Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Waktu tak terasa cepat berlalu. Matahari sudah mau kembali ke peraduannya menyisakan warna jingga yang indah.

Lidia membantu buk Sum dan Fira menyiapkan makan malam. Ada derai tawa mewarnai dapur kali ini. Fira begitu mudah membuat suasana jadi ramai dengan candanya.

"Lidia sebaiknya kamu bersih - bersih gih, habis itu kita makan malam bersama." perintah buk Sum yang begitu perhatian terhadap Lidia.

"Tanggung ini dikit lagi, buk."

"Biar kakak saja, ga baik orang hamil mandinya kemalaman." Fira mengambil alih tugas Lidia dan menyuruh Lidia mandi.

Selesai sholat magrib semua sudah berkumpul di meja makan. Saat makan malam di mulai tiba - tiba ada yang mengetuk pintu.

"Siapa sih, ganggu aja." runtuk Adit langsung berdiri dari duduknya dnegan wajah kesal menuju pintu.

"Tok..... tok......tok......assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, ganggu aja." omel Adit lirih. Betapa terkejutnya Adit saat membuka pintu melihat siapa gerangan yang berdiri di sana sambil membawa tentengan di tanganya.

"Gani ngapain loe malam - malam datang kesini?" cerocos Adit heran.

"Aku ganggu ya?" tanya Gani tidak enak hati karna kedatangannya yang tiba - tiba.

"Lumayan ganggu sih." canda Adit.

"Kalau gitu aku pulang aja deh." Gani hendak memutar tubuhnya tapi di tahan Adit.

"Mau kemana? Udah di sini ayo masuk, kita makan bareng." Adit menarik Gani masuk kedalam rumah dan langsung membawanya ke meja makan.

"Malam semuanya." sapa Gani gugup.

"Eh ada nak Gani, Fira ambilin piring satu lagi." perintah buk Sum.

"Ini ada sedikit dari mama untuk buk Sum." Gani menyerahkan kantong yang ia bawa dan meletaknya di meja. Sudut mata Gani melihat kearah Lidia tapi yang di liat nampak cuek sekan tak peduli dengan kehadirannya.

"Waduh merepotkan saja, bilang mamanya makasih." Adit yang pertama membuka bawaan Gani, ada ayam bakar lengkap dengan sambel dan lalapanya. Mata Adit berbinar melihat betapa lezatnya ayam bakar tersebut.

"Mama loe tau aja makan kesukaan gue." celetuk Adit sambil mengambil satu potongan besar dan langsung melahapnya. Ayam bakar mama Gani memang nomor satu tak salah warung makanya selaku ramai.

"Dek Lidia ga mau cobain?" tanya Gani pada Lidia.

"Nanti aja, mas." jawab Lidia santai tanpa ekpresi.

"Enak lho dek." rayu Gani.

"Gampang mas." jawab Lidia dingin.

"Aku mau cobain dong." Fira memecah ketegangan dan kelakuan di antara Lidia dan Gani.

Selesai makan Lidia membantu Fira beberes dan langsung masuk ke kamarnya. Ia merasa tak nyaman dengan kehadiran Gani di sana. Lelaki itu selalu saja menatap dirinya dan itu membuatnya risih.

"Makasih makan malamnya, bu. Masakan buk Sum dari dulu memang enak."

"Sama - sama nak Gani, ibu juga berterima kasih di bawain ayam bakar."

"Gue denger - denger loe udah jadi PNS ya?"

"Alhamdulillah."

"Wah hebat mas Gani jadi PNS, bakal enak calon istrinya punya jaminan gaji tiap bulan apalagi nanti kalau pensiun ada jaminannya juga." celetuk Fira.

"Siapa cewek yang beruntung itu?" tanya Gani penasaran.

"Belum ketemu." elak Gani malu - malu.

"Mas sih, dengan wajah lumayan ganteng dan punya pekerjaan mentereng masa ga ada gadis yang mau, aku aja kalau ga punya suami mau kok." canda Fira yang mulutnya memang suka bicara seenaknya.

"Fira." Adit menatap istrinya membuat Fira cengengesan.

"Maaf, bercanda kok. Aku kedalam dulu ya." pamit Fira tak enak hati apalagi tatapan mata suaminya mengisyaratkan kalau dia harus menjauh.

"Siapa dia?" tanya Adit saat mereka hanya berdua duduk di sofa. Gani terdiam sambil menyesap kopinya.

"Nanti kamu juga bakal tau."

"Apa itu Lidia.?" tebak Adit.

"Hus." Gani langsung membekap mulut Adit, ia tak mau orang mendegar jika dirinya menyukai Lidia.

"Apaan sih loe pakai acara tutuo mulut orang segala. Kalau memang suka buktikan dong, kalau hanya diam nanti bakal nyesel." ledek Adit menghempaskan tangan Gani dari mulutnya.

"Susah."

"Cemen."

"Bantuin ya." mohon Gani dengan wajah memelas.

"Ga mau, harus usaha sendiri." tolak Adit.

"Ya payah, punya teman tapi ga mau bantuin."

"Biarin, kalau memang suka ya usahlah. Sudah malam mending loe pulang sana, gue mau kelonan dulu sama bini gue." usir Adit.

"Dasar."

"Makanya nikah biar ada yang kelonin." ledek Adit puas melihat wajah kesal Gani.

Gani akhirnya pulang karna hari beranjak malam, tadinya ia berharap Lidia keluar tapi sepertinya keuanganya tak terkabul. Orang yang ia harapkan sudah terbang ke alam mimpi. Gani pulang dengan perasan kecewa.

...****************...

Assalamualaikum, pagi² udh di guntur hujan. Sambil menu hgu hujan reda ayo mampir sambil ngeteh atau ngopi😁

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏💪

1
Ari Sawitri
egois kamu Lidya ...pdhal panca sdh mau melamar resmi dg orang tuanya..klu panca mencintai harusnya kamu berani menghadapi apapun bersama .. jangan cemen dan egois kay. kasian Surya
Ima Susanti: msh ada yg ganjal, makanya ragu😔
total 1 replies
Dessy Lisberita
lagian juga kenapa kita yg punya laki malh nyuruh sahabt kan ga beres jadi nya
Ima Susanti: terlalu percaya🤭🤭
total 1 replies
Siti Maimunah
typo bgd byk tulisan yg ...😄😄😄
Ima Susanti: siap kk👍🙏
total 1 replies
Ima Susanti
/Pray//Pray//Pray//Pray/
Intan Datulangi
makin seru👍
Wirly Pena
karya yang bagus thor , semangat 💪

hallo temen2, jangan lupa mampir dan baca " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
Intan Datulangi
mantap👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray/
total 2 replies
Intan Datulangi
lanjtu👍
Ima Susanti: ngikut🤭😂🤣
total 1 replies
Intan Datulangi
semakin asyk👍💪
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: ayo🤭😊
total 1 replies
Handayani Lilis
bagus skli
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
💪👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap,jangan dulu selesai dong ceritanya👍
Ima Susanti: nyari idenya agak sulit kk😊
total 1 replies
Intan Datulangi
senang rasa mereka bertiga bahagia,bilang sama ortunya kembali lagi ke kampung ajak nikah lidyanya
Ima Susanti: memulai hidup baru tentunya😊
total 1 replies
Intan Datulangi
asyk lanjut
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap ceritanya 👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: siap kk👍
total 1 replies
Intan Datulangi
makin asyk ceritanya👍
Ima Susanti: /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: kasih ide kk😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!