Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Selir Yang Diabaikan Menjadi Permaisuri

Dari Selir Yang Diabaikan Menjadi Permaisuri

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Yang baca Author do'akan semoga kalian lancar rezekinya😍😍


Dari Selir yang Diabaikan menjadi Permaisuri

👑 Kaisar Tang Xuanze (唐玄泽)
👸 Permaisuri Mu Qingran (慕清然)
🌸 Gelar: Permaisuri Xianhe (贤和皇后)
🏯 Istana: Istana Ziyun
📜 Era Pemerintahan: Zhengzhou (正州)

Mu Qingran hanyalah seorang selir yang hidup dalam bayang-bayang istana. Diabaikan Kaisar Tang Xuanze, dihina para selir, dan dijadikan pion dalam perebutan kekuasaan, ia memilih bertahan dengan kecerdasan dan kesabarannya. Saat berbagai intrik mengancam takhta, Qingran membuktikan kesetiaan serta keberaniannya hingga perlahan merebut kepercayaan sang kaisar. Namun, jalan menuju singgasana permaisuri dipenuhi pengkhianatan, fitnah, dan pengorbanan. Mampukah seorang wanita yang pernah dianggap tak berharga mengubah nasibnya menjadi Permaisuri Xianhe yang dihormati seluruh negeri? Ataukah ambisi istana akan menghancurkan cinta dan harapan yang akhirnya ia temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabut Pagi di Kuil Leluhur

Dua minggu telah berlalu sejak perdebatan sengit di Aula Audiensi Utama. Selama kurun waktu tersebut, Paviliun Phoenix tampak tenang dari luar, seolah tidak ada badai politik yang sedang menghantam dinding-dinding kekaisaran. Namun, di balik ketenangan itu, Mu Qingran tidak membuang waktu sedetik pun. Bersama Chunhua dan beberapa pejabat militer yang masih setia pada garis keturunan murni kaisar, ia mulai menyusun daftar rahasia berisi nama-nama pejabat korup yang berafiliasi dengan klan Perdana Menteri Gao.

Hari ini, udara terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Kabut tebal menyelimuti pelataran luar Kuil Leluhur Kekaisaran, tempat di mana ritual tahunan penyambutan musim semi akan dilangsungkan. Sebagai Permaisuri, Mu Qingran diwajibkan memimpin prosesi persembahan dupa pertama di hadapan altar leluhur, didampingi langsung oleh Kaisar Tang Xuanze dan jajaran permaisuri serta selir tingkat tinggi lainnya.

Di barisan belakang rombongan, Selir Mei berdiri dengan senyuman tipis yang tersembunyi di balik lengan jubah sulamannya. Matanya melirik tajam ke arah punggung Qingran yang berjalan anggun mengenakan jubah kebesarannya yang menjuntai panjang di atas lantai batu marmer yang licin karena embun pagi.

Nikmati sisa waktu keanggunanmu, Permaisuri, batin Selir Mei penuh kebencian. Hari ini, di luar benteng istana yang aman, rencanamu tidak akan bisa menyelamatkanmu.

Prosesi berjalan khidmat namun sarat akan ketegangan tak kasat mata. Lilin-lilin besar yang terbuat dari beeswax murni menyala terang di setiap sudut aula kuil, memancarkan cahaya temaram yang berpadu dengan kepulan asap dupa cendana. Setelah membungkuk tiga kali di hadapan altar giok leluhur, Qingran bangkit berdiri dengan anggun. Namun, saat ia melangkah mundur untuk memberikan tempat kepada sang kaisar, indra tajamnya langsung menangkap kejanggalan kecil.

Di ujung tangga batu pualam yang menuju ke halaman luar kuil, lantai marmer tampak basah oleh lapisan tipis cairan bening yang tidak wajar. Bukan sekadar embun pagi—itu adalah minyak licin khusus yang dicampur dengan lilin cair, sengaja ditebarkan di jalur utama tempat permaisuri harus melangkah turun setelah ritual selesai.

Qingran tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Wajahnya tetap tenang seperti permukaan air telaga yang membeku. Ia tahu betul, jika ia terpeleset dan jatuh dari tangga tinggi tersebut, cedera fatal atau bahkan keguguran kandungan (jika ia sedang hamil, atau sekadar dalih cedera fisik permanen) akan menghancurkan posisinya seketika, membuka jalan bagi faksi lain untuk menuntut pencopotan gelar permaisurinya.

