Season 1
Demi keselamatan kedua adiknya,Mia rela pergi jauh dari negaranya meninggalkan pekerjaannya sebagai satpam di sebuah perusahaan ternama,dan juga kekasih hatinya,Kendra Wijaya Atmaja.Dengan bantuan seorang sahabatnya Mia menjalani pengobatan pada kedua kakinya yang mengalami kelumpuhan karena sebuah tragedi.Berdua dengan sahabatnya juga dia mencoba membuka usaha dan menjalani hidup dinegara orang.
5 tahun berlalu dan kerja keras Mia membuahkan hasil.Kini namanya semakin dikenal dengan pengusaha wanita termuda yang meraih kesuksesan dalam jangka waktu yang singkat.Karena sebuah jalinan kerjasama dengan anak perusahaan milik kekasihnya tanpa sepengetahuan dirinya membuatnya bertemu kembali dengan kekasih hatinya.
Bukan kebahagiaan yang dia dapat saat berjumpa kembali dengan orang yang sangat dirindukannya.Justru kebencian Kendra yang
sangat besar terhadap dirinya saat mengetahui fakta bahwa Mia pergi meninggalkannya bersama dengan mantan musuhnya.
"Aku sangat membencimu,kau mengkhianatiku dengan laki laki b*****n seperti dia." Kendra.
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri,jika takdir mempertemukan kita kembali maka kali ini biarkan aku yang berusaha untuk mengejarmu.Akan kuperjuangkan cintaku untuk yang kedua kalinya."Mia.
Season 2
Ikhlas
Satu kata tapi menyimpan banyak makna didalamnya.Kisah mereka mampu mengobrak abrik hatimu.
Ini kisah jalinan cinta segitiga antara Kevin daan dua wanita yang sama sama mempunyai hati emas bagaikan malaikat. Dua wanita yang sama sama rela berkorban demi kebahagiaan orang orang yang sangat dicintainya.
Kevin dilema, bingung memilih antara dua pilihan. Hingga pada akhirnya sesuatu peristiwa membuatnya harus menentukan pilihannya.
Siapakah wanita yang harus dia pilih ? Satu kekasihnya dan satu lagi gadis yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri ?
Penasaran dengan ceritanya,ikuti terus ya.
Jangan lupa dukung author dengan cara like,koment,dan vote yang sebanyak banyaknya.😘😘😘
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utami wiwik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunjungan Mama Sinta
Rumah Sakit
Malam berganti pagi,dua anak manusia masih asik terlelap damai bersama mimpi indahnya.Perlahan mata cantik Mia mengerjap bangun.Dia merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya.Dilihatnya sebuah tangan yang kekar dan besar sedang memeluknya.Menoleh kearah samping,Mia tersenyum saat melihat wajah tampan kekasihnya sedang terlelap.Tanpa dia sadari tangannya terangkat membelai wajah pria disampingnya.Menyusuri setiap lekuk wajahnya.Alis yang tebal,mata yang setajam burung elang,hidung bangirnya,dan terus kebawah sampai kebibirnya yang agak tebal semakin menambah keseksiannya.Sungguh sempurna ciptaan makhluk Tuhan yang satu ini.
"Sudah selesai mengagumiku Honey? Wajahku memang tampan,dan kau beruntung karena kuijinkan untuk menyentuhnya." Sahut Kendra dengan mata terpejam.
"K-kau.... sejak kapan kau terbangun?" Mia terkejut malu,pasalnya dia tertangkap basah sedang mengagumi wajah tampan Kendra.Spontan dia menarik tangannya.
"Sejak saat kau menyentuh mataku...apa kau sudah menyadari kalau aku ini memang tampan? " Mata Ken terbuka.
"Over PD tingkat dewa." Sungut Mia. "Tadi aku hanya ingin membangunkanmu " Elaknya.
Kendra tersenyum,tangannya mengusap lembut wajah Mia.
"Cantik, bahkan saat bangun tidur pun kau terlihat sangat cantik Honey.Ah membuatku stress.."
Mia mengrenyit heran. "Maksudmu stress?"
"Iya, kau sangat cantik,aku sampai bingung bagaimana caranya untuk menyembunyikan wajah cantikmu ini.Aku nggak mau orang lain sampai bisa melirikmu." ucapnya sambil mengetuk ngetuk jari di wajahnya.
