Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Wanita Penggoda

Bukan Wanita Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:32.7k
Nilai: 5
Nama Author: windowsyua

Monica baru saja lulus dari sekolah Menengah Atas. Perjodohannya dengan pria bernama Marsel sama sekali tidak ada keterpaksaan.

Meskipun memang ada tujuan dan alasan tersendiri untuk Monica menerima perjodohan itu.

Tapi tidak dengan Marsel, saat ia tengah koas di salah satu daerah ia bertemu dengan wanita yang seketika itu membuat hatinya berdebar-debar.

Namun ia telah terlanjur menikah dengan Monica dan sudah berjanji akan menikahi wanita pujaan hatinya.

lantas siapa wanita yang akan mendapatkan hati Marsel? setelah ketiganya menikah dan hidup bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windowsyua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I. f

Katanya sebentar tapi matahari sudah tenggelam pun Marsel masih belum juga pulang, jujur saja aku sedikit kesal, tapi yah mau bagaimana lagi, aku tidak punya keberanian sebesar itu hanya untuk menanyai keberadaannya yang entah masih dimana?

Pukul 21:00 Akhirnya suara mobil yang sudah tidak asing lagi di pendengaranku tiba, agak sedikit gugup saat aku hendak ingin membukakan pintu, tapi sebisa mungkin aku bersikap biasa saja, takut-takut Marsel besar kepala jika mengetahui aku telah membuka hati untuknya.

"Assalamualaikum?". Samar-samar aku mendengar dua suara yang mengucap salam.

"Waalaikum'salam, tunggu!". Ucapku kemudian membuka pintu.

Dan benar saja dugaan ku, ia pulang bersama Adinda adik maduku. Aku tidak begitu terkejut atas kehadirannya, akan tetapi tetap saja aku merasa tidak dihargai, lagi-lagi dia tidak meminta izinku. Oh apa izinku tidak penting baginya? tapi setidaknya beri aku pemberitahuan, jangan main bawa seenaknya saja dong. Batinku menggerutu.

"Hm, tadi aku ada tugas kebetulan satu kelompok".

"Masuk". Ucapku agak sedikit canggung, tapi anehnya aku tidak melihat koper ataupun tas, hanya tas selempang kecil yang mungkin hanya muat untuk handphone dan dompet, pikirku.

"Malam ini Adinda boleh tidur disini gak?". Tanya Marsel membuntuti ku, saat aku hendak pergi ke dapur, bermaksud ingin menyediakan minuman untuk tamu? maksudku suami dan adik maduku.

"Hm? aku gak salah dengarkan, barusan kamu nanya? minta pendapat atau pemberitahuan yah?".

"Aku nanya minta izin kamu ? boleh gak?". Jawabnya agak serak.

"Serius kamu nanya?". Ucapku sarkas.

"Kalau memang Iyah, seharusnya kamu nanya dulu sebelum membawanya kemari". Ucapku ketus sembari tetap fokus menuangkan Oren Jus.

"Hm? jadi sekarang kamu lagi ngambek nih?". Godanya, sembari menatapku senyum-senyum. Tapi aku tidak memperdulikannya.

"Maaf deh, aku capek banget kalau harus nganterin Adinda pulang dulu, terus putar arah untuk pulang kesini".

"Loh kenapa pulang kesini? Adinda kan istri kamu juga, kenapa kamu gak bermalam di sana aja?".

"Yah gak bisa dong, Adinda kan kebetulan masih tinggal sama kedua orangtuanya, jadi dia udah pasti aman, aku gak khawatir, sementara kamu disini tinggal sendiri, aku juga udah di kasih amanah sama orang tua kamu".

"Hm gitu, yaudah sekarang mau kamu gimana?".

"Kalau boleh untuk malam ini, biarin Adinda tinggal disini yah?!".

"Yaudah, aku mau ke depan dulu ngasih minuman". Ucapku kemudian berlalu pergi meninggalkannya sendiri.

"Makasih". Ucapnya sedikit berteriak, setelah aku melewatinya.

"Hm". Dehemku.