Tepat saat Qingran mengangkat kakinya untuk mengambil langkah pertama menuruni tangga, suara langkah berat mendekat dari samping. Tang Xuanze, yang seolah menyadari ada bahaya tersembunyi berkat insting militer tajamnya yang telah terasah di medan perang, secara tiba-tiba mengulurkan tangan kokohnya, menggenggam erat pergelangan tangan Qingran dengan cengkeraman yang kuat namun penuh perlindungan.

Qingran menoleh sekilas, mendapati tatapan mata Tang Xuanze yang menyipit tajam, mengisyaratkan bahwa sang kaisar telah melihat perangkap tersembunyi di bawah undakan tersebut. Tanpa ragu, Tang Xuanze menarik tubuh Qingran sedikit lebih dekat ke sisi tubuhnya, membiarkan mereka berdua turun bersama-sama dengan langkah yang sangat hati-hati dan terkontrol sempurna, mengabaikan jebakan licik yang telah disiapkan oleh tangan-tangan kotor di balik bayang-bayang.

Melihat rencana mereka gagal total di detik-detik terakhir, ekspresi di barisan belakang rombongan selir mendadak menegang. Selir Mei menggigit bibir bawahnya hingga hampir berdarah, sementara di sudut luar gerbang kuil, seorang kasim bayaran yang berdiri di antara kerumunan rakyat jelata langsung membuang muka, berusaha melarikan diri tanpa jejak.

Namun, Qingran bukanlah tipe wanita yang hanya diam ketika diserang. Sebelum ia masuk kembali ke dalam tandu kekaisaran menuju istana utama, ia membisikkan satu kalimat singkat kepada pengawal pribadinya yang berdiri siaga di balik gerbang.

"Tangkap kasim rendahan yang mengenakan lencana pelayan departemen domestik di sudut barat kuil itu," bisik Qingran dingin. "Jangan biarkan dia bunuh diri dengan racun di giginya. Aku ingin hidupnya utuh di hadapanku malam ini."

"Baik, Yang Mulia," jawab sang pengawal dengan suara tertahan, lalu melesat cepat bagaikan bayangan menembus kerumunan kabut pagi.

Perang urat saraf dan pertumpahan darah secara diam-diam di dalam istana telah memasuki babak baru yang jauh lebih berbahaya. Dan Mu Qingran bersumpah, malam ini kepala-kepala yang berani merencanakan kebusukan di belakang punggungnya akan mulai berjatuhan satu per satu.

1
Hatijah Cantik
biar gak tegang terus ,tampilkan yg romantisnya antara kaisar dan permaisuri ,Thor !
Xi Yue Qing: ada bagian romantisnya kak di bab lanjut
total 1 replies
Xi Yue Qing
Hai, readers.

Author mau kasih tahu nih. Author cuti dua minggu untuk gak nulis dulu karena kesibukan author yang berada diperantauan juga. Jadi, untuk pembaca baca dulu karya lain author ya. jika nanti author kembali pastinya author akan kasih kejutan yang menarik lagi untuk karya selanjutnya.

Siapa nih yang suka intrik istana? kalian bisa request sama author mau dibuatkan novel tema Intrik istana, kultivasi, atau poliandri yang lagi trend sekarang.

kebetulan author lagi nulis karya baru dikertas jadi rilisnya kemungkinan juga bulan September.

Semoga kalian suka karya lain author ya🥰🥰

Terimakasih dukungan kalian untuk author🥰 author akan menulis karya yang lebih menarik dan matang lagi alurnya.

byebye🥰
laaaa
jujurr inii baguss bangett sukaaa bangett samaaa ceritanyaa
Xi Yue Qing: terimakasih dukungannya kak🤩🤩
total 1 replies
Alia Chans
Alurnya menarik banget thor, apalagi karakter Qingran yang tenang tapi penuh strategi.Penulisannya juga bikin penasaran dengan keputusan Kaisar selanjutnya. Semangat terus berkarya thor/Smile/
Xi Yue Qing: siap... terimakasih 🤩
total 1 replies
Nur Yani
lanjut kk
Nur Yani
lanjut kakak
Xi Yue Qing: asiap... ditunggu update nya🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!