Indonesia
NovelToon NovelToon
KSATRIA BAJA : Bangkitnya Bayu Anggara

KSATRIA BAJA : Bangkitnya Bayu Anggara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / Sistem
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Bercerita tentang mahasiswa IT yang membuat AI secara mandiri di dalam sebuah Android kentangnya, dan merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Jalinan Kode di Layar Temaram

Jarum jam dinding tua di sudut ruangan menunjukkan pukul sepuluh malam. Suasana rumah kontrakan berukuran tiga kali empat meter itu terasa begitu hening, hanya diselingi deru angin malam yang menyelusup pelan dari ventilasi kayu. Di atas tempat tidur busa tipis, ibu Bayu tertidur pulas dengan napas yang kini terdengar lebih teratur dan tenang. Obat spesialis paru-paru yang berhasil ditebus siang tadi berkat bantuan Dimas mulai memberikan dampak positif pada fisiknya.

Bayu Anggara duduk bersila di lantai semen yang dilapisi karpet plastik tipis. Di depannya, sebuah laptop tua menyala dengan lampu indikator mesin yang mendengung pelan. Namun, perhatian utama Bayu malam ini tidak sepenuhnya tertuju pada layar laptop tersebut, melainkan pada sebuah ponsel Android murah berspesifikasi rendah dengan layar yang retak tipis di pojok kanan atas.

Ponsel itu terhubung ke laptop melalui kabel data kusam. Di layar ponsel tersebut, baris-baris perintah berwarna hijau terus berjalan dalam antarmuka terminal yang sangat sederhana.

Tiba-tiba, ibunya bergerak pelan dan membalikkan badan, lalu membuka matanya perlahan.

"Bayu... kamu belum tidur, Nak?" panggil ibunya dengan suara parau namun jauh lebih segar dibanding malam sebelumnya.

Bayu segera berpaling dari layarnya dan mendekati pembaringan sang ibu. "Belum, Bu. Ada yang terasa sakit lagi? Mau minum?"

Ibunya menggeleng pelan sambil mengukir senyum tipis di bibirnya yang pucat. "Tidak, Bayu. Ibu justru merasa jauh lebih mendingan malam ini. Dada Ibu tidak terasa sesak lagi seperti kemarin."

"Alhamdulillah kalau begitu, Bu. Obat dari dokter memang harus diminum secara teratur," ujar Bayu penuh kelegaan seraya membetulkan posisi selimut ibunya. "Ibu tidur lagi saja, tidak usah memikirkan Bayu."

"Kamu jangan tidur terlalu larut, Nak. Dari tadi Ibu perhatikan kamu bolak-balik menatap ponsel dan laptopmu itu. Jangan sampai kamu sakit karena kelelahan," tutur ibunya penuh kasih sayang.

"Iya, Bu. Ini tinggal menyelesaikan beberapa baris program saja. Setelah ini Bayu langsung tidur," janji Bayu lembut.

"Ya sudah. Terima kasih banyak ya, Bayu... Kamu anak yang sangat berbakti."

"Sama-sama, Bu. Selamat tidur kembali."

Setelah ibunya memejamkan mata dan kembali terlelap, Bayu menghembuskan napas pelan. Rasa syukur memenuhi dadanya melihat kondisi ibunya yang membaik. Ia kembali ke posisinya di depan layar, meraih ponsel Android miliknya yang terasa sedikit hangat di telapak tangannya.

Ponsel itu mendadak bergetar pelan. Sebuah panggilan masuk dari Dimas terpampang di layar. Bayu dengan cepat menggeser ikon hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya seraya berbisik.

"Halo, Dim?"

"Halo, Bay! Sori banget nih telepon malam-malam. Lu belum tidur kan?" suara Dimas terdengar dari balik telepon dengan latar belakang suara musik santai.

"Belum, Dim. Ibu baru saja terlelap lagi. Kenapa, Dim?"

"Gue cuma mau memastikan, obat yang kita tebus tadi siang benar-benar cocok kan buat Tante?" tanya Dimas dengan nada cemas sekaligus peduli.

"Sangat cocok, Dim. Napas Ibu sudah jauh lebih lancar dan beliau bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Sekali lagi, terima kasih banyak atas bantuanmu tadi siang," ucap Bayu tulus.

"Santai saja, Bay. Gue senang banget dengarnya," balas Dimas lega. "Eh, btw, suara ketikan jemari lu kedengaran jelas banget dari telepon. Lu lagi ngerjain proyek freelance lagi?"

Bayu tertawa kecil. "Bukan, Dim. Aku sedang mengulik program eksperimental pribadiku di ponsel."

"Di HP Android kentang lu itu? Ngerjain apa lagi lu? Bukannya kemarin lu baru kelar bikin skrip penghemat baterai?"

