Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembali Pada Luka Yang Sama

Kembali Pada Luka Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Mengubah Takdir
Popularitas:356
Nilai: 5
Nama Author: MIKHACINTA

Ada rasa yang tak pernah benar-benar mati, ia hanya bersembunyi di balik nama yang enggan kita sebut lagi.

Sera percaya bahwa pergi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sisa jiwanya yang hancur karena Adrian. Ia telah meruntuhkan harapannya dan mengunci rapat pintu perasaannya.

Tetapi benang merah tak pernah bisa dipatahkan.

Ketika waktu membawa Adrian kembali, pria itu tak lagi menawarkan duri. Ia hadir bagai sudut paling aman di tengah bisingnya dunia, menawarkan pulih di atas luka yang pernah ia goreskan sendiri.

Di antara bayang-bayang ragu, riuh penyesalan dari masa lalu, dan kehangatan yang kembali merekah... bisakah Sera mempertaruhkan hatinya sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MIKHACINTA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian yang Menenangkan

"Lagi ngapain di sini, Sera?" tanya Adrian sembari menghampiri mejaku.

"Nemenin Naura, Mas. Mas sendirian?" balasku.

"He-eh," sahut Adrian. Pandangannya berganti menatap Ray dengan mata menelisik, seolah bertanya padaku siapa pria di sebelahku ini.

"Oh, ini temen SMP Sera dulu, Mas. Kenalin, Ray," ucapku buru-buru menengahi.

Ray bangkit dari kursinya lalu menjabat tangan Adrian. "Ray," ucapnya pendek dengan nada terkesan dingin.

"Adrian," balas Adrian santai dengan gaya tenangnya yang khas.

"Mas mau gabung di sini?" tanyaku menawar.

"Mas pengin, tapi Mas harus kumpul sama temen-temen Mas dulu, Ser. Enggak apa-apa, kan?" tanyanya menyiratkan rasa bersalah.

"Enggak apa-apa kok, Mas. Next time, ya."

"Yaudah, Mas ke sana dulu ya," pamit Adrian lembut padaku. Ia lalu menoleh sebentar pada Ray, "Bro, duluan ya."

Ray hanya mengangguk kaku.

Saat Adrian berbalik, ia sempat berpapasan dengan Naura yang baru saja kembali ke meja. Naura langsung menyenggol bahuku dan berbisik heboh, "Itu siapa, Ra? Cakep banget!"

"Adrian," bisikku.

"Yang tadi lo ceritain?!" tebaknya membelalak.

Aku mengangguk pelan. "Iya..."

"Cakep, Ra! Mirip aktor Dion Wiyoko, eh bukan, Rio Dewanto! Sipit-sipit oriental manis gitu, Ra!" tambah Naura kagum.

"Ehem!" Ray berdehem keras, memotong bisik-bisik kami. Wajahnya terlihat makin tidak bersahabat, sepertinya terganggu melihat kami membicarakan Adrian.

"Udah gue pesenin ya, Ray. Nanti Bastian nyusul, katanya lagi bantu abangnya prepare akustik," terang Naura beralih pada Ray.

"Tadi siapa, Ra?" tanya Ray mengabaikan perkataan Naura sepenuhnya, tatapannya terkunci padaku.

"Lho, kan tadi kamu udah kenalan. Mas Adrian."

"Iya, aku tahu. Pacar baru kamu?" tembak Ray langsung.

"Bukan, Ray! Dia kakaknya temen sekelasku," sahutku cepat.

"Oh..." Ray mengembuskan napas lega, raut wajahnya sedikit lebih tenang.

"Indah ke mana, Ray?" tembak Naura tiba-tiba. Aku sempat terkejut mendengar keberanian Naura menanyakan hal itu.

"Gak tahu. Udahan gue," jawab Ray singkat.

Aku makin terperanjat. Udah putus?

"Gue udah tahu kali, haha," ledek Naura santai.

"Hmm," sahut Ray cuek.

"Ribet sih si Indah tuh. Ngintilin lo mulu kerjaannya, apa-apa diposting, lebay banget," cerocos Naura tanpa saringan.

"Berisik," potong Ray tajam.

Suasana di meja mendadak makin canggung. Aku benar-benar tidak tahu harus merespons apa, jadi aku memilih diam seribu bahasa.

"Terus rencana lo sekarang mau deketin sahabat gue lagi, gitu?" serang Naura lagi ke Ray. "NO WAY YA! Lo pikir sahabat gue ban serep?!"

"Apa sih, Nau? Udah, deh..." bisikku panik sambil menepuk lengannya.

"Sori, Ra," gumam Naura tak enak hati.

Tak lama, Bastian datang. "Hey, bro! Sori ya, gue tadi ada kerjaan di sana," sapanya pada Ray.

"Itu mereka mau pada ngapain, Bas?" tanya Ray menunjuk ke arah panggung.

"Band abang gue mau perform, itu temen-temennya lagi siap-siap," jelas Bastian.

"Berarti yang bakal perform dua talent? Keren dong," timpal Ray.

"Iya, kayaknya."

Pelayan kafe kemudian datang dan menyajikan makanan kami.

