Indonesia
NovelToon NovelToon
Gumiho Castle

Gumiho Castle

Status: tamat
Genre:Iblis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: AyuBae

Pak Rubah, sikapmu ternyata tidak selembut bulumu. Aku menyesal bersedia tinggal di kastilmu sesuai kontrak kita! Kukira akan menyenangkan tinggal di sebuah kastil mewah, ternyata seperti tinggal bersama raja iblis saja. Hades! Wah, ternyata nama itu memang cocok untukmu!
Aku Yuri, takkan mau membuatmu tetap hidup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AyuBae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I. Canggung

Pagi hari pukul 06.00

Para pelayan termasuk kakek Fang Leng merasa sangat cemas. Yuri belum keluar sejak semalam. Pintunya bahkan terkunci dan di ketuk pun tak ada jawaban. Mereka tak berani mendobrak, namun tak berani kembali ke kastil tanpa membawa Yuri. Mereka sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi di kastil nanti.

Kastil Lee Rang.

" Fang Leng.. Fang Leng.. Awas kau kakek tua!! Ku cincang badan keriputmu saat kau tibaa!!" gertak Lee Rang yang sudah menunggu sejak semalam, namun Yuri tak kunjung kembali.

" tuan muda, anda tahu nona sangat keras kepala. Mungkin pengurus Fang Leng juga tengah membujuknya disana." ujar nenek Ji Won yang tengah menenangkan Lee Rang.

" aku harus menunggu sampai kapan?!"

" lebih baik tuan sarapan dulu, pelayan sudah siapkan makanan dibawah."

" tidak!! Bawa Fang Leng kemari!!"

Rumah Yuri.

Yuri bangkit dari tidurnya dengan malas.

" hoaam.. Semalam aku mimpi aneh sekali. Kenapa pula kakek Fang Leng dan pelayan lain sampai menjemputku kemari." ujar Yuri seraya membuka gorden kamarnya.

Ia kaget melihat banyak orang berseragam pelayan dibawah serta sebuah mobil mewah besar.

" astaga!! Aku lupaa!"

Yuri sadar bahwa semalam itu bukan mimpi. Dan ia malah tertidur pulas dan tak peduli para pelayan menunggunya di bawah. Astaga, Yuri sangat kejam pada kakek tua itu.

" kakeeekk!! Maaf!! Kenapa kalian malah menunggu disini?!" ujar Yuri saat keluar.

" nona meminta kami menunggu, dan kami tak berani kembali."

" jadi dia benar-benar sedang marah sekarang?"

" kami tidak tahu sudah semarah apa dia sekarang." ujar kakek Fang Leng dengan takut.

" kalau begitu kita berangkat sekarang!" ujar Yuri yang masih memakai piyama dan rambut singa-nya. Ia bahkan belum mencuci muka apalagi mengganti pakaian.

Kastil Lee Rang.

" bawa dia masuk!! Tinggalkan kami berdua!" ujar Lee Rang saat Yuri ada di depan pintu kamarnya.

Yuri masuk dengan gemetar lalu berdiri sangat jauh dari Lee Rang yang menatapnya marah.

" enam jam, tiga puluh menit."

" eehm, itu.. Aku keluar kastil sore hari, jadi aku kira sore hari lagi aku kembali."

" begitu? Kau berani mengelak sekarang? Kenapa kau tidak minta izin pagi hari waktu itu?!"

"ehm.. Itu.."

" mana kutahu kesempatan itu akan datang pagi atau sore!! Mood-mu saja tak karuan setiap detiknya!" ketus Yuri dalam hati. Namun ia kaget seketika, ia lupa Lee Rang bisa mendengar segalanya.

" maaf!! Aku lupa! Bukan begitu maksudku.. Itu.."

" siapa dia?!" tiba-tiba Lee Rang bertanya hal lain.

" dia? Dia siapa?"

" kau malah bertanya balik!! Aku tanya dia siapa?!!"

" mana aku tau 'dia' yang kau maksud itu siapa?!"

" dia yang ada dipikiranmu sekarang!! Siapa?!"

" hah? Siapa?"

