Dechantry Rachel Siregar bukan anak kandung dari keluarga Siregar melainkan anak kandung dari keluarga ternama namun hanya saja dia miliki identitas lain yang dia tidak ketahui.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Euvonia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Ardian Pov Part 2
Tiga bulan setelah pernikahan ku dengan Theresia kami seperti orang asing yang terpaksa tinggal satu atap. Kami tidak ada kontak fiksi layaknya suami istri, sesekali terjadi karena ketidak sengajaan bersentuhan. Aku sendiri merasa janggal dengan apa yang Rika katakan dimana saat dia datang ke acara pernikahan ku. Hal ini membuatku tak tenang dan diselimuti rasa bersalah. Akhirnya aku menyuruh seseorang menyelediki apa yang terjadi saat itu secara diam diam dan memata-matai Rika.
Sementara ku perhatikan Theresia sangat baik, cantik, dan anggun. Dia sendiri adalah wanita karir dan bekerja di salah satu perusahaan terbesar di ibu kota ini. Aku tidak tahu kegiatannya apa saja selama ini, yang aku tahu hanya itu dan dia juga menjalankan peran istri yang baik. Peran istri yang dalam artian memaksa, membantu ku merapikan pakaian dari tempat loundry, dan urusan rumah yang lain. Sebenernya terkadang aku sedikit gelisah apakah perasaanku goyah padanya dan perasaanku pada Rika telah hilang.
...****************...
Setelah satu bulan hubungan ku dengan Theresia jauh lebih baik dari sebelumnya. Dimana kami sering bertukar cerita keseharian kami, tidak ada obrolan yang spesial. Sejujurnya aku sedikit bingung dengan Theresia yang tiap kali menghindar saat aku menanyai tentang keluarganya. Hal ini membuatku ragu pada Theresia, dia membuatku sangat bingung.
Tak berhenti aku tetap terus berusaha ingin mendekat Theresia dan ingin mengetahui tentang keluarganya. Lagi dan lagi Theresia menutupi dari ku ini sangat menguji kesabaranku yang tipis. "Ada apa sebenarnya dengan keluarga mu itu Theresia? Sampai sekeras ini kamu menutupi semua dariku?" batinku dalam hati. Hari ini aku sedikit memberi jarak pada Theresia berharap dia akan menceritakan sesuatu namun itu tak terjadi.
Hari terus berlanjut hubungan yang awal mulanya sudah baik kini kian berjarak antara aku dengan Theresia. Aku tidak tahu apa yang membuat gadis itu tahan dengan semua situasi ini. "Apa hanya aku saja yang mulai tertarik padamu?" batinku dalam hati. Kami melalui malam ini dengan hening tanpa sapaan, aku jengah dengan semua ini memilih untuk tidur di kamar tamu saja. Namun saat aku akan beranjak suara merdu menghentikan ku.
"Aku tahu kamu menjaga jarak denganku. Aku tahu kamu memiliki keraguan padaku saat ini."
"Lalu?"
"Bisakah kamu bersabar untuk semua itu? Saat ini aku tak bisa mengatakan semua padamu, bukan aku tak percaya padamu."
"Jika kau percaya padaku lalu mengapa aku harus menunggu lagi?"
"Karena keluarga ku tidaklah aman sekarang situasi dan kondisi mereka saling mempertahankan kehidupan nya. Aku menyembunyikan jati diriku untuk tetap aman dan memantau mereka dari jauh. Dan jika aku membuka identitas ku, bukan hanya aku atau keluargaku saja, tapi kau dan keluargamu akan terseret juga. Bisakah kau mengerti ini? Satu lagi, keluargaku keluarga yang baik bukan jahat, hanya saja beberapa orang iri dan ingin menghancurkannya."
Setelah mendengar penjelasan dari Theresia aku terdiam mematung. Jika semua itu benar maka Theresia bukanlah dari keluarga biasa justru keluarga dari kalangan yang jauh lebih di atas ku. Dan yang membuatku terkesan dia selalu mengalihkan pembicaraan ini untuk melindungi ku dan juga keluarga ku. Sempat terpikir olehku bahwa dia sudah mulai ada rasa denganku tapi gengsi untuk bilang. Akhirnya aku kembali ke tempat tidur, berbaring di sebelah Theresia.
"Maaf, aku minta maaf yang tak dapat mengerti dirimu There,"
"Tak apa mas, kau boleh memanggilku There ataupun Rere karena namaku sedikit panjang bukan?"
"Baiklah aku akan memanggilmu There saja."
"Sekarang bukankah aku yang harus bertanya padamu mas? Aku masih penasaran dengan wanita yang hadir di pesta pernikahan kita."
"Dia mantan kekasihku, dia yang membuatku bekerja keras membuat beberapa usaha agar bisa hidup bersama dengan nya. Tapi takdir berkata lain, memangnya kenapa?"
"Tidak apa aku hanya bertanya mas sekaligus ingin tahu penjelasan langsung darimu. Sebenarnya tanpa kamu menjelaskan aku tahu dia siapa, dan aku tahu apa niatnya kembali yang jelas dia ingin kau kembali ke pelukannya. Itu yang dapat ku lihat dari sorot matanya waktu itu."
"Tidak perlu cemas, aku tak akan kembali padanya, karena dia berkhianat padaku saat itu."
"Aku berharap begitu mas, aku percaya kamu."
...****************...
