Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Darah Satu Nyawa

Satu Darah Satu Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Sistem / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ashar Addien

akmal pria biasa yang bergabung dengan kelompok mafia, kemampuannya dalam bertarung membuatnya mendapatkan kepercayaan dari bosnya.
tetapi ada rahasia besar di balik itu..siapa akmal sebenarnya..dan apa tujuannya menjadi anggota mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashar Addien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

adi terkepung

" bos kami benar- benar tidak menemukan jejak titus lagi" anak buah adi datang memberikan laporannya. Mereka sampai harus mencari di sekitar kediaman titus, namun jejak titus tidak ditemukan.

"arrrggghh..bangsat, rencana kita gagal total!!" hardik adi penuh rasa marah.

"apa yang akan kita lakukan selanjutnya bos?" tanya evan mulai gelisah.

"kita harus kembali pulang ke wilayah tengah secepatnya" saat itu adi tersadar bahwa matahari sudah benar- benar terbit, kalau anak buah titus mengetahui keberadaan mereka bisa- bisa merekalah yang akan di habisi.

"cepat kasih tau anggota yang lain..kita harus segera pergi dari wilayah barat" lanjut adi.

tanpa berkomentar lagi, evan segera menghubungi anggota mereka untuk segera pergi.

. . .

Beberapa saat kemudian puluhan kendaraan yang membawa adi dan anak buahnya mulai meninggalkan wilayah barat dan berjalan menuju wilayah mereka yaitu wilayah tengah. Namun satu hal yang mereka tidak ketahui rombongan akmal juga sedang menuju ke arah mereka. tujuan akmal adalah menyelamatkan titus sekaligus melawan adi yang sudah terjebak.

"sepertinya itu mereka!!" salah satu anak buah titus melihat iring- iringan kendaraan adi melaju ke arah mereka dengan cepat.

akmal memperhatikan kendaraan di depannya itu dengan seksama.

"yaa benar..itu memang mereka!!" ucap akmal setelah memastikan iring- iringan kendaraan di depannya adalah rombongan adi.

akmal memberhentikan kendaraannya di tengah jalan untuk memblokade kendaraan adi. Selanjutnya dia beserta anggotanya berlindung di balik bangunan- bangunan di sepanjang jalan tersebut.

"tabrak mobil itu!!" perintah adi pada anak buahnya ketika dia melihat sebuah mobil menutup jalurnya.

kendaraan paling depan menambah kecepatan dan menabrak mobil akmal yang melintang di tengah jalan hingga terbanting. mobil yang di jadikan sebagai barrier itu tergeser ke pinggir jalan, sehingga jalur untuk adi dan anggotanya kembali terbuka.

"tembak!!"

Melihat adi yang hampir berhasil meloloskan diri akmal segera memberi aba- aba untuk mulai menembaki mereka.

Dor..dor..dor..

Trrrrrrrrtttt!!!... Trrrrrrrrrrt...!!! Trrrrrrttttt!!

Tembakan akmal dan anggotanya menyalak ke arah adi. Beberapa kendaran anggota adi satu persatu mengalami kerusakan. Tidak tinggal diam, anggota adi pun membalas tembakan anak buah titus tak kalah sengitnya. Tempat itu dalam sekejap berubah menjadi medan pertempuran yang sangat sengit. warga masyarakat di sekitar tidak ada yang berani keluar karena ketakutan.

Tetapi keuntungan berada di pihak akmal, dengan berlindung di balik bangunan yang berada di sisi kiri dan kanan ruas jalan itu, mereka leluasa memberikan tembakan ke arah iring- iringan anggota adi.

Satu persatu mobil yang di pakai anak buah adi sudah mengalami kerusakan akibat terkena tembakan, di tambah lagi banyak anak buahnya yang sudah tumbang membuat adi semakin panik.

"ayooo cepat pergi dari sini!!" bentak adi pada anak buahnya yang menyetiri mobilnya.

adi beserta anggotanya yang tersisa segera tancap gas meninggalkan tempat itu sebelum mereka ikut terbantai seperti anggota mereka yang lain.

Melihat kepergian adi, akmal bergegas mengikuti dari belakang, sementara sebagian anggotanya melanjutkan perjalanan ke kediaman titus.

