Kisah seorang ibu beranak satu yang harus rela menjadi tulang punggung keluarganya. Karena berbagai permasalahan hidup yang begitu rumit. Lia harus dihadapkan pada kenyataan pahit kalau dirinya selalu disakiti oleh para laki-laki yang ia temui.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ᴘɪʟᴜ : ᴇᴘɪsᴏᴅᴇ 7
"Saya tidak menyangka kalau orang yang akan membeli Resto ini adalah kamu Lia. Jauh-jauh dari rumah hanya untuk menawar sebuah Restoran yang mungkin sebentar lagi akan bangkrut." (Risa)
Lia mencoba memperhatikan kembali wajah wanita tua itu. Samar-samar dia mulai wajah itu. Benar-benar tidak asing dengan dirinya. Wanita itu seakan mengingatkan pada masa kecil kehidupan Lia. Walaupun tak jelas karena Lia sudah lupa dengan apa yang terjadi dengan dirinya sewaktu kecil.
"Mungkin kamu tidak ingat siapa saya Lia. Tapi melihat senyum diwajah kamu, saya tidak akan lupa seperti apa wajah manis anak kecil yang telah mengorbankan nyawanya waktu itu. Saya ingat bagaimana saat ada seorang wanita bodoh yang hendak menjatuhkan dirinya di sebuah jembatan, dan ada tangan mungil yang menariknya. Berusaha keras mencegah agar wanita itu tidak mati sia-sia. Sangat tidak diduga-duga kalau sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa." (Risa)
Lia hanya terdiam mencoba mengingat dan terus mengingat tentang apa yang terjadi pada mereka berdua. Dan saat itulah dia mulai memahami bahwa orang yang pernah ia tolong dulu saat ia masih kecil adalah Risa, yang kini sudah menjadi wanita tua. Sukses dalam segala bisnis. Berhasil dalam setiap hal. Namun selalu merasakan kesepian.
Kala itu Risa dalam keadaan yang sangat terpuruk. Dia diusir oleh orang tuanya setelah ketahuan hamil diluar nikah oleh orang yang tak bertanggung jawab. Orang yang dia anggap sebagai cinta sejatinya. Namun disaat Risa dalam masalah, orang yang ia cintai sama sekali tidak peduli sedikit pun kepadanya.
Hanya dua orang yang hanya kebetulan lewat pada malam hari itu saat Risa sedang melakukan percobaan bunuh diri. Mereka adalah Lia dan ibunya. Dan yang pertama kali menarik tangan Risa adalah Lia, yang sekarang ada dihadapannya. Kalau bukan karena Lia dan ibunya, pasti hari ini Risa tidak bisa merasakan kebahagiaan yang tidak setiap orang bisa mendapatkannya.
Risa memiliki kekayaan yang sulit untuk dihitung. Bahkan jika setiap hari Risa menghamburkan uangnya, uang itu tidak akan bisa habis. Kekayaannya hanya akan habis jika Risa membeli mobil mewah setiap hari, itupun memerlukan waktu selama puluhan tahun. Dan semua itu bisa ia capai setelah ibu Lia menasehati Risa yang saat itu sedang terpuruk.
Hingga membuat Risa bangkit dari keterpurukannya, dan berhasil memulai hidupnya dengan penuh kedamaian. Meski sering merasakan kesepian karena Risa tak berkeluarga, tapi dia telah bangkit dari masa lalunya. Menikmati masa tuanya dengan bergelimang harta. Dan mampu membantu orang lain yang juga sama-sama merasakan apa yang dulu ia rasakan.
Awalnya Risa ingin menjual Restoran itu karena ia sudah lelah mengurus berbagai bisnisnya yang tersebar di seluruh kota. Namun setelah dia tahu kalau orang yang datang ke tempat ini adalah Lia, dia merubah niatnya itu. Bukan menjualnya, tapi memberikan semuanya kepada Lia. Dia akan selalu ingat setiap orang yang telah menjadi malaikat di kehidupannya.
"Jika kamu memang berniat untuk memiliki Restoran ini, maka saya tidak bisa menjualnya. Saya akan memberikannya kepada kamu. Kamu bisa mengurus semuanya kapan saja kamu mau." (Risa)
"Maaf Ibu Risa, saya datang menemui ibu karena saya berniat untuk membelinya. Saya sudah menyiapkan sejumlah uang. Semoga saja harganya tidak meleset dari perkiraan saya Bu." (Lia)
"Lihatlah saya sekarang Lia. Saya sudah tidak muda lagi seperti dulu. Saya juga tidak memiliki siapa pun lagi. Berikanlah saya kesempatan untuk saya berterimakasih kepada kamu dan ibumu. Tolong." (Risa)
Risa menggenggam erat tangan Lia. Risa sangat berharap Lia bisa menerimanya, sebagai balas budinya karena dulu Lia dan ibunya pernah menyelamatkan nyawanya.