Ternyata memang benar apa yang dibilang oleh Theresia bahwa Rika selalu saja datang kembali padaku. Dia datang dengan segala godaan kepadaku, berulang kali menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi. Jujur saja aku sempat tak percaya dengan semua yang diucapkan oleh Rika. Bagaimana mungkin aku percaya bahwa kedua orangtua ku mengancam dia untuk membuatku berpisah darinya.
Aku selalu mengabaikan kehadiran Rika meski dia terus merecoki ku, hingga akhirnya dia memberikan bukti dimana orangtua ku benar benar yang menyuruh Rika melakukan ini semua. Aku sangat kesal bukan main andai itu tak terjadi mungkin aku sudah menikah dengan Rika tanpa peduli harta kekayaan Siregar. Biarkan saja ayah dan ibu yang mengurus ini semua karena tentu jika aku menikah dengan Rika semua ini tak akan pernah menjadi milik ku.
Saat ini aku tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana mengambil langkah ke depan. Aku tak ingin salah jalan lagi untuk melangkah, di satu sisi ada masa lalu ku di sisi lain masa depan dan kebahagiaan dari kedua orangtua ku itu. Memikirkan semua ini membuat kepalaku berdenyut denyut dan hilang fokus. "Oh, ayolah Ardian fokus pada pekerjaan mu dan segera istirahat dirumah," ujarku untuk menyemangati diriku sendiri. Setelah berjam jam berlalu aku baru menyelesaikan semua pekerjaan ini.
Mobil sport berwarna hitam membelah jalanan ibu kota Jakarta pada malam hari. Seorang pria tengah melakukan dengan kecepatan tinggi yang tak lain adalah aku, Ardian. Pikiranku saat ini tengah kembali kacau, semua yang dikatakan dan yang Rika perlihatkan terus berputar di kepala ku seperti kaset rusak. Aku hanya bisa menghela nafas kasar memikirkan semua ini sangat rumit untuk ku. Kedua wanita itu sangat menutup diri dari ku membuatku bingung untuk percaya pada siapa hatiku benar benar berlabuh.
...****************...
Setelah kejadian itu Rika tak juga menyerah mengejar ku kembali, di lain sisi aku dengan Theresia lebih dekat dari sebelumnya. Hal ini terus terjadi hingga dimana aku merasa dijebak oleh seseorang bersama Rika. Dari kejadian itu aku menjalin hubungan gelap bersama Rika tanpa sepengetahuan Theresia. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga Theresia mengetahui semua hal ini.
Pertengkaran hebat tak terelakkan antara aku dan Theresia karena kesalahan ku. Tapi untuk saat ini aku tak bisa memilih salah satu di antara mereka berdua. Bagaimana bisa aku memiliki salah satu di antara mereka, jika Theresia sosok istri sempurna sedangkan Rika mampu membuatku melepaskan hasrat yang selama ini ku pendam. Dan Theresia sendiri tak bisa melayani ku untuk berhubungan suami istri karena kontrak pernikahan yang kami sepakati. Dan ya aku mengakui bodoh untuk hal itu yang seharusnya tak pernah ku lakukan.
Semakin hari semakin aku merasa kehilangan sosok Theresia yang menemaniku makan malam, bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Aku tak mampu lagi menahan amarah dalam diriku sendiri, aku sadar penyebab dari semua ini adalah aku sendiri. Tak ada keta lelah aku berusaha untuk mendekat kembali pada Theresia meski penolakan yang kerap kali ku terima. Dua bulan berlalu dan Theresia mulai mau menerima ku kembali bahkan memberikan hak nya padaku. Hal ini membuatku senang tapi tak berlangsung lama kebahagiaan kami, karena Rika kembali lagi hadir dan mengatakan dia hamil.
Setelah kejadian itu aku dilanda rasa dejavu yang hebat tak mampu memutuskan apapun. Ditambah satu pekan berlalunya kejadian dimana Rika mengatakan dia hamil sekarang Theresia pun sama dinyatakan hamil. Hal ini benar benar membuatku gila, aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku juga mengingat setiap bers*****h dengan Rika selalu mengenakan pengaman dan terakhir kali menyentuh dia sudah lama sekali. Aku terus berusaha menemukan bukti apakah benar Rika mengandung anak ku atau dari pria lain. Namun justru yang ku temukan adalah keterbalikan fakta dari Theresia yang dimana usia kandungannya lebih tua bahkan hitungannya belum sampai aku menyentuhnya.
Rasa sesak memenuhi dadaku, detak jantung ku dipacu sangat cepat mengetahui fakta ini. Mengingat kejadian dimana aku menyentuh Theresia membuatku dilanda kebingungan. Bagaimana bisa ketika aku menyentuhnya masihlah seorang gadis, aku yang pertama untuk dia tapi mengapa ini terjadi. Akhirnya aku berusaha konsultasi pada dokter dan menjelaskan memang terkadang kejadian seperti ini memang benar adanya. Hal ini membuatku lega dan yakin atas keputusanku, sementara hubungan ku dengan Rika berlanjut kembali di belakang Theresia.
Hingga suatu ketika aku melihat Theresia sedang akrab dengan pria itu, tapi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Dan kejadian ini yang membuatku berpisah dengannya, tepat dimana anak perempuan bernama Dechantry Rachel Siregar berusia tujuh tahun. Tepat saat itu juga kami berpisah dengan Rachel ikut bersamaku, dan Theresia yang pergi dari hidupku dengan sorot mata penuh kebencian.
mampir