Indonesia
NovelToon NovelToon
Mr.Jenius Vs Mrs.Dumb

Mr.Jenius Vs Mrs.Dumb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melz

(Lanjutan dari Married with Romeo)

Romano si jenius lagi-lagi harus mengalami kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan dengan Sunny yang notabene adalah janda beranak satu.

Sunny si bodoh dan lugu terpaksa pergi dari Romano karena sebuah kesalahpahaman.

Akankah mereka bisa memulai kisah cinta mereka dengan begitu banyak perbedaan yang ada, termasuk IQ mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status Janda

Romano sudah tidak sabar untuk mencicipi makanan Sunny. Sebenarnya saat ini Romano punya lebih dari selusin pembantu di rumahnya. Tapi, dia ingin membuat Sunny repot. Ini adalah hukuman karena Sunny sudah melempar kepala Romano dengan Wedges sampai di jahit. Belum lagi, Sunny pergi ke gudang dan mengatasinya playboy cap kadal.

Sementara itu, Leon yang baru bangun tidur langsung dapat mencium aroma masakan dari ruang makan. Dia mendekati Romano yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.

"Leon, sini duduk." Romano meletakkan ponselnya dan mengajak Leon untuk duduk di sampingnya.

"Om lagi apa? Mama mana?" Leon mengucek matanya sambil menguap.

"Ini, om sedang kerja. Cari uang." Romano menunjukkan ponselnya yang berisi rincian data keuangan perusahaan.

"Kenapa orang dewasa suka banget cari uang om?" ucap Leon dengan polosnya.

Romano terkekeh mendengar Leon. Pikiran anak kecil memang sederhana.

"Om sebenarnya gak suka uang. Om cuma isi waktu saja." Romano mencubit pipi Leon dengan gemas.

"Tapi, mama suka banget uang Om. Dia sampai rela titipin Leon ke rumah Eyang." "Katanya kalau kerja di kota, dia bisa dapat lebih banyak uang." Leon menunduk sedih. Dari kecil, Sunny hanya menengok Leon setahun sekali. Dia tidak punya ayah, sedangkan Sunny tidak pernah memperhatikannya.

"Leon.. Mama kerja karena sayang sama Leon. Kalau mama gak kerja, Leon nanti gak bisa beli mainan dan sekolah." Romano memberi penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak kecil. Dia juga paham kenapa Sunny menyukai uang. Pasti sangat berat menjalani peran single mom pada saat sekarang ini, dimana semua kebutuhan semua naik. Apalagi, Sunny hanya bekerja sebagai pembantu.

"Leon, kamu bicara apalagi?!" Sunny keluar dari dapur dengan kedua tangan yang membawa piring makanan.

Di belakang Sunny, seorang wanita paruh baya juga membawa piring makanan yang lain.

Dalam sekejap, meja makan yang tadinya kosong, sekarang penuh dengan makanan buatan Sunny. Tapi, masakan Sunny terlihat amburadul dan gosong.

Sunny memasak capcay, ikan goreng, dan juga kentang goreng. Menu yang sama sekali tidak nyambung.

"June, apa tidak ada bahan makanan?" tanya Romano pada wanita di belakang Sunny dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Ada, Tuan. Nona tidak bisa memasak makanan yang rumit." "Dia bahkan tidak bisa menyalakan kompor listrik."

"Bicaralah dengan bahasa manusia. Kalian lagi ngomongin aku,kan?" protes Sunny.

"Kalau kamu gak ngerti, jangan pergi keluar negeri hanya dengan seorang bocah." omel Romano sambil memakan kentang goreng yang ada di meja.

"Tuan, kalau gak cocok, beli saja." Sunny melihat ekspresi Romano yang tidak berselera melihat makanan yang sudah dimasak capek-capek olehnya.

"Aku makan." Romano menyendokkan sayur dan mengambil ikan goreng yang sudah hampir gosong itu.

"Kenapa gak ada nasi?" tanya Sunny bingung.

"Karena kami biasa makan dengan kentang." jawab Romano sambil mengunyah.

"Aku gak betah di Amerika." Sunny menyesali keputusannya yang pergi sejauh ini. Belum ada 3 hari berada di Amerika, Sunny sudah merindukan pecel lele.

"Ma.. Leon suka di sini." "Rumah Om bagus sekali." Leon menyela percakapan mereka dan ikut berkomentar.

"Leon, jangan sembarangan." ucap Sunny kesal. "Kita ke sini hanya untuk merawat Tuan Romeo sampai sembuh."

June menatap Romano. Dia jadi ragu, apakah yang datang adalah Romeo atau Romano. Tapi, Romano langsung memberi kode pada June untuk diam.

"Padahal, Om ini kerjanya hanya main-main saja, tapi uangnya banyak. Mama kerja banting tulang, tapi ga punya uang." keluh Leon.

Romano tidak bisa menahan tawanya melihat kepolosan Leon. Anak kecil memang selalu jujur. Dia makin suka saja dengan anak Sunny. Untung saja kecerdasan Leon tidak mengikuti ibunya. Kalau Leon sama seperti Sunny, masa depannya bisa suram.

"Leon, kalau Om Romeo itu uangnya datang sendiri. Kalau Mama, Mama yang harus mencari uangnya."

"Mama mencari terus tapi tidak kaya-kaya."

"Haduh, sudahlah. Makan saja kentangnya." Sunny mengambilkan kentang dan menyuapi Leon. Anaknya banyak sekali bertanya. Kalau dijadikan buku, mungkin pertanyaan Leon bisa menjadi ensiklopedia dengan tebal 3000 halaman.