***

Jujur saja aku bingung harus bersikap seperti apa, tidak membenci tidak pula menyukai, rasanya benar-benar aneh. Aku ada di antara dua insan yang sedang jatuh hati, namun aku datang dan menjadi istri sahnya lebih dulu ketimbang Adinda. Jadi aku tidak sepenuhnya salah bukan?

Tidak banyak obrolan hanya basa-basi mengenai kesibukan apa yang telah aku kerjakan seharian ini, begitupun sebaliknya.

***

Malam semakin larut, selesai menyiapkan kamar tamu untuk Adik maduku, Aku segera masuk kedalam kamarku. Aku berpikir Marsel mungkin akan tidur bersama adik maduku makanya aku mengunci pintu.

Namun saat adzan subuh berkumandang aku yang hendak ingin mengambil air wudhu melihat Marsel yang tengah tidur di sofa.

Aku berjalan mendekati takut-takut aku hanya berhalusinasi, tapi ternyata tidak, aku segera hendak pergi, takut kepergok Marsel, aku pasti malu, batinku. Namun saat aku berbalik untuk pergi sebuah tangan berhasil menahan langkah ku pergi.

"Kamu mau kemana?". Sontak hal itu membuat aku terkejut.

"Hm? aku mau ke toilet". Kupikir Marsel akan melepaskan tanganku tapi aku salah dia malah menarik tubuhku dan memeluknya dari belakang.

"Jangan pergi". Ucapnya serak khas suara bangun tidur.

"Udah subuh". Ucapku berbisik, entah kenapa aku takut kejadian ini diketahui oleh Adik maduku, dia pasti akan salah paham. Meskipun statusku istri sah dan yang pertama, tapi tetap saja Marsel tidak mencintaiku, pernikahan denganku terjadi karena mungkin Marsel merasa terpaksa.

Maka, jika aku ada di posisi Adinda mungkin aku akan marah dan terluka. Dan menurutku itu wajar saja.

"Hm, sebentar aja". Perintahnya.

"Kamu kenapa tidur disini?". Tanyaku penasaran.

"Kamu kunci pintunya dari dalam, gimana caranya aku bisa masuk?". Ucapnya sembari mendengus di punggungku, jujur saja nafas hangatnya seketika membuat aku meremang.

"Kan ada kamar Adinda". Ucapku lagi berusaha mati-matian berucap dengan santai.

"Hm, dia juga sama kunci pintu, Kalina kerja sama yah?!". Ucap Marsel terlihat kesal sembari membalikkan tubuhku.

"Enggak, aku pikir kamu bakalan tidur sama Adinda, makanya aku kunci pintu". Ucapku apa adanya.

"Hm, bener?". Ucapnya menelisik.

"Bener, ngapain aku bohong".

"Oke, mulai sekarang kamu gak boleh kunci pintu kamar tanpa seizin ku". Ucapnya memerintah.

"Hm".

Jujur sikap nya padaku manis bukan? karena sikapnya yang baik, aku tidak menjamin bisa membencinya, yang artinya aku tidak menjamin juga untuk tidak mencintainya. Sudah kucoba dan memang dilihat dari sisi manapun, aku tidak menemukan celah untuk membencinya.

"Aku masih mau meluk kamu kaya gini, rasanya hangat". Ucapnya tulus.

"Tapi waktu subuh gak lama, udah mau jam lima aja". Ucapnya lagi sembari melepaskan pelukannya padaku.

"Solat subuh berjamaah yuk?! Aku bangunin Adinda dulu". Ucapnya sembari berdiri. Dan detik itu juga aku tersadar bahwa perlakuan baiknya padaku tidak menandakan ia mencintaiku.

***

Aku telah mengambil air wudhu dan memakai mukena duduk menunggu kedatangan Suami dan Adik maduku, namun tiba-tiba aku mendapati Marsel berdiri menghampiriku seorang diri.

Ia bersikap seolah ingin mengambil ancang-ancang untuk memulai sholat, namun aku yang penasaran segera bertanya.

"Adinda nya mana?".

"Dia lagi ada halangan". Aku mengangguk tanda mengerti, dan subuh itu adalah subuh pertama aku menjadi makmum dari seorang imam yang telah meminang ku.

