Kerena tidak bisa membayar hutang, seorang ayah tega menjual anaknya kepada seorang CEO. Menukar anak gadisnya demi untuk melunasi hutang yang dimilikinya.
Dia adalah Nisha, gadis 18 tahun yang baru saja lulus dari salah satu bangku SMA. Nisha tidak punya pilihan lain, karena dia juga tidak ingin melihat ayahnya disakiti oleh anak buah Alexander yang terkenal sangat kejam.
Karena Nisha masih ting-ting, Alexander tertarik untuk memiliki Nisha. Dia hanya menginginkan madu pertama milik Nisha dan setelah itu akan membuangnya. Sanggupkah Nisha bertahan dalam genggaman Alexander? Mari kita ikuti kisah mereka 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 : Sebuah Paksaan
Nisha tidak tahu saat ini Alexander akan membawa dirinya kemana, karena Nisha sama sekali tidak mengenali jalan yang sedang dilalui oleh Alexander. Sepanjang perjalanan, Alexander tak hentinya mengingatkan agar Nisha tidak gagal dalam melakukan pekerjaan. Jika sampai gagal, Alexander akan langsung mengirim Nisha ke neraka.
"Ingat, ini adalah proyek terbesar. Pastikan kamu bisa melakukannya dengan baik. Aku yakin si tua bangka itu mau bekerja sama denganku jika kamu melayaninya dengan baik. Berikan servis terbaik untuknya. Tapi sebelum itu, kita harus mampir ke butik terlebih dahulu untuk mengganti pakaianmu yang norak tertutup seperti ini. Bagaimana si tua bangka itu akan tertarik denganmu jika penampilanmu seperti ini."
"Sebenarnya pekerjaan apa yang harus aku lakukan sehingga aku harus mengganti pakaianku?" Nisha memberanikan diri untuk bertanya tentang pekerjaan apa yang akan dilakukan nanti.
Alexander tertawa pelan. Sekilas dia melirik kearah Nisha. "Apakah kamu benar-benar sangat polos? Baiklah jika kamu tidak tahu pekerjaan apa yang akan kamu lakukan nanti aku akan memberitahumu sekarang. Jadi kamu harus melayani seorang pria diatas tempat tidur. Tapi sebelum itu kamu harus memastikan terlebih dahulu jika pria itu menandatangani surat kontrak kerjasama. Kamu pasti paham kan bagaimana bekerja diatas tempat tidur? Jika saat itu aku yang bekerja, nanti giliran kamu yang bekerja. Tunjukkan gairah kamu. Jika kamu berhasil membuatnya puas, maka aku akan membebaskanmu. Bagaimana? Bukankah kamu menginginkan bebas?"
Saat itu juga Nisha langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku tidak mau! Aku akan bekerja apapun itu, tapi jangan menyuruhku untuk melakukan pekerjaan itu. Aku tidak mau. Ku mohon, Tuan." Nisha mengiba pada Alexander, berharap pria itu mempunyai berubah pikiran.
"Kamu pikir kamu siapa bisa menolak apa yang aku inginkan. Perlu kamu ingat lagi, kamu sudah aku beli jadi kamu harus menurut kepadaku!"
Mata yang terasa panas tak lagi mampu untuk membendung air mata. Perlahan butiran bening itu turun membasahi pipi Nisha. Entah bagaimana cara Nisha bisa keluar dari genggamanku Alexander, pria jahat yang tak mempunyai sedikit pun hati nurani. Padahal tadi malam Alexander sudah menyelamatkan dirinya dari pelecehan yang dilakukan oleh seseorang pada dirinya. Lalu mengapa sekarang Alexander malah akan mengirimkan pada seorang pria.
"Tuan, ku mohon. Aku bisa melakukan pekerjaan lain untuk menghasilkan uang, tapi tolong jangan kirim aku pada pria itu. Aku tidak mau, Tuan. Ku mohon."
Alexander tak peduli dengan permintaan Nisha, karena saat ini proyek itu lebih penting daripada Nisha yang bukan siapa-siapa. Bahkan Alexander sama sekali tak peduli dengan tangisan Nisha.
*
*
Di sebuah butik Alexander memaksa Nisha untuk memakai sebuah pakaian yang telah dipilihnya. Melihat bentuk pakaian yang tidak sesuai dengan selera Nisha, tentu saja Nisha menolak. Bagaimana bisa Nisha memakai pakaian yang akan menunjukkan bentuk lekuk tubuhnya. Bahkan pakaian yang dipilih oleh Alexander tak pantas disebut pakaian karena hanya bagian depan dada saja yang akan tertutup, sisanya diumbar begitu saja.
"Cepat pakai! Jangan sampai kita terlambat!" Alexander menyeret tangan Nisha untuk masuk ke ruang ganti. Namun, Nisha bersikukuh dengan pendiriannya. Dia tidak mau untuk memakai pakaian pilihan Alexander.
"Tidak Tuan, kumohon."
"Pelayan!" seru Alexander saat memanggil pelayan yang ada di butik itu. "Bantu dia untuk memakai pakaian ini!" Alexander memberikan pakaian yang ada di tangannya kepada salah seorang pelayan yang telah mendekat kepadanya.
"Jangan lama-lama karena!" titahnya pada pelayan sebelum pelayan itu masuk ke dalam ruang ganti.
"Siap, Tuan."
apa si Alex disekap sama kak Author dijadikan pekerja rodi bekerja dikebun 😁😁😁🤭🤭🤭
ayo Nisha kamu harus bisa menjadi pemimpin diperusahaan yang Alex perjuangkan kamu pasti bisa Nisha,,,,,
lanjut kak tetap semangat 💪💪💪
tetap semangat kak 💪💪💪
wajr klu.nisa tkut krn gio pernj mau melecehkan nisa klu gk alex gercep.dtg wkt tu..danar org yg sdh menolong nya dr keterpurukan tp lewt cerita alex klu danar jaht dr alex wajr klu nisa was2 kepd ke 2 saudra alex tkut nya cuma di bohongi...
semoga aja Alex ngak ketangkap polisi dan pekerjaan itu hanya sekali aja dilakukan sama Alex,,,,
lanjut kak tetap semangat 💪💪💪