Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5. Menjual Gelang Giok
Hari itu masih terbilang pagi, meski mentari sudah bersinar hangat tapi masih lembut.
Ling Qingxue berjalan tenang, tidak tergesa melewati jalan di belakang gerbang kediaman megah Jenderal Ling.
Tubuhnya yang kurus mengenakan pakaian panjang warna biru langit, tapi sudah tampak pudar, sewarna dengan cadar yang menutupi wajahnya yang sedikit buruk.
Liu Xui berjalan di sisi kirinya, melangkah dengan gugup serta takut-takut. Takut jika perbuatan dia dan majikan mudanya ketahuan. Hampir sering dia menoleh ke belakang sambil terus mengikuti.
"Ling Shao Jie, Anda yakin tetap keluar?" Liu Xui bertanya takut-takut, selepas menoleh ke belakang. "Bagaimana kalau kita ketahuan Jiangjun Lao ye atau kedua Shao ye?"
"Aku yakin, Liu Xui, kamu tenang saja," tanggap Ling Qingxue santai. "Ketahuan oleh mereka juga tidak jadi masalah, aku tidak takut dan aku tidak perduli."
Liu Xui hanya diam mendengar tanggapan nona mudanya itu. Meski masih ragu-ragu dia tetap mengikuti sang nona muda juga.
Keduanya terus saja berjalan bersisian, dengan langkah pasti Ling Qingxue, dengan langkah ragu Liu Xui. Meski jalan utama kotaraja dari kediaman Jenderal Ling cukup jauh mereka tetap menempuh, seolah tidak mengenal kelelahan.
Ling Qingxue tidak punya kendaraan apapun sebagai putri kandung Jenderal Ling Guojin, apalagi kereta kuda. Kehidupannya begitu miskin di tengah kediaman Jenderal Ling yang mewah dan megah.
Jalan utama kotaraja yang cukup lebar itu sudah demikian ramai. Toko-toko yang berbaris rapi di pinggir jalan utama, pasar kotaraja dan para pedagang keliling sudah menyemaraki pusat kotaraja itu. Sedangkan Ling Qingxue dan Liu Xui terus saja berjalan di tengah lautan orang-orang yang lalu lalang.
Tujuan mereka sudah pasti, toko perhiasan yang berada di kiri jalan utama kotaraja. Sebelum sampai ke toko perhiasan, Ling Qingxue mencoba berkomunikasi dengan sistem, meminta petunjuk, toko mana yang jujur dan terpercaya.
Maka sistem merekomendasikan sebuah toko perhiasan yang sebentar lagi akan sampai.
★☆★☆
"Ayo masuk, Liu Xui!" ajak Ling Qingxue begitu mereka telah sampai di depan toko tersebut.
Liu Xui terpaksa mengikut nona mudanya masuk ke dalam toko, meski dia masih saja takut-takut.
Begitu sampai ke hadapan pemilik toko, tanpa basa-basi Ling Qingxue langsung menunjukkan gelang gioknya kepada lelaki tua berambut dan berjanggut yang sudah berwarna dua itu.
Sejenak sang pemilik toko mengamati Ling Qingxue yang memakai cadar, lalu Liu Xui yang berpakaian pelayan. Terus mengambil gelang giok yang diangsurkan kepadanya, lalu mengamatinya dengan seksama.
"Sungguh gelang giok yang mewah...," kata pemilik toko berkomentar, "kualitasnya begitu tinggi, ukirannya begitu halus... rapi... dan amat indah. Barang ini tidak dimiliki kecuali hanya orang-orang kaya....."
"Boleh saya tahu, dari mana Anda dapatkan gelang giok ini, Gu Niang?" lanjutnya bertanya seperti curiga.
Masalahnya, dia melihat penampilan dua pelanggannya itu yang berpenampilan amat biasa dan sederhana. Sama sekali tidak ada kesan orang kaya dari penampilan keduanya.
"Maaf, Laoban, apakah itu penting Anda ketahui?" tanggap Ling Qingxue bernada datar, sikapnya tetap tenang.
"Maaf, Gu Nian, saya tidak bermaksud mencurigai Anda," kata pemilik toko buru-buru seraya tersenyum ramah. "Hanya saja gelang giok ini...."
"Laoban, saya datang ke toko Anda untuk menjual barang," Ling Qingxue langsung memotong ucapan pemilik toko dengan sedikit ketus. "Bukan untuk ditanya macam-macam, apalagi dicurigai."
"Ah..., hahaha! Memang tidak pantas, memang tidak pantas," kata pemilik toko tetap berusaha menunjukkan sikap profesionalnya seraya tertawa ringan.
"Kalau begitu, berapa Anda mau menjual barang Anda ini, Gu Niang?" tanya pemilik toko tidak mau berbasa-basi lagi.
"Laoban, saya mengenal toko Anda amat jujur dan terpercaya," kata Ling Qingxue, meski masih sedikit datar, tapi sudah menunjukkan keramahan, sikapnya tetap tenang. "Saya yakin, Anda pasti memberikan harga yang pantas buat saya untuk barang saya."
