Indonesia
NovelToon NovelToon
My Mate

My Mate

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Manusia Serigala / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

Yuk!! Mari mampir!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

"Lapor Alpha" ujar seorang warior terengah memasuki ruangannya. Rava yang menegakkan tubuhnya menatap warior penuh tanya. Sudah kesekian kalinya para anggota datang melapor padanya.

"Wilayah bagian barat di serang Roque alpha. "

"Lakukan apapun.. kerahkan semua warior yang ada di sana" titah Rava menggeram.

Sudah 1 bulan berlalu Rava di sibukkan dengan penyerangan rogue yang tiada henti hentinya, ditambah lagi Arvie tidak menunjukkan keberadaan nya. Sejak acara pelantikan itu,serigala yang bersemayam di dalam tubuhnya memilih untuk bersembunyi di lubuk terdalam di tubuhnya.

"Alpha" panggil Malvin yang di balas dengan tatapan oleh Rava.

"Mereka semakin mengganas Alpha"

"Sial! " umpat Rava semakin kalut berjalan keluar ruangannya.

"Kau mau kemana? "

"Mama!!, Mama!! " panggil Rava memasuki Mantion, mencari keberadaan sang ibunda. Rava merasa harus mengetahui sesuatu yang belum di beritahu kepada nya.

"Ada apa kau mencariku? " tanya Melani sinis, sejak hari itu wanita paru baya itu tak pernah bersikap manis pada anaknya. Ia merasa sangat marah, sedih, sang putra malah merejeck belahan jiwa yang dikirim kan sang dewi bulan untuk nya.

"Ma! kenapa begitu marah padaku! "

"Kau fikir saja sendiri? " balas Melani ketus.

"Ma!! " panggil Rava menarik lengan mamanya yang hendak pergi meninggalkan nya.

"Apa lagi!, untuk apa kau mencariku jika semua bisa kau fikirkan sendiri! " balas Melani setengah membentak.

"Maafkan aku mah, jangan karena 1 wanita itu mama jadi sangat membenci ku seperti ini" ucap Rava memelas.

"Coba kau fikir, jika posisi ku yang di derita wanita itu. Bagaimana menurut mu? " tanya Melani menatap putranya datar, ia benar-benar kecewa.

"Aku tahu ma, tapi hatiku tak bisa menerima jika gadis itu ada di sisi ku" balas Rava lirih.

"Kenapa? "

"Karena dia pengkhianat ma"

"Sudah ku katakan mereka bukan pengkhianat!, kau lihat, sejak kepergian nya semua Rogue itu mampu memasuki wilayah kita!! "

"Itu karena kita lengah"

"Kau masih belum sadar?, karena Saran lah pack kita aman. Jika dia tidak ada disini makhluk liar itu semakin ganas dan warior kita melemah" jelas Melani berapi api.

Rava terdiam, semua ucapan mamanya melekat erat di benaknya.

"Benar nak, meskipun kekuatan nya tersegel Saran tetap mampu melindungi kawanan kita. " sahut Johan yang baru memasuki ruang keluarga. Rava menatap papanya tak mengerti.

"Kau tak tahu, selama ini kau di butakan oleh buku yang telah di rekayasa oleh bangsa demon" lanjut Johan menjawab pertanyaan di benak Rava.

"Apa ini? " tanya Rava menerima buku yang di berikan Johan.

"Ini buku yang asli, ditulis oleh James laron nenek Sara yang telah mati dibunuh oleh Raja demon. " Jelas Johan.

Sras!!!!! sras!!!!!

"Yatttt!!!! " teriak Sara berlari mengangkat pedangnya.

"Fokuskan pikiran mu!! " peringat Jeyran menunggu Sara menyerang.

Ting!! Prang!!!!

Dentingan pedang Sara dan Jeyran beradu.

"Fokus!! "

Slas!!!

Prang!!!

Sara terengah mengatur nafasnya menatap pedang Jeyran terlempar jauh.

"Bagus, kau sudah memiliki perkembangan" puji Jeyran.

Sara melempar pedangnya asal, sudah 1 bulan ia berusaha melatih dirinya, menguasai beberapa ilmu bela diri dan menguasai kekuatan Air dan api.

"Apa kau sudah mendengar berita tentang Redmoon pack? " tanya Jeyran tanpa menoleh.

Mereka kini duduk di tepi jurang menatap jauh ke hutan lepas, entah apa yang di pikirkan gadis itu.

"Untuk saat ini aku tak ingin mengetahui apapun" balas Sara lirih.

