Indonesia
NovelToon NovelToon
This Is My History

This Is My History

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blue Berry

Rayana putri cakradarma seorang wanita yang menjalani hari-hari kelam dan indah dalam hidupnya. Cinta yang meninggalkannya terus menerus membuatnya mati rasa secara berulang.

Raya banyak mengalami perombakan emosi yang drastis. Waktu berlalu satu persatu dengan cepat. Semua orang yang ia cintai menghilang dan meninggalkannya didunia yang penuh kesunyian dan derita. Dunia penuh lika-liku yang ia jalani menemukan sebuah hal baru tak terduga.

Akankah Raya menemukan cintanya kembali? Dan bisakah Raya keluar dari kesendirian yang selama ini telah menemani hari-harinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Double Date

Raya dan Devan jalan pulang bersama tanpa bicara apapun. Devan yang berjalan dengan santai sambil tersenyum dan disapa oleh banyak orang karena wajah tampan, kulit putih, dan senyumnya yang menawan. 

Sedangkan Raya hanya memasang muka datar dan dingin membuat orang tidak begitu memperdulikannya. Tetapi itu berlaku bagi kaum wanita tidak dengan kaum pria, mereka melakukan sebaliknya. Raya dipanggil oleh laki-laki sepanjang jalan, tetapi mereka hanya berani memanggil tidak berani berbuat lebih dari itu. Mereka tau Raya akan berbuat sesuatu yang membuat mereka kapok setelah melakukan sesutu yang membuat Raya merasa tidak nyaman. 

Bertolak belakang dengan sikap Devan dan wanita pada umunya Raya hanya menatap kedepan dan tidak menggupris orang-orang itu, membalas sapaan mereka atau bahkan melihat kearah mereka saja tidak. 

“cuek banget” ucap Devan dalam lubuk hatinya. 

Saat tiba dirumah Raya masuk begitu saja tanpa mengucapkan apapun kepada Devan. Dia menganggap dirinya berjalan sendiri sampai di Rumah. 

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang, Raya pulang lebih siang dari biasanya. Sesampainya di rumah dia mengeringkan badannya dengan membuat segelas jus, dan secangkir teh kemudian dia memasukan kedalam kulkas. 

Setelah semuanya selesai Raya kemudian pergi untuk mandi. Selesai mandi dia pergi mengambil beberapa novel dan komik miliknya, dan menyuruh Bi Ita membawakan segelas jus, secangkir teh yang ia buat tadi dan beberapa kue kecil ke tempat biasa di samping kolam renang. 

“Morning Pah” sapa Raya kepada Ayahnya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca koran dan menikmati secangkir Kopi. 

Raya kemudian pergi menuju ke arah kolam renang dia duduk menggunakan ayunan yang digantung di pinggir kolam renang untuk menikmati waktu santainya, sambil membaca komik kesukaannya dan menikmati makanan dan minuman yang dia buat merupakan kenikmatan tersendiri baginya.  

 Sore harinya Raya bersiap-siap untuk penyamarannya. Kegiatan yang tidak pernah ia tinggalkan selama ini, yang selalu rutin ia lakukan setiap hari minggu adalah menonton film di Bioskop. Keluar dengan menggunakan celana jens, baju kaos, dan topi adalah penyamaran yang sempurna untuk Raya. Berjalan kaki menikmati keadaan jalan di sore hari membuatnya senyum bahagia.

“wow, ada film baru” ucap Raya. 

Dia mengantri untuk membeli tiket dan pop corn. Saat ingin masuk di ruang bioskop, Raya melihat Raka dan Devan yang masuk kedalam ruangan yang sama yang ingin Raya masuki. 

“mereka gak akan kenalin aku” gumam Raya. 

Dengan penuh keberanian dan tekad Raya masuk ke dalam ruangan, duduk di kursi yang telah ia pilih. Menikmati suasana yang begitu tentram dan nyaman. Tanpa Raya sadari kenyataan itu hilang dengan begitu singkat.

“Raya” suara panggilan itu terdengar dari kursi seberang. 

Tanpa di duga-duga itu sahabat yang paling Raya sayangi, tak lain adalah Jia. Raya begitu bingung kenapa Jia bisa ada di tempat ini. Jia bukan orang yang akan menggunakan waktu santainya untuk menonton bioskop. Maka dari itu Raya tidak pernah mengajak Jia untuk pergi menonton bersamanya. 

“Jia, kamu ngapain disini?” tanya Raya. Tanpa basa basi Jia langsung menjawab, 

“Bareng Raka sama Devan, sebenarnya sih gue mau ajak lo juga. Tapi kan biasanya akhir minggu gini lo sibuk. Jadi ya terpaksa gak gue ajak”. Jelas Jia

“Kalau kamu ngajak, aku juga nggak bakalan ikut” balas Raya dengan tampak jengkel. “Raya cantik banget hari ini” sapa Raka yang baru saja tiba di tempat mereka berada. Mereka berempat kemudian duduk bersama 

“Cewek duduk ditengah, Raka harus dekat aku” ucap Jia. 

Mereka menikmati film dengan tenang sambil memakan pop corn. Jia dan Raka yang asik mengobrol berdua sedangkan Raya dan Devan yang hanya terdiam menikmati film. Sikap Devan yang pendiam dan tidak banyak bicara, Raya yang begitu dingin kepada para pria membuat suasana diantara begitu tenang dan sunyi, tidak ada pembicaraan sama sekali. 

“Raka, aku suka banget kayak gini. Kita sering-sering nonton film yah” ucap Jia yang terdengar oleh Raya dan Deven. 

“Bagus deh kalau kamu suka. Kalau ada waktu, aku pasti sempatin buat nonton bareng kamu” balas Raka dengan senyuman ketulusan. Sampai akhir film mereka begitu sangat menghayati film tersebut. Mungkin bisa dibilang saat itu terjadi double date diantara mereka. 

“Yey, akhirnya selesai juga. Filmnya bagus banget” ucap Jia yang begitu memancarkan wajah gembira. 

Sebenarnya ekspresi seperti yang Jia tampakan saat itu tidak pernah dilihat oleh Raya sebelumnya. Kebahagiaan yang benar-benar berbeda, membuat Jia seperti bukan Jia sungguhan. Mungkin karena dia baru pertamakali dekat dengan seseorang. 

Waktu SMP dulu Jia sama sekali tidak pernah dekat dengan siapapun apalagi seorang pria karena dia selalu bersama Raya. Melihat Raya yang selalu bersikap aneh dan dingin kepada semua pria membuat Jia juga tidak begitu dekat dengan mereka. Bisa dibilang Raka adalah cowok pertama yang dekat dengan Jia dan bisa membuat Jia bahagia. Raya begitu merasa bersalah kepada dirinya sendiri, karena sikapnya selama ini membuat Jia juga merasakan imbasnya.

Setelah selesai menonton mereka berencana untuk pergi makan, tetapi Raya menolak dengan alasan sedang ada urusan pribadi yang sangat penting. Hanya alasan semata yang dibuat Raya agar tidak pergi bersama mereka. 

“Besok juga tanggal merah. Jadi urusan pribadinya diundur aja jadi besok. Pokoknya Raya harus ikut” ucap Jia. 

“Kamu kenapa si Jia, sejak kenal sama mereka sikap kamu jadi berubah. Bukan Jia yang aku kenal dulu” ucap Raya yang langsung pergi segitu saja. 

Raya yang pulang sendirian dengan berjalan kaki membuat Devan berniat mengantarnya pulang, karena rumah mereka yang berdekatan. 

“Aku duluan ya” ucap Devan kepada Raka dan Jia. 

“Yah, kenapa semunya jadi pergi” ucap Raka yang tidak bisa membaca situasi. 

“Lebih baik pergi makannya lain kali aja. aku harus kasih penjelasan dulu ke Raya” ujar Jia. 

Raka kemudian berinisiatif mengajak Jia untuk membeli kue didekat situ agar Jia tidak merasa sedih atas kejadian itu. 

Di sisi lain Devan yang berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Dia bergegas mengejar Raya yang sudah lumayan Jauh dari tempat Bioskop. Setelah menemukan Raya, Devan mengendarai mobilnya dengan pelan disamping Raya. 

“Raya ayok masuk. Aku antar pulang” ucap Devan. 

Raya sama sekali tidak menggubris perkataan Devan. Dia menganggap tidak ada orang yang sedang menajaknya bicara. Devan yang sudah lumayan emosi karena perkataannya sama sekali tidak ditanggapi oleh Raya membuat Devan nekat turun dari mobil dan menarik tangan Raya dengan kuat. 

Raya yang tidak suka dengan perlakuan Devan membuatnya emosi dan begitu marah. 

“Apaan sih. Lepas gak. Aku paling benci cara kasar kayak gini” teriak Raya. 

“Kalau kamu nggak ngerti dengan kata-kata berarti maunya pake tindakan” balas Devan. 

Perkataan Devan membuat Raya marah sampai mengkerutkan dahinya dan mengguncang tangannya agar terlepas dari dekapan tangan Devan. 

Instagram : @queenyummy_wp

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!