Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Malam

Wanita Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

“Di balik senyum indahnya, tersimpan luka yang tak pernah terlihat.”

mas aku bukan orang baik pergih saja:"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

wanita malam: nenek sudah tidak sabar ngendong cicit.

Pesan masuk dari Nenek:

"Kevin, kamu di mana? Nenek ingin berkunjung ke tempatmu."

"Boleh, Nek. Aku di Perumahan Cemara Blok 2."

"Baik, nanti Nenek ke sana ya."

"Hati-hati di jalan, Nek."

Kevin terdiam sejenak. Nenek belum tahu Alya ada di sini... Bagaimana sikapnya nanti? Apakah dia akan menerima Alya? Semoga pertemuan mereka berjalan baik, dan semoga Nenek menyukai Alya serta memberikan restunya. Sebab Nenek memang orang yang teliti dan pemilih.

Kevin menutup ponsel lalu memberitahu Alya.

"Alya, nanti Nenek akan berkunjung ke sini."

"Apa? Kevin... Kok mendadak sekali?"

"Iya, dia ingin bertemu denganmu, ingin mengenalmu lebih dekat."

"Tapi aku belum menyiapkan apa-apa, Kevin."

"Tak perlu cemas, Alya. Nenekku orangnya sederhana dan tidak berlebihan. Kamu tenang saja."

"Baiklah kalau begitu, Kevin."

"Nah, gitu dong. Harusnya tersenyum, jangan takut mau bertemu nenekku nanti."

"Iya... iya."

"Tenang saja, Nenek itu orangnya baik kok, dia tidak menggigit."

"Ih, kamu ya... terus saja mengejekku."

Kevin memeluk Alya hangat.

"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu khawatir, jangan berpikiran macam-macam ya."

"Iya, aku mengerti, Kevin."

Namun di dalam hati, Alya tetap merasa cemas. Ya Tuhan... Aku yang tadi memasak hidangan makan siang ini sendirian... Bagaimana ya?

Ketakutan mulai menyelinap. Aku takut masakanku tidak enak... batinnya mulai gelisah dan berpikiran buruk.

Kevin dan Alya pun berjalan keluar kamar, menanti kedatangan Nenek dengan perasaan campur aduk.

Ketenangan yang terjalin tadi sedikit terganggu oleh kecemasan. Kevin percaya diri dan berharap, sementara Alya dihantui keraguan—takut tidak memuaskan standar Nenek yang pemilih, serta takut masakan buatan sendiri menjadi penilaian pertama yang keliru.

Tiba-tiba Nenek pun tiba di kediaman Kevin dan langsung disambut oleh cucunya.

"Kevin, kamu makin mandiri ya. Rumah ini sungguh bagus sekali."

"Iya, terima kasih, Nenek."

"Kevin... siapa yang ada di sampingmu itu? Apakah dia Alya?"

"Benar, Nenek. Ini Alya," jawab Kevin.

Alya menyapa dengan sopan, "Halo, Nenek."

"Wah, Kevin... dia rupanya cantik sekali ya. Pantas saja kamu terpesona olehnya."

"Iya, dia cantik, tapi menurutku Nenek tetap yang paling cantik."

"Dasar cucu nakal... mulutnya manis saja masih suka menggoda Nenek."

Nenek kemudian menatap Alya dengan tatapan tajam namun lembut.

"Kamu Alya... Nenek ingin berbicara sebentar denganmu."

Kevin membiarkan mereka berdua dan kembali ke ruang kerjanya.

"Kamu Alya ya?"

"Iya, Nenek."

"Kamu terlihat begitu lembut, Alya. Pantas sekali Kevin sangat menyukaimu."

"Terima kasih atas pujiannya, Nenek."

"Alya... apakah kamu benar-benar mencintai Kevin?"

"Iya, Nenek. Aku sangat mencintainya."

"Tapi kamu terasa terlalu muda untuknya..."

"Kevin juga mencintaiku, Nenek. Dia menerima segala keadaanku apa adanya."

"Baguslah. Nenek hanya ingin memastikan saja, takut jika kamu merasa tertekan olehnya," ucap Nenek sambil tersenyum hangat.

"Soalnya Nenek tahu betul watak cucuku itu. Dia keras kepala, susah di nasihati, dan Nenek cemas kamu merasa dipaksa dalam hubungan ini."

"Tidak, Nenek. Ini murni keinginanku sendiri. Kevin tidak pernah memaksa aku sedikit pun."

"Anak yang baik... Dia memang selalu memperhatikanmu ya? Dia anak yang hebat, Alya. Hanya saja sifatnya terkadang susah dikendalikan, biasanya dia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan cara apa pun."

"Syukurlah kalau kamu tidak merasa terpaksa. Kamu gadis yang baik dan jujur, Nenek sudah mulai menyukaimu."