Yuri hanya berpikir, apakah Lee Rang bertanya dia berpamitan pada siapa?

" ehm, Bob?"

" ohh, jadi dia orang yang kamu sukai dalam sekali pandang itu?"

" hah?! Apaan sih?! Kenapa pertanyaannya jadi aneh begini?" Yuri tak bisa menahan kalimat-kalimat yang terlintas di benaknya.

" aku tidak mengerti, tuan. Saya pulang selama tiga hari untuk berpamitan pada Bob, dia sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri."

" oh, jadi Bob itu yang kemarin dia tolak." gumam Lee Rang, ternyata ia sudah salah sangka.

" kenapa harus Bob?! Mana keluargamu yang lain?"

" a-aku.. Tinggal sendirian."

Lee Rang terdiam. Ia memang pernah melihat foto keluarga Yuri di kamarnya.

" orang tuamu?" tanya Lee Rang mulai menurunkan nada bicaranya.

" ayahku meninggal sebelum aku lahir, dan ibuku juga meninggal saat aku berusia 12 tahun."

" jadi kau mulai tinggal sendiri sejak saat itu?"

" iya, aku bekerja paruh waktu untuk biaya hidupku sendiri."

" kakek, nenek? Atau paman bibi?"

" aku tidak tahu mereka, dan mereka tak pernah mencariku."

Lee Rang terdiam. Ia tak mampu bertanya lebih jauh melihat gelagat Yuri yang tengah menahan air matanya.

" kau masih beruntung, hidupmu aman tidak menjadi buronan."

" aku malah diburu oleh ayahku, dan baru-baru ini aku tahu dia jugalah yang memburu ibuku dan membunuhnya."

" hah?! Jadi orang tuanya.."

" kau bau! Mandi sana!! Apa kau tidak malu datang kehadapanku dengan penampilan itu?!" gerutu Lee Rang.

Yah, urat malu Yuri memang sudah putus sepertinya. Ia bahkan tak sempat merapikan diri saat datan kemari.

" baik, tuan. Kalau begitu saya pamit."

" ehhh, mau kemana?!"

" saya akan kembali ke asrama lalu mandi, tuan."

" mandi disini."

" hah, apa?!"

" kubilang mandi disini!! Di kamar mandiku! Kau kira aku akan percaya dan membiarkanmu kabur lagi?!"

" tapi tuan, saya tidak pernah kabur. Kemarin saya izin dan saya pun kembali."

" yah, tapi kau telat. Lagipula kamar mandiku lebih bagus dari kamar mandi asrama, peralatannya pun lengkap. Kau boleh pakai semua."

" tapi tuan, bajuku.."

" banyak baju yang kau tolak kemarin ada di lemariku. Jangan banyak basa-basi! Mandi sana kau makhluk bau!"

" kau!! Kau juga rubah bau!!"

" kenapa? Apa aku harus mandi juga bersamamu?"

" eh, tidak tuan. Tuan sangat wangi, tidak perlu mandi." ujar Yuri segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya.

" ish, dasar lelaki cabul! Apa dia sebegitu fanatiknya dengan wanita? Huh! Dia pasti sudah ribuan tahun menjomblo sampai bisa seperti ini."

" hei! Kau lupa aku bisa mendengarmu?!" teriak Lee Rang dari kamarnya.

" aku tidak lupa!! Aku sengaja menghujatmu selagi kau takkan bisa membalasnya!! Dasar ubah cabul!"

Bahkan teriakan hati Yuri pun terdengar lantang di telinga Lee Rang. Tapi ia tak marah, ia hanya tersenyum. Sudah lama ia tak mendengar celotehan gadis ini. Yah, walau ocehannya itu selalu menghujatnya.

" aku menunggumu diluar pintu kamar mandi!"

" aku tak akan keluar kalau begitu!"

Satu jam lamanya Lee Rang menunggu Yuri keluar dari kamar mandi. Namun tak ada respon apapun. Pikiran Yuri yang berisik sedari tadi pun mendadak diam.

" hei! Makhluk bau!! Kenapa kau lama sekali?"

Tetap tak ada jawaban. Lee rang mulai panik. Si gadis bodoh itu takkan melakukan hal aneh kan?

