Indonesia
NovelToon NovelToon
Teribble Marriage

Teribble Marriage

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariny NH

Airin Septiana harus dipaksa menikah dengan Nazriel, cowok cupu asisten papanya demi menyelamatkan harta warisan sang papa agar tidak disumbangkan ke yayasan panti asuhan.

Sepanjang berumah tangga, selalu cekcok. Dia selalu memanggil Nazriel dengan sebutan 'Si Cupu'. Percekcokan itu membawanya pada mencintai Atalarik, pria beristri. Airin jatuh cinta dengan pria itu karena mirip dengan cinta pertamanya.

Bagaimana keseruan drama rumah tangga Airin, Nazriel dan Atalarik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariny NH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter VIII: (Airin Septiana)

Pagi-pagi aku mencium bau sedap nasi goreng, pasti mama yang masak. Mataku langsung melek dan langsung ngacir ke kamar mandi. Tak sabar rasanya lidah ini mencicipi nasi goreng buatan mama.

Tiga menit berlalu, aku sudah selesai mandi dan dandan rapi. Aku sudah siap menyantap masakan Mama.

Begitu aku keluar dari kamar, aku melihat mama lagi menata hidangan di meja makan. 

“Pagi, Ma. Ada yang bisa kubantu nggak?” sapaku lembut.

Mama memandangku dengan bibir terbuka lebar. Mungkin mama heran, anak perempuannya yang biasa bangun siang hari ini bisa bangun pagi.  

“Nah, gitu dong bangun pagi. Sekarang kan kamu sudah jadi seorang istri.”

Aku duduk di meja makan. Ketika aku hendak mengambil piring.

 “Oh ya suamimu mana? Kok keluar kamar nggak barengan sih?” tanya Mama sambil melihat pintu kamarku yang tertutup.

“Mungkin dia lagi tidur kali, Ma.”

Mama mengerutkan dahi. “Mungkin? Kali? Lho! Emang kamu nggak lihat dia di kamar?” tanya mama.

Aduh, mampus deh aku. Jawab apa nih? Bangun tidur, aku sama sekali nggak memperhatikan Si Cupu, dia ada di kamar atau nggak. Siap-siap deh bentar lagi aku bakal kena omelan mama.

“Hmm..anu…” jawabku tergagap. 

Aku menggaruk kepala yang tak gatal, bingung mau jawab apa.

Tapi tiba-tiba, suara Si Cupu hadir di tengah kebingunganku mau jawab apa.

“Pagi Mama dan istri tercinta. Aku ada di sini kok.” 

Terdengar suara Nazriel di belakangku. Syukurlah dia nongol jadi aku terhindar dari omelan Mama. 

Si Cupu pintar juga aktingnya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahalkan tadi malam aku kasar banget ngomong sama dia.

“Lho, Nazriel habis darimana?”

“Abis jogging keliling kampung, Ma,” jawab Si Cupu asal.

“Ayo, sarapan dulu!” Mama mengajak menantu yang tampaknya bakal jadi menantu kesayangan. Sangat menyebalkan!

“Wah, enak nih.” Si Cupu sok mengagumi masakan mama.

Si Cupu duduk di sebelahku. Sebagai istri yang baik, aku mengambilkan nasi untuk Si Cupu. 

Si Cupu tersenyum manis. 

“Makasih, Sayang.”

Rasanya mau muntah mendengar Si Cupu memanggilku dengan sebutan sayang. Aku mengembangkan senyum yang dipaksakan ke arahnya. 

“Ma, aku boleh bicara nggak?” Si Cupu ditengah-tengah makan pagi menyela untuk  sesuatu permintaan pada mama.

“Tentu saja, mau bicara apa?” Tanya mama.

“Gini lho Ma, aku kan kerja di Banjarmasin. Sementara jarak Banjarmasin dari Martapura kan lumayan jauh, aku boleh nggak minta izin bawa Airin tinggal di Banjarmasin?

Aku batal menyuap nasi ke mulut. Nasi goreng buatan mama sebenarnya enak banget tiada duanya, tapi gara-gara omongan permintaan Si Cupu barusan yang ada aku tersedak karena  kaget.