Ketegangan di hati Alya perlahan luruh. Nenek tidak datang untuk menghakimi, melainkan memastikan kebahagiaan cucunya dan ketulusan gadis di hadapannya. Pembicaraan yang tulus dan tenang ini menjadi penegasan berharga—Alya diterima bukan karena status, tapi karena kejujuran hatinya.

"Iya, Nenek. Kevin begitu baik kepadaku. Aku sangat menyayanginya, dan dia tidak pernah memaksa aku sedikit pun."

"Baguslah kalau begitu. Kalau ada apa-apa, adukan saja ke Nenek ya. Kalau Kevin berbuat macam-macam, biar Nenek yang hajar dia."

Alya yang tadinya tegang pun tersenyum lebar bersama Nenek, merasakan kehangatan perlindungan itu.

Rasa cemas Alya lenyap sepenuhnya. Nenek bukan lagi sosok yang menakutkan, melainkan pelindung yang tegas namun penuh kasih. Kata-kata ringan namun berwibawa itu membuat Alya merasa aman dan diterima sepenuhnya dalam keluarga ini.

Nenek pun mengeluarkan pusaka keluarga Mahendra, sebuah gelang warisan leluhur yang bernilai tinggi.

"Alya, pakailah ini sebagai hadiah perkenalan dariku."

"Jangan, Nenek... Ini pastinya sangat berharga, aku tidak berani menerimanya."

"Pakai saja, Alya. Ini sudah menjadi warisan yang harus diberikan kepada calon Nyonya baru di keluarga Mahendra."

Tiba-tiba Kevin melihat mereka berdua sudah begitu akrab dan rukun.

"Iya, pakai saja, Alya. Nenek sudah memberikannya untukmu."

"Terima kasih banyak, Nenek... Aku terima dengan senang hati."

"Bagus anak manis. Pakailah baik-baik."

Lalu Nenek menoleh tajam ke arah Kevin. "Dan kamu, awas saja ya! Kalau kamu menyakiti hati Alya, Nenek patahkan tulang kakimu!"

"Ampun, Nek! Tidak akan," jawab Kevin sambil tersenyum takzim.

"Jagalah dia bagaikan permata yang berharga. Awas kalau kamu lukai dia, habis kamu urusannya sama Nenek."

"Wah... jadi Nenek sekarang lebih sayang sama cucu baru ini ya? Berarti Nenek sudah tidak sayang lagi sama Kevin?"

"Dasar anak manja! Masih saja bertingkah seperti anak kecil. Mau Nenek pukul ya?" ucap Nenek sambil tersenyum penuh kasih.

"Iya, iya, Nenek... Aku tidak akan mengganggunya lagi."

Momen yang begitu mengharukan dan manis! Gelang itu bukan sekadar perhiasan, melainkan tanda restu dan penerimaan penuh dari Nenek—pintu masuk resmi Alya ke dalam keluarga besar Mahendra. Teguran tegas namun bercanda Nenek pada Kevin membuat suasana makin hangat dan menenteramkan hati Alya yang tadinya ragu.

"Nenek, ayo kita makan! Kevin sudah lapar nih."

Sikap Kevin terlihat sangat berbeda—di hadapan Nenek ia menjadi manja dan persis seperti anak kecil.

Alya yang melihatnya pun terheran dalam hati: Ternyata kamu tidak selalu kaku dan dingin ya... Kamu hanya menyembunyikan sisi kekanak-kanakan mu ini, dan hanya menunjukkannya di depan orang yang membuatmu merasa nyaman seperti Nenek

Pemandangan yang manis dan tulus! Alya baru saja menyadari sisi lain Kevin yang hangat dan polos—bukti bahwa di dekat Nenek, Kevin merasa aman dan tidak perlu memakai topeng kekerasan. Hal ini membuat rasa hormat dan sayang Alya semakin dalam.

Kevin memandang hidangan yang tersaji melimpah. "Wah, enak sekali! Wanginya pun harum semerbak."

Di meja makan kini ada Nenek, Alya, dan Kevin.

"Kamu yang memasak semuanya ini? Dan ini semua makanan kesukaanku... Kok kamu bisa tahu ya?" tanya Kevin takjub.

"Iya, tadi aku belajar sama Bibi di dapur untuk membuatnya," jawab Alya lembut.

Nenek tersenyum melihat cucunya yang tampak begitu bahagia. Di matanya, terlihat jelas: Alya benar-benar mengubah Kevin. Inilah sifat asli cucunya—penuh kasih, manja, dan ceria.

Kehangatan menyelimuti ruang makan. Nenek merasa lega dan bahagia melihat sisi asli Kevin yang bersinar kembali berkat kehadiran Alya. Masakan Alya bukan sekadar makanan, melainkan bukti ketulusan dan usahanya yang menyentuh hati mereka berdua.

Nenek mencicipi masakan Alya dan memuji, "Enak sekali masakanmu, Alya. Rasanya setara restoran bintang lima."

Kevin pun langsung menyantapnya. "Benar, enak banget lho!"