"Hahaha, Anda sungguh mengenal baik orang yang baik," tanggap pemilik toko sedikit terkesan bangga dipuji begitu.
"Saya akan membeli dengan harga 10 koin emas. Bagaimana?"
Hampir saja Ling Qingxue tidak bisa menahan keterkejutannya mendengar harga yang fantastis yang ditawarkan pemilik toko. Harga itu begitu tinggi, cukup bagi dia dan Liu Xui membeli pakaian layak dan hidup enak selama beberapa bulan.
Itu memang harga yang pantas dan semestinya.
Sungguh Ling Qingxue tidak menyangka jika hadiah Ling Yujian untuk Ling Yaofei, bukan saja mewah tapi juga demikian mahal.
Sungguh mereka benar-benar memanjakan wanita ular berhati busuk itu.
"Sepakat!" ucap Ling Qingxue dengan mantap, tak mau berlama-lama bertransaksi.
Tak lama kemudian, transaksi penjualan gelang giok telah selesai. Ling Qingxue langsung menerima sekantung uang senilai 10 koin emas, terus memasukkannya di dalam saku di balik pakaiannya. Lalu tanpa berlama-lama dia dan Liu Xui segera meninggalkan toko perhiasan.
★☆★☆
"Kini aku sudah mendapat uang," gumam Ling Qingxue dalam hati dengan riang gembira. "Tinggal membeli bahan-bahan ramuan untuk membuat Pil Pemurnian dan Pembukaan."
Sambil berjalan bersama pelayan setianya, Ling Qingxue mengingat-ingat kembali bahan-bahan ramuan itu. Yaitu Akar Rumput Mutiara Ungu, Anggrek Tebing Es, Serbuk Melati Merah, dan Buah Inti Api Naga.
Mengucapkan itu dalam pikirannya, lalu mengkonfirmasi bahan-bahan itu dengan sistem yang ternyata bisa diajak berbincang melalui pikiran kapan saja. Dan sistemnya membenarkan hal itu.
Terus bertanya lebih lanjut kepada sistem tentang cara meramu bahan-bahan herbal itu menjadi Pil Pemurnian dan Pembukaan. Dan sistemnya menjelaskan secara terperinci metode pembuatan Pil Pemurnian dan Pembukaan itu.
Sistem menjelaskan bahwa, bahan ramuan seperti Akar Rumput Mutiara Ungu dan Serbuk Melati Merah adalah bahan ramuan yang tergolong umum, bisa di dapat di toko-toko obat yang tidak terlalu besar.
Namun bahan ramuan seperti Anggrek Tebing Es dan Buah Inti Api Naga adalah bahan yang tergolong langka, tidak mudah didapat di sembarang toko obat.
Untuk mendapatkannya harus mendatangi toko obat terbesar dan benar-benar lengkap. Atau mengambil sendiri di tempat tumbuhnya dua bahan itu.
Alternatif ke dua tentu saja Ling Qingxue tidak bisa menempuhnya, untuk saat ini. Dia hanya bisa menempuh alternatif pertama. Kebetulan toko obat yang dimaksud ada di kotaraja, berdasarkan informasi sistem.
Maka dia sudah mentekadkan hatinya untuk pergi ke toko obat tersebut yang berada di sebelah selatan kotaraja, padahal tempat itu lumayan jauh.
"Ayo, Liu Xui, kita ke toko obat di selatan kotaraja!" ajaknya seraya sedikit mempercepat langkah.
"Shao Jie, Anda mau beli obat?" tanya Liu Xui bernada ragu seraya mensejajarkan laju langkah sang nona muda. "Untuk... apa?"
"Aku mau beli bahan untuk buat obat, Liu Xui," sahut Ling Qingxue menjelaskan. "Untuk mengeluarkan racun dalam tubuhku sekaligus memulihkan tubuhku."
"Anda terkena racun, Shao Jie?" kejut Liu Xui bukan main. Sampai-sampai dia membelalakkan kedua bola matanya saking kagetnya.
"Iya, Liu Xui, aku memang terkena racun," sahut Ling Qingxue seraya tersenyum lembut. "Tapi kamu tenang saja, aku bisa mengatasinya...."
Meski belum mengerti apa yang dikatakan oleh Ling Qingxue, tapi Liu Xui tidak ingin bertanya lebih lanjut lagi.
Dia terus saja mengikuti ke mana nona mudanya membawanya sambil masih memikirkan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada Ling Qingxue.
Barusan nona mudanya mengatakan jika dia hendak membeli obat untuk mengeluarkan racun dalam tubuhnya. Itu artinya Ling Qingxue, majikan mudanya ini, memang benar-benar tengah keracunan.
Benarkah demikian? Benarkah Ling Qingxue dapat mengatasi racun tersebut?
Liu Xui hanya bisa menyimpan dalam diam pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya sendiri, tanpa berani menanyakannya lebih lanjut.
Namun dia berharap Ling Qingxue dapat mengatasi masalah tersebut dan semua masalah yang akan dihadapinya.
Sedangkan dia telah melihat jika Ling Qingxue yang sekarang seperti bukan Ling Qingxue yang dulu lagi, melainkan Ling Qingxue yang baru.
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,