Mia tergelak,memandang malas,bagaimana bisa pria didekatnya ini seposesif itu terhadap dirinya.
"Aku pikir apa, dasar tukang posesif akut."
"Hei,,aku posesif hanya padamu Honey.Jadi jangan coba coba membuatku cemburu." Ujarnya tak terima.Mia memutar bola matanya jengah.
"Sudahlah, sekarang bangun dan pergilah mandi,kau harus kerja kan? Nanti kau bisa terlambat."
"I'm bos. Siapa yang berani memarahiku." Ucapnya sombong.
"Kambuh sifat sombongnya." Mia menepuk dahinya.Mencoba melepaskan pelukan Kendra,tapi bukannya melepasnya pria itu malah semakin mempererat pelukannya.Membuat Mia menjadi kesal.
"Ayolah Honey,aku masih ingin memelukmu disini."
"Ini rumah sakit Ken,bentar lagi pasti ada dokter atau perawat datang kesini."
"Aku tidak perduli."
Mia terlihat kesal dengan sikap keras kepala Kendra,mereka berdua terus saja berdebat sampai tidak menyadari kalau diruangan itu sudah ada Nyonya Sinta dan adiknya Kaira.
"Ekhem...Sepertinya kita mengganggu ya ma?" Goda Kaira.
Mendengar suara adiknya Mia lantas melepaskan dirinya yang ada dipelukan Kendra dengan kasar ,dan tanpa sengaja karena refleks mendorong keras tubuh Kendra sampai pria itu terjungkal jatuh kebawah lantai.
"Bukk !!,,,,Aww!! "
"Ma-maaf aku tidak sengaja."Ucapnya panik.
"Kau,,tega sekali honey, pinggangku..Aww!!"
"Maaf.". Mia memasang muka melas.
Kendra mendengus kesal.Sedangkan Nyonya Sinta dan Kaira terlihat tertawa cekikikan,membuat Kendra mendelikkan matanya.
"Ma,anak jatuh bukannya ditolong,ini malah dicuekin,diketawain lagi." Sungutnya dengan nada kesal.
"Maaf sayang, habis kamu segitu paniknya ngeliat mama." Sambil terus tertawa.
"Ma..." Teriak Kendra.
"Iya...iya..mama minta maaf."
"Mama ngapain kesini? Sama dia lagi,mending pulang aja deh,bikin Ken kesel aja." Tangannya menunjuk Kaira jahil.
"Dasar anak durhaka, bersikap sopan sama orang tua.Kuwalat kamu.Mama kesini tentu saja menengok calon mantu mama donk."
Nyonya Sinta menghampiri Mia.
"Bagaimana kabarmu sayang? Ada keluhan tidak?" Tanyanya dengan nada lembut.
"Sudah baikan kok Tante.Terima kasih karena sudah datang." Jawabnya sungkan.
"Tidak apa nak.Kalau butuh apa apa jangan sungkan ya."
Mia mengangguk." Iya Tante."
Nyonya Sinta menoleh ke arah Kendra.
"Sayang ini mama bawain sarapan sama baju ganti.Kau mau kekantor kan?" Tanyanya.
Kendra mengangguk. "Mama yang terbaik." Memeluk lalu mencium kedua pipi mamanya.Nyonya Sinta hanya tersenyum melihat tingkah manja putranya.
"Berhenti bertingkah manja,kau sudah punya pacar juga.Masih kayak anak kecil."
"Biarin,Ken nggak perduli." Jawabnya. "Yaudah Ken mau mandi lalu siap siap dulu y ma."
Nyonya Sinta mengangguk.Dua puluh menit kemudian Kendra sudah siap dengan pakaian kantor.Dia bergegas menghampiri mamanya.
"Ma,apa mama lama disini? Kendra soalnya hari ini ada meeting penting dengan klien sampai sore ma?" Tanyanya.
"Sebenarnya mama nggak bisa lama lama sih sayang, soalnya mama ada urusan dibutik.Kaira gimana nak?" Bertanya ke menantunya.
"Kaira bisa nemenin kakak paling cuma2 jam aja ma soalnya Kai harus menyelesaikan desain denah lokasi wisata milik mas Alan ma."
