Suara gemuruh terdengar sangat menggelegar, ombak di laut yang tadinya tentram kini terlihat terombang-ambing kesana kemari, banyaknya orang yang berada di pesisir pantai berdecak kaget dan bergegas pergi dari tempat mereka bersantai.
Awan mendung yang tadinya cerah, kini dalam hitungan detik awan putih itu berubah menjadi keabuan yang perlahan-lahan tetesan rintik hujan sekejab membasahi tanah, angin kenyang yang sekaligus hadir ikut meramaikan adanya suasana yang terlihat sangatlah mencekam layaknya ada bencana besar yang siap belanda. Guncangan seluruh manusia pada berlarian, rasa ketakutan dan teriakan seketika mereka keluarkan
Tidak ada ekspedisi dari tim BMKG yang mengatakan jika badai akan datang setelah adanya lempeng yang bergerak. Dan hal itulah yang membuat kekacauan orang-orang pada berfikir yang tidak-tidak akan kejadian yang terjadi hari ini.
"Itu duyung hitam yang bernama Sirena, dia salah satu duyung jahat yang akan membunuh Putriku jika ia tahu aku telah menjalin hu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 " Persahabatan "
Tidak terima dengan perlakuan dan hinaan yang ditunjukkan Arabel padanya dihadapan banyak orang. Tangannya yang mulai menggenggam erat dengan raut wajah yang menahan amarah besar. Amel akhirnya pergi dengan raut wajah yang terlihat sangat menakutkan.
"Apa kamu sudah gila kenapa kamu berani sekali mencari masalah dengannya apa kamu tidak takut kalau dia akan berniat jahat padamu?" tanya Chaca yang berlalu menghentikan langkah mereka.
"Sudahlah setiap nyawa sudah ada yang mengatur, jika aku akan m4t1 karena ancaman yang selalu ia berikan aku masih punya Tuhan yang akan selalu melindungi dan menjagaku sampai kapan pun. Ya sudah ayo kita pergi sekarang,"ajak Arabella yang langsung mengandeng tangan Chaca.
"Baiklah sekali lagi terima kasih, terima kasih karena kamu sudah mau menolongku,"ucap Chaca.
"Iya sama-sama,kita satu kampus jadi itu artinya kamu juga sahabat ku jadi mana mungkin sahabat akan pergi meninggalkan sahabat disaat ia membutuhkan. Ini sudah jadi tanggung jawabku jadi janganlah berkata seperti itu lagi?"balas Arabella dengan senyumnya.
"Kamu sangat baik apa kamu mau berteman denganku?"tanya Chaca nampak takut.
"Apa kamu yakin kamu ingin berteman denganku? Penampilan kita jauhlah berbeda aku diatas kamu jadi kamu gak mau berteman denganku yang kamu sendiri juga tau kalau aku tidak punya sama sekali,"balas Arabella.
"Di-dunia ini manusia itu sama aja, jika kita mati kita juga akan sama-sama dikubur didalam tanah, jadi untuk apa kita harus membedakan antara kaya mau pun miskin, selevel atau tidak itu sama aja jadi kamu mau kan?"tawar Chaca
"Iya aku mau terima kasih ya kamu udah mau berteman denganku,"balas Arabella selanjutnya.
"Iya sama-sama ya sudah kita pergi,"ajaknya yang langsung mengandeng tangan Arabella.
Tak lama keduanya yang lagi asyik makan di kantin, seseorang datang menawarkan diri untuk duduk bergabung bersama mereka.
"Maaf bolehkah aku bergabung dengan kalian?"tanya Wanita itu yang tak lain adalah Cassandra.
"Iya gak papa duduklah!"balas Arabella yang mengijinkannya. Gibran dan dan Revan yang pada saat itu baru masuk tatapan keduanya dikejutkan dengan adanya ketiga Wanita cantik yang kecantikannya sangatlah luar biasa untuk dilupa.
"He lihat ada bidadari kumpul nih,"ucap Gibran dengan menunjuk kearah ketiganya.
"Mantap yuk kita sikat!"balas Revan.
"Sikat? Itu orang bukan gigi,"balas Gibran yang tidak nyambung.
"He tolol sikat itu maksudnya kita godain bukan sikat sungguhan to*ol kok dipelihara ayo kesana,"balasnya yang langsung menarik lengan Gibran.
"Lagi sendirian aja nih gak ada cowok yang menemani?"ucap Gibran ketiga sampai pada pandangan ketiganya.
"Kita tidak sendirian aja kok kita lagi berdua, ngomong soal sendiri tanpa cowok kalian kan juga cowok ngapa harus tanya segala gak sadar?"timpal Cassandra dengan kesal.
"Astaga Cassandra kamu itu cantik-cantik jangan jutek-jutek kenapa nanti kelamaan jadi jomblo loh!"
"Kamu yang suka godain cewek cakep aja masih jomblo gimana dengan aku sendiri?"balasnya dengan ketus, Revan yang mendengarnya ia seketika kena mental dibuatnya.
"Syukur makanya jangan suka ngeladenin omongannya kalian berdua ini gak ada duanya jadi diam-lah, oh iya cantik maksudnya kamu Wanita berbaju Putih kenalin dong nama ku Gibran Roberto kamu bisa panggil aku dengan sebutan ayang Gibran itu sudah bikin hatiku sangatlah senang,"ucap Gibran dengan senyum khasnya.
"Iya kamu kan cowok yang tadi kan iya nama aku Arabella,"balasnya dengan menerima jabat tangannya dari keduanya.
"Arabel kamu kenal sama cowok jadi-jadian ini?"tanya Cassandra.
"Bukan kenal tapi tadi tidak sengaja aja ketemu sama mereka tadi pagi,"timpal Arabel.
"Astaga ini cowok baik-baik juga dikatain cowok jadi-jadian parah lo?"celetuk Revan.
"Biarin!"balasnya dengan ketus.
"Eh tunggu tadi kamu bilang apa? Ayang Gibran gak salah tadi gue dengarnya kepedean amat kamu, oh iya kenalin dong nama aku Revan Sanjaya laki-laki tertampan di kampus ini dan pastinya kamu sendiri pasti masih ingat aku kan?"tanya Revan selanjutnya.
"Ya elah ribet amat sih kamu! Tunggu-tunggu Revan kayaknya kamu itu terlalu percaya diri deh jika menganggap diri kamu itu tampan? Bahkan paling tampan di kampus ini kayaknya kamu perlu ngaca deh?"balas Gibran dengan pedenya.
"Kenapa kamu tidak terima udah lah Gibran kamu tuh terima kenyataan aja kalau aku tuh lebih tampan dari pada kamu paham!"tegas Revan.
"Eh monyet-monyet di kebun binatang aja pasti jungkir balik kalau denger kamu menganggap diri kamu itu tampan!"tegas Gibran balik.
"Parah! Jadi kamu nyamain aku sama monyet? Lebih untuk aku kaya monyet daripada kamu gerobak tape!"ucap Gibran.
"Hah apa maksud kamu ngatain aku gerobak tape?" tegas Revan.
"Kenapa kamu tidak terima?"balas Gibran.
Sedangkan Arabel, Cassandra dan juga Chaca yang melihat perdebatan mereka, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya.
"Yahh kalau saraf-saraf sudah mulai kumat-kumat kaya gini susah disembuhkan udah mendingan kita pergi aja, bikin mood kita ambyar aja yok pergi"ajak Cassandra yang langsung mengandeng Arabella dan juga Chaca.
"Tapi Cassandra gimana dengan mereka?"tanya Arabella.
"Ya udahlah biarin aja nanti juga reda sendiri kok udah-udah ayo kita pergi,"ajak Cassandra yang langsung membawa sahabatnya pergi.
Gibran mau pun Revan yang tak sadar jika diri mereka ditinggal ketiga Wanita cantik, mereka nampak masih asyik ribut dengan cara mereka sendiri tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang memperhatikannya.
"Wah parah kamu jadi kamu ngajak ribut!"adu Gibran.
"Ayo siapa takut!"tantang Revan yang tak mau tingal diam.
" Emangnya kamu pikir aku takut apa!" tegas Revan dengan lantangnya.
"Ya udh ayo!"tantang Gibran tapi tak kunjung menyerangnya. Kemudian Revan yang merasa kesal, ia langsung menarik rambut Gibran.
"Ehh Revan sakit tau berani banget kamu jambak rambut ku yg keren ini rasain ini!"
"Eh kamu juga berani jambak-jambak aku ayo kita buktikan siapa yang menang!"
Melihat situasi adu Jambak keduanya yang sangat ramai ditonton para mahasiswa mau pun mahasiswa yang lain, tak ada satu pun dari mereka yang mau melerainya dan lebih memilih mendukungnya. Sedangkan Rasya yang sedang dalam keadaan mencari kedua sahabat gesreknya dirinya dibuat penasaran setelah beberapa mahasiswa yang berlarian menuju kearah kantin.
"Ada apa disana kenapa orang-orang pada berlarian kesana?" Tanpa berfikir Rasya yang langsung membuntutinya ia melihat apa dalang dari kerusuhan yang terjadi.
"Astaga dasar anak Mami kalau berantem bisanya cuma jambak-jambak kan mulu kapan ya mereka tuh pikirannya waras gitu!"kesal Rasya.
"Hey berhenti kalian tuh apa-apaan sih apa yang kalian lakukan berhentilah! Stop! Kalian tuh kenapa sih, kenapa setiap kali ketemu pasti berantem terus kenapa?"tegas Rasya dengan kesal.
"Lagian dia dulu yang mulai!"balas Revan dengan menunjukkannya.
"Enak aja kamu dulu kali yang mulai, lagian dia juga ngapain bilang kalau dia itu paling tampan kan aku sebagai laki-laki sejati tidak terima?"kesal Gibran.
"Jadi maksud kalian? Kalian ribut mempermalukan diri kalian seperti ini hanya karena sibuk membahas ketampanan kalian? Hanya itu masalahnya?"tegas Rasya tak percaya.
"Siapa bilang tadi aku padahal aku kan cuma mau kenalan sama dia!"ucapnya sembari melirik kearah belakang, tapi betapa terkejutnya ia melihat kursi pada kosong tidak ada siapa-siapa.
"Lah kok ilang kemana perginya tiga bidadari tadi?"tanya Revan nampak bingung sendiri.
"Apa? Jadi kamu mau kenalan sama tuh kursi kenapa tidak sekalian kalian pacari aja tuh kursi bete aku lihat sifat kalian sudahlah malas aku ingin pergi." Tanpa memperdulikan keduanya,Rasya berlalu pergi meninggalkan keduanya.
"Kemana mereka kok malah cabut gitu aja kamu sih Gibran coba aja kalau kamu gak cari masalah mungkin ketiganya masih ada disini?"
"Hee sekali lagi kamu nyalahin aku, kamu bakal aku tonjok ya udah-udah kita kejar dia tuh dari pada salah faham dia."
"Bingung gue punya temen yg otaknya pada geser gitu?"gerutunya sembari berjalan.
BERSAMBUNG.
lanjut kak...
jdi inget mini series mermaid in love
semangat ya...💪🤗🤗
semangat thor..💪💪
semangat..,💪💪