"Kopinya nyusul ya, makan dulu deh, takut asam lambung," canda Naura memecah ketegangan. Kami pun terkekeh pelan.

Kami mulai menyantap hidangan masing-masing. Tak lama, grup musik akustik beranggotakan tiga orang naik ke panggung, dua di antaranya adalah teman Ray. Dari tempat dudukku, mataku tak sengaja menangkap sosok Adrian yang berdiri di depan panggung bersama Bram.

Aku mengamati Adrian dari kejauhan. Usia Bram sepertinya jauh lebih tua dari Adrian, tapi mereka terlihat sangat akrab. Adrian bersedekap memperhatikan panggung dan band itu yang sedang memulai perform, sementara Bram merangkul bahunya santai sambil membicarakan sesuatu.

Aku teringat ucapan Kania bahwa Adrian punya banyak pacar. Tapi sejauh ini, aku tidak melihat tanda-tanda kehadiran seorang kekasih di dekatnya. Meski begitu, harus kuakui dia sangat pandai bergaul, ramah, dan mudah disukai. Postur tubuhnya tinggi, bahunya tegap, hidungnya mancung, dengan mata sipit dan bibir tipis kemerahan. Laki-laki seperti dia... rasanya mustahil kalau tidak ada perempuan yang mendampingi.

Lamunanku buyar saat tiba-tiba Adrian menoleh ke arah mejaku. Matanya bertaut dengan mataku. Dia tersenyum tipis lalu mengangkat tangannya, melambai pelan padaku.

Mas Adrian... gumamku dalam hati, merasakan desir hangat di dada.

"Adrian ngelihatin lo tuh," senggol Naura jahil.

"Iya, gue tahu," bisikku malu-malu.

"Lo kenal lama sama Adrian, Bas? Siapa sih dia?" tanya Ray tiba-tiba pada Bastian, terkesan ingin tahu berlebihan.

"Ya kenal, soalnya dia sering main ke rumah gue. Kan temennya abang gue. Orangnya asik kok. Dia sama bokapnya punya bengkel motor, keren tempatnya. Gue sering ikut ke sana sama Bang Bram," jawab Bastian polos.

"Dia udah punya pacar belum?" celetuk Ray lagi.

"Apaan sih, Ray!" cetusku refleks, tidak tahan dengan sikap menginterogasinya.

"Gue pernah sih lihat Mas Adrian bawa cewek ke bengkelnya," sahut Bastian jujur. "Ya wajar enggak sih kalau dia punya pacar? Masa cowok bentukan kayak gitu enggak laku?"

"Bener juga ya..." gumam Naura refleks sambil menoleh menatapku prihatin.

Ada rasa hangat yang mendadak hilang di dadaku, berganti nyeri tipis. Sedikit patah hati. Benar juga kata mereka... mana mungkin cowok semenarik Adrian dibiarkan lajang begitu saja?

Kami berempat kembali melanjutkan makan sambil mengobrol canggung. Sesekali aku menyadari Ray terus memperhatikanku. Rasa tidak nyaman makin menghimpit dada. "Seandainya Mas Adrian datang dan ajak gue pergi dari sini... menyelamatkan gue dari situasi gila ini" batinku meratap.

"Sera? Mau ikut Mas, enggak?"

Suara berat itu mendadak terdengar tepat di sampingku, membuatku terperanjat. Adrian sudah berdiri di sana dengan senyum hangatnya.

"Hah? Ke mana, Mas?" tanyaku kaget.

"Ikut yuk, kamu pasti suka," ajaknya. Lalu ia menoleh pada teman-temanku, "Gue pinjam Seranya ya, guys."

"Enggak apa-apa, Ra, pergi sana!" seru Naura antusias, matanya berbinar bahagia melihatku diselamatkan dari meja itu.

Aku pun beranjak dari kursi dan melangkah menyusuri lorong kafe di samping Adrian.

"Kita mau ke mana, Mas?" tanyaku sambil menyesuaikan langkah kakinya.

Adrian melirikku sambil tersenyum tipis. "Kita melarikan diri. Mas tahu dari tadi kamu enggak nyaman ada di sana. Bener, kan?"

Jantungku berdesir hebat. Kata-katanya menyentuh sudut hatiku yang paling dalam. Bagaimana bisa dia tahu? Apakah dia bisa membaca pikiranku atau mendengar jeritan hatiku sedari tadi?

"Kok Mas bisa tahu, sih?" tanyaku takjub.

Adrian terkekeh pelan, kekehan hangat yang selalu sanggup membuat pertahananku goyah. Ia melangkah sejajar denganku menuju pintu keluar kafe.

"Kelihatan dari raut wajahmu, Ser," jawabnya lembut seraya melirikku sekilas. "Mata kamu enggak bisa bohong kalau lagi merasa serba salah. Makanya, Mas langsung inisiatif ajak kamu pergi sebelum kamu makin tertekan di sana."

Langkah kami terhenti tepat di samping motornya.

1
yaya
ngerasa balik lagi ke masa SMA
Ardianto Nugraha
👍
Ana Maria
seruuu
Andari Nasution
semangat
Sri Wulandari
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!