"Udah ga apa apa, Mia sendiri aja disini.Jangan terlalu khawatir,Mia sudah mendingan.Lagipula ada dokter dan perawat nanti yang akan membantu Mia." Ucap Mia.
"Tapi sayang," Ucap Nyonya Sinta khawatir.
"Nggak apa Tante,jangan khawatir ya.Mia ga mau membuat kalian repot."
"Tapi...."
"Nggak apa kak Ken, kak Mia kuat kok.Kalau butuh sesuatu pasti Kak Mia bilang sama kita kan kak?" Potong Kaira cepat sambil memberi isyarat kepada Kendra.Dia hafal sifat kakaknya yang tidak mau merepotkan orang lain.
Kendra menghela nafasnya pelan.
"Baiklah,kalau butuh sesuatu langsung tlp aku ya Honey,akan aku usahakan untuk menyelesaikannya dengan cepat." Ucapnya sambil mengusap kepala Mia.
Mia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku berangkat ya? " Menoleh ke mamanya. "Mama mau bareng sama Ken apa gimana?"
"Mama bareng aja deh,kasian kalau Kaira yang nganter mama,nanti dia bolak balik kesini." Kendra mengangguk.
"Sayang,mama pulang dulu ya.Cepat sembuh,nanti mama kesini lagi." Ucapnya sambil mencium pipi Mia.
"Iya tante, terima kasih maaf sudah merepotkan." Senyumnya .
"It's ok sayang.Mama senang melakukannya."
Lalu Kendra dan mamanya segera pergi dari ruangan tsb.Kini disana tinggallah Mia dan adiknya Kaira.
"Gimana keadaan baby? Apa kau ada keluhan saat ini dek?" Tanyanya dengan penuh kasih.
"Alhamdulillah,sehat kak.Calon debaynya juga sehat.Masih terasa mual aja kak,tapi ga papa kok." Jawabnya sambil tersenyum.
"Maafin kakak ya,saat kau menikah kakak tidak ada disana." Ucapnya sedih.
Kaira tersenyum lalu mengusap pelan punggung tangan kakaknya.
"Nggak apa kak,melihat kakak sudah kembali seperti ini saja Kai sudah bahagia.Berjanjilah padaku kak,kalau kau tidak akan meninggalkan aku lagi.Kai rasanya tidak ingin hidup saat melihat kakak yang terbaring lemah." Kaira menangis haru,lalu memeluk kakaknya.
"Sudah jangan menangis lagi.Kakak berjanji tidak akan meninggalkanmu. Sekarang ceritakan sama kakak acara pernikahanmu dek." Tanyanya dengan penuh semangat.
Dengan antusias Kaira menceritakan acara pernikahannya beberapa bulan yang lalu.Keduanya asyik bercerita sampai kemudian Kaira sadar kalau dia harus pergi.Dengan wajah sedih Kaira berbicara pada kakaknya.
"Kakak...Kaira.." Kai menghentikan kata katanya ragu.
Mia tersenyum. "Tidak apa apa,kakak mengerti.Kau harus pergi kerja kan? Pergilah dek,sungguh kakak tidak apa apa."
"Baiklah Kai pergi ya kak.Kalau ada apa apa telpon saja Kai." Mia tersenyum mengangguk.
Kaira mencium pipi kakaknya lalu segera pergi keluar dari ruangan kakaknya.Sepeninggal adiknya Mia menyenderkan kepalanya sambil memejamkan mata.Dirinya mencoba berdamai dengan hatinya.Mengikhlaskan apa yang sudah terjadi padanya.Dia bahagia orang orang yang disayanginya selalu mendukungnya.
Ceklek...
" Kai kenapa kembali? Apa Ada yang...."
Mia tidak meneruskan ucapannya saat melihat yang datang bukanlah adiknya,tapi seseorang yang sedang berdiri didepan pintu ruangannya.Dahinya mengrenyit mencoba menerka siapa sosok yang ada didepannya ini.Matanya membulat sempurna saat dia mengenali sosok didepannya.
"Kau...!!!! "
"Mia..."
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sahabat.Terus dukung author, Karena dukungan para sahabat makanya author masih tetap berkarya.Maaf kalo masih banyan typo,sebisa mungkin author akan mengoreksinya. Jangan lupa like,koment dan votenya ya.Terima kasih.😘😘🙏🙏🙏**
Lanjut terus ya.
first 👍