" hei!! Jawab aku, atau kudobrak pintunya!" teriak Lee Rang menggedor pintu.

Tetap tak ada jawaban. Lee Rang pun mendobrak pintu dengan keras.

" Yuri!! Kau baik-baik saja?"

Lee Rang hanya melihat Yuri terbaring di bath tub dengan mata sayu dan tubuh terbalut handuk.

" aaaaahhhhhh!!! Kau rubah cabul!! Kenapa malah menerobos masuk?!" teriak Yuri saat melihat Lee Rang masuk dengan mendobrak pintu.

" kau kenapa diam saja?! Kukira kau pingsan atau kabur!!"

" mana ada aku kabur!! Aku hanya tidur sebentar!"

" tidur?! Di bath tub? Kau memang gadis gila!! Cepat keluar atau aku akan menyeretmu!"

" kau pergi dulu!! Dasar rubah cabul!! Beraninya menerobos masuk saat aku masih didalam!"

" kau mau lanjut tidur disitu?! Kau mau mati kedinginan?!"

" iya!! Iya!! Aku akan keluar!!" Yuri keluar dari bathtub dengan perlahan karena ia baru saja terbangun dan masih sempoyongan.

Lee Rang tak habis pikir. Dia ini sebenarnya manusia atau apa? Kenapa bisa tertidur dimana saja. Dan apa tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain tidur?

Karena geram, Lee Rang mengangkat tubuh Yuri dan membantingnya ke atas ranjang.

" hei! Apa yang kau lakukan!! Turunkan aku!!" Yuri memberontak. Ia hanya memakai handuk saat ini. Tentu ia panik saat Lee Rang tiba-tiba menggendongnya.

" bukankah kau masih mau tidur?" tanya Lee Rang seraya mencengkeram kedua tangan Yuri dengan keras.

" aku sudah cukup! Aku akan berpakaian dan turun untuk bekerja!!"

" kenapa harus turun? Pekerjaanmu ada disini, di hadapanmu."

" s-saya tidak mengerti, tuan. Tolong izinkan saya pergi."

" hah! Giliran hal begini saja kau tiba-tiba menjadi sopan."

Memang bukan hal pertama bagi Yuri diperlakukan begini oleh Lee Rang. Tapi bukan berarti ia menginginkan hal itu, apalagi secara paksa begini. Yah, jantungnya memang berdegup kencang saat ini. Tapi ia masih tidak mengerti.

" diam berarti iya." ujar Lee Rang yang hendak mendekat untuk mengecup leher Yuri.

" tidak!! Saya mohon jangan.. Jangan dulu.." Yuri berusaha mengelak. Hal ini tidak benar! Ia datang untuk bekerja sebagai pelayan rumah, bukan melayani nafsu bejat majikannya.

" baiklah, kalau begitu temani aku tidur saja."

Tak disangka Lee Rang setuju dan melepas cengkeramannya lalu berbaring di samling Yuri. Bahkan rambut Yuri pun belum sepenuhnya kering, dan Lee Rang menarik ia kedalam pelukannya. Yuri terhentak kaget.

" t-tuan.. Ini tidak benar."

" diam sebentar. Aku belum tidur semalaman menunggumu."

Mendengar hal itu Yuri tiba-tiba menjadi luluh dan berhenti menolak.

" tapi rambutku masih basah, tidak akan nyaman bagimu."

" tidak apa-apa. Asal kau jangan pergi."

Entah apa yang Lee Rang ucapkan. Ia memang selalu berkata hal aneh menjelang tidur atau bahkan saat tidur.

" ya, aku akan tetap disini."

Mendengar hal itu, Lee Rang senang dan memeluk Yuri semakin erat. Siapa sangka ia malah menyenggol satu area yang fatal. Benda bulat yang harusnya tidak ia pegang. Akhirnya suasana romantis itu malah berakhir canggung. Dan rasa kantuk Lee Rang pun mendadak hilang.

" Yuri.." panggilnya lembut.

" eh, apa?"

" aku mau itu.. Boleh?"

.

.

.

To be continue.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!