Indonesia
NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Bom Suara dan Drama Keripik Pedas

Pesan ancaman di layar TV koridor sekolah langsung memicu kepanikan massal di kalangan siswa SMA Garuda. Cassandra dan Narendra saling pandang, menyadari bahwa logic bomb atau bom logika yang dimaksud musuh kali ini bukanlah peledak fisik, melainkan skrip program jahat yang dirancang untuk merusak sistem pengeras suara sekolah dengan gelombang frekuensi audio melengking tinggi.

"Kalau pengeras suara di setiap kelas membunyikan frekuensi audio ultrasonic di atas seratus desibel, gendang telinga satu sekolah bisa pecah serentak!" cetus Narendra seraya menarik tangan Cassandra menuju ruang kendali audio sekolah.

Sambil berlari kencang membelah kerumunan siswa yang histeris, Cassandra sempat-sempatnya menyenggol tas punggung Pak Didik, guru BK yang sedang memegang sebungkus keripik pedas level maksimal. Keripik pedas itu terbang bebas di udara, sebelum akhirnya mendarat tepat di dalam mulut Pak Didik yang sedang menganga ketakutan.

"Aduh, gusti nu agung, pedes banget ini serangan siber!" teriak Pak Didik melotot sambil keliling mencari air minum, membuat kepanikan di koridor mendadak berubah jadi adegan komedi lokal.

Mereka berdua akhirnya berhasil menerobos pintu ruang kendali audio yang ternyata dikunci rapat dari dalam. Tanpa berpikir panjang, Narendra memanfaatkan kartu kantin berteknologi Radio Frequency Identification (RFID) miliknya untuk meretas slot kunci elektronik pintu tersebut dalam hitungan detik.

"Gue baru tahu kartu buat beli bakso bisa dipakai jebol pintu," cetus Cassandra heran seraya menggelengkan kepala melihat kelakuan ajaib cowoknya.

"Prinsip freaking RFID itu sama aja, Cas, yang penting frekuensi kartunya cocok sama sensor pintu," jawab Narendra santai seraya mendorong pintu hingga terbuka lebar.

Di dalam ruangan yang remang-remang itu, pemutar audio utama sekolah tampak menyala sendiri dengan lampu indikator merah yang berkedip sangat cepat.

Suara dengungan halus yang makin lama makin melengking mulai merayap keluar dari corong pengeras suara di sudut plafon, menandakan skrip bom logika tersebut siap meledak dalam hitungan detik.

Cassandra langsung melompat ke depan konsol audio, menancapkan penggerak kilat USB portabel yang berisi antivirus buatan mereka semalam. Namun, layar komputer kontrol mendadak menampilkan pesan galat karena sistem telah dikunci oleh kata sandi berlapis berupa teka-teki logika matematika.

"Aduh, mana gue remedial matematika semester kemarin lagi!" seru Narendra panik seraya menepuk jidatnya sendiri di tengah desakan waktu yang makin menipis.

"Tenang, ini cuma soal logika gerbang AND dan OR sederhana yang biasa kita pakai buat bikin program peretasan!" balas Cassandra cepat seraya jemarinya menari lincah di atas kibor.

Ia memasukkan kombinasi biner sederhana untuk melompati baris perintah program jahat tersebut, mengaplikasikan trik bypass dasar yang sering dipakai anak-anak komunitas teknologi.

Teknologi jaringan modern mengajarkan bahwa sistem rumit sekalipun dapat dilumpuhkan hanya dengan mengembalikan alur perintah logika ke titik awal atau factory reset.

BZZZZZT... KLIK!

Dengungan suara melengking di seluruh pengeras suara sekolah seketika mati total, digantikan oleh alunan lagu pop komedi yang tidak sengaja terputar otomatis dari playlist ponsel milik Pak Didik.

Seluruh siswa di koridor yang tadinya menutup telinga rapat-rapat mendadak terdiam, lalu bersorak gembira mendengar alunan lagu kocak yang memecah ketegangan. Pak Didik yang masih kembung akibat kebanyakan minum air putih tampak berjoget kecil di depan kelas, menyegarkan suasana pagi yang tadinya mencekam.

