Indonesia
NovelToon NovelToon
Queen And King Mafia

Queen And King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Mafia / Romantis / Cintamanis / Romansa
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kaylee Agatha

Seorang gadis yatim piatu yang mencoba kabur dari Panti Asuhan dan memulai hidup nya dari nol. bertemu dengan seseorang yang mengubah hidupnya, dari yang awalnya yang biasa saja dan berakhir di kehidupan bawah tanah yang mengerikan. sosok Misterius menyelamatkannya dan terjebak di dalam permainan sosok Misterius itu.
Akan kah ia dapat bertahan? atau terjebak mati mengenaskan tanpa kabar?
awalnya semua itu cukup menakutkan baginya, namun seiring berjalan nya waktu, semua itu cukup menyenangkan baginya.
akan kah ia juga menemui jodohnya melalu jalur bawah tanah?
atau kah kematian yang dulu menghampiri nya?
bagaimana cerita selanjutnya?


happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaylee Agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 (Penyesalan)

Part 30 (Penyesalan)

"Kaki mu berdarah Lynn," Ujar Vanesa setengah berteriak sekaligus panik.

"Apa!! Benarkah?" Ujar Faelynn panik juga, ia takut anaknya dalam masalah.

"Cari bantuan, Vanesa." Ujar Faelynn setengah berteriak.

"Aku tadi sudah menghubungi Bastian, tapi ia sedang ada rapat di Washington." Ujar Vanesa, ia panik dan tak tau harus apa.

"Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Faelynn lagi, di tengah-tengah kepanikan mereka berdua. Arthur datang dan langsung menggendong tubuh Faelynn ala bridal style. Semua mata tertuju ke arah wajah tampan Arthur dan beberapa Bodyguard di belakang nya.

"Kalian, aman kan dua orang ini. Aku masih ada urusan dengan mereka." Ujar Arthur menatap tajam ke arah Iriana dan Kenan, mereka berdua terkejut karena Arthur dari Keluarga Geraldo langsung turun tangan. Siapa yang gak kenal dengan keluarga Garaldo, keluarga Mafia yang terkenal di kota New York dan juga terkenal di Amerika Serikat.

"Aku gak tau apa-apa, wanita ini yang melakukannya." Ujar Kenan berusaha membela diri.

"Eh Brengsek, ini semua tuh gara-gara lo." Ujar Iriana tak mau disalahkan.

***

Saat ini, Faelynn sudah berada di rumah sakit milik keluarga Geraldo.

Seluruh keluarga Geraldo sudah berkumpul kecuali Bastian, karena ia sedang dalam berjalan menuju New York.

"Tenang Nyonya, Nona Faelynn dan anaknya pasti akan baik-baik saja." Ucap Julia menenangkan Arabella yang sejak tadi menangis.

Vanesa hanya bisa menangis, ia tak bisa menjaga sahabatnya dengan baik.

Edbert dan Daddy nya sedang duduk di kursi yang berada di depan Arabella, sedangkan Arthur sedang mondar mandir di lorong ruangan itu.

"Ayolah, Arthur aku pusing melihat mu mondar mandir sejak tadi." Protes Calvin,

"Kau diam atau ku jahit bibir mu itu." Ujar Arthur menatap tajam ke arah Calvin. Sedangkan Delano ia berada di dalam ruangan Faelynn, ia memastikan Dokter yang menangani Faelynn tidak melakukan kesalahan apapun. Itu semua ia lakukan jika ada keluarga nya yang sakit hanya untuk berjaga-jaga.

"Bagaimana Dok, apakah semua baik-baik saja?" Tanya Delano kepada Dokter Janeeta, Dokter Janeeta adalah Dokter kandungan terbaik di kota New York.

"Faelynn dan kandungan nya baik-baik saja, untung saja dia cepat di obati. Jika tidak pendarahan akan semakin parah dan kemungkinan terburuknya adalah janin mati di dalam kandungan." Terang Janeeta, ia sedikit takut-takut untuk menjelaskannya.

"Untuk saat ini, Nona Faelynn butuh istirahat beberapa hari agar ia kembali stabil." Ujar Janeeta lagi.

Delano hanya mengangguk-ngangguk tanda ia mengerti lalu ia keluar dari ruangan Faelynn dan menjelaskan situasi Faelynn saat ini.

"Sialan, wanita itu. Aku hampir saja kehilangan anak ku." Ujar Arthur murka, setelah mendengar penjelasan dari Delano.

"Dimana mereka, akan ku cincang-cincang mereka dan ku jual organ nya ke pasar gelap." Ujar Calvin tak terima, karena ia juga hampir kehilangan keponakan.