"Ini beda, Dim," sahut Bayu seraya menatap layar terminal di ponselnya. "Aku sedang mencoba merancang arsitektur kecerdasan buatan atau AI yang sangat ringan. Aku ingin AI ini bisa berjalan secara langsung di sistem operasi Android berspesifikasi rendah tanpa bergantung penuh pada server cloud eksternal."

Dimas tertahan sejenak di ujung telepon, seolah sedang mencerna ucapan sahabatnya. "Tunggu... lu mau bikin AI yang running secara native di HP dengan RAM kecil begitu? Bukannya pemrosesan neural network itu butuh alokasi memori dan GPU yang sangat besar?"

"Secara teori standar memang begitu, Dim," jelas Bayu teknis namun dengan gaya santai. "Tapi aku memodifikasi algoritma pemangkasan bobot data dan kompresi matriks logikanya. Aku mengeliminasi kalkulasi yang tidak perlu dan mengoptimalkan penggunaan instruksi prosesor tingkat rendah. Dengan begitu, ponsel dengan spesifikasi minim pun bisa mengeksekusi pola logika AI secara mandiri."

"Gila... Otak lu beneran enggak ada obatnya, Bay," kekeh Dimas terkagum-kagum. "Terus, tujuan lu bikin AI di HP itu buat apa sebenarnya?"

"Aku ingin membuat sistem asisten yang tidak sekadar menjalankan perintah suara biasa," urai Bayu sambil mengetikkan baris kode perintah tambahan di laptopnya. "Aku merancangnya agar memiliki kemampuan self-learning. Dia harus bisa menganalisis data terstruktur, mempelajari pola kebiasaan pengguna, memprediksi variabel masa depan berdasarkan tren data, dan mengembangkan strukturnya sendiri seiring berjalannya waktu."

"Bentar-bentar, memprediksi masa depan maksud lu gimana, Bay?"

"Bukan meramal hal gaib, Dim," potong Bayu sambil tersenyum. "Maksudku memprediksi fluktuasi data numerik, seperti pergerakan tren pasar, pola data statistik, atau efisiensi pemrosesan sistem secara presisi berdasarkan analisis algoritma probabilitas."

"Tetap saja itu kedengarannya canggih banget buat sebuah program yang dirancang di kamar kontrakan sempit," ujar Dimas terkekeh. "Lu emang bakat jadi ilmuwan komputer hebat, Bay. Kalau proyek AI lu ini berhasil, jangan lupa patenkan!"

"Masih sangat jauh dari kata sempurna, Dim. Ini baru tahap fondasi paling dasar. Pengujian logikanya masih sering menemukan error pada alokasi memori eksekusi."

"Ya sudah, yang penting lu jangan lupa waktu. Ingat, besok pagi kita ada jadwal praktikum basis data jam delapan bersama Pak Bambang."

"Iya, Dim. Aku tahu. Ini juga sudah mau bersiap tidur."

"Sip kalau begitu. Selamat istirahat, Bay. Salam buat Tante."

"Terima kasih, Dim. Selamat malam."

Bayu memutus sambungan telepon dan meletakkan ponselnya kembali di atas meja. Ia menatap layar ponsel Android-nya yang kini menampilkan antarmuka hitam sederhana dengan satu baris kursor yang berkedip-kedip.

Bayu mengetikkan satu baris perintah pengujian akhir melalui papan ketik virtual ponselnya: Execute_Baseline_Protocol().

Jemari Bayu menekan tombol enter. Selama beberapa detik, ponsel Android-nya terasa agak hangat. Baris-baris teks berukuran kecil meluncur cepat di layar, melakukan alokasi memori internal secara mandiri.

Output teks terakhir muncul di layar ponselnya: System Logic: Online. Core Architecture: Stable. Memory Usage: 118 MB. Status: Ready for data ingestion.

Bayu menghembuskan napas lega. Senyum tipis mengembang di wajah tampannya yang tersembunyi di balik kacamata tebal. Eksperimen awalnya untuk menanamkan struktur AI mandiri di dalam ponsel Android miliknya berjalan sesuai dengan perhitungan teoritis yang telah ia susun selama berbulan-bulan.

Ia mematikan sambungan kabel data ke laptop, mencabut daya laptop tua itu, lalu mematikan lampu meja kerjanya. Ruangan kembali menjadi gelap dan tenang, hanya tersisa pendar cahaya redup dari layar ponsel Android yang kini terkunci di meja samping tempat tidurnya.

Bayu merebahkan badannya di kasur lantai sederhana di samping ibunya. Sambil memejamkan mata, ia membiarkan rasa lelah merayap ke seluruh tubuhnya, siap menghadapi esok hari dengan harapan baru yang perlahan mulai terbangun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!