Dalam hati Kevin tersentuh: Dia benar-benar belajar memasak supaya aku bahagia...

"Ah, biasa saja kok. Aku juga baru pertama kali belajar," jawab Alya rendah hati.

"Tidak apa-apa, Alya. Bagus kalau kamu pandai masak. Nanti anak-anakmu bisa sehat dan gemuk gara-gara masakan Ibu mereka," ujar Nenek sambil tersenyum penuh arti.

Kevin yang mendengar itu langsung tersedak kaget. Astaga... Itu kode keras sekali... batinnya merasa malu seketika.

Alya tersipu malu mendengar candaan itu. Ia segera mengambilkan air minum untuk Kevin.

"Minumlah makanya... Makan pelan-pelan saja, Kevin."

Nenek pun tersenyum lebar. "Iya, Nenek sudah sangat ingin menggendong cicit, lho. Cepatlah kalian menikah. Nenek sudah tak sabar ingin memeluk bayi kalian."

"Kevin kan sudah besar, Nek... Nenek tidak bisa menggendongnya lagi," candu Alya pelan.

Kevin menyahut dengan lembut, "Aku memang sudah besar, Nek. Nanti akulah yang akan menggendong Nenek."

"Dasar cucu nakal!"

"Nenek... jangan terlalu buru-buru dong," ucap Alya makin malu.

Kevin, bagaimana menurutmu? Berikanlah kepastian untuk Alya. Nanti kalau dia diambil orang lain, kamu baru menyesal lho.

"Tidak akan terjadi begitu, Nenek. Dia milikku," jawab Kevin tegas sambil tersenyum menatap Alya. "Tidak akan ada yang berani merebutnya."

"Dasar kamu ini ya... Percaya diri sekali," ujar Nenek gemas.

Penuh kehangatan dan harapan! Keinginan Nenek menjadi dorongan manis bagi hubungan mereka. Kevin menunjukkan ketegasan dan rasa percaya diri yang membuat Alya merasa aman dan dihargai. Tidak ada keraguan lagi, hanya cinta dan masa depan yang cerah di depan mata.

1
putri_raisa
cerita unik seru juga
Naura Azizah
good job
Ikhsan Ramadhan
cerita seru semangat
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
vegaa
bagus
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
Didi Mulyadii
bagus banget
nurulmarisa: terimakasih dukunganya🤩
total 1 replies
Didi Mulyadii
kenapa alya harus berkorban kaya gitu ya
nurulmarisa: demi uang pak🤣
total 1 replies
putri_raisa
kesel deh sama orang tua kevin mandang status banget😵‍💫
nurulmarisa: bisa lah orang yang beradaa maunya sama satu kasta🥲
total 1 replies
Naura Azizah
apa gak merinding ya si Alya di deketin om om kaya Kevin kalo ganteng mah hayu aja gemes alurnya Manarik KA update dong aku kepo kelanjutannya 😍🤣🤭
nurulmarisa: awal awal takut dia pas di perhatin om om ganteng🤣
total 1 replies
Naura Azizah
kayanya si Raka suka Alya deh segitu capernya bejir🤭🤣
nurulmarisa: cinta bertepuk sebelah tangan dia😵‍💫🤣
total 1 replies
vegaa
suka banget sama perhatian Kevin,tapi Alya bakal suka gak si soal dia udah om om tuh jadi kepo kelanjutannya di tunggu updatenya ya KK seru nih aku ada gemes gemesnya🤣
nurulmarisa: siap Kaka Kaka ku dak sabar nich💪🤭🤣
total 3 replies
Andira
jadi makin seru ni ceritanya lanjut kk semnggtt🤭
nurulmarisa: terimakasih KK aku makin semangat KK♥️🫶
total 1 replies
Andira
aku kalo jadi Alya baper parah seperhatian itu kevin
Andira: semua cowo gitu love bombing hehe🤣
total 2 replies
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak ceritanya Bagus banget aku suka alur yang terakhir lanjut kak bagaimana nih makin seru kak bisa komen ya kita semangat ya semangat yah kak bikin karyanya oh iya pak aku punya 3 novel kalau kakak suka mampir-mampir ya kak terima kasih
Feni sang penulis novel: terima kasih ya kak semoga kakak suka ya dengan karya aku ada tiga karya aku tolong baca semuanya ya kak semoga kakak suka dan tolong berikan bintang 5 dan tolong berikan komentar untuk ketiga novel aku kak terima kasih
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat author 💛💛
nurulmarisa: makasih komen kk ,kk juga semangat ya 🙏💪
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
sampai segitunya banget yah🤭
nurulmarisa: sebener ke paksa aja kerja begitu karna nominal gede maklum dunia malam🥲🫠
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
lagian cowoknya gragas banget sih/Smug/
nurulmarisa: kaya itu efek mabuk itu sepeleng🤣
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
kenapa Alya melakukan itu?
nurulmarisa: lagi enak enak kerja,malah di godain om om kk, mana ganteng lgi🤣👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!