Cassandra menghela napas lega luar biasa, menyandarkan tubuhnya yang lemas ke bahu tegap milik Narendra. Narendra tersenyum lebar, merangkul pinggang Cassandra erat-erat seraya mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala cewek kesayangannya itu.

"Lu keren banget, Cas, pinteran lu daripada Google," puji Narendra jujur dengan mata berbinar penuh rasa kagum.

"Ya iyalah, makanya jangan bolos jam pelajaran Pak Bambang terus!" cibir Cassandra tertawa renyah seraya mencubit pelan pinggang Narendra.

Pukul 10.00 WIB.

Suasana kantin SMA Garuda terasa begitu hangat dan riuh saat jam istirahat pertama tiba. Cassandra dan Narendra duduk di meja favorit mereka dekat pohon mangga, menikmati semangkuk mie ayam hangat dan dua gelas es teh manis.

Teman-teman sekelas mereka berdatangan untuk mengucapkan terima kasih dan minta maaf atas tuduhan tanpa alasan beberapa hari lalu. Bimo, sang ketua kelas yang sempat dimanfaatkan musuh, bahkan rela mentraktir semangkuk bakso telur super besar untuk Narendra sebagai bentuk penyesalan.

"Gue utang banyak sama kalian berdua, Ren, Cas," ujar Bimo tulus seraya menaruh mangkuk bakso di meja mereka.

"Santai aja, Bim, yang penting lain kali kalau ada ancaman anonim langsung omongin ke kita," balas Narendra ramah seraya menyeruput es teh manisnya sampai habis.

Cassandra tersenyum bahagia melihat kebersamaan mereka yang telah kembali pulih seperti sediakala. Konflik berat yang mereka lewati bersama justru makin mempererat rasa percaya dan ikatan cinta remaja di antara mereka berdua.

Narendra melirik Cassandra yang sedang asyik mengunyah pangsit goreng dengan lahap sampai pipinya menggembung lucu. Cowok itu merogoh saku seragamnya, mengeluarkan sebuah gelang tali hitam sederhana dengan liontin berbentuk pelat sirkuit kecil yang cantik.

"Ini apa, Ren?" tanya Cassandra heran seraya menghentikan kunyahannya dan menatap gelang tersebut dengan mata berbinar.

"Gue bikin sendiri semalam dari sisa komponen jam tangan mikro gue," terang Narendra seraya memasangkan gelang itu di pergelangan tangan halus Cassandra. "Ini gelang pelacak lokasi terenkripsi, jadi ke mana pun lu pergi, gue bakal selalu tahu dan siap melindung lu."

Pipi Cassandra seketika merona merah mendapati perlakuan manis yang begitu kreatif dan perhatian dari cowok peretas di hadapannya.

"Romantisnya anak teknik memang agak beda ya, pakai pelacak," goda Cassandra tertawa manis seraya mengelus gelang barunya.

Pukul 13.00 WIB.

Bel tanda berakhirnya jam pelajaran sekolah berbunyi nyaring, menandakan waktunya seluruh siswa SMA Garuda untuk pulang ke rumah masing-masing.

Cassandra dan Narendra berjalan berdampingan menuju tempat parkir motor seraya saling melempar lelucon ringan yang menghangatkan suasana siang. Hari yang penuh dengan ketegangan itu akhirnya dapat ditutup dengan senyuman dan kebahagiaan yang utuh.

Namun, saat Narendra baru saja hendak memasangkan helm ke kepala Cassandra, ponsel di dalam saku celana Narendra mendadak bergetar tanpa henti.

Bukan pesan teks biasa yang masuk, melainkan sebuah panggilan video dari nomor darurat yang terhubung langsung dengan sistem kamera pengawas di rumah Cassandra.

Ketika Narendra mengangkat panggilan video tersebut, layar ponselnya menampilkan ruang tengah rumah Cassandra yang tampak acak-acakan.

Di tengah layar ponsel yang buram itu, terlihat sesosok pria berjaket kulit hitam sedang berdiri membelakangi kamera, seraya memegang sebuah dokumen rahasia milik almarhum ayah Cassandra.

Pria itu berbalik perlahan melambaikan tangan ke arah kamera, sebelum akhirnya menempelkan sebuah stiker simbol konsorsium tepat di atas layar lensa kamera pengawas tersebut.

1
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!