 Si Cupu menepuk punggungku. “Kamu kenapa? Pelan-pelan dong makannya!”

Mama menyodorkan air minum ke aku. Cepat-cepat aku meneguk air minum yang diberikan mama.

“Aku cuma kaget aja bisa-bisanya kamu ingin bawa aku ke Banjarmasin. Kamu kan tahu aku itu anak tunggal, kalau aku pergi Mama tinggal sama siapa?”

Aku mengedarkan pandangan ke arah mama. Mama tampak berpikir keras. Semoga mama nggak setuju dengan ide konyol Si Cupu. Aku ogah tinggal sama mertua atau hanya tinggal berdua sama Si Cupu. 

“Sebenarnya Mama berat berpisah sama Airin, tapi berhubung sekarang Airin sudah sah jadi istrimu, mau tak mau mama harus ikhlas melepas dia. Sudah seharusnya seorang istri ikut suaminya.”

Aduh, Mama apa-apaan sih. Kenapa pakai acara setuju coba? Tapi setelah dipikir-pikir ada baiknya juga sih aku tinggal di Banjarmasin jadikan aku nggak perlu pura-pura bersikap manis lagi sama Si Cupu. Iya, kalau di rumah hanya tinggal berdua sama Si Cupu kalau tinggal sama mertua juga gimana? Kalau mertuaku galak gimana? Yang ada aku semakin tersiksa. Ah, tidak! Stres aku dibuat oleh Si Cupu.

“Gimana Sayang, kamu mau kan tinggal di Banjarmasin?” tanya Si Cupu mesra

“Iya deh, aku mau!” kataku ketus tanpa mau membantah lagi.

“Makasih Sayang, makin cinta deh sama kamu.” Si Cupu mengedipkan mata benar-benar menyebalkan sekali.

***

Si Cupu menghentikan mobil tepat di kawasan Citra Garden. Ngapain ya Si Cupu ke sini segala? Kawasan Citra Garden merupakan kawasan perumahan elit. Mungkinkah rumah Si Cupu berada di kawasan ini?

Si Cupu turun dari mobil, ia pun membukakan pintu untukku. 

“Yuk, kita turun.” Cupu menjulurkan tangan untuk membantuku.

“Lho, ngapain turun? Emang rumahmu ada di kawasan ini?” Aku menolak untuk dibantu jalan.

“Iya, itu rumahku. Kamu suka nggak?” Si Cupu menunjuk rumah mewah yang ada di depan kami. Mataku tak berkedip melihat rumah yang ada di hadapan kami. 

Asli rumahnya keren, mengahadap ke arah selatan, mewah, elegan, dan halamannya luas. Rumah Si Cupu dirancang dengan model rumah di Jawa yang bisa membuat penghuni rumah serasa tinggal di Jawa.

Tak disangka Si Cupu ternyata orang kaya juga. Padahal tampangnya seperti rakyat jelata. Benar kata orang jangan menilai orang lain dari penampilannya. 

Aku tinggal di rumah mewah? Itu memang impianku dari kecil. Papa nggak pernah mau tinggal di rumah mewah karena kata Papa, “Lebih nyaman tinggal di rumah sederhana biar uangnya bisa buat masa depan anak dan cucu nanti.”

Impianku telah terwujud bahagiakah aku? Tentu tidak! Jelas alasannya karena aku tinggal bersama orang yang tidak kucintai. Apalagi jika di rumah mewah ini tinggal bersama mertua yang galak pasti hati semakin tersiksa.

Si Cupu mengibaskan tangannya di depan mataku, sehingga menyadarkanku dari lamunan. 

“Hai! kok bengong? Yuk, kita masuk ke rumah!” 

Tangan kanan Si Cupu merangkulku, aku tahu tujuannya ingin memapahku, tapi aku menolak. 

“Nggak usah aku bisa jalan sendiri kok.” Aku tetap ketus.

“Ya, udah deh.”

Ketika Si Cupu hendak melangkahkan kakinya, aku menarik tangannya. 

“Ada apa lagi Sayang? Katanya bisa jalan sendiri?”

“Aku cuma mau tanya, kamu tinggal di rumah mewah ini sama orang tua?”

