Indonesia
NovelToon NovelToon
Najwa

Najwa

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:67.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.F

" Apa susahnya menjawab pertanyaanku?! Bukan'kah aku ini calon suamimu?! Apa pantas seorang wanita yang memiliki calon suami pergi bersama dengan laki-laki lain?! Jangan seperti wanita murahan Najwa!" Reyhan Nugraha

" Aku memang wanita murahan! Bukan'kah kamu sudah tau dari awal, kalau aku memiliki anak di luar nikah! Jadi selama ini penilainmu seperti itu, dasar brengsek! Kamu memang sama seperti keluarga Adipati, menilaiku wanita murahan. Walaupun aku wanita murahan, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu! Lebih baik kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi dalam hidupku!." Najwa Putri Kasna


Perjalanan cinta mereka begitu penuh dengan lika-liku, Reyhan yang sudah pernah mengecewakan Najwa saat itu, ia tidak ingin Najwa kembali lagi pada Alex, tapi ternyata ucapan Reyhan salah, kata-kata Reyhan membuat Najwa sakit hati, lalu jalan apa yang akan Najwa ambil? Setelah Najwa membuka kembali hatinya untuk laki-laki yang sama, tapi ia di kecewakan untuk yang kedua kalinya

Najwa juga sadar kalau ia adalah wanita murahan, ia harus hamil di luar nikah bersama Alex Adipati. Alex Adipati adalah laki-laki yang bisa membuat Najwa melupakan Reyhan, tapi semua itu karena sandiwara Reyhan yang akan menikah, Reyhan memngenalkan calon istri pada Najwa, dan calon istrinya mengaku sedang hamil, hingga Najwa juga melakukan hal yang bodoh bersama Alex. Najwa pikir Alex juga laki-laki seperti Reyhan, yang akan bertanggung jawab atas janin yang di kandungnya, tapi ternyata Najwa salah menilai Alex, bahkan Alex meminta Najwa untuk menggurkan kandungannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 31 Pertanyaan dari wartawan

Kesialan Najwa kemarin ternyata masih terus berlanjut sampai hari ini. Pagi ini saat Najwa sampai di depan kantor sudah banyak pemburu berita yang menunggu kedatangan Najwa di sana.

Entah bagaimana caranya pertemuan Najwa kemarin dengan Alena dan Alex bisa tertangkap kamera. Foto-foto Alex yang mengejar Najwa dan berhasil memegang pergelangan tangan Najwa saat akan keluar dari The Lounge beredar luas hingga menjadi perbincangan publik. Para wartawan itu mulai melontarkan banyak pertanyaan pada Najwa

"Kenapa kalian terlihat bersama?"

"Apa yang kalian bicarakan?"

"Apa ada kaitannya dengan pemukulan kemarin?"

"Atau ada hubungannya dengan proses perceraian Shireen Aurora yang melibatkan Alena Adipati?"

"Apa benar dulu mbak Najwa sahabat Alena Adipati?"

Kepala Najwa sudah mau pecah saat mendengar pertanyaan-pertanyaan dari mereka, akhirnya ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan mereka satu-persatu

"Iya dulu kami memang berteman."

"Apa yang kalian bicarakan hingga memesan ruang VIP khusus?"

"Alena Adipati menelpon saya meminta untuk bertemu. Dia ingin saya mencabut tuntutan ibunya, Sella Adipati."

"Jadi Mbak Najwa benar, akan mencabut laporan terhadap nyonya Adipati?"

"Sejauh ini kita belum ada kata sepakat, jadi proses hukum akan di lanjutkan."

"Kenapa kemarin Alex Adipati mengejar anda, apa Alex Adipati memaksa anda?"

Najwa diam sebentar, untuk memikirkan jawaban dan sambil terus merutuki kebohongannya, hingga bisa tertangkap kamera, tapi ia bersyukur para wartawan itu tidak ada yang mendengar perdebatan kemarin.

"Alex tidak memaksa saya, hanya menyuruh untuk mempertimbangkan lagi. Alex tidak tega melihat ibunya yang sudah berumur harus berurusan dengan hukum."

