Indonesia
NovelToon NovelToon
Back To 2012

Back To 2012

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hesti Noviani

Seorang gadis yang bernama Spring, yang di tinggal mati oleh sahabat sekaligus cinta pertamanya yang bernama Winter. Kepergiannya telah meninggalkan luka untuk Spring. Karena winter pergi bukan atas kehendak tuhan, tapi dia pergi atas kemaunnya sendiri. Winter pergi dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri, tepat di hari ulang tahunnya Spring.

10 tahun setelah kepergian Winter, Spring masih saja larut dalam kesedihannya. Tiada hari untuknya tak merindukan sosok pria yang selalu mendiami hatinya itu. Tepat pada hari ulang tahunnya, Spring mendatangi pohon sakura yang ia tanam bersama Winter di masa kecil. Namun, ada kejadian aneh setelah Spring mendatangi pohon tersebut. Spring tiba-tiba saja kembali ke tahun 2012. Di mana tahun tersebut merupakan tahun terakhir untuk Spring dapat bertemu dengan Winter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hesti Noviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Tingkat Kepedulian Orang Tua

Sepulangnya Spring ke rumah, ia langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan sup yang sudah ia janjikannya kepada Winter. Spring sangat bersemangat ketika ia memasakan makanan untuk Winter, yang memang sebelumnya tak pernah ia lakukan. Karena di kehidupan remaja sebelumnya, Spring tak pandai memasak bahkan tak pernah sekalipun ia menyentuh alat-alat masak di dapur. Tapi untuk di kehidupan remaja yang keduanya ini, Spring sudah banyak pengalaman soal memasak. Karena dulu setelah Spring masuk ke universitas, Spring tinggal sendiri tanpa orang tua. Di mana, makan untuk sehari-hari harus di masak sendiri.

Biarpun saat ini Spring sangat bersemangat, tapi dalam hati dan pikirannya terselip kekhawatiran akan Winter. Bagaimana ia tak khawatir, Spring melihat jelas wajah Winter yang sangat pucat seperti orang sakit pada umumnya. Walau Winter berkata baik-baik saja, Spring sangat yakin bila kesehatan sahabatnya itu sedang tak baik-baik saja.

Spring tahu dengan sikap Winter yang tak mau merepotkan orang, tapi menurut Spring, cara yang di lakukan Winter itu salah. Karena dia harus menanggung apapun sendirian, walau orang sudah menawarkan bantuan. Karena sikap Winter itulah yang membuat Spring sampai tak bisa berhenti mengkhawatirkannya. Untung saja ia bisa mengendalikan pikirannya, bila tidak, sup yang tengah di buatnya itu mungkin akan berantakan.

Setelah berhasil membuat sup, Spring bergegas mandi dan bersiap-siap untuk kembali menemui Winter di vila. Namun, ketika Spring akan hendak pergi, ayahnya tiba-tiba saja memanggilnya di meja makan.

"Spring, kamu akan pergi kemana lagi. Setelah semalaman tak pulang, kamu akan pergi lagi," lontar James dengan kesal.

"Iya, ibu baru akan membuatkanmu sarapan. Tapi kamu malah akan pergi lagi, bukankah jam masuk sekolah masih ada waktu sekitar satu jam lagi," sambung Tessa.

"Justru karena satu jam lagi aku harus bergegas menemui Winter sebelum pergi ke sekolah."

James menghela kasar nafasnya. "Kenapa Winter lagi yang kamu pikirkan. Perutmu juga harus kamu di pikirkan. Lalu, semalam apa saja yang sudah kamu lakukan bersama Winter. Dan di mana kamu menginap?"

"Aku hanya menemani Winter di vila milik paman Theo. Karena aku tak bisa membiarkan Winter di sana sendirian."

"Hanya berdua?" tanya singkat James dengan tatapan tajamnya.