Beberapa saat kemudian adi sudah mendekati perbatasan antara wilayah barat dan tengah. Namun di tempat itu anak buah titus pun sudah menunggu. Kontak tembak kembali terjadi, kali ini adi benar- benar kewalahan. Evan asistennya mengalami luka tembak sedangkan anak buahnya yang lain tinggal sedikit saja yang tersisa. sudah hampir bisa di pastikan akhir hayat adi akan segera tamat.

Akmal tidak mengharapkan adi mati saat itu, yaa mungkin suatu saat adi memang harus di habisi tapi bukan sekarang. Tapi di lain pihak situasi benar- benar sudah tidak terkendali. Akmal sendiri tidak memiliki ide lagi bagaimana caranya agar adi bisa lolos dari baku tembak tersebut.

Dalam keadaan kehilangan harapan. Tiba- tiba saja dari arah wilayah tengah anggota adi muncul dalam jumlah besar. Sebelumnya memang adi tidak mengerahkan seluruh anggotanya untuk ikut menyerbu di kediaman titus, namun hanya sebagian kecil saja yang ikut. sedangkan sebagian besarnya di siagakan bila saja rencana penyerangan itu mengalami kegagalan.

Kemunculan anak buah adi dari wilayah tengah membuat pasukan titus harus mundur. Dengan begitu akhirnya adi dan beberapa saja anak buahnya yang tersisa berhasil lolos dan kembali ke wilayah tengah meskipun mengalami kerugian yang sangat besar, utamanya dia harus kehilangan anggota- anggota terbaiknya.

. . .

"tuan titus anda tidak apa- apa?" tanya salah satu anak buah titus yang baru berhasil menyelamatkan titus. Setelah mereka tiba di kediaman titus, anak buahnya itu kemudian menelepon titus dan mengabarkan bahwa situasi di kediamannya sudah terkendali. Dengan begitu titus dika dan hendrik kemudian keluar dari persembunyiannya di sebuah gedung kosong dan kembali ke rumahnya.

"hanya luka kecil" sambil memegangi lengannya yang terserempet serpihan peluru.

"bagaimana dengan adi bangsat itu..apa kalian berhasil membunuhnya?" lanjut titus bertanya.

" dia berhasil lolos bos..tapi akmal saat ini sedang mengejarnya, dan di perbatasan juga kami sudah melakukan penjagaan"

"saya harap dia mati..tapi kalaupun dia bisa lolos dari wilayah saya..saya tetap akan memburunya sampai kemana pun dia pergi!!" air muka titus tampak menunjukan ekspresi gusar. Pandangannya berkeliling memandangi puluhan mayat anak buahnya yang terbujur kaku. Mereka bukan hanya sekedar anak buah titus, namun mereka adalah pengawal pribadinya yang setiap hari selalu bersamanya. Tentunya ikatan emosional antara anak buah dan bos sudah terjalin. Hal inilah yang membuat titus benar- benar marah dan dendam kepada adi.

'drrrrrtt..drrrrrt..drrrrrt'

Ponsel titus bergetar, ternyata vania menghubunginya.

"halo sayang"

"pah..papa tidak apa- apa kan?..papa dimana sekarang?..vania sangat menghawatirkan papa!!..papa tidak terluka kan?" bertubi- tubi vania mencecar ayahnya dengan pertanyaan.

"sayaang ...kamu tidak usah khawatir..papa tidak apa- apa sayang"

"papa dimana sekarang..vania mau menemui papa!!"

"kamu tidak usah ke sini sayang..keadaan di sini benar- benar kacau"

"vania tidak mau tau..pokoknya vania harus bertemu papa"

Titus menghela nafasnya, putrinya itu sangat keras kepala. " baiklah..tapi kamu tidak usah ke rumah kita, papa sendiri akan pindah untuk sementara sampai rumah ini sudah di bereskan.. Nanti kakakmu hendrik akan mengirimkan titik lokasinya"

"iya pah vania tunggu yaah" vania kemudian menutup pembicaraan tersebut.

Titus kemudian mengalihkan pandangannya pada hendrik dan dika bergantian. "untuk sementara kita akan tinggal di gudang baru.. Sampai rumah ini kembali di bereskan maka gudang baru akan menjadi markas kita"

1
Cleopatra
Nggak sia-sia investasi waktunya.
Mưa buồn
Ngerti banget, bro!
veragarden ✷
Kayaknya harus kasih bintang lima deh buat cerita ini!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!