***

Tap

Tap

Tap

"Mereka datang Iriana, kita akan mati." Ujar Kenan setelah mendengar suara orang berjalan mendekat ke arah mereka.

"Ini semua gara-gara lo, dasar cowok gak guna." Ujar Iriana masih menyalahkan Kenan, padahal ia yang memulai menyerang Faelynn.

"Sudahlah, berhenti menyalahkan ku. Kau yang menyerang nya tanpa mencari tau siapa wanita itu." Ujar Kenan kesal.

"Kau tau, kita akan mati Kenan. Mati!!" Ujar Iriana mulai menangis, ia menyesali perbuatannya.

Prokk

Prokk

Prokk

"Bagus!!" Ujar Arthur bertepuk tangan.

"Pintar!!" Ujar Calvin juga bertepuk tangan.

"Pandai!!" Ujar Vanesa ia juga bertepuk tangan dan menatap Iriana dengan gerakan mulut 'kau akan mati'.

"Ampun... Maafkan saya." Ujar Iriana mulai menyesali semuanya.

"Aku sudah memaafkan mu, namun sayangnya aku harus menyingkirkan orang yang menyakiti istri dan hampir membunuh anak ku." Ujar Arthur menatap tajam ke arah Iriana.

"Istri, anak!!" Kenan dan Iriana terkejut, ternyata mereka sudah mengganggu Istri seorang Arthur Geraldo.

"Vanesa kau bisa memulainya." Ujar Arthur menyuruh Vanesa melakukan ritual memulai penyiksaan.

"A.. Aku" Ujar Vanesa menunjuk dirinya sendiri.

"Kau tak mau?" Ujar Arthur mengerut kan dahinya.

"Baiklah, aku akan mulai dari... Hmm...." Vanesa celingukan mencari sesuatu untuk menyiksa Kenan dan Iriana, matanya tertuju pada cambuk. Cambuk itu bukan sembarangan cambuk, ada kawan-kawan tajam berada di ujung cambuk itu.

Cetas....

"Arrggg.... "

Cetas....

"Aahh...."

Cetas....

"Sakit... Tolong hentikan." Ujar Iriana menahan perih di badan dan wajah nya yang terkena ujung cambuk.

"Ampun... Maafkan aku." Teriak Kenan kesakitan.

"Wah... Ternyata seasik itu." Ujar Vanesa kegirangan, ia sangat menyukai kegiatan ini. Sangat memacu adrenalin nya.

"Jika suka lanjutkan, baby." Ujar Calvin menyuruh Vanesa melanjutkan kegiatan itu.

Cetas....

Cetas....

"Wah... Wow.... " Vanesa kegirangan hingga tak sadar ia pun melompat-lompat dan tanpa sengaja ia menabrak Calvin dan Calvin memeluk Vanesa dari belakang.

"Hm...." Arthur berdehem, dan mengambil sebuah pisau dan menurunkan nya ke paha Kenan.

"Aarrhhgg...." Teriak Kenan, ia sangat kesakitan karena di tusuk tiba-tiba.

"Jika kau memiliki kehidupan kedua, cari tau dulu siapa wanita yang akan kau dekati." Ujar Arthur setelah menusuk paha Kenan dengan Pisau.

"Dan untuk kau, jalang. Hmm... Seperti ini cukup baik." Athur mangambil air keras dan menyiramkan nya ke tangan dan bibir Iriana.

"Sakit... Maafkan saya Tuan. Saya menyesal...." Suara Iriana yang sudah hampir tak terdengar, ia akhirnya pingsan karena tak sanggup menahan sakit.

"Cih... Penyesalan tiada guna" Arthur menatap Iriana dingin tak ada rasa kasian sama sekali.

"Tangan ini yang menjambak istriku, dan bibir ini pula yang mencaci maki istri ku." Ujar Arthur, ia pun puas setelah melakukan sedikit penyiksaan dan keluar dari ruangan itu. Ia sudah tak tahan dengan baunya, bau hanyir yang membuat hidung nya sakit.

"Kalian lanjutan, jika tak mau. Suruh saja Hugo menyelesaikan nya dan membuang mayat mereka ke kandang buaya." Ujar Arthur sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu.

Happy Reading

1
Risma Bwell
Kecewa
Febri Rosi
cerita nya bagus dan menarik, beda dari yang lain.
Lubna Aulia
Suka. dan semoga ceritanya berbeda dari kisah yg lain
Lubna Aulia
Suka. sama - sama mafia
Khansa_nana_jennie22
Kekuatan kata-kata
tasha angin
Boss banget deh thor, jangan lupa terus semangat nulis ya!
Perla_Rose384
Wah, ini baru karya yang bikin aku ngerasa terngiang-ngiang, keren banget thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!