"Itu pilihan mu, aku tak bisa memaksamu. Disini aku akan selalu membantu mu. "

"Terimakasih kak" ucap Sara menoleh, gadis itu tersenyum setelah 1 bulan bersama Jeyran baru kali ia memperlihatkan senyuman nya.

"Rupanya kau cantik juga" puji Jeyran mengejek.

"Baru sadar" cibir Sara mengerucut kan bibirnya terlihat imut di mata Jeyran.

"Bagaimana jika kita menikah saja" goda Jeyran langsung mendapat pelototan dari Sara.

"Kau gila!! "

"Hei, kenapa tidak. Aku kan tampan" ucap Jeyran membanggakan diri.

"Dasar " cibir Sara bangkit, melangkah meninggalkan Jeyran yang tertawa keras, berhasil mengerjai Sara membuat Jeyran merasa senang.

Rava menatap buku yang beberapa menit yang lalu selesai ia baca, pria itu baru sadar jika selama ini ia telah di bodoh bodohi oleh bangsa Demon.

"Bagaimana? " tanya Malvin datar, tak di jawab oleh Rava.

"Aku harus mencari Mate ku" ucap Rava lirih.

"Hahahah, kau lihat, seperti yang ku katakan aku akan melihat mu menyesal" cibir Malvin sembari tertawa lepas.

"Kau ini, aku pemimpin mu!! kau mau di gantung! " serga Rava melotot.

"Alpha, Aku sudah katakan jika aku akan selalu setia padamu dan Luna" ujar Malvin serius.

"Karena itu aku tidak suka, kau selalu menyiksanya. " lanjut Malvin lagi.

"Andai aku tahu, aku tak akan melakukan ini" lirih Rava.

"Hahaha, kau ini lucu sekali. Jika kau tahu dari awal, mungkin masalah ini tak akan terjadi. bahkan si author akan stres mencari topik permasalahan nya" ledek Malvin semakin tertawa.

"Sayang aku merindukan mu" ucap Lisa melalui mindlink pada Malvin.

"Aku harus pergi Alpha, Mateku merindukan ku" pamit Malvin tersenyum pamer.

"Pergi saja kau, dasar sombong" dengus Rava.

Kini tinggallah Rava sendiri menatap buku yang telah mengungkap semua kebenaran.

"Arvie, apa kau masih ingin bersembunyi? " tanya Rava berharap di sahuti Arvie.

"Apa kau juga membenci ku? " lirih nya.

"Dasar keras kepala! "

"Akhirnya kau muncul" ucap Rava bersyukur melalui mindlink nya.

"Kau lihat, karena sikap mu itu aku kehilangan Mate ku! "

"Bukan Mate mu sajah, tapi mate ku juga" balas Rava.

"Kau baru mengakuinya? " cibir Arvie.

"Maaf kan aku" lirih Rava benar-benar menyesal.

"Simpan kata maaf mu sampai Mate ku kembali" balas Arvie.

Rava terdiam, kemana ia harus mencari Matenya. Pria itu merenung memikirkan cara untuk menemukan Matenya.

"Aw" ringis Rava memegangi dadanya.

"Apa kau merasakannya? " tanya Arvie.

"Yah, aku merasakannya, apa ini dari Mate kita? "

"Mungkin saja" balas Arvie.

"Rasanya aku ingin sedih" ujar Rava.

"Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Jeyran duduk di samping Sara yang tengah menghapus jejak air mata nya.

"Kau sedih mengingat Mate mu atau Mengingat keluarga mu" cibir Jeyran.

"Tentu saja keluarga ku!, mana mungkin aku mengingat orang yang tak menginginkan aku" sanggah Sari dengan suara beratnya.

"Eh tumben kau muncul"

"Kenapa? kau tak suka? " ketus Sari menatap Jeyran tajam.

"Kasar amat neng, nanya baik baik juga"

"Maaf" lirih Sara kembali mengambil alih tubuhnya. Jujur saja Sara masih memikirkan soal perlakuan Mate nya selama ini. Jika saja semua itu soal salah paham, apakah tidak ada rasa sedikit pun untuk nya sehingga Mate nya tega memperlakukan nya seperti itu selama ini.

Sara menghela nafas berat, gadis itu menatap lama pepohonan yang berayun pelan terkena angin malam.

🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀

1
Respati Wijaya
walau badai menghadang, aku tetap setia menunggu cerita-ceritamu thor
Ceritaku: terimakasih kakak
total 1 replies
Er Ropah
critanya seru......wlpun dlm pnulisan msh bnyk yg typo,smngt berkrya thor.....
Er Ropah
seru...lnjut thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!