"Leon, besok kita jalan-jalan ya.. kita pergi ke Disneyland." ajak Romano yang masih sibuk memandangi Sunny dan Leon yang sedang berbincang sendiri.

"Horeeeeee.." teriak Leon senang. Dia naik ke kursinya dan melompat-lompat dengan gembira.

"Leon, astaga. Turun. Jangan naik ke kursi. Tidak sopan." Sunny memukul kaki Leon supaya anak itu bisa menjaga sopan santunnya. Tapi, dasar Leon bebal. Dia masih saja melompat dan malah berjoged di kursi.

"Ya ampun, anak siapa sih kamu." kata Sunny gemas.

"Anak Mama Sunny dong." jawab Leon santai.

Setelah beberapa menit dan kelelahan, Leon kembali duduk dengan sendirinya. Sunny sudah tidak berselera makan sama sekali. Dia malu, kesal dan bingung dengan keadaan ini. Tentu saja Sunny malu dan kesal dengan tingkah laku Leon yang memang kampungan seperti dirinya. Tapi, 70% pikiran Sunny lebih ke arah bingung. Dia bingung kenapa Romeo bukan memperhatikan anaknya sendiri, malah memperhatikan anak orang.

"Tuan, gak perlu jalan-jalan. Anda kan sedang sakit." Ucap Sunny dengan suara lirih.

"Gak apa-apa..aku kuat.."

"Jadi, saya bisa segera pulang dong." Sunny berteriak kegirangan. Dia tidak perlu bertanggungjawab lagi pada Romano.

Romano menyadari kebodohannya. Dia lupa kalau harus berpura-pura sakit. "Aduh, kepalaku.." rintih Romano.

Dia memegangi pelipisnya yang masih di perban.

"Tuan, kenapa?" Sunny langsung bangkit berdiri, lalu menghampiri Romano.

"Sepertinya aku harus istirahat di kamar, Sun. Bawa aku ke dalam."

"Tunggu Tuan, jangan pingsan dulu." Sunny buru-buru memapah Romano. Dia memegang lengan Romano. Tapi, Romano tidak mau Sunny melakukan itu. Romano menyingkirkan tangan Sunny lalu dia melingkarkan tangan pada pundak Sunny. "Begini saja lebih nyaman."

June menatap kebersamaan Romano dan Sunny yang cukup dekat. June sekarang yakin kalau pria itu adalah Romano, bukan Romeo. Seorang Romeo tidak akan melakukan itu dengan wanita selain istrinya.

'Siapa lagi yang Romano dekati kali ini?' tanya June penasaran.

*

*

*

Sementara itu, Sunny sudah sampai di kamar Romano. Dia membantu pria itu tidur di ranjangnya. Wajah Romano memang pucat, jadi Sunny yakin kalau Romano benar-benar sakit.

"Apa mau saya pijat kepalanya, Tuan?" ucap Sunny menawarkan diri. Romano tentu saja tidak menolak. Dia mengangguk dengan cepat. Sunny duduk di pinggir ranjang Romano. Dia perlahan memegang pelipis Romano, dan mulai memijitnya.

Romano menikmati pijatan Sunny. Dia sebenarnya hanya pura-pura sakit kepala saja, tapi dia malah mendapatkan bonus dari Sunny.

Sunny memijit dengan telaten. Dia memijit sambil berulang kali menengok kepada Romano. Awalnya melihat Romano untuk memastikan apakah pijatannya terlalu keras. Tapi, dia malah mendekatkan wajahnya pada wajah Romano yang sedang memejamkan mata.

Romano dapat merasakan hembusan nafas di wajahnya. Dia membuka mata perlahan dan menyaksikan wajah Sunny begitu dekat.

"Tuan." Sunny segera menjauhkan dirinya. Dia sadar perbuatannya sangat memalukan harkat dan martabatnya sebagai perempuan. Apalagi dengan status janda.

Romano mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya dia kembali pada kesadarannya.

"Sun, aku harus tidur." "Besok aku tunggu jam 9 pagi. Jangan terlambat." Kata Romano dengan ekspresi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

"Permisi Tuan. Maafkan tindakan saya tadi." Sunny buru-buru kabur tanpa melihat ke arah Romano lagi. Sunny harus menghindari situasi yang membuatnya terpancing melakukan dosa dan hal-hal buruk seperti tadi.

Sementara itu, Romano hampir saja tidak dapat menahan diri untuk tidak menyentuh Sunny. Karena itu dia lebih baik menyuruh Sunny pergi saja.

'Besok aku akan bilang pada Sunny yang sebenarnya.' ucap Tania dalam hatinya. Dia tentu ingin mengungkapkan perasaannya pada Sunny meskipun wanita itu janda dengan anak 1.

1
Natalia Luis Naik0fi
Trllu brlbihan si Romeo
Melz: Romeo ga setuju kalau Romano sama Sunny😞
total 1 replies
Kumparan
jangan lupa berkunjung kakk😊
Melz: siap.. makasi.. salam kenal yaa..
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget 😍 minta tanda tangan dong
Melz: hehehe.. mohon dukungannya
total 1 replies
in_JUMI
seru ceritanya...
ditunggu mampirannya di cerita aku ya k
Melz: siap.. nanti aku mampir yaa🫰
total 1 replies
in_JUMI
Hai kak aku mampir nih ke cerita kk, seru ceritanya...
di tunggu mampir backnya ke cerita aku
Melz: oke oke.. makasi yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!