Tatapan tajam yang di lakukan James itu mampu membuat putrinya gelisah setengah mati. Sangat gelisah dan mendebarkan, begitu pula dengan suasana yang di rasakannyakan juga nampak aneh. Aneh untuk Spring bisa mengalami yang namanya di beri pertanyaan layaknya seorang gadis remaja yang telah berbuat nakal di luar. Memang sangat wajar bagi orang tua menanyakan kemana dan apa yang di lakukan anaknya bila semalaman anaknya itu tak pulang ke rumah. Karena saat ini Spring bukanlah Spring yang berumur 27 tahun, melainkan anak remaja yang berusia 16 tahun yang satu bulan lagi usianya akan menginjak 17 tahun.

Bila saja Spring berumur 27 tahun, mungkin James tak akan mempermasalahkan bila putrinya itu tak pulang ke rumah. Karena memang budaya di amerika, anak setelah melewati batas usia 18 tahun, para orang tua akan membebaskan anaknya. Tapi sekarang Spring kembali ke 10 tahun yang lalu, yang di mana Spring masih berada pada pengawasan orang tuanya. Terlebih lagi Spring merupakan anak perempuan satu-satunya James. Sebagai seorang ayah, James harus ekstra memperhatikan putri tunggalnya itu. Karena pergaulan di Amerika merupakan pergaulan yang sangat bebas, akan sangat tidak baik bila Spring terjerumus ke arah pergaulan tersebut.

Walau Spring tak ingin membuat ayahnya marah, tapi ia tak bisa berbohong bila dirinya memang menginap berdua di vila milik keluarga Collin.

Perlahan ia menarik panjang nafasnya, lalu dengan cepat menjawab pertanyaan James tanpa ragu. "Iya, hanya berdua."

"Kamu dan Winter bukan lagi anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Kamu berani sekali menginap dengan seorang pria. Bagaimana bila terjadi sesuatu padamu."

"Tapi sampai saat ini aku masih baik-baik saja, bukankah kita sudah tahu dengan sikapnya Winter. Winter merupakan anak yang tak mungkin bisa melewati batas."

"Semua pria sama saja. Zaman sekarang pergaulan pria di Amerika sangat berbeda. Tidak terlibat dalam pergaulan bebas, bagi pria Amerika tak akan terlihat keren."

Biarpun didikan James sangat kolot, akan tetapi ini merupakan hal terbaik yang di lakukannya untuk melindungi Spring dari pria nakal. Ya, biarpun Winter merupakan anak yang sedari kecil memang sudah dekat dengan keluarga Scott, James dan istrinya pun sudah mengetahui dengan sikap Winter yang memiliki attitude baik.

Akan tetapi di umurnya yang sekarang, Winter merupakan seorang pria remaja, perlu yang namanya pengawasan. Karena bagi James, bisa saja Winter seperti remaja nakal pada umumnya.

Meskipun teguran James merupakan bentuk kasih sayang dan kekhawatiran kepada putrinya, tapi Spring tak bisa membenarkan apa yang di katakan ayahnya itu. Dan spring juga tak bisa meminta maaf setelah semalaman ia tak pulang ke rumah. Karena pandangan ayahnya terhadap Winter sangat salah.

"Winter tidak seperti apa yang ayah pikirkan, bila menurut ayah Winter sama dengan pria nakal lainnya, itu salah. Karena Winter merupakan anak baik walaupun ia terlahir dari keluarga yang berantakan." Spring lalu meraih kantong yang berisi sup di meja. "Sepertinya aku harus segera pergi sebelum sup ini dingin."

Tindakan Spring mungkin sangat tidak sopan, akan tetapi ia tak bisa berlama-lama membiarkan Winter menunggunya. Terlebih lagi keadaan Winter sedang sakit, ia perlu bergegas kembali mendatangi Winter. Dan tidak lupa, sebelum kembali mendatangi Winter di vila, Spring terlebih dahulu ke rumah Winter untuk mengambilkan pakaian dan tas sekolahnya. Sesaat Spring menekan tombol bel, Olivia collin yang merupakan ibunya Winter datang menghampiri Spring di depan rumahnya itu.

"Spring, untung saja kamu datang. Apa kamu tahu dengan keberadaan Winter sekarang."

"Memangnya Alex tak memberitahu bibi tentang keberadaan Winter?" tanya Spring heran.