Si Cupu menggeleng.

“Mamaku di Jawa, sedangkan papaku di luar negeri. Mereka sibuk dengan karier mereka sendiri. Aku tinggal di rumah ini hanya bersama dua orang pembantu dan satu satpam.”

Aku bernapas lega. Yes, aku terhindar dari apa yang kutakutkan jika harus tinggal bersama mertua galak.

Rumah ini ada dua pembantu? Asyik, berarti aku nggak perlu repot-repot mencuci baju, nyetrika, cuci piring, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Senangnya hatiku jadi ratu di rumah ini.

Pintu terbuka dengan sendirinya. Tak berapa lama terlihatlah dua wanita paruh baya mengenakan daster batik berdiri di samping pintu. Dari penampilan mereka, aku sudah bisa menebak mereka pasti pembantu Si Cupu.

“Selamat datang Non Airin. Semoga anda betah tinggal di rumah ini,” ucap wanita paruh baya yang mengenakan daster batik warna biru. 

“Oh iya aku lupa kenalin mbok yang memakai baju biru itu namanya Bi Yem, sedangkan mbok yang memakai baju cokelat itu namanya Bi Sum,” ujar Si Cupu mengenalkan dua pembantunya kepadaku. 

“Bi, tolong kalian bawa barang-barang non Airin yang ada di bagasi mobil ke kamar ya!”

“Baik, Den,” jawab mereka bersamaan. 

Dua pembantu Si Cupu pun berlalu meninggalkan kami.

Aku memasuki rumah Si Cupu. Lagi-lagi mataku tak berkedip. Ruang tamunya besar  dan perabotan yang ada di ruang tamu semua bermerek internasional.

Mataku kembali jelalatan menyusuri seluruh isi ruang tamu. Dinding ruang tamu dipenuhi dengan lukisan dan kaligrafi bernilai seni tinggi. Tampak megah menakjubkan.

Meskipun aku menjalani rumah tangga dengan terpaksa tapi sepertinya aku betah tinggal di rumah mewahnya Si Cupu. Pak pengacara tahu aja apa yang kuinginkan, sehingga dia menjodohkanku dengan Si Cupu.

1
Shifa Burhan
tidak satu pun novel yang konfliknya pemeran utama wanita (istri) selingkuh yang novel berlaku adil

perbandingan
*coba lihat novel2 bertema pemeran utama pria (suami) selingkuh maka ini yang terjadi, perselingkuhan itu dilaknat, sang suami dibuat dapat karma, menderita, menyesal, mengemis maaf, dan berjuang mati2an untuk dapat kesempatan, dan karakter istri dibuat tegas dan tidak mudah memaafkan, akan dihadirkan lelaki lain yang baik dan peduli pada sang istri, dan wanita selingkuhan pasti dibinasakan, dan pada akhirnya semua hanya tentang kebahagiaan sang istri

coba bandingkan
*dengan novel2 bertema istri selingkuh, perselingkuhan itu dianggap hal biasa dan tidak dianggap kesalahan fatal, yang paling jauh hanya menyesal, tidak ada namanya mengemis maaf, tidak ada namanya berjuang, tidak ada namanya dapat karma, karakter suami dibuat bodoh Terima begitu saja, kalian tidak berani hadir kan wanita lain yang baik dan peduli pada sang suami, dan lelaki selingkuhan bebas berkeliaran begitu saja, dan parah kesalahan menjijikan antara istri dan pria lain kalian anggap cinta sejati

miris sekali pemikiran wanita dalam berkarya novel
Shifa Burhan: emank cewek ketik nya harus kayak loe semua markonah
total 4 replies
Monyqyuna
halo kak Arini, mau saling bom like enggaa?
caroline sylviani
untung cuma disiram, kalau dianiaya atau dibunuh.
Nazneenfaiha: suami orang lebih ganteng dari suami sendiri, gimana dong wkwkwkw
total 3 replies
SP
Tulisannya rapi, jadi bacanya enak 😍
Vie Junaeni
Hai Kak, Vie berkunjung nih.... cerita rumah tangga yang complicated hihihi... semangat nulisnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!