"Jadi apa keputusan mbak Najwa sekarang, apa tetap melanjutkan proses hukum?"

"Kemarin saya sudah membicarakan dengan mereka, saya akan mencabut laporan itu, asalkan nyonya Adipati setuju untuk minta maaf."

"Apa hanya permintaan maaf saja? Apa anda tidak menuntut ganti rugi?"

"Uang saya sudah banyak, rumah dan mobil mewah saya sudah punya, untuk apa saya meminta uang pada mereka? Justru orang yang banyak uang biasanya malu dan gengsi untuk mengakui kesalahannya, apa lagi untuk minta maaf!"

Najwa langsung masuk ke dalam kantor, suara-suara pertanyaan masih terdengar di luar sana. Di ruangan Najwa sudah ada Andi.

"Kamu sudah seperti artis yang mendapatkan skandal, terus di kejar-kejar wartawan."

Najwa langsung meletakkan tasnya di meja kerja, lalu langsung duduk di sofa bersama Andi sambil menyadarkan kepalanya di bahu Andi.

"Ini belum seberapa, nanti untuk sekedar ke kantor saja akan kesulitan, kalau bom itu sudah benar-benar meledak."

Andi hanya mengelus pucuk kepala Najwa, ia tidak bertanya.

"Kenapa bajingan itu ingin merebut Leo dariku? Kamu tau, kemarin Alex mengancam aku, jika aku tidak mau menikah dengannya, Alex akan mempublikasikan hubunganku bersama mas Rey. Aku tidak pernah menyangka kalau Alex akan mengancam ku dengan cara itu, aku memang tidak peduli tentang hal itu, toh aku juga tidak memiliki hubungan dengan mas Rey. Sekarang aku hanya memiliki satu pilihan, bertarung hingga salah satu dari kami ada yang kalah."

Najwa langsung menghela nafas berat, walau pun ia tegar di depan orang lain, tapi kalau sudah di depan Andi, ia selalu memperlihatkan titik lemahnya. Andi langsung mendekap Najwa dalam pelukannya.

"Sampai kapan hidupmu seperti ini Najwa, sampai kapan masalahmu akan selalu menghampirimu, dari awal percintaan bersama bang Rey hingga sekarang, kamu masih saja sedih." batin Andi

"Aku percaya kamu bisa melewati ini semua, kamu dulu juga bisa berhasil melewati 6 tahun ini ."

"Semoga saja begitu."

"Proses perceraian Shireen sampai mana?"

"Kalau Raka tidak datang seterusnya di sidang, sekitar 2 Minggu lagi juga selsai."

"Oh baguslah kalau begitu."

Najwa hanya mengangguk, lalu ia langsung berjalan ke arah meja kerjanya, ia langsung mulai bekerja. Sedangkan Andi hanya memainkan ponselnya sambil tiduran di sofa, ia memang hari ini sedang malas pergi ke kantor, jadi ia hanya di ruangan Najwa. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Andi langsung mengajak Najwa untuk pulang.

"Ayo pulang, sekarang sudah malam."

"2 jam lagi, kamu pulang duluan saja, aku juga hari ini bawa mobil sendiri, jadi kamu tidak perlu mengantarku."

"Yakin kamu akan menyetir sendiri?"

"Iya."

"Baiklah, aku akan pulang."

Andi langsung keluar dari ruangan Najwa, sementara Najwa masih sibuk dengan pekerjaannya, hingga Najwa sudah benar-benar lelah, ia langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 20.45WIB.

Najwa langsung melihat ponselnya ada banyak pesan masuk di ponselnya. Ibunya yang menanyakan pulang jam berapa. Andre mengajaknya untuk bertemu. Shireen yang bertanya sampai di mana proses perceraiannya, dan Reyhan yang mengatakan kalau Leo di rumahnya.

"Kenapa mas Rey selalu membuat susah saja, kenapa harus bawa Leo ke rumahnya."

