Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mobil mewah itu akhirnya berhenti setelah melewati jalan setapak panjang berbatu kerikil.

Kres. Kres. Kres.

Suara ban mobil bergesekan dengan batu kerikil terdengar memecah keheningan malam.

"Turun," perintah Kenji singkat tanpa menoleh sedikit pun ke arah Anya.

Anya tersentak dari lamunannya lalu buru-buru membuka pintu mobil di sebelahnya.

Klek.

Angin malam yang dingin langsung menusuk kulitnya saat dia melangkah keluar.

Anya mendongak dan menahan napas saat melihat bangunan raksasa di depannya.

Ini bukan sekadar rumah, ini adalah sebuah istana bergaya klasik yang sangat megah.

Pilar-pilar batu pualam putih menjulang tinggi menopang atap bangunan utama tersebut.

"Jangan berdiri saja di situ seperti orang bodoh," tegur Kenji yang sudah berjalan lebih dulu.

"Cepat ikuti aku sebelum ada penjaga yang mengira kau penyusup dan menembak kepalamu."

Anya menelan ludah dengan susah payah lalu berlari kecil menyusul langkah panjang pria itu.

Tap. Tap. Tap.

Suara sepatu Kenji menggema saat mereka memasuki pintu masuk utama yang terbuat dari kayu jati tebal.

"Selamat datang kembali, Tuan Muda," sapa belasan pelayan berseragam rapi yang berdiri berjejer dan menunduk hormat.

Anya merapatkan kedua tangannya karena merasa risih menjadi pusat perhatian banyak orang asing.

"Panggilkan Nyonya Martha sekarang juga," perintah Kenji pada salah satu pelayan pria di dekatnya.

"Baik, Tuan Muda, beliau sudah menunggu Anda di ruang tengah."

Mereka berdua berjalan menyusuri lorong panjang yang dihiasi lukisan-lukisan kuno dan vas bunga besar.

"Rumah ini jauh lebih besar dari satu desa di kampung halamanku," batin Anya takjub sekaligus ngeri.

[Pemberitahuan Sistem: Anda telah memasuki Wilayah Inti Klan Bratadikara.]

[Tingkat Kewaspadaan disarankan: Maksimal.]

Anya mengabaikan layar biru itu saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri menyambut mereka.

Wanita itu mengenakan gaun tertutup dengan rambut disanggul rapi dan kacamata berantai emas.

Wajahnya terlihat sangat kaku dan dingin, nyaris tidak menampilkan emosi apa pun.

"Tuan Muda Kenji, Anda membawa... tamu yang sangat tidak terduga malam ini," ucap wanita itu sambil menatap Anya.

Tatapan Nyonya Martha menyapu tubuh Anya dari atas ke bawah dengan raut wajah jijik yang tidak disembunyikan.

"Dia bau lumpur, bau jalanan, dan pakaiannya sangat kotor," lanjut Nyonya Martha tanpa basa-basi.

Anya menundukkan wajahnya dalam-dalam karena merasa sangat malu dihina secara terang-terangan.

"Urus dia malam ini, Martha," ucap Kenji sambil melepaskan jas hitamnya dan menyerahkannya pada pelayan di belakangnya.

"Gadis ini akan menjadi tunanganku mulai besok pagi."

Nyonya Martha melebarkan matanya sedikit, satu-satunya ekspresi terkejut yang dia tunjukkan sejauh ini.

"Tunangan?" tanya Nyonya Martha seolah memastikan pendengarannya tidak salah.

"Tuan Muda, para tetua keluarga sudah menyiapkan putri dari Keluarga Salim untuk perjamuan lusa."

"Aku tidak peduli dengan orang tua bangka itu dan boneka-boneka bodoh pilihan mereka," potong Kenji dengan nada tajam.

"Bersihkan gadis ini, ajari dia tata krama dasar, dan buat dia pantas berdiri di sampingku besok."

"Jika besok pagi dia masih terlihat seperti pengemis di mataku, aku akan memotong gajimu selama setahun."

"Saya mengerti, Tuan Muda," jawab Nyonya Martha kembali menunduk hormat dengan sangat kaku.

Kenji berbalik menatap Anya dengan sorot mata yang penuh intimidasi.

"Turuti semua kata-kata Martha malam ini jika kau masih ingin kepalamu menyatu dengan lehermu besok pagi."

"I-iya, aku mengerti," jawab Anya terbata-bata karena takut.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Kenji melangkah pergi menuju lantai atas dan menghilang di belokan tangga.

Kini hanya tersisa Anya dan Nyonya Martha di lorong besar yang sunyi itu.

"Ikut aku, Nona," ucap Nyonya Martha dengan suara dingin.

"Kita punya banyak pekerjaan malam ini, dan aku sangat membenci kerja lembur."

Anya mengekor dalam diam di belakang Nyonya Martha menaiki tangga melingkar menuju lantai dua.

"Siapa namamu?" tanya Nyonya Martha tanpa menoleh sedikit pun.

"Anya, namaku Anya."

"Baiklah, Anya, dengarkan aku baik-baik karena aku tidak suka mengulang ucapanku."

Nyonya Martha berhenti melangkah secara tiba-tiba dan berbalik menatap Anya dengan tajam.

"Tuan Muda mungkin membawamu ke sini hanya untuk bermain-main dengan para tetua."

"Tapi jangan pernah bermimpi bahwa kau memiliki kekuasaan apa pun di rumah ini."

"Kau hanyalah alat, dan alat yang tidak berguna akan langsung dibuang ke tempat sampah."

"Aku mengerti, aku di sini hanya untuk melunasi utang ayahku," jawab Anya mencoba membela diri.

"Utang?" Nyonya Martha tersenyum sinis mendengar jawaban itu.

"Banyak orang rendahan yang masuk ke rumah ini karena utang, tapi tidak ada satupun yang bisa keluar dalam keadaan hidup."

Deg.

Jantung Anya berdetak sangat kencang mendengar peringatan bernada ancaman tersebut.

"Tuan Muda punya banyak musuh, baik di luar sana maupun di dalam rumah ini sendiri."

"Menjadi tunangannya berarti kau baru saja melukis target tembak yang sangat besar di punggungmu sendiri."

[Peringatan: NPC Martha mencoba menjatuhkan mental Anda.]

[Opsi 1: Menangis dan minta pulang.]

[Opsi 2: Balas tatapannya dengan berani.]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!