Indonesia
NovelToon NovelToon
Teror Privat Number

Teror Privat Number

Status: tamat
Genre:Pembunuhan / Detektif / Kriminal / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eiiya

Erina Anggraini adalah mahasiswi yang tertuduh sebagai pelaku teror beberapa mahasiswa dan mahasiswi di kampusnya.

Hanya karena menemukan ponsel di jalan dan mengangkat telepon dari ponsel itu. Erina masuk ke ruang interograsi dan hampir di penjara. Bersyukur polisi tidak cukup bukti hingga dia di bebaskan.

Namun, setelah bebas hidupnya tidak tenang. Dia di teror oleh penelepon privat number. Dia di paksa untuk melakukan hal hal aneh kepada beberapa mahasiswa dan mahasiswi di kampusnya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Erina menghadapinya?

Terima kasih sudah mampir baca. Mohon koreksinya jika menemukan kesalahan dalam penulisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eiiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bandingkan Itu Sakit

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah pukul tujuh malam. Binar bangun perlahan, membuka mata, dan merenggangkan tubuhnya.

“Udah jam segini?” Gumamnya.

Binar pun bangun dan duduk bersila di atas ranjangnya sambil menata rambutnya yang sekarang kusut karena belum kering dia sudah tidur. Kemudian, dia langsung turun karena dia tau ini sudah waktunya makan malam.

Sampai di ruang makan.

“Baru aja mau mama panggil.” Ucap mama Binar.

“Kamu itu! Jangan susahin orang tua kenapa sih Bin? Udah kuliah juga.” Sahut papa Binar.

Binar sudah kebal dengan perkataan papanya itu. Dia mengabaikannya dan langsung mengambil  makan dan memakannya. Begitu pula mamanya, dia juga sudah terbiasa dengan suasana seperti ini. Walaupun sebenarnya mamanya Binar sangat tidak menyukai sifat suaminya yang keras itu. Mereka makan dalam diam, namun di tengah-tengah papa Binar membuka pembicaraan yang sangat di benci oleh Binar.

“Bin, besok kalau kamu mulai kuliah. Hah...” Ucapnya dengan menghela napas.

Binar kebingungan dengan itu. Kenapa papanya menghela napas?

“Papa udah seneng ternyata kamu satu kampus sama Fatma. Dan... papa itu masih gak menyangka Fatma meninggal. Padahal, papa sudah mempersiapkan semuanya untuknya.” Ucap papa Binar lembut.

“Terus.” Sahut Binar ketus.

“Kamu itu! Gak punya sopan santun. Seharusnya kamu contoh itu Fatma. Anaknya sopan, pinter, patuh. Gak kayak kamu suka membangkang.” Bentak papa Binar.

Binar hanya diam tidak menghiraukan perkataan papanya meski dia merasa sakit hati hingga dadanya sesak. Dia makan dengan kesal hingga untuk menelan pun rasanya sakit sekali. Dia mencoba menahan air matanya agar tidak di cap lemah oleh papanya.

“Ah gak napsu makan gara-gara anak gak tau diri.” Ucap Beni karena kesal melihat wajah Binar yang cemberut.

Clang!

Binar sudah tidak kuat menahan semua emosinya. Dia menjatuhkan piring ke lantai. Dia berdiri dan melotot ke papanya. Binar melotot dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis. Saat ini dadanya sesak, tenggorokannya sakit dan napasnya tidak beraturan.

“Kamu!”

Byur!

Papa Binar menyiramkan air ke wajah Binar dengan kasar. Tidak hanya segelas, dia juga menyiramkan air dari teko kaca yang ada di dekatnya ke Binar.

“Kamu harus di guyur air biar sadar BINAR!” bentak papanya.

Binar sudah tidak kuasa menahan tangisnya. Air matanya jatuh begitu derasnya, hingga bibirnya juga bergetar hebat. Ingin sekali rasanya mengeluarkan semua unek-uneknya. Tapi, dia tidak memiliki banyak nyali untuk mengungkapkannya. Dia yang awalnya melotot kini tertunduk lemas setelah di perlakukan seperti itu. Dia merasa seperti anak buangan.

Papa Binar bangkit dari duduknya ingin menghampirinya. Dia terlihat marah dan ingin bersiap untuk menampar anaknya. Namun, beruntungnya Binar. Mamanya menahan papanya. Mamanya memeluk erat suaminya, kemudian dia menyuruh Binar untuk kembali ke kamar. Ini adalah kesempatan emas. Binar langsung berlari ke kamar tanpa melihat bahwa ada pecahan kaca kecil yang tidak sengaja dia injak.

“Aduh.” Rintihnya hingga terjatuh.

Mamanya yang awalnya memeluk suaminya langsung beralih ke Binar karena melihat kakinya berdarah. Dia buru-buru mencabut pecahan kaca yang terlihat itu. Sedangkan papanya malah tersenyum sinis melihat anaknya kesakitan.

“Itu akibat dari durhaka sama orang tua. Karma secara langsung.” Ucapnya kemudian meninggalkan anak dan istrinya.

Mama Binar memeluk erat anaknya. Mereka menangis bersama. Rasa sakit di kaki, hati yang hancur bercampur menjadi satu. Untung ada pelukan dari mamanya yang menenangkannya. Binar terus menangis sambil memeluk erat mamanya seakan tidak ingin pisah darinya. Sedangkan mama Binar masih belum menyadari jika ada pecahan kaca lain yang tertancap di kaki Binar.