Najwa langsung merapihkan berkas-berkas di meja kerjanya, lalu ia langsung melangkah keluar dari kantor, tapi sayangnya kesialan itu selalu saja datang, di samping mobilnya sudah ada seorang lelaki muda yang menunggunya.

"Anda Najwa Putri Kasna?"

"Iya, anda siapa?"

"Saya asistennya ibu Siska, istri dari bapak Alex Adipati."

Kepala Najwa langsung pening, masalahnya selalu saja berpura-pura di keluarga Adipati.

"Ada perlu apa?"

"Ibu Siska ingin bertemu anda. Kapan kira-kira ada waktu luang?"

"Katakan padanya saya tidak memiliki waktu luang!"

Najwa baru saja memegang pintu mobilnya, tapi lelaki itu langsung menahannya dengan memegang pintu mobilnya juga.

"Apa lagi?!"

"Tolong, ibu Siska bilang ada hal penting yang ingin di bicarakan dengan anda."

"Tapi saya tidak ada urusan dengannya! Bahkan saya tidak kenal dengannya. Kamu bilang padanya untuk datang sendiri ke kantor, bukankah dia yang perlu bukan saya?! Enak sekali dia menyuruh-nyuruh, memangnya dia siapa?! Minggir, atau saya telpon polisi!"

Lelaki itu langsung minggir. Najwa langsung masuk ke dalam mobil sambil menghela nafas berat, tidak hatinya tidak badannya, ia sudah benar-benar lelah, dan sekarang ia akan menemui masalah baru lagi, yaitu harus datang ke rumah Reyhan untuk menjemput Leo. Najwa langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Kenapa semua orang benar-benar menyebalkan!"

Setelah menempuh perjalanan cukup lumayan lama, Najwa sampai di depan rumah Reyhan, ia langsung menekan tombol bel rumah.

Ting-tong

Reyhan langsung membuka pintu sambil tersenyum. Najwa yang melihat senyuman seperti tidak bersalah, ia sangat kesal.

"Kenapa harus bawa Leo kemari kalau tidak di antar pulang lagi?! Apa tidak bisa untuk mengurangi rasa lelahku?!"

"Aku ingin berbicara dengan Najwa."

Reyhan langsung menarik pergelangan tangan Najwa masuk ke dalam rumahnya hingga mendudukkan Najwa di sofa ruang tamu.

"Aku datang hanya untuk mengambil Leo, kalau ingin berbicara denganku besok saja!"

"Leo sudah tidur, jadi biarkan Leo tidur di sini, apa lagi aku juga sudah membuat kamar untuk Leo. Kamu mau aku buatkan coklat hangat?"

"Iya boleh, tambahkan sedikit susu."

Reyhan hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia langsung berjalan ke dapur

1
haruka
bagus
Anak Tengah
mantap..Leo pasti lebih tampan saat tersenyum
R.F: Terima kasih Kak sudah selalu mampir
total 1 replies
anisa putri
akhirnya mereka baik an juga
Anak Tengah
terima aja..kalau aku tidak pake nolak/Chuckle/
anisa putri
lnjut
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Semangat kak.. 💪🏼💪🏼💪🏼
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Halo kak, aku hadir.. maaf ya baru mampor..
anggita
👌👍.,
Anak Tengah
laki laki idaman
Anak Tengah
sesederhana itu kah kebahagiaanmu Leo
Anak Tengah
#Mereka

lelah iya..Mengapa Autor begitu menyiksamu/Shhh/
R.F: haha betul kak
total 1 replies
Anak Tengah
semangat Alex..aku pendukung pria yg pantang menyerah
Anak Tengah: sama sama and terima kasih kembali adik
total 2 replies
Anak Tengah
manfaatkaan kesempatan sebaik mungkin iya
Rahma AR
like
Anak Tengah
teriris hatiku mendengarnya upss membacanya
R.F: Terima kasih kak
total 1 replies
Narumi09
ceritanya bagus, konfliknya juga sangat seru.
Narumi09
semangat upnya thor
Narumi09
semangat upnya
Narumi09
semangat up nya thor.
anggita
👍👌., terus berkarya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!