saja dan kalau masalah nyaman itu, di manapun aku tinggalnya pasti akan merasa selalu nyaman, asalkan selalu bersama kamu By." ucap Asyifa.

"Wah!! semalam aku mimpi apa yah, kok hari ini Bidadariku sedang merayuku seperti ini, apa kamu sedang mengajak untuk masuk ke dalam kamar lagi nih Ay, hayoo Hubby siap." goda Ardan.

"Eh!! Hubby apaan sih, tidak seperti itu juga kali By." kaget Asyifa.

Asyifa menggelengkan kepala saat Suaminya sedang berpikiran yang mesum sambil menutup Laptopnya dan hendak berdiri, tapi Asyifa langsung menghentikan Suaminya itu untuk duduk kembali, akhirnya Ardan pun menuruti permintaan Istrinya dan kembali berkutat dengan Laptopnya.

"Oh iya Hubby!! kemana Mama, Papa dan Adek, apa mereka juga masih berada di dalam Kamarnya?" tanya Asyifa.

"Ya ampun Ay! ini sudah jam berapa coba, mana mungkin masih di dalam Kamar, mereka sudah pulang tadi pagi Ay." jawab Ardan.

"Haish!! bener juga yah Hubby, jadi tidak enak nih dengan mereka By, ish kenapa juga aku sampai kesiangan begini bangunnya sih." kesal Asyifa ke dirinya sendiri.

"Sudahlah jangan menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini, lagian mereka juga sangat mengerti kok, lebih baik sekarang kamu mandi dulu sana." ucap Ardan.

"Eh!! aku sudah mandi kok Hubby, oh iya By! aku izin pergi ke Kontrakan dulu yah sebentar, mau ambil Pakaian kita yang masih ada di Kontrakan." sahut Asyifa sambil minta izin.

"Tidak perlu kamu harus repot-repot untuk pergi ke Kontrakan, apa kamu tidak melihat di dalam Kamar kan ada dua Koper, yang isinya Pakaian kita berdua yang sudah di bawa kesini dari Kontrakan." ucap Ardan.

"Hah!! kapan di bawa kesininya Hubby...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!