Mereka menangis cukup lama, hingga akhirnya mereka kuat untuk berdiri. Mamanya menuntun Binar ke sofa di ruang keluarga yang dekat dengan ruang makan. Sepanjang perjalanan Binar meninggalkan jejak darah yang masih segar sambil merintih kesakitan.

“Kamu duduk dulu, mama ambil obat.” Ucap mama Binar.

Binar hanya bisa mengangguk dan menahan tangisnya. Hatinya benar-benar hancur setelah di banding-bandingkan dengan Fatma, dia mendapat perlakukan kasar dari papanya. Karena itu Binar semakin membenci Fatma. Namun, karena Fatma sudah meninggal kini dia juga membenci seluruh keluarga Fatma. Dia bersumpah kepada dirinya sendiri untuk membalas dendam kepada keluarga itu.

Tidak lama kemudian mamanya datang membawa kotak P3K. Dia membersihkan luka nya dengan alkohol dan memberikan obat merah untuk lukanya. Namun, saat memberikan obat mamanya baru sadar jika ada luka lain di sebelahnya. Terlihat ada benda mengkilap kecil di sana. Untuk memastikannya, mamanya mengambil ponselnya dan menyalakan senter untuk melihat luka itu. Dan ternyata benar, masih ada pecahan kaca kecil yang menancap di sana.

“Loh!” Seru mama Binar panik.

Dia langsung meninggalkan Binar untuk memberitahu suaminya agar Binar di bawa ke rumah sakit sebelum infeksi. Namun, respon suaminya sangatlah tidak terduga. Dia memang datang untuk melihat keadaan Binar. Tetapi, dia malah memesan taksi online melalui ponsel istrinya. Dia tidak mau mengantar anaknya sendiri ke rumah sakit.

“Nyusahin aja. Kenapa bukan kamu aja yang mati? Biar Fatma yang hidup.”

Ucapan itu sukses membuat anak dan istrinya marah. Mereka tidak menyangka bahwa seorang kepala keluarga yang terkenal bijaksana di luar sana mengatakan hal itu. Mama Binar tidak kuasa menahan amarahnya. Dia mendorong suaminya jauh-jauh dari anaknya.

“Kamu keterlaluan mas.” Ucapnya sambil menangis.

“Aku tau, kalau aku bukan anak papa.” Ucap Binar akhirnya.

Plak!

Tamparan mendarat di pipi mama Binar hingga jatuh tersungkur. Binar terkejut melihatnya. Dia buru buru menghampiri mamanya.

“Ini didikanmu! Anak kurang ajar! Persis kayak kamu! Wajahnya dan fisiknya aja mirip aku. Tapi kelakuannya persis kamu.” Bentak papanya.

Tanpa menjawab mama Binar langsung berdiri dan memapah anaknya untuk keluar. Karena taksi online sudah berada di depan rumahnya. Binar pergi dengan melotot ke papanya. Sedangkan papanya langsung melengos tidak peduli.

Saat perjalanan ke rumah sakit Binar dan mamanya saling berpelukan untuk menenangkan diri masing-masing. Pak supir panik, meski dia tau tujuannya rumah sakit. Tapi melihat keadaan dua wanita itu membuatnya panik saat menyetir.

“Nangis pula itu... Duh, takut di kira ngapa-ngapain penumpang.” Pikir pak supir.

Sampai rumah sakit.

Petugas UGD langsung menangani Binar dengan sigap. Mama Binar mengusap air matanya. Dia harus berusaha tegar. Dia tidak ingin Binar sedih melihatnya. Dia akan menjelaskan semuanya saat Binar sudah sembuh. Dia harus menjelaskan bahwa pernikahannya dengan papanya adalah paksaan, karena keluarga mamanya memiliki banyak hutang kepada keluarga papa Binar. Sedangkan papa Binar adalah orang perfeksionis yang workholic (gila pekerjaan).

Dalam pernikahan merekapun adan perjanjian hitam di atas putih. Perjanjian yang menjelaskan bahwa setelah mama Binar melahirkan anak laki-laki mereka akan bercerai. Tetapi, keadaanya lain. Dia melahirkan anak perempuan dan setelah melahirkan rahimnya harus di angkat karena pendarahan hebat usai operasi sesar.

“Aku harus menjelaskan semuanya, agar Binar bisa mengerti kenapa papanya selalu menolaknya.” Gumamnya.

~ Terima kasih, sudah mampir baca ~

1
Sugar Candy
wowwwwwwᕙ⁠(⁠ ⁠~⁠ ⁠.⁠ ⁠~⁠ ⁠)⁠ᕗ
Hikmah Bae Ya
woww.
floufrouu
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Mimi Muse
lanjuttt
Huty🐥
up
zuluandzephyr
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 
booksandpeonies
selalu mendukung,majuuuuuu trus
monsoonblooms
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
Labuh Ardianto
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita‾!!
CutieBun
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
Waria
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
Zettasaja: Setelah bertahun-tahun tenggelam dalam kubangan pencarian, Gaziza hanya bisa terduduk dengan sorot kosong tertuju pada sosok yang sangat ia benci, adalah orang yang sangat berharga untuknya.

Laskar Edelweiss

♧♧♧

Permisi kak ehe

Mampir yu ke cerita aku

Kali aja suka dan kecantol ehe

Jangan lupa dukungannya yaa!
total 2 replies
Edi Pratama
next thor penasaran siapa pelaku sebenrnya
ifa m10_ifaaa
Semangat kakak
Aku Ilham
lanjuuutt
Chitrha Vashi
lanjut Thor seru banget
Aku Ilham
di tunggu lanjutannya Thor.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!