Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Ulang Tahun
Ruang tamu itu mendadak hening. Anya tersenyum licik ke arah Alexa, begitu pun dengan Zionathan. Tatapan Alexa semakin tajam, ada rasa kesal dan kecewa yang jelas terlihat di wajah gadis itu.
"Ayah, hari ini aku juga ulang tahun." ucap Alexa. Suaranya datar, tapi tangannya mengepal di samping badannya.
"Eh,, ini,,, Ayah, Tidak tahu kalau kamu juga ulang tahun." Harry Zayn menatap Alexa dengan wajah yang benar-benar tidak mengetahui kalau putri kandungnya itu juga ulang tahun. "Gini aja deh. ulang tahun hari ini, biar Anya yang rayain dulu. Nanti ayah akan ganti di lain waktu untukmu ya." lanjut Harry Zayn tanpa rasa bersalah sedikitpun kepada Alexa.
Anya kembali tersenyum licik. " Alexa Zayn, lihat kan. Walaupun ucapan mereka manis, tapi di hati mereka hanya ada aku." batin Anya penuh rasa bangga.
Alexa tidak terima apa yang diucapkan ayah kandungnya itu. "Kenapa ditunda? Kalian kan,,, pakai kue ini untuk menebus 18 tahun, utang ulang tahunku." Alexa menatap ayahnya tajam. Jarinya menunjuk kue ulang tahun di tengah meja. Ada tulisan "Happy Birthday Anya".
"Itu,,,." Harry Zayn tidak tahu harus berkata apa lagi. Keringat dingin mengucur di pelipisnya.
"Astagah, Alexa Zayn. Kamu lebay banget sih. Kamu hilang 18 tahun, siapa yang mengingat ulang tahunmu?" ucap Zionathan membela Anya, adik angkatnya itu. Nadanya sinis.
"Tanya!" Alexa menghela nafas. Dadanya naik turun menahan emosi. "Aku sudah hilang 18 tahun, kalian harusnya lebih peduli kepadaku." Jelas Alexa, ia berharap kepulangannya di keluarga Zayn disambut dengan hangat oleh ayah dan saudaranya itu. Namun, justru hanya kata-kata manis saja yang menyambut kepulangannya. Ayahnya bahkan tidak mengetahui kapan ulang tahun gadis itu.
Zionathan menatap tajam ke arah Alexa. Wajahnya datar. "Kamu tuh cuman iri, sengaja di ulang tahun Anya, kamu cuman bikin muak." jelas Zionathan , ia mengalihkan pandangannya ke arah Harry Zayn dan adik angkatnya itu. "Ayah, Anya udah. Nggak usah ladenin dia."
Zionathan memegang kedua pundak Anya dan menatap gadis itu dengan lembut. Ia tersenyum kecil. "Anya, kakak sudah siapin kejutan buat kamu." Zionathan melangkah ke arah meja kecil, ia mengambil sesuatu dari meja itu.
"Oh." Anya berbalik melihat kemana Zionathan pergi.
Zionathan balik dengan sebuah kotak beludru merah di tangannya. Ia membuka kota hadiah di tangannya tepat di depan adik angkatnya itu. Di dalamnya ada kalung berlian mewah. Kalung itu berkilau akibat pantulan cahaya lampu yang begitu terang. Mutiara-mutiara di kalung itu seketika berkilau.
"Ini kalung yang kamu incar dari tahun lalu." kata Zionathan sambil mengalungkan ke leher Anya. "Happy Birthday, adikku sayang."
Anya langsung meluk Zionathan. "Makasih Kak! Aku paling sayang Kakak!" Anya memegang kalung indah itu, ia tersenyum sinis melihat Alexa.
Harry Zayn ikut tepuk tangan. "Cantik banget. Pantas untuk putri Ayah." Wajah Harry Zayn sangat bahagia melihat putri angkatnya itu. Tatapannya begitu berbeda ketika melihat Alexa.
Alexa berdiri mematung. Dingin. Tangannya masih ia kepal. Di keluarganya yang dulu dia selalu mendapatkan kehangatan dari Ayah angkat dan ketiga saudara angkatnya. Keluarga angkatnya itu selalu mengedepankan kebahagiaan Alexa. Berbeda dengan keluarga Aslinya. Alexa hanya di kucilkan, bahkan keberadaanya hanya di anggap angin berlalu saja.
Harry Zayn berjalan dengan membawa kotak hadiah berwarna putih, ia berjalan melewati Alexa begitu saja yang masih berdiri mematung. "Anya, ini hadiah dari ayah untukmu. Lihat, suka nggak?" Harry Zayn menyerahkan kado itu kepada putri angkatnya sambil tersenyum kecil.