"Dia sangat marah padaku dan ayahnya. Oleh sebab itu, dia enggan memberitahu kemana adiknya pergi."

"Oh, sekarang Winter sedang berada di vila. Kebetulan aku datang kesini ingin membawakan pakaian dan tas sekolahnya."

"Tunggu sebentar." Olivia melangkahkan kakinya secara terburu-buru. Lalu kembali dengan tas dan kantong yang berisi pakaian putra bungsunya. "Aku tak bisa pergi menemui Winter sekarang, karena aku harus secepatnya pergi ke tempat kerja, bisakah kamu menyampaikannya kepada Winter, untuk pulang ke rumah setelah pulang sekolah."

Spring meraih tas dan kantong yang julurkan Olivia. "Baik, akan saya sampaikan."

Olivia mengambil dompet di tasnya, lalu mengambil dua lembar uang kertas di dompetnya itu. "Aku tak sempat membuatkan Winter sarapan, jadi bisakah kamu menemani Winter sarapan di luar."

"Anda tak perlu khawatir, karena saya sudah membuatkannya sarapan. Jadi sebaiknya anda masukan kembali uangnya."

Karena Spring menolak uang pemberiannya, terpaksa Olivia pun harus memasukan dua uang kertas tersebut ke dalam kantong pakaian Winter. "Kalau begitu ambil saja uangnya, dan beli sesuatu dengan Winter." Lalu terburu-buru melangkahkan kakinya.

Kelakuan Olivia tersebut sampai membuat Spring menghela kesal. Ia kesal, karena ia tak habis pikir bila Olivia lebih memilih mementingkan pekerjaannya di bandingkan harus meminta maaf dan membujuk Winter untuk pulang. Padahal sekarang keadaan Winter sedang tak baik-baik saja. Bukan karena keadaannya yang marah atau sedih setelah menyaksikan pertengkaran orang tuanya tadi malam, tapi karena saat ini Winter tengah sakit. Ya, walaupun mungkin sakitnya Winter hanyalah sakit biasa. Tapi yang di inginkan Spring, setidaknya Olivia dapat menemui Winter dalam keadaan apapun. Tapi mau bagaimana lagi, Olivia akan mementingkan pekerjaannya di bandingkan harus mementingkan anaknya, sekalipun Spring membujuknya.

1
[AIANA]
setelah lama aku ga baca lanjutannya. baca dua bab aja masih inget betapa frustasinya hubungan merekkkaaa. wkakaka
Hestiiiii: hehe wk....
total 1 replies
[AIANA]
hey aku kembaliii
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
baru kali ini baca novel gak bosen
Kaila
aku msih nyesek krena winter meninggal
ayu
msih dberi kebahagian walau bkan sama winter
rudy
ending ga terlalu nyesek krena spring bsa bahagia walau ga bersama winter
maya mutia
alhamdulilah happy ending walau bkan sma winter
meilani
ku tunggu cerita selanjutnya thor
Rey
d tunggu cerita selanjutnya
Hestiiiii: di tunggu ya
total 1 replies
alterna.nas
Happen ending. Aku suka. Selamat, Kak sudah tamatkan karyanyaa.



Semoga ada bonus chapter sih
Hestiiiii: untuk back to 2012 sudh tamat... terima kasih sudah menjadi pembaca sampai akhir😇

nantikan karyaku yg berikutnya🥰
total 1 replies
alterna.nas
Winter dah nggak ada ToT
Rossa
happy ending sma skylar jdinya
caca
flnya winter dan endingnya sma skylar. . gpplah yg penting spring ga terlalu nyesek
aria
walau ga happy ending sma winter stidaknya ada obat endingnya sma skylar
Kaila
sampai jumpa lgi winter
kai
endingny sma skylar aja dri pda nyesek bnget kya gni
rudy
sudah tamatkah?
ayu
ga ada plot twits gtu yg bsa bkin winter hidup dan happy ending, nyesek bnget endingnya
maya mutia
lah ko nyesek endingmya
meilani
walau cma sebentar, tapi spring bsa ngerasaain pacran sma winter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!