Tanpa aku sadari gerakan salam terakhir aku meneteskan air mata. Dialah pahalaku menuju SurgaMu Ya Rob, maka kuatkan lah hatiku untuk menerima semua yang telah terjadi.

Marsel memimpin doa selepas itu ia berbalik menatapku dengan lekat. Jika boleh jujur saat itu, aku merasa degup jantungku berpacu jauh lebih cepat dari biasanya.

Tatapannya yang lembut terasa menghunus ku.

"Kemari?!". Ucapnya. Aku yang mendengar hal itu refleks mendekatkan diri serta meraih tangan kanannya. Ku kecup tangan itu sebagaimana mestinya. Kemudian ia membalas dengan mencium keningku.

~[Jangan berubah yah?!]. Batinku.

***

Awal yang indah kupikir akan seterunya begitu. Hm namun tentu saja tidak, ladang aku mencari pahala telah di ambil oleh adik maduku.

Selesai mandi dan berpakaian rapi aku segera keluar kamar, kulihat semua hidangan sudah tersaji dengan begitu menggiurkan di meja makan, aku yang melihat itu hanya bisa pasrah.

"Sarapan sudah siap Mas". Ucapnya menyapa suamiku yang baru tiba setelah mandi dan berpakaian rapi.

"Wah, kelihatannya enak?!". Ucap Marsel dan segera duduk di kursi yang sudah di siapkan Adinda.

Aku tidak tahu mereka menyadari akan kehadiranku atau tidak, yang pasti jika aku keluar sekarang, maka kehadiranku di tengah-tengah mereka terasa seperti pengganggu, akhirnya ku putuskan untuk kembali mengurung diri di dalam kamar.

Bersambung...

1
Moms Shinbi
q sakit hati sumpah Monica kasihan sekali
elly fitriyatun
Kelamaan up nya bikin lupa ceritanya
Endang Supriati
terus mau apa monica! klu sdh begitu si marsel. dinikahi yyg pertama sama marcel. eh. perjakanya marcel yg ambil adinda yg udh bekas mantan2nya.
hadeh monica klu msh mau bodohhhhhhh
Endang Supriati
udh gendut pakai baju gombrabg gombrabg befutu,kaya karung beras.
Endang Supriati
rumah tangga se umur jagung sdh berkhianat, diliat kehidupan nya marsel,monica tidak jelas arrahnya mau di bawa kemana rumah tangga itu.
seperti main 2 tdk terarah
coba klu iistri cuma satu, jelas pulang kemana si marcel beribadah bareng.merancang rumah tangga mau seperti apa, ini engga jelaaaa banget.
Endang Supriati
klu sy tiap hr kasih racun sianida buat marcel,kshnya sedikit sedikit. biar lumpuh mati engga lumpuh iya.
Endang Supriati
perempyan gendut kaya gsjah seperti monica engga enak marcel
Endang Supriati
pantes monica kaya gajah pastinya pahanya segede mobil container, klu marcel mau niduriin loe. marcel hrs karakan cinta depab adibda sebanyak 10 x lalu berjanji utk menceraikan adinda.
utu baru perempuan MAHALLL
Endang Supriati
oh si monica fendut,gembrok kata gajahhh.
pantes ditinggal nikah lagi.
mebding dimutilasi si monica terus kasih buaya.
Devi ana Safara Aldiva
buat monica pergi dari kehidupan marsel biar marsel menyesal telah menduakan monica
Hanipah Fitri
pingin ketawa ngakak dgn tingkah Marcel 😂😂
Hanipah Fitri
ada harapan Monica akan memiliki Marsel hanya seorang
Hanipah Fitri
siapakah wanita itu? jadi penasaran
Endang Supriati
karna dirimu bodohhh
Endang Supriati
dasar gedut,gembrok,ondel ondel badut,semar mendem. mending ditabrak container biar tambah bodoh goblog.
Endang Supriati
tdk berusaha ngurusin badan sih!!
Endang Supriati
bodohnloe
Hanipah Fitri
bingungnya rasa hati , memiliki istri dua 😆
Hanipah Fitri: semangat ya, lanjut lagi
total 1 replies
Hanipah Fitri
akhirnya !!!
Hanipah Fitri
gagal maning thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!