"Ayah, Supercar ini harganya 300 Miliar lebih. Aku mana pantes, ayah." Anya memegang kunci mobil itu dengan bahagia. Selama dia tinggal di keluarga Zayn, dia selalu di manjakan. Setiap keinginannya selalu di turuti oleh ayah dan kakak angkatnya.
"Kamu itu putrinya Grup Zayn. Hanya sebuah mobil Sport. Buat kamu, apalah artinya?" ucap Harry Zayn sambil mengelus lembut rambut putri angkatnya itu tanpa menghiraukan Alexa yang sejak dari tadi berdiri mematung di tengah-tengah mereka.
Anya meletakkan kado-kado itu di atas meja, tatapannya tertuju pada gadis bergaun hitam yang sedang berdiri membelakangi mereka bertiga. "Tapi, kakak kan belum dapat apa-apa loh."
"Hadiah semewah ini. Dia nggak pantas memilikinya." ucap Zionathan dengan wajah tidak senang melihat Alexa.
Alexa semakin mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak. Matanya berkaca-kaca. Baru kali ini ada orang yang memperlakukannya seperti itu.
"Semua sudah memberikan kado. Kalau begitu,,," Alexa mengeluarkan pisau pemantiknya yang selalu ia bawah. Bilah kecilnya mengkilat akibat terkena cahaya lampu kristal. "Biar aku traktir dia makan kue saja." Alexa menusuk kue ulang tahun itu dengan ujung pisaunya, ia memutar badannya dan langsung menyodorkan kue yang di sendoknya menggunakan pisau tajam kepada Anya.
Cream putih dan potongan stroberi masih menetes dari ujung pisau.
Anya merasa begitu kaget, jantungnya berdebar. Nafasnya memburu. Matanya melebar. "A-apa..."
Zionathan langsung memeluk dan menenangkan adik angkat kesayangannya itu.
"ALEXA,,, kamu mau ngapain?" bentak Zionathan, tangannya masih melingkar di pundak Anya yang masih kaget. "Gila kau?!"
Harry Zayn berusaha untuk menenangkan Alexa. "Alexa,,, Taruh!" Ia hendak memegang tangan Alexa agar gadis itu menurunkan pisaunya.
Alexa dengan gayanya yang lihai itu langsung berputar 180 derajat, ia menghindar begitu saja dari Harry Zayn dan Zionathan yang berusaha untuk menghalanginya. Gerakannya cepat, persis seperti latihan di lereng gunung kemarin. Anya seketika mundur akibat Alexa semakin menyodorkan pisau itu ke mulutnya.
BRAK!
Punggung Anya menabrak tembok.
"Jangan... jangan dekati aku!" teriak Anya. Air matanya langsung jatuh. Kali ini beneran, bukan akting.
Alexa berhenti. Ia berdiri 1 meter dari Anya. Pisau itu masih ia pegang, tapi ujungnya hampir mengenai mulut Anya.
"Takut?" bisik Alexa. Suaranya rendah, cuma Anya yang dengar. "Ini rasanya kalau kamu berani merebut apa yang bukan milikmu."
Alexa semakin mendekat. Pisau itu hanya berjarak sepersekian senti dari mulut Anya. Wajah Anya langsung pucat. Nafasnya memburu penuh rasa takut. Matanya membulat. "Aku... aku tidak..."
"Hadiah yang aku berikan, tidak ada yang berani menolak." Alexa tersenyum miring. "Kecuali kalau kamu mau mati!" lanjutnya dengan tatapan tajam.
"Alexa!" teriak Harry Zayn dan Zionathan yang sudah berdiri dengan wajah tegang di belakang Alexa. Kali ini, gadis itu benar-benar nekat.
"Jangan bergerak!" bentak Alexa dengan nada tinggi. Kedua pria itu langsung terdiam di tempat. Keduanya menelan ludah. Baru kali ini ada yang berani membentaknya.
Pisau itu semakin ia dekatkan. Cream kue itu terus menetes ke lantai putih itu. "Jadi, kamu mau makan atau tidak?" tanya Alexa lagi dengan tatapan tajam seolah-olah ingin menerkam gadis licik itu sekarang juga.
Anya semakin pucat. Ia berkeringat dingin. keringat itu terus membasahi pelipisnya. "A,, aku,,,"
***
Jangan bosan-bosan dengan ceritaku ya